NovelToon NovelToon
Demi Anakku, Aku Akan Merebut Cinta Suamiku

Demi Anakku, Aku Akan Merebut Cinta Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Romansa Fantasi
Popularitas:24k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Nadine, seorang gadis belia harus menikah muda karena sebuah insiden, kehidupan yang sederhana dengan sang suami membuatnya bahagia , Nadine tidak mau tahu tentang kehidupan suaminya, yang ternyata seorang CEO yang kabur dari keluarga nya karena akan di jodohkan. namun kejadian tragis menimpanya, pasangan suami istri itu kecelakaan, sang suami di bawa pergi oleh mata-mata dari keluarga nya, lalu Amnesia, sedangkan Nadine koma saat melahirkan putra pertama mereka sampai usia putranya empat tahun,

Assalamualaikum....
Yuh... ikuti kisah selanjutnya....
Nadine yang sudah sadar dan berusaha mencari sang suami yang ternyata Amnesia

mohon dukungannya para pembaca...
terimakasih 🥰🥰🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15

Suatu pagi di desa, Noah pergi ke rumah Patricia untuk melihat adik kembar....

"Assalamualaikum....?" ucap Noah sopan.

"Waalaikumussalam...eh...ada kak Noah...sini masuk nak!" balas Patricia tersenyum...

Noah mengangguk,lalu bermain dengan si kembar...., saat si kembar sudah tertidur, Noah melihat Alendra sedang bersantai sambil memainkan laptopnya di meja tamu.

Noah mendekat, wajahnya berbinar" Om Asep... Bolehkah Noah pinjam laptop nya?" tanya Noah pelan....

Alendra menoleh,ia yang mengetahui Noah jenius dari Joy pun tersenyum... Joy mengatakan , saat di Jerman, Noah tidak mau memainkan pesawat mainan yang dibelikan oleh Joy... tapi Noah lebih tertarik dengan laptop yang Joy pegang... sehingga pelan-pelan Joy mengajari Noah untuk memainkan laptopnya..., Joy mengajari Noah untuk memainkan game... namun justru Noah tertarik dengan dunia cyber yang tidak masuk akal untuk anak seusianya.... Namun Joy membiarkan apa yang Noah ingin tahu... setiap hari, sambil menunggu kesembuhan ibunya....joy hanya mengawasi Noah bermain laptop nya..., mulutnya tidak bergerak membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an,namun jemari kecilnya sangat lincah bermain keyboard...

"Boleh...Sini nak" ucap Alendra tersenyum...

Lalu membiarkan Noah memegang laptop canggihnya....

"Terimakasih Om" sahut Noah dengan suara lucunya...

Noah memegang alih kendali laptopnya...Jemari kecilnya yang jenius bergerak cepat. Ia menemukan sebuah file terenkripsi bertajuk Pratama Group yang sedang naik daun itu... perusahaan di bidang Automotif.

Alendra diam-diam tersenyum penuh arti...

Noah melihat sebuah foto profil direktur utama perusahaan itu. Mata Noah membelalak. Meskipun pria di foto itu memakai jas mewah dan terlihat sangat galak, Noah mengenali garis rahang dan sorot mata itu.

Tanpa Noah sadari, Alendra sengaja menaruh file tersebut yang paling atas agar Noah dapat menentukan file itu dengan mudah..

"Ini... ini... seperti ," bisik Noah.

Noah kemudian membandingkan foto itu dengan foto kusam ayahnya yang disimpan nenek. Ia menggunakan logika algoritma sederhana yang ia pelajari dari Joy untuk mencocokkan struktur wajah.

Match: 99.8%

Noah menutup laptop itu dengan tenang.

"Om... Asep ... terimakasih ya, Noah pulang dulu....ini sudah siang, pasti ibu sedang mencari Noah" ucap Noah dengan sopan.

", Iya nak, sama-sama....,Apa perlu om antar?" tawar Alendra dengan lembut.

"tidak usah Om... Noah ke sini pakai sepeda..." jawab Noah tersenyum...

Alendra mengangguk "baiklah... hati-hati,"

"Assalamualaikum"ucap Noah dengan sopan lalu mencium punggung tangan Alendra... serta berpamitan dengan Patricia yang sedang memotong sayuran.

Dengan cepat, Noah mengambil sepeda yang ia parkirkan di teras rumah Patricia... lalu melajukan sepedanya dengan cepat karena ia sudah tidak sabar untuk memberitahukan kepada ibunya...

