Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.
"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)
"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).
Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Albert
Tok.. !!! Tok.. !!! Tok.. !!!
Tok.. !!! Tok.. !!! Tok.. !!
"Aylin.. Cepat buka pintunya!!! Aylin !!!" Suara Albert menggema di seluruh lantai tiga tempat kamar Aylin berada. Membuat para maid yang sedang istirahat pun ikut penasaran, dengan apa yang sebenarnya terjadi pada pasangan suami istri itu. Mereka berbondong-bondong mengendap-endap menaiki tangga, menuju lantai tiga, dan bersembunyi di tangga, hingga tangga tersebut penuh.
Aylin dengan santai nya membuka pintu kamar nya, sambil bersandar di ambang pintu, melipat tangan nya di dada dan memandang Albert dengan wajah datar. Seolah menantang Albert yang sedang mengamuk.
Wajah Albert sudah merah padam karena marah, bahkan alis nya sudah menyatu menjadi satu. "Berapa kali aku katakan, jangan pernah mengganggu Dorothea. Tetapi ternyata kau begitu bebal..!!!" Teriak Albert sambil tangan kanannya ia gunakan untuk mencekik leher jenjang Aylin.
Aylin tidak merasakan sakit apa-apa tetapi hanya merasa tak nyaman di leher nya. "Peringatan bahaya!! Peringatan bahaya!! Sistem kejut di aktifkan." Suara sistem tiba-tiba muncul di saat yang tepat.
Albert tiba-tiba merasakan seolah-olah tubuh nya tersetrum, membuat nya mau tak mau melepaskan cekikan pada leher Aylin. Albert agak linglung, sebenarnya apa yang terjadi pada nya?
Leher bekas cekikan Albert masih membekas di leher mulus Aylin, warna merah yang amat kontras dengan warna kulit Aylin yang putih. Membuat siapa saja, dapat membayangkan betapa sakitnya itu. Padahal Aylin. Tidak merasakan sakit sedikit pun. Hanya sedikit kesulitan bernapas saja.
Aylin melotot ke arah Albert, " Kau gila Albert, apa kau ingin membunuh ku? Sudah ku katakan, aku tidak menggangu wanita tercinta mu itu. Dia yang datang pada ku duluan. Bahkan aku tidak mengenalnya. Sebenarnya yang amnesia itu aku atau kamu? aku saja tidak ingat dengan keluarga ku, lantas mana mungkin aku mengigat wanita mu!!!"
Albert berfikir sejenak, benar juga apa yang di katakan Aylin. Tapi mana mungkin Dorothea menjatuhkan dirinya sendiri. Lalu menuduh Aylin. Dorothea adalah wanita yang lembut, tidak mungkin bisa berbuat hal licik seperti itu. Tapi jika itu Aylin baru bisa di percaya.
"Siapa yang tau bahwa ini semua adalah sandiwara mu, untuk menarik perhatian ku saja. Bisa saja kau menyogok dokter untuk mengelabuhi kami semua. Karena aku percaya Dorothea tidak mungkin bertindak licik, seperti yang kau tuduh kan. Ingat posisi mu Aylin. Selamanya kau hanya menjadi istri pajangan. Karena sampai kapan pun, cinta ku hanya untuk Dorothea!" Kata Albert penuh penekanan.
Mendengar itu Aylin langsung mendengus kasar. "Oh ya.. , Emang aku perduli? Kalau kamu memang se cinta itu sama Dorothea. ceraikan aku sekarang, aku sudah muak, hidup dengan mu!! Dan serahkan hak asuh Kaiden bersama ku."
Albert mencondongkan tubuhnya ke arah Aylin, dan tentu saja Aylin langsung reflek menghindar, mundur ke belakang. Kesempatan itu Albert gunakan untuk mendorong Aylin masuk ke kamar nya, membuat Aylin lumayan panik. di tambah Albert yang tiba-tiba mengunci pintu kamar nya. Aylin takut bahwa Albert akan membunuhnya saat ini juga, di dalam kamar tersebut.
