NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Mandul!!

Dinikahi Duda Mandul!!

Status: tamat
Genre:Janda / Duda / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hanela cantik

Kirana menatap kedua anaknya dengan sedih. Arka, yang baru berusia delapan tahun, dan Tiara, yang berusia lima tahun. Setelah kematian suaminya, Arya, tiga tahun yang lalu, Kirana memilih untuk tidak menikah lagi. Ia bertekad, apa pun yang terjadi, ia akan menjadi pelindung tunggal bagi dua harta yang ditinggalkan suaminya.

Meskipun hidup mereka pas-pasan, di mana Kirana bekerja sebagai karyawan di sebuah toko sembako dengan gaji yang hanya cukup untuk menyambung makan harian, ia berusaha menutupi kepahitan hidupnya dengan senyum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

pagi menjelang siang ini toko tempat Kirana bekerja lumayan sepi karena ini bukan hari weekend. Kirana lantas menyetok bahan makanan yang sudah Muali habis. Menyusunnya rapi pada etalase.

Sampai seseorang masuk dan memanggilnya.

Yuda sempat tertegun sejenak melihat Kirana yang muncul. Ia tersenyum sopan.

“Selamat siang, Mbak,” sapa Yuda ramah, membuat suasana hati Kirana yang tegang sedikit melunak.

Kirana mengangguk canggung sambil membalas senyum tipis. “Siang, Mas. Mau cari apa?”

Yuda berjalan mendekati etalase, sesekali matanya melirik ke arah Kirana, menimbulkan sedikit rasa salah tingkah pada wanita itu.

“Mau beli titipan Ibu,” kata Yuda, lalu menggaruk belakang lehernya. “Duh, sebentar saya cek lagi catatannya.” Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel.

“Oh, ya. Gula pasir sekilo sama minyak goreng dua liter, Mbak.” Yuda menyebutkan pesanannya. “Yang bagus ya, buat di rumah.”

Kirana segera bergerak cepat. Ia mengambil kemasan gula 1 kg dari rak. Untuk minyak goreng, ia mengambil botol premium berukuran dua liter yang baru ia susun tadi.

“Ini Mas, gula sekilo. Minyak gorengnya yang ini, ya. Dua liter,” ujar Kirana sambil meletakkan barang-barang itu di meja kasir.

“Mbak Kirana kerja di sini?” tanya Yuda penasaran. “Saya baru tahu. Kirain Mbak cuma di rumah saja.”

“Iya, Mas. Saya yang jaga toko ini,” jawab Kirana sambil mulai menghitung total belanjaan Yuda di kalkulator kecil. “Kalau pagi sampai sore saya di sini, Mas. Malam baru pulang ke rumah.”

“Oh begitu,” gumam Yuda, sedikit mengangguk. Ia meraih dompetnya. “Saya tebus dulu ya, Mbak. Berapa semuanya?”

Kirana menyebutkan total harga sambil menyodorkan kantong belanjaan berisi gula dan minyak goreng.

"kalo mbak kerja Arka sama Tiara sama siapa mbak" tanya Yuda dengan hati-hati.

" ohh mereka, saya tinggal di rumah mas, kalo pagi sampai siang nanti arka sekolah mas. Tiara di rumah kadang main sama tetangga"

Yuda sedikit heran mendengar penjelasan Kirana " itu ngga papa mbak, ngga bahaya"

Kirana menggeleng pelan " mereka sudah biasa mas, saya tinggal"

“Maaf kalau lancang, Mbak Kirana,” ujar Yuda pelan, nadanya berubah lebih serius. Ia menunggu Kirana mendongak.

“Suami Mbak... ke mana? Kenapa Mbak harus kerja keras sendirian begini?” tanyanya, berusaha menyampaikan rasa peduli tanpa menghakimi.

Senyum tipis di wajah Kirana langsung memudar. Ada jeda sesaat sebelum ia menjawab, seolah sedang menimbang-nimbang apakah harus jujur kepada pria yang baru dikenalnya ini.

“Sudah lama, Mas. Suami saya meninggal,” jawab Kirana singkat, matanya menatap lurus ke meja kasir. Ia tidak ingin memperpanjang cerita menyakitkan itu.

“Astaga, maafkan saya, Mbak. Saya sungguh tidak tahu,” ucap Yuda menyesal. “Saya turut berduka cita. Pasti berat sekali membesarkan mereka sendirian.”

Kirana menggeleng pelan, seolah berusaha mengenyahkan kesedihan. “Mau bagaimana lagi, Mas. Hidup harus terus berjalan. Demi anak-anak.”

Begitu tiba di rumah, Yuda langsung memarkir mobilnya. Saat ia berjalan masuk, Bi Sumi, asisten rumah tangga di rumahnya, muncul dari dapur.

“Bi, ini titipan Ibu,” kata Yuda, menyerahkan kantong berisi gula dan minyak goreng kepada Bi Sumi.

“Udah pulang, Yud?” sapa Lasma tanpa mengalihkan pandangan dari majalah yang sedang dibacanya.

Yuda menarik kursi di samping ibunya dan menjatuhkan diri dengan pelan. “Udah, Bu. Barusan dari warung di dekat pabrik. Sekalian beli pesanan Ibu.”

Lasma meletakkan majalahnya. “Oh, iya. Gimana tadi di warung? Sudah ramai?”

Yuda menggeleng. “Sepi, Bu. Tapi, Yuda ketemu sama ibunya Tiara dan Arka lagi, Bu.”

Lasma langsung mencondongkan tubuhnya, tertarik. “Oh, subhanallah. Ibunya yang jaga warungnya. Siapa nama ibunya itu?”