"Assalamualaikum.....ibu...ibu..." Ia berjalan menuju kamar ibunya yang sedang murojaah. "Ibu... Noah sudah tahu di mana Ayah kerja. Tapi Ayah sedang lupa sama kita."

Nadine menghentikan bacaannya, menatap putranya dengan jantung berdebar. "waalaikumsalam...Sayang...Apa maksudmu, Noah?"

"Ayah ada di gedung tinggi itu, Bu. Tapi Ayah dikelilingi orang-orang jahat. Ibu harus kuat, supaya kita bisa jemput Ayah pulang," ucap Noah dengan tatapan dewasa.

Nadine memeluk Noah erat. Tekadnya kini bulat. Ia tidak akan menunggu lagi. Ia akan berlatih lebih keras, dan setelah fisiknya pulih sempurna, ia sendiri yang akan mendatangi Jakarta untuk merebut kembali suaminya dari tangan keluarga Pratama.

"tapi bagaimana Noah tahu...?"tanya Nadine penasaran...

"tadi Noah melihat di laptop Om Asep... Noah melihat foto ayah di sana, ayo bu kita susul ayah" ajak Noah penuh semangat.

**"

Beberapa hari kemudian ... suasana di rumah kayu sederhana di desa terasa sangat berat, seolah udara pun ikut enggan melepaskan penghuninya. Lampu temaram menerangi ruang tengah tempat koper-koper tua dan tas ransel berisi mushaf serta laptop Joy sudah berjajar rapi.

Nadine yang sudah benar-benar pulih berdiri di depan cermin retak di ruang tamu. Ia memegang sebotol cairan penggelap kulit dan kacamata frame hitam besar yang disiapkan oleh Joy. Di sampingnya, Joy berdiri tegak dengan wajah serius namun menyimpan rasa hormat yang mendalam.

"Mbak Nadine, apa Anda yakin dengan rencana penyamaran ini?" tanya Joy pelan. "Risikonya besar. Jika Tuan Besar Pratama tahu Anda adalah istri Aditya , mereka tidak akan segan-segan memisahkan Anda lagi."

Nadine menarik napas panjang, lalu memasukkan cairan tersebut pada tasnya "Mas Joy, selama empat tahun aku kehilangan duniaku karena aku lemah. Sekarang, aku tidak punya pilihan selain masuk ke kandang macan itu. Aku tidak akan membiarkan Mas Adit hidup sebagai robot tanpa jiwa di sana."

Joy mengangguk, lalu menyerahkan sebuah earpiece kecil. "Ini alat komunikasi satu arah. Noah yang menyetel frekuensinya di laptop. Jika terjadi keadaan darurat di mansion, tekan tombol ini. Saya dan tim Kang Asep akan siaga di luar gerbang...., kalau ada apa-apa, keluarga kang Asep juga ada di Jakarta, mereka adalah orang-orang berpengaruh... dan mereka pasti akan membantu yang lemah"

Nadine mengangguk"Terima kasih atas bantuannya".

Nadine melangkah ke ruang tengah, di mana Noah sedang duduk bersila di samping Neneknya. Noah tidak bermain, ia justru sibuk merapikan kabel-kabel kecil di tasnya dengan ketelitian yang menakutkan untuk anak seusianya.

"Noah..." panggil Nadine lembut.

Noah mendongak. Ia melihat ibunya yang memakai kacamata besar yang menutupi binar matanya. Noah berdiri, lalu memeluk pinggang ibunya erat-erat.

"Ibu jadi orang lain ya?" bisik Noah.

Nadine berlutut, menangkup wajah putranya. "Hanya di depan orang-orang jahat itu, Sayang. Di dalam hati Ibu, Ibu tetap ibunya Noah. Ingat, nanti di Jakarta kita tinggal di rumah kecil. Noah jangan pernah sebut nama Aditya kalau ada orang asing bertanya, ya? Panggil Ayah dengan sebutan Tuan Muda kalau kita sedang bicara rahasia."

Noah menatap mata ibunya dengan sangat dewasa. "Noah tahu, Bu. Noah sudah kunci semua data tentang kita di internet pakai kode yang Om Joy ajarkan. Mereka tidak akan tahu kalau Noah anaknya Ayah. Tapi Ibu... janji jangan menangis kalau Ayah tidak kenal Ibu?"

Hati Nadine mencelos. Ia mencium kening Noah lama sekali. "Ibu kuat, Noah. Kan Noah yang kasih semangat Ibu setiap hari."

