NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / CEO / Orang Disabilitas
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sagitarius28

"Besok kamu harus menikah dengan putra dari keluarga He! Pokoknya Papa tidak mau tahu, setuju atau tidak kamu tetap harus menikah dengannya." Zhu Guan

"Tidak! Lian tidak mau Pa. Sampai kapanpun Lian tidak mau menikah dengan lelaki lumpuh itu. Lebih baik Yiyue saja yang Papa nikahkan dengan lelaki itu, jangan aku Pa!" Zhu Lian

"Kenapa harus aku? Bukankah kakak yang harus menikah, tapi kenapa semua orang menumbalkanku untuk menggantikannya?" Zhu Yiyue

Seorang pengusaha yang sedang terlilit hutang, tak ada opsi lain selain menuruti keinginan keluarga He yang merupakan keluarga konglomerat. Dengan teganya dia menumbalkan salah satu putrinya sebagai penebus hutangnya. Tanpa memikirkan perasaan putrinya, dia justru mendorong putrinya ke sebuah jurang keputusasaan.

Mampukah Yiyue menerima takdirnya sebagai alat penebus hutang? Menikah dengan seorang lelaki yang tak dia kenal, terlebih lelaki itu adalah Tuan Muda lumpuh yang terkenal sangat dingin seperti kulkas tujuh pintu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DMDTML 16

"Karena aku lumpuh begitu? Jadi kau meremehkanku, iya? Kalau begitu ayo kita coba sekarang, biar kau tahu kemampuanku, bagaimana?"

"Bukan! Bukan itu maksudku." Yiyue menggeleng cepat menepis ucapan suaminya.

"Sudahlah, kau tak perlu menjelaskan lagi. Aku tahu diri bagaimana kondisiku, gadis sepertimu sudah pasti meremehkanku karena kakiku yang tidak bisa digerakkan." Qiaoyan membuang wajah, menunduk dengan tatapan sendu.

'Tuh kan salah paham, ngambek lagi. Lagian ngapain juga sih aku bicara seperti itu, bagaimana kalau dia tersinggung dengan ucapanku? Tapi kan aku tidak bilang dia lumpuh, dia nya aja yang mudah baperan,' batin Yiyue membela diri.

"Tuan, maaf jika perkataanku tadi menyinggungmu. Tapi, percayalah aku sama sekali tidak berniat seperti itu." Yiyue berjalan mendekati suaminya yang masih duduk di atas ranjang.

"Tuan, apa kau marah?" Lanjut Yiyue yang terus bertanya karena dari tadi suaminya hanya diam tanpa menjawab ucapannya.

"Tuan ...." Yiyue memberanikan diri memegang lengan suaminya dengan lembut. Sesekali dia menggoyangkan sedikit lengan suaminya itu.

Sedangkan Qiaoyan melirik sekilas wajah sang istri yang terlihat menggemaskan. Lelaki itu menyembunyikan senyumnya agar sang istri tidak mengetahuinya yang memang Qiaoyan sedang mengerjai istri kecilnya itu. Qiaoyan sangat senang menggoda istrinya, apalagi sampai wajahnya memerah seperti tomat matang karena malu.

"Hem." Akhirnya Qiaoyan bersua juga, meskipun hanya deheman saja yang meluncur dari bibirnya.

"Kau marah padaku?" tanya Yiyue sambil memiringkan wajahnya menatap pada Qiaoyan.

Qiaoyan kembali membuang mukanya setelah tahu dirinya ditatap oleh istri kecilnya. Lelaki itu berusaha menampilkan dramanya sebaik mungkin, memasang wajah malasnya. Dia tahu jika istrinya pasti tidak bisa melihat dirinya marah, dia ingin mendapatkan sesuatu dari sang istri karena salah berucap.

"Katakan Tuan, kau ingin aku melakukan apa agar kau mau memaafkanku?"

"Yakin?" Qiaoyan melirik sekilas menatap sang istri.

"Iya Tuan." Yiyue pun mengangguk mengiyakan, meskipun berat hati tapi tetap dia lakukan.

Dia tak ingin jika suaminya ngambek ataupun marah padanya, terlebih jika itu karena ulahnya yang tidak sengaja hampir menyinggung perasaan suaminya. Yiyue lakukan itu karena tidak ingin mood suaminya jadi buruk yang berimbas pada kesehatan sang suami. Justru itu akan menjadi beban terberat baginya jika Qiaoyan tidak lekas sembuh.