Tapi nampaknya sistem di dalam otak nya berfikir lain. "Oh.. Tidak, ini adegan dewasa, aku belum cukup umur, untuk melihat semua ini. Sistem otomatis di non-aktifkan." Dan benar saja tak lagi ada suara bising di dalam otaknya. "Sistem s*al*n dia malah meninggalkan ku di kondisi seperti ini, sebenarnya apa yang sistem itu pikir kan sih? Bagaimana kalau Albert benar-benar membunuh ku saat ini juga, matilah aku!!" Ratap Aylin dalam hati.
sedangkan Albert menyudutkan Aylin hingga ke ujung tembok. "Albert.. Apa yang sebenarnya kau inginkan? Aku sudah membebaskan mu, sekarang bukan kah seharusnya kami senang?" tanya Aylin
Albert berdecih, memandang Aylin penuh remeh. "Kau benar-benar lupa? Perjanjian pernikahan kita. Masih ada setengah tahun lagi untuk mu, menjadi istri ku. Dan selama waktu yang tersisa itu, gunakan lah waktu mu dengan baik. Jika kau tetap meminta cerai sekarang, maka siap-siaplah membayar denda nya. Ingat, pernikahan ini kamu yang mengemis pada mami ku. Jadi nikmati saja neraka yang telah kau buat sendiri!" Kata Albert dengan nada dingin. Lalu pergi begitu saja.
Aylin bernafas lega, tetapi beberapa detik kemudian, Aylin mengacak-acak rambutnya sendiri karena frustasi. "Si*l*n.. Kenapa Aylin asli harus membuat perjanjian bodoh seperti itu, tapi sepertinya ada baik nya, selama waktu yang tersisa, aku bisa memanfaatkan nya untuk mendekati Kaiden, setelah Kaiden luluh, maka aku akan mengajak Kaiden pergi dari mansion neraka ini!!" seru Aylin merasa sangat kesal.
*
*
Di sebuah Mansion yang tak kalah megah. Terjadi hal yang hampir serupa dengan kediaman Lucifer. Aras berdiri tegak menantikan kepulangan istri dan anaknya. Tak butuh waktu lama suara mobil yang sangat Aras kenali, sudah memasuki halaman parkiran. dengan segera Aras langsung menghadang mereka di pintu masuk.
Dorothea dalam suasana hati yang baik, begitu juga dengan Arabella. Bagaimana tidak. Albert ini, benar-benar sangat royal padanya, mereka baru saja mendapatkan barang-barang branded kualitas nomor 1. Bagaimana hati mereka tak baik. Tapi dalam sepersekian menit wajah mereka langsung berubah madam, ketika melihat Aras yang berdiri tegap di ambang pintu masuk.
"Wah luar biasa istri ku tercinta ini, tak heran, bahwa kau bisa ber akting untuk memfitnah istri Albert. Jika setelah itu Albert , akan dengan senang hati membelikan apapun yang kamu minta. Tapi, bisakah kau tak mengajak putri kita. Dia akan belajar hal buruk itu pada mu!!" Tegur Aras, yang sudah menekan emosi nya, agar tidak meledak-ledak.
Dorothea hanya mengabaikan Teguran Aras. "Minggir!?" Seru nya, lalu melangkah masuk sambil menggandeng tangan Arabella melewati Aras begitu saja. Membuat Aras tertawa kaku, karena saking kesalnya.
Dorothea terus melangkah menggandeng Arabella masuk ke dalam lift menuju ke kamar Arabella berada. Dia sangat enggan, jika harus tidur sekamar dengan Aras, pasti suaminya yang pelit itu, akan menceramahi nya panjang lebar. Membuat nya badmood saja.
Namun siapa sangka Aras mengikuti mereka hingga kamar Arabella. "Arabella bisa tolong tinggal kan mommy dan Daddy sebentar. Ada hal yang harus Daddy bicarakan pada mommy mu." kara Aras pelan.
"Tidak, Arabella tau, Daddy pasti ingin memarahi mommy, Arabella tidak akan membiarkan itu!!!" Tolak Arabella dengan sangat keras kepala. Membuat Aras hanya bisa menghela nafas agar emosi nya tetap terkendali.
"Dorothea, kau belum menjawab pertanyaan ku? Kenapa kau harus memfitnah Aylin. Apakah nafkah yang kuberikan padamu selama ini masih kurang?" Tanya Aras dengan pandangan tajam.
Dorothea dengan santainya melepaskan sepatunya tanpa menoleh pada Aras sedikit pun. "Jika kau sudah mengetahui segalanya, maka diam lah. Tak perlu ribut seperti itu. Membuat ku kesal saja. Kau pikir uang dua ratus juta saja, cukup untuk membeli barang-barang ini. Ayo lah Aras, toh aku tidak merugikan mu sama sekali. Dan aku pun tidak juga menyerahkan tubuh ku pada Albert. Jadi apa masalah nya?" Tanya Dorothea tanpa rasa bersalah sama sekali. Membuat Aras tak bisa berkata-kata lagi. Bagaimana mungkin, istri nya berubah menjadi se tamak ini.
Tidak perlu harus kapital kecuali di awal kalimat.
2. berjudul Cinta sejati untuk Arabella » berjudul Cinta Sejati Untuk Arabella