NovelToon NovelToon
Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mila julia

Di hari pernikahannya, Vaelora Morwene ditinggalkan Elvino Morrix tanpa penjelasan. Hancur, malu, dan dipermalukan, ia membuat keputusan nekat—menikah dengan Devon Ashakar, mantan kekasihnya… yang ternyata adalah abang angkat Elvino.
Namun Devon bukan lagi pria yang dulu. Sebuah kecelakaan membuatnya hidup dalam tubuh pria dewasa dengan jiwa anak kecil. Tanpa Vaelora sadari, pernikahan ini justru menyeretnya ke dalam keluarga penuh rahasia dan perjanjian gelap.
Apakah Vaelora akan menemukan cinta… atau justru neraka?
Bisakah Devon sembuh?
Dan rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan keluarga Morrix?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16.Meja Makan

HAPPY READING!!

Seperti pagi sebelumnya, kini Lora kembali mandi bersama Devon di satu bathtub yang sama. Mereka bermain bebek-bebekan, air hangat memercik pelan setiap kali Devon tertawa riang. Lora mengenakan tanktop dan celana pendek, sementara Devon tentu saja memakai celana bokser bergambar Spongebob kesukaannya.

Lora berusaha membiasakan diri dengan sikap Devon yang manja dan selalu ingin dituruti seperti anak kecil. Setiap kali kulit mereka bersentuhan, atau saat Devon tanpa sengaja menyentuh area sensitifnya, Lora mencoba memakluminya. Ia terus mengingatkan dirinya sendiri—pikiran anak kecil di kepala pria itu tidak mungkin menyimpan maksud buruk. Tidak ada niat aneh. Tidak ada hasrat tersembunyi.

Hanya saja… terkadang justru Lora yang mati-matian menahan pikirannya sendiri. Ia harus terus mengendalikan diri agar tidak membiarkan imajinasi dewasa menguasainya. Bagaimanapun, pria di hadapannya adalah pria dewasa dengan tubuh sempurna—meski pikirannya terjebak di usia kanak-kanak.

Saat waktunya berpakaian, Lora memalingkan wajah dan memejamkan mata rapat-rapat. Ia tak ingin melihat lebih dari yang seharusnya. Dengan cepat ia memakaikan Devon setelan bergambar Patrick sesuai pilihannya, dipadukan dengan celana pendek polos selutut berwarna krem.

“Devon, hari ini queen akan berangkat ke kantor mengurus harta kekayaan kita. Devon tidak apa-apa kan jika queen tinggal hanya sampai sore? Sebelum malam queen pasti akan pulang.” ucap Lora lembut. Ia masih mengenakan kimono handuk, sementara tanktop dan celana pendeknya masih basah karena belum sempat diganti—terburu-buru mengurus Devon lebih dulu.

“Kenapa harus queen yang mengurusnya? Kenapa tidak suruh orang lain saja? Queen kan harusnya bersama dengan Epon di sini. Raja dan ratu harusnya berada di istana, tidak boleh ke mana-mana.” ucap Devon, nada suaranya penuh penolakan polos.

Lora tersenyum tipis.

“Tapi, Sayang, istana kita sedang dalam peperangan. Jadi mau tidak mau queen harus turun tangan agar peperangan ini tidak merugikan kita.”

“Kalau begitu Epon ikut. Epon ingin ikut berperang. Epon tidak mau queen kenapa-kenapa.”

“Tidak bisa, Epon. Peperangan ini menggunakan cara licik. Anak kecil sepertimu akan mudah tertipu dengan cara-cara kuman itu menyelundup.”

“Epon tahu kuman kan?” Devon mengangguk serius.

“Dia tidak terlihat, namun bisa menjangkiti kita penyakit. Begitulah peperangan yang sedang kita hadapi sekarang. Seperti tidak terlihat, padahal mereka semua sedang berusaha berkembang dan menjangkiti kita penyakit.” jelas Lora dengan bahasa yang disederhanakan.

“Tapi jika nanti queen diserang oleh kuman itu dan dijangkiti penyakit bagaimana?”