Lama terdiam, sebelum akhirnya Qiaoyan menunjuk pipinya dengan jari telunjuknya tanpa menatap sang istri seolah dirinya sedang marah padahal faktanya tak seperti itu. Qiaoyan hanya ingin mengerjai sang istri karena dia sangat senang melihat wajah menggemaskan istri kecilnya itu.

Mata Yiyue membulat sempurna saat tahu apa yang diinginkan suaminya. Ingin mundur, tapi dia sudah terlanjur berjanji untuk melakukan apapun agar suaminya itu tidak marah.

'Astaga! Kenapa dia minta cium segala sih. Dasar mesum! Pagi-pagi udah minta cium,' batin Yiyue menatap Qiaoyan dengan tatapan kesal

"Kenapa? Tidak mau? Ya udahlah sana pergi," seru Qiaoyan saat dia tak sengaja melihat ekspresi istrinya seperti keberatan.

"Eeehhh ... b- bukan seperti itu Tuan, anda salah paham." Yiyue spontan menyahut sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Maksud saya, apa tidak ada hal lain selain itu?" Lanjutnya dengan hati-hati.

Qiaoyan menoleh sekilas lalu kembali membuang muka. "Tidak ada. Kalau tidak mau lebih baik tidak usah, daripada nanti jadi beban untukmu."

Yiyue menghela napas pelan sebelum kemudian dia kembali bersua. "Baiklah Tuan."

Tanpa sepengetahuan Yiyue, Qiaoyan tersenyum kemenangan dan menyembunyikan senyum itu dari istrinya.

Perlahan Yiyue berjalan mendekati suami kulkasnya yang tengah bersandar di heard board. Tampak Qiaoyan membuang muka seolah tak ingin menatap sang istri, padahal faktanya saat ini dia tengah berakting sebaik mungkin agar istrinya percaya jika dia sedang marah. Lelaki itu sekeras mungkin menampilkan wajah mode ngambeknya di hadapan sang istri, tanpa tahu jika dalam hatinya tertawa renyah.

Cup

Saat Yiyue hendak mencium pipi mulus suami kulkasnya itu, tanpa sengaja bibir keduanya bertemu dimana Qiaoyan yang tiba-tiba menoleh ke arah istrinya yang hendak menciumnya. Tentu saja hal itu yang sejak tadi Qiaoyan inginkan dari istri kecilnya. Entah kenapa, mendadak Qiaoyan menginginkan sebuah morning kiss dari sang istri. Bahkan terasa ingin lebih dari hal itu, tapi sekuat mungkin Qiaoyan tahan mengingat istrinya masih kecil dan dirinya pun masih lumpuh. Membuatnya tak bisa leluasa untuk melakukan kegiatan ranjang yang pernah diimpikannya setelah menikah.

Mata Yiyue membulat sempurna saat bibirnya yang tidak sengaja bertemu dengan bibir tipis bervolume milik suaminya. Seperkian detik akhirnya Yiyue sadar, lalu segera mungkin gadis cantik itu hendak menariknya. Namun, usahanya itu sia-sia ketika Qiaoyan lebih dulu menarik tengkuk istrinya untuk memperdalam ciumannya. Bibir Yiyue yang manis itu seolah menjadi magnet tersendiri yang menariknya untuk ingin kembali merasakan rasa manis dari bibir istri kecilnya.

Qiaoyan mel*m*t bibir seksi istrinya dengan lembut. Namun, saat bibir Yiyue tetap terkatup rapat, kelembutan itu menguap. Qiaoyan memberikan gigitan kecil menuntut akses yang lebih dalam, membuat sang istri tersentak pelan. Sedetik kemudian, saat pertahanan itu runtuh, Qiaoyan merangsek masuk, mengabsen setiap rongga mulut istrinya dengan ciuman yang dalam, menuntut, dan penuh penguasaan. Sementara tangannya masih memegang tengkuk istrinya, seolah tak ingin jika ciuman itu berakhir cepat. Tampak Qiaoyan begitu menikmati moment tersebut, membiarkan waktu seakan berhenti sejenak dalam pagutan yang dalam dan lembut. Sebuah pagutan yang telah membuatnya candu dan ingin merasakan setiap waktu bersama istri kecilnya.