Tiba-tiba pintu rumah diketuk pelan. Alendra dan Patricia datang untuk melepas keberangkatan mereka. Alendra membawa sebuah amplop tebal dan kunci rumah kontrakan di Jakarta.

"Nadine," ucap Alendra dengan nada kebapakan. "Ini adalah alamat kontrakanmu di Jakarta. Letaknya di gang sempit di belakang mansion itu. Sangat tersembunyi. Dan ini... ada sedikit modal untuk ibumu membuka warung kecil di sana agar tidak mencurigakan."

Nadine hendak menolak, namun Patricia memegang tangannya. "Terimalah, Nadine. Ini bukan sedekah, ini amunisi untuk pejuang sepertimu. Jaga dirimu baik-baik. Kalau bajingan-bajingan di Jakarta itu macam-macam, hubungi Kang Asep. Aku tidak akan biarkan mereka menyentuh keluarga ini lagi."

Nadine menyalami mereka dengan penuh haru. "Terima kasih, Kang, Mbak. Doakan saya bisa membawa Mas Adit pulang ke desa ini lagi."

Tepat jam tiga pagi, saat embun masih dingin menusuk tulang, sebuah mobil minibus jemputan yang disewa Joy berhenti di depan rumah. Nadine menoleh sekali lagi ke arah pesantren Gus Azmi di kejauhan. Ia membisikkan satu ayat terakhir dari Surah Yusuf sebagai penguat hati.

"Bismillah... kita berangkat," ucap Nadine tegas.

Ia melangkah masuk ke mobil dengan identitas baru sebagai "Mona", seorang janda miskin dari desa yang mencari kerja di Jakarta. Di sampingnya, Noah mendekap mushaf kecil dan laptopnya, matanya menatap lurus ke depan seolah sudah siap berperang di medan teknologi Jakarta.

1
@Mita🥰
Noah mau di bikin kan adik🤭🤭
Rosna Marleni
syukur Alhamdulillah akhirnya mereka kembali bersatu , semoga mereka mampu menyingkirkan parasit dari kehidupan mereka...dan Noah menjadi anak yang paling bahagia...
Sri Supriatin
alhamdullilah n sukses utk selanjutjya ms Adit n Nadine 😍😍😍
Indriani Kartini
Alhamdulillah, mulailah berjuang bersama2
nunik rahyuni
syukurlah..mudah mudahn g ada lg yg mengganggu...buat ortu mu tak bisa bekutik adit klo tidak mereka akan betingkah lg memisahkan kalian
Sukarti Wijaya
alhamdulillah sdh menyatu🤭👍
Meiny Gunawan
lanjuuttt....💪
@Mita🥰
wah Ardan ketemu noah
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 syukur in kamu Aurel 🤣🤣🤣
Rosna Marleni
kapan lah para lampir itu tobatnya ya....gak sabaran nunggu mereka bertobat dan menjadi orang baik....kasihan Nadin penderitaannya masih belum berakhir...semangat Nadin semoga perjuanganmu tidak sia sia...
Dewi kunti
Adelia dan Ardan sedang mendatangi pesta kerabatnya,sedangkan Adelia berpura-pura menjadi gadis polos,ini benar gak nulis nya,trus belum ada pergerakan mungkin ya bukan pergelangan 🤭
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: 🙏🙏🙏🥰, terimakasih koreksinya
total 1 replies
Rosna Marleni
kenapa gak jujur aja Adit supaya Nadin bahagia....
Sukarti Wijaya
masih diulur2 ya thor, bikin penisirin😄
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻
terimakasih untuk hari ini 🥰🥰🥰
Sri Supriatin
tks upnya yg buanyaak 👍💪💪💪
Sri Supriatin
Thor bikin readers penasaran dulu 🤭🤭😍😍
@Mita🥰
la kirain langsung jujur sama Nadine adit
Sri Supriatin
sy ikut seneng thor perjalanan bertahun...tahun slmt berpieran Amnesia Adit semoga membuahkan hasil...bertemu abang Asep membangun desa bersama 🙏🙏🙏
nunik rahyuni
sedikit sandiwara dlu..hancurkn ego kelg mu...mereka hidup diatas derita ank istrimu..ingat kekejaman mereka..pindh kn smua aset kerja keras mu buat mereka miskin biar bisa merasakn bagaimn jd org miskin biar g terus memandang rendah org
Rosna Marleni
syukur Alhamdulillah akhirnya ingatan Aditya kembali lagi....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!