KHUSUS AREA DEWASA!
"Wanita itu menyuruhku untuk melupakan adegan panas yang dilakukan dengannya semalam?
yang benar saja!!.."
"Tidak semudah itu
nona Kaira!..." (Arka)
Seharusnya tak harus terjadi tapi memang itu kenyataannya, Kaira menyukai sosok lelaki tampan blasteran New York (Arka Bryanditama) sekaligus kakak ipar juga pria yang sempat ia tolak dulu saat dijodohkan dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilla_Nurpasya_Aryany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 5
"Sebenarnya malam ini aku ada rencana bertemu teman di cafe, sudah janji pula aku tidak enak menolaknya. Apa kau mengerti maksudku?." Bohong Indah ia berharap sekali jika Arka mempercayainya.
Tidak ada reaksi dari lelaki itu ia hanya memasang wajah datar, tubuh kekarnya yang polos itu melewati Indah. "Aku buka baju hanya ingin mandi tidak bermaksud meminta hak, kenapa kau tampak cemas sekali?. Pergi saja kau tahu sendiri pernikahan ini hanya di atas kertas." Ucap Arka seraya memasuki kamar mandi.
Barulah Indah bisa bernafas lega tapi ia merasa sedikit takut jika Arka mulai mencurigainya. "Masa bodo! bukankah pernikahan ini hanya sandiwara di depan orang-orang?." Batinnya yang kembali senang.
Dengan bersenandung kecil Indah mengambil handphone memberikan kabar kepada Novan, setelahnya ia berlalu pergi meninggalkan rumah itu menuju tempat sang kekasih berada.
Kaira mengerutkan keningnya saat melihat kepergian Indah, kebetulan ia dari dapur habis minum. Mata indahnya beralih menatap ke kamar kakaknya itu. "Bukankah mereka berdua berencana menghabiskan waktu bersama? tapi kenapa? berarti Arka sendirian?..." Pikir Kaira.
Wanita itu sontak mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak peduli..."
Kaira menaiki anak tangga kembali seketika langkahnya terhenti saat melihat Arka menutupi pintu kamar hanya menggunakan handuk sepaha memperlihatkan bentuk tubuh atletisnya.
Arka membuka kembali gagang pintu ia melihat sosok yang mematung di bawah tangga. "Kaira?.." Tanyanya.
"Oh, hai!..."Jawab Kaira sambil melanjutkan langkahnya kembali.
"Apa yang kau lakukan di bawah sana?."
Kaira mengangkat tangannya. "Mengambil minum..."
"Oh..."
"Ya..."
Kaira dibuat terdiam dengan tubuh kekar suami dari Indah, terlihat jelas masih ada bercak air sepertinya Arka habis mandi dengan rambut basah yang tampak sexy itu.
"Ekhem!..." Gumam Arka yang menyadari tatapan adik iparnya.
Kaira sontak mengembangkan senyum manis. "Maaf..."
"Tapi kalo boleh tahu tadi kak Indah pergi kemana? padahal ini sudah malam, bukankah kalian akan menghabiskan waktu bersama?." Tanya Kaira.
"Bertemu teman." Jawab singkat Arka.
"Oh oke..."
Saat Kaira akan memasuki kamarnya tiba-tiba lengan kekar Arka menahan tangan wanita itu. "Kenapa?."
"2 hari lagi ikut ke perusahaan papaku, kau akan jadi pengarah designer di sana aku tak tahu tekstur kain seperti apa yang harus disediakan." Ucap Arka.
"Oke..."
Kaira sontak menarik genggaman tangannya, ia memasuki kamar begitupun dengan Arka.
Air dalam gelas itu sekali tegukan habis oleh Kaira, ia mengibas-ibas wajahnya dengan tangan. Bayangan tubuh kekar Arka berputar dalam benak Kaira.
"Seperti belum melihat lelaki tampan saja Kai! kenapa bisa panas seperti ini? yang benar saja dia itu suami kak Indah..." Lirihnya kesal kepada diri sendiri.
Kaira melemparkan tubuhnya ke atas kasur tampak wajah cantiknya cemberut. "Apa aku menyesal telah menolak dijodohkan dengannya? tentu TIDAK itu pilihanku sendiri!."
Bayangan bercinta Arka dan Indah muncul dalam pikirannya, Kaira menggeleng berkali-kali untuk menyingkirkan itu. "Pergi! bisa-bisa aku tidak bisa tidur...."
Demi menghilangkan pikiran kotornya Kaira menonton film di televisi, dalam tayangan itu terlihat pasangan yang sedang berciuman mesra. Kaira mengambil remote lalu mematikannya kembali, ia menghela nafas pasrah menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur lagi. "Sialan...."
Dalam waktu bersamaan tiba-tiba handphone Kaira berdering ia sontak menerima panggilan itu. "Hallo Sin?."
"Kai kok lo balik Jakarta gak kasih tahu gue sih?." Ujar Sindy dari seberang.
"Belum sempet Sin sorry ya..."
"Gak papa gue paham kok, kalo bisa besok ketemuan di cafe biasa gue ma Yuna kangen lo..."
"Oke bisa...."
Panggilan pun berakhir.
Bersambung.....
Tinggalkan jejaknya sebagai dukungan, kasih saran juga kritiknya di kolom komentar!..🤗
wesss.. sak karepmulaah, Ka...
wong penak tooo...
awalnya agak males baca.
tapi akhirnya tertarik buat baca kesimpulannya KAIRA begok itu aja sih.. pick me bgt. klo ngomong gak terus terang jd ambigu. gak bisa ambil keputusan.
padahal semua keluarga udah setuju ya kan tinggal bilang iya pacaran sama Arkaa gitu aja, nggak usah ribet orang tua keduanya juga setuju gitu. lah si kairanya NGLONTE sukanya.