“Tenang saja, queen tidak akan kalah oleh kuman-kuman itu. Epon percaya dengan queen, bukan? Pokoknya selama queen pergi dari istana, Epon harus terus di dalam kamar ini bermain dengan kepala pelayan. Dan jika lapar, minta kepala pelayan untuk menyuruh chef memasak untuk Epon. Queen janji, setelah queen kembali, queen akan membawakan makanan-makanan kesukaan Epon nantinya.”

Mata Devon langsung berbinar.

“Yeeayyy, oke! Epon setuju. Epon mau dibawakan martabak manis isi double cokelat yang besar dan permen lolipop raksasa nanti.”

“Oke, queen akan membelikannya untuk Epon.” ucap Lora sambil mengacungkan jempolnya.

Devon tersenyum lebar, lalu memeluk Lora erat. Posisi Lora yang berdiri dan Devon yang duduk di atas ranjang membuat wajah pria itu tepat berada di dada Lora. Ia bersandar tanpa beban, nyaman seperti anak kecil yang mencari kehangatan.

“Di sini hangat, Epon suka.” gumamnya polos.

Lora menahan napas sejenak, jantungnya berdebar tidak wajar. Ia berusaha tetap tenang sebelum perlahan menggeser kepala Devon.

“Devon, sepertinya queen harus segera berganti pakaian. Epon bermain dulu sendiri ya. Setelah ini kita akan turun dan sarapan di bawah.”

Devon mengangguk patuh, lalu berjalan menuju mainannya yang berserakan di lantai.

Lora mengembuskan napas panjang. Ia mengambil pakaian formalnya dan membawanya ke dalam kamar mandi untuk berganti. Ia masih belum terbiasa jika harus berganti pakaian di dekat laki-laki itu. Meski secara logika Devon tidak mungkin mengintip atau berpikiran aneh dalam kondisinya sekarang, tetap saja… Lora belum siap.

Begitu selesai berganti pakaian dan berdandan rapi, Lora dan Devon pun turun untuk sarapan.

Penampilan Lora pagi itu berbeda. Ia mengenakan setelan formal yang membingkai tubuhnya dengan elegan—tegas, profesional, dan berkelas. Rambutnya tertata rapi, riasannya tipis namun menonjolkan ketegasan sorot matanya.

Donni yang baru saja pulang pagi-pagi sekali langsung mengernyit begitu melihatnya. Firasat tidak enak seketika merayapi dadanya.Meja besar yang menghiasi jendela besar kini sudah berganti dengan meja kecil yang jauh lebih estetik dan elegan sedangkan meja besar yang biasa mengisi tempat itu sudah di geser menjauh dari keestetikan tempat yang sudah Lora susun untuknya dan Devon.

“Mau ke mana kamu? Kenapa kamu menggunakan pakaian seperti itu di dalam rumah ini?” tanya Donni, nada suaranya menekan.

“Tentu saja akan mengurus perusahaan suamiku. Mau ke mana lagi? Makanya, Kakak ipar, jika sedang ada keributan itu kamu hadir, bukan pergi entah ke mana sampai tidak pulang-pulang.” ucap Lora tenang sembari menarik kursi makan miliknya dan Devon .

Donni menegang.

“Apa maksudmu? Ke perusahaan siapa yang kamu maksud?”

“Memangnya ada berapa banyak perusahaan suamiku, hah? Ya, aku akui memang begitu banyak cabangnya, tapi tentu saja aku sebagai istri pemilik perusahaan akan pergi ke perusahaan utama, Kakak ipar yang terhormat.” ucap Lora dengan senyum tipis yang menusuk.

Sinta langsung menyela dengan nada tajam.

“Kamu tidak akan bisa mengambil alih perusahaan, Lora. Percuma, itu semua hanya sia-sia. Kamu pikir menjadi pimpinan perusahaan bisa bermodalkan istri pria idiot?”

Lora menoleh perlahan, tatapannya tajam namun tetap terkendali.

