Satu tahun lalu, Michael—sang pewaris SM Corporation—diselamatkan oleh wanita bertopeng misterius berjuluk "Si Perempuan Gila". Terpaku pada mata indahnya, Michael berjanji akan memberikan apa pun sebagai balasan hutang nyawa.
Kini, Michael dipaksa menikahi Shaneen, putri konglomerat manja yang ia anggap membosankan dan lemah. Michael tidak tahu bahwa di balik sikap manja dan keluhan konyol istrinya, Shaneen adalah sang legenda bertopeng yang selama ini ia cari.
Permainan kucing dan tikus dimulai. Di siang hari ia menjadi istri yang merepotkan, namun di malam hari, ia adalah ratu kegelapan yang memegang nyawa suaminya sendiri. Akankah Michael menyadari bahwa wanita yang ia tidak sukai adalah wanita yang paling ia gilai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curiga
Michael melajukan mobilnya membelah kesunyian The Golden Coast yang masih diselimuti kabut tipis. Jarinya mengetuk kemudi dengan ritme yang tidak beraturan. Pikirannya tertinggal di apartemen tadi—pada wajah ketakutan Shaneen yang terasa terlalu sempurna untuk menjadi nyata.
"Sialan," geram Michael. Ia tidak bisa melupakan bagaimana Shaneen merengek soal suara tembakan itu, padahal Michael melihat dengan mata kepalanya sendiri: penembak jitu yang mengarahkan senapan kearahnya saat itu tewas di gedung seberang dengan sebuah pisau lempar perak yang menancap tepat dilehernya.
Pukul 06.30 pagi. Michael masuk ke kediaman pribadinya dengan langkah berat. Jas hitamnya ia sampirkan di bahu, kemejanya terbuka dua kancing teratas, dan ada noda debu di sepatunya. Pikirannya masih tertahan di gudang tua di dermaga tadi—saat transaksi chip vendor itu berubah menjadi jebakan maut.
Ia seharusnya sudah mati jika "sosok bertopeng" itu tidak muncul dari kegelapan. Jentikan tangan yang diarahkan kearahnya yang membelah udara, membuatnya mati penasaran.
Begitu sampai di markas pribadinya, Michael langsung menuju ruang bawah tanah yang kedap suara. Di sana, seorang pria sudah berdiri tegak di depan deretan layar monitor yang menyala biru.
Rans.
Jika Damian adalah bayangan Shaneen, maka Rans adalah sisi gelap Michael. Pria itu tidak banyak bicara, gerakannya seefisien mesin pembunuh, dan loyalitasnya hanya tertuju pada satu nama: Michael Reins Miguel.
"Rans," suara Michael menggema di ruang kerja yang sunyi.
Rans muncul dari balik bayang-bayang, berdiri tegak dengan mata yang selalu waspada. "Tuan, Anda selamat. Laporan dari tim lapangan mengatakan transaksi chip vendor itu disabotase oleh kelompok suruhan seseorang. Tapi ada intervensi pihak ketiga."
Michael duduk di kursi kebesarannya, ia memejamkan mata dan menarik napas panjang. "Pihak ketiga? Dia bukan hanya mengintervensi, Rans. Dia menyelamatkan nyawaku. Dia bergerak seperti bayangan, menjentikkan sebuah pisau lempar perak ke tenggorokan para penembak jitu itu sebelum mereka sempat menarik pelatuk."
Michael terdiam sejenak, lalu ia membuka matanya dengan kilatan tajam. "Dan setelah itu, aku langsung pergi ke apartemen Shaneen untuk memastikan dia aman. Tapi kau tahu apa yang kutemukan?"
Rans menunggu dengan tenang.
"Dia ada di sana, di tempat tidurnya, merengek manja mengeluh karena aku membangunkannya pagi-pagi buta. Dia bilang dia mimpi buruk tentang film horor," Michael tertawa sinis, tawa yang penuh dengan rasa penasaran yang membuncah. "Tapi Rans... saat aku menjentik dahinya tadi, aku mencium sesuatu. Di balik aroma parfum vanilla-nya yang manis, ada sisa bau mesiu yang sangat tipis. Sangat samar, tapi instingku tidak mungkin salah."
"Anda mencurigai Nona Shaneen sebagai sosok bertopeng itu?" Tanya Rans datar.