Yuda mengangguk. “Iya, Bu. Namanya Kirana. Dia yang jaga toko itu. Yuda baru tahu dia kerja di sana. Yuda sempat tanya soal anak-anak, dan Yuda juga tanya soal suaminya.”

Lasma menatap Yuda penuh perhatian. “Terus, gimana?”

“Suaminya sudah meninggal, Bu. Sudah lama,” ucap Yuda pelan, nada bicaranya sedikit berubah sendu.

Lasma menghela napas panjang, raut wajahnya menunjukkan rasa simpati. “Ya Allah… kasihan sekali. Ibu dengar dia tadi langsung sedih. Tapi, hebat ya dia kuat sekali. Semoga dia selalu diberi kemudahan.”

Yuda memijat pangkal hidungnya. “Iya, Bu. Yuda jadi… kepikiran. Berat sekali pasti jadi dia.”

Ia berdiri dari kursi dan berkata, “Yuda ke kamar dulu ya, Bu.”

Lasma mengangguk. “Iya, Nak. Istirahat sana. Dari tadi kelihatan capek.”

Yuda naik ke lantai dua, membuka pintu kamarnya lalu menjatuhkan diri di kasur. Ia menatap langit-langit kamar beberapa saat sebelum tangannya meraih ponsel di meja samping.

Rasa penasaran itu makin kuat.

Apa Kirana punya media sosial?

Ia mulai mengetik nama Kirana di kolom pencarian Instagram.

Tidak ada. Dia mengecek semua profil tapi tidak ada yang cocok satu pun.

Yuda mengusap tengkuknya.

“Aduh, Yud… lo ini kenapa sih? Baru ketemu dua kali, udah kepo banget,” bisiknya pada diri sendiri.

Namun tetap saja, jarinya kembali mencoba mencari dengan cara lain.

Ia bahkan mengetik Kirana janda lalu buru-buru menghapusnya karena merasa bersalah sendiri.

“Gila, Yud… dosa, dosa.”

Semakin lama ia mencari, semakin jelas satu hal:

Kirana memang tidak punya media sosial.

Yuda meletakkan ponselnya di dada dan menatap kosong ke langit-langit.

“Pantes aja…” gumamnya lirih.

“Dia tipe orang yang fokus hidup, bukan main HP.”

Ada perasaan antara kagum dan… kecewa kecil.

Karena ia tidak bisa tahu lebih banyak tentang wanita itu selain apa yang ia lihat sendiri.

Setelah beberapa detik, Yuda menutup kedua matanya.

1
Ghiffari Zaka
duh dasar Mak Mak ya....,sabar ya Ra,Yuda ujiannya banyak yu,selain emak2 yg julid aja jg tu si ulat Keket laura🤭🤭🤭
sabar2 ya.....🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
hadduuuh...ibu2 nyinyir tu ya gt,harus di tampil sm yg nerah2 segepok br diem😂😂😂😂,
selamat ya Ra,Yuda semoga SAMAWA🥰🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
😂😂😂duuuh malunyaaaaa🙈🙈🙈🙈🙈
Ghiffari Zaka
AQ kok jadi pusing ya?????,
ni mobilnya hitam apa putih to?????
Ghiffari Zaka
tuh kaaaan,apa yg AQ khawatirkan akhirnya terjadi kan....wiiiiih kasihan loh itu bocah pasti nnt trauma dech....
Ghiffari Zaka
GK bs komen thooor🙏🙏🙏
Ghiffari Zaka
wah ini ni yg buat ser seran....pasti dlm kurun waktu itu,akan di manfaatkan Laura buat menghancurkan dan merusak perasaan Kirana ke Yuda,waaaah...pahit pahit lok mmng gini ceritanya.....
Ghiffari Zaka
bagus Yuda,AQ suka karena km tegas,km melindungi,tp km hrs ttp waspada takutnya Laura itu licik dan mlh menyakiti kinara dan ank2nya....
Ghiffari Zaka
hati2 Yudi,waspada,takutnya nnt dia mencelakai Kirana dan ank2nya.....
Ghiffari Zaka
ya Allah....nyesek bngt ya.....
Ghiffari Zaka
terima aja Kirana....kalian ud sm2 dewasa dan sama2 punya pengalaman berumah tangga,yah walau GK sm akhirnya tp ttp punya pengalaman kan...
Ghiffari Zaka
mantap Yuda,JD lah laki2 yg gantle🥰🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
AQ GK bs komen thooor......
biarlah AQ pasrahkan nasib mereka di ujung jarimu thooor🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
AQ masih nyimak Thor....sambil mikir tentunya,mikir kira2 apa aja yg di bawa sm Bu lama,soalnya SMP mobil penuh loh😬😬😬😬
Ghiffari Zaka
lanjut thooor.....
Ghiffari Zaka
berarti kebaikan dr tuda jangan km tolak ya Kiara.....semoga km berjodoh aja deh sm yuda🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
dengan kejadian ini semoga membuka hati dan cara fikir Kiara,disini lah baru kita tau peran seorang lelaki itu sangat kita butuhkan di samping wanita,kita gak bs abai dengan itu,dan karena itulah Allah memasang masangkan kita di dunia ini🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
duh terenyuh bngt AQ bacanya...AQ jadi bayangin gmn perasaan seorg ibu,ketika ank sakit tp GK ada biaya buat berobat....AQ gak kuat thooor...karena AQ pernah di posisi itu dan Alhamdulillah ada yg baik hati menolong aq😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
duh kira2 Yuda tau gak ya lok bakal anaknya sakit🤭🤭🤭,semoga tau ya...kasihan lok GK tau...
Ghiffari Zaka
😂😂😂😂kayak gt ya ternyata lok jatuh cinta😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!