“Tentu saja tidak bisa, Kakak. Tanpa kamu katakan pun aku yang cerdas ini juga tahu. Tenang saja, aku tidak akan menendang suamimu ini secara langsung. Aku akan mengikuti prosedur yang berlaku, naik dengan pelan-pelan, menunjukkan potensi diriku sesuai prosesnya.” ucap Lora santai.

Donni mendengus.

“Gadis rendahan sepertimu apa yang bisa kamu lakukan? Tidak perlu repot-repot ke perusahaan. Lebih baik kamu urungkan niatmu itu. Jangan membuat keluarga Morrix bertambah malu karenamu.”

Lora berdecak pelan.

“Kamu meremehkan kemampuanku, Kakak ipar? Kamu tidak tahu siapa yang membuat proposal perencanaan kerja sama yang diserahkan adik ipar tercintamu ini kepadamu hingga menang tender? Yang kamu puji-puji di semua media itu adalah hasil pekerjaanku. Adik iparmu itu hanya modal pujian dan rayuan saja.” jelas Lora tanpa ragu.

Suasana meja makan langsung membeku.

Donni perlahan menoleh ke arah Vino.

Vino yang tersentak mendadak terlihat gelagapan.

Melihat situasi mulai berbahaya, Vely buru-buru berdiri.

“Tidak! Jangan percaya kata-kata dia, Kak! Dia perempuan manipulatif, licik, dan serakah. Di kampung dia begitu dibenci dan tidak ada yang mau mendekat dengan dia dan ibunya. Kata-kata yang dia ucapkan pasti hanya omong kosong agar Kakak membenci suamiku.” ucap Vely cepat.

Sinta langsung mengangguk.

“Benar, Sayang. Mana mungkin perempuan rendahan seperti dia mengerti soal proposal kerja sama? Dia hanya bekerja sebagai pegawai bank rendahan. Tidak mungkin kemampuannya melebihi Vino yang berkuliah di luar negeri. Meskipun dia pintar, tidak mungkin kan dia bisa melakukannya. Jangan terpengaruh dengannya. Ini pasti hanya taktik dia agar kita tidak menghalanginya pergi ke kantor.” jelas Sinta.

Untuk pertama kalinya, Sinta tersenyum pada Vely—senyum tipis penuh persetujuan.

Vely membalasnya dengan senyum lebar. Satu langkah menuju simpati berhasil ia raih.

Lora memutar bola matanya pelan.

“Kalian pikir aku peduli?” ucapnya ringan. Ia menyuapi Devon makanan yang telah disajikan chef dengan sabar. “Mau bagaimanapun kalian menghalangiku, aku akan tetap bekerja di kantor suamiku.”

Ia lalu menatap satu per satu wajah di meja makan itu.

“Apa kalian semua tidak penasaran di bagian mana aku akan bekerja?” tanya Lora.

“Kemana?” tanya Donni akhirnya, tak mampu menyembunyikan rasa was-wasnya.

Lora tersenyum lebar.

“Bagian Keuangan.”

.

.

.

.

💐💐💐Bersambung💐💐💐

Seketika jiwa Donni langsung kegocek itu mah 🤣🤣

Lanjut Next Bab ya guys😊

Lope lope jangan lupa ya❤❤

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semua ya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat berarti untukku❤

1
Allea
mo balas dendam tapi kewaspadaan kurang piye toh thor 🤭
Mila Julia: mo bikin kesel duluuu mbak eee
total 2 replies
Allea
👍👍👍👍👍
Allea
heyyyy Epon kamu ga lelah pura2 terus 🤭
Wulan Azka
dealer beras ? baru kali ini dengar istilah dealer beras 🤔..dealer itu cuma buat kendaraan..kalau beras mah distributor
Mila Julia: tapi makasih sarannya KK ntar di oerbaiki🫶🫶😅
total 2 replies
Allea
Devon kamu pura2 kembali ke usia anak2 kan 😁
Mila Julia: aduhhh bener ngk yaaa🤭🤭
total 1 replies
Allea
jgn2 Devon pergi ninggalin Lora krn Devon kecelakaan y
Mila Julia: iyaa ngk yaaa🤭😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!