Tak berangsur lama, Qiaoyan melepaskan pagutannya perlahan. Kedua netranya menatap manik mata istri kecilnya dengan senyum tipis yang penuh makna. Tak lupa Qiaoyan mengusap lembut bibir istrinya yang basah karena ulahnya.

"Tuan!" pekik Yiyue menyorot tajam suaminya.

"Apa? Mau nambah, hm?" goda Qiaoyan sambil menaik turunkan alisnya menatap istri kecilnya yang sedang marah, namun terlihat menggemaskan di matanya.

Bukannya menjawab, justru Yiyue melayangkan tatapan tajam pada suami kulkasnya yang seenak jidat telah menciumnya. Dia yakin pasti ini semua ulah suaminya yang sengaja mengerjainya. Namun, dia hanya diam saja tanpa mau bertanya hal itu karena berujung dia pasti akan kalah.

"Itu yang namanya morning kiss, makanya aku kasih praktek biar kau tahu. Dan ingat setiap pagi harus ada morning kiss untukku!" ucap Qiaoyan menjelaskan dan diakhiri dengan kalimat yang penuh penegasan.

🥕🥕🥕

"Nona, ini rempah-rempah yang anda inginkan." Bi Nan menyodorkan sebuah rempah-rempah untuk mengobati kaki suaminya.

Yiyue tersenyum lembut menatap Bi Nan. "Terima kasih Bi. Taruh saja disitu, nanti saya racik."

"Baik Non." Bi Nan mengangguk, lalu meletakkan sekantong berisi rempah-rempah di atas kitchen counter.

"Apa ada yang perlu Bibi bantu Non?" tawar Bi Nan.

"Tidak usah Bi, sebentar lagi juga selesai. Setelah itu, saya akan meracik rempah-rempahnya," tolak Yiyue lembut.

"Bibi lanjutin aja pekerjaan Bibi lainnya. Biar ini jadi urusan saya," lanjut Yiyue sambil tersenyum.

Beberapa menit kemudian, aroma rempah tumisan yang kaya langsung memenuhi penjuru dapur, tanda masakan utama telah matang sempurna. Dengan cekatan, Yiyue memindahkan sapuan bumbu meresap dari wok panas ke atas piring saji, menyusunnya dengan rapi. Tak berselang lama, ramuan penyegar—cahaya hangat di dalam panci keramik—menyusul matang. Dengan gerak tangan yang lincah dan penuh kasih, ramuan itu dituang cepat ke dalam gelas, siap menyambut suami kulkasnya.

🥕🥕🥕

"Tuan, ini ramuan yang aku buat. Ayo diminum biar lekas sembuh."

"Uweeekk ... apa ini? Kau mau meracuniku?"

.

.

.

🥕Bersambung🥕

1
Kaizy celine
Lanjutttt😍😍
Kaizy celine
Nah gtu dongg 😍👍👍👍 panggilan sayang lebih enak didengar
Kaizy celine
😍😍😍😍😍😍
Kaizy celine
Ohhhh co cweett🥺🥺 tpi miris banget ya smoga happy ending
Yul Kin
ayo dong ungkapkan perasaan mu, ganti atuh panggilannya jgn tuan... 💪😄
Yul Kin
aku sampe nangis, terharu banget
Rara Kayla
jadi ikutan mewek🥺😢😭
Kaizy celine
Hem rasanya pengen pilih dokter aja, tapi lihat qioyan kasihan🥺
Kaizy celine
Naahhh ternyata dia cinta duluan tapi gengsi😍👍
Kaizy celine
Waduh siapaaa tuhhhh😍😍😍
Rara Kayla
nah loooh... kan...
Rara Kayla
waaaah.... ini nih bakal tantrum tuh si bayi gede😁
Rara Kayla
suamimu ngambek, awas tantrum loh🤣
Rara Kayla
yaela, pelit amat kau Bos! 🤣
Kaizy celine
Naah gtu dong🤣😍👍👍
Kaizy celine
Lanjutt thorrr tanggung thorr
Rara Kayla
fix bukan anaknya nih...
Rara Kayla
yuuuk gas lagi Thor babnya, semangat.. semangaat Thor😁
Rara Kayla
Bapak yg aneh bin kucluk, itu si Qiaoyan anak apa bukan sih? tega amat ma anak sendiri
Rara Kayla
Si mulut pedas😁, makan tuh, sakit hati kan lu. hahahahahaha...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!