"Data yang kau berikan mengatakan dia adalah lulusan terbaik S2 Bisnis dari Highland University. Catatan Oxford-nya bersih. Dia wanita jenius yang lebih suka memegang pulpen daripada senjata," Michael mengetuk-ngetuk meja. "Tapi apa yang kulihat malam ini... tidak ada dalam catatan sipil mana pun. Seseorang dengan kemampuan seperti itu tidak mungkin lahir dari perpustakaan universitas."
Michael menatap Rans. "Rans, cari tahu hubungan antara keluarga Tizon dan pengiriman chip vendor itu. Jika Shaneen benar-benar 'Perempuan Gila' yang menyelamatkanku, berarti dia sudah tahu tentang pengkhianatan vendor itu sebelum aku tahu. Dan satu lagi..." Michael mencondongkan tubuhnya ke depan. "Gali informasi tentang Shaneen lebih dalam lagi. Walau ayah kami bersahabat dekat dengan sangat baik, tapi sepertinya aku selalu melewatkan kisah menarik tentang kehidupannya yang tenang itu."
Rans mengangguk. "Saya akan menelusuri aliran dana dari Highland University. Biasanya, orang-orang dengan kemampuan tempur tinggi memiliki pelatihan rahasia yang disamarkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler atau kursus privat."
Michael menyandarkan punggungnya, menatap foto Shaneen yang sedang tersenyum manis di layar tabletnya. Rasa penasarannya kini sudah di tahap obsesi. Ia ingin menjentik dahi itu sekali lagi, bukan untuk bercanda, tapi untuk melihat apakah mata polos itu akan berubah menjadi mata predator yang ia lihat di kegelapan dermaga tadi malam.
...Pendidikan: S1 & S2 Bisnis Internasional – Highland University, The Grey Citadel (Oxford)....
...Catatan: Lulusan terbaik, peraih penghargaan analisis ekonomi, tidak pernah terlibat masalah disiplin....
...Kehidupan: Wanita sosialita yang manja, hobi belanja, dan penakut terhadap hal-hal ekstrem....
Lalu Michael kembali melirik kearah map dokumen berisikan tentang kehidupan keluarga Tizon.
"Data ini sampah, Rans!" Michael memukul meja. "Gadis yang tercatat pingsan saat melihat jarum suntik di kampus Oxford itu tidak mungkin memiliki insting sekuat wanita yang aku lihat di The Iron District tahun lalu!"
"Saya setuju, Tuan. Tapi pertahanannya sangat rapi. Nona Shaneen bukanlah orang sembarangan yang mau melampirkan riwayat lengkap kehidupannya. Namun..." Rans menjeda kalimatnya, "...saat saya mencoba menembus folder rahasia mendiang Tuan Orlando, saya menemukan sesuatu yang menarik."
Sebuah nama yang terus dihapus secara manual setiap kali muncul. Nama itu dikaitkan dengan istilah 'Benalu'. Nyonya Martha pernah mengirim pesan singkat pada suaminya sepuluh tahun lalu: 'Benalu itu harus tetap di seberang sana, atau aku sendiri yang akan mengulitinya'. Ini merujuk pada anak haram dari masa lalu keluarga Tizon."
Michael tertegun. Benalu. Sosok misterius yang dibuang oleh kekejaman Nenek Martha.
"Benalu?" Michael mengernyitkan dahinya.
"Rans," Michael menatap kaki tangannya itu dengan tajam. "Abaikan sementara soal 'Perempuan Gila' itu. Aku ingin kau menggali soal 'Benalu' ini. Jika kematian Paman Orlando lima tahun lalu berhubungan dengan orang ini, maka Shaneen dalam bahaya besar."
"Bagaimana dengan Nona Shaneen, Tuan?" Michael tersenyum miring—sebuah senyum yang penuh dengan rasa penasaran yang membuncah. "Biarkan dia tetap dengan akting 'Anak Manja'-nya. Aku akan mengikuti permainannya. Aku ingin lihat sejauh mana dia bisa berpura-pura bodoh di depanku sementara musuhnya mulai mendekat."
Michael berbalik meninggalkan ruangan. Rasa penasarannya bukan lagi sekadar tugas, melainkan obsesi. Ia ingin merobek topeng "Lulusan Oxford" itu dengan tangannya sendiri. "Pergilah Rans, aku ingin beristirahat sekarang. Tolong jangan menganggu ku, kosongkan jadwalku sampai jam satu siang. biarkan aku beristirahat sebentar."
"Baik tuan,"