NovelToon NovelToon
Ingat Aku Meski Kau Lupa

Ingat Aku Meski Kau Lupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Rebirth For Love / Persahabatan / Kisah cinta masa kecil / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:892
Nilai: 5
Nama Author: jaaparr.

Hellowwww
Ini adalah novel pertama sayaa.
Semoga sukaa ya 😍🙏

Sinopsis:
Bercerita tentang dua pasangan yang bucin banget di sekolah. Namun, karena suatu hal menyebabkan hubungan mereka menjadi renggang hingga ada di pinggir jurang, bahkan setelah jatuh pun mereka masih dihadapkan pada ribuan masalah.
Masalah apa ya kira-kira?
Yuk dibaca langsung ajaa!

Donasi ke aku:
Saweria: parleti

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jaaparr., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Hilang

Asha berlari secepat yang dia bisa melewati lorong rumah sakit yang begitu panjang. Nafasnya ngos-ngosan, tetapi ia sama sekali tak peduli.

Yang ada di pikirannya saat ini hanya satu: Arsa yang sudah siuman.

Hatinya begitu senang hingga ia ingin berteriak sekencang mungkin untuk melepaskan semua beban yang selama ini ia pendam.

Dan...

Sesampainya Asha di depan pintu ruangan Arsa, ia berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya yang tidak karuan.

Tangannya gemetar ketika menyentuh gagang pintu. Ribuan perasaan campur aduk mengisi dadanya, mulai dari senang, lega, takut, dan gugup bercampur menjadi satu.

'Arsa... Akhirnya kamu bangun juga' batin Asha dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Asha menarik nafas panjang, lalu membuka pintu itu dengan perlahan.

Cekrekk...

Matanya langsung menangkap sosok Arsa yang tengah duduk bersandar di kasur rumah sakit.

Perban masih melilit kepalanya, wajahnya masih pucat, tetapi matanya terbuka.

"Arsa..." panggil Asha dengan suara yang bergetar, air matanya sudah mulai jatuh.

Arsa yang mendengar suara itu langsung menoleh ke arah pintu. Matanya bertemu dengan mata Asha.

Untuk sesaat, waktu seakan berhenti, membuat degupan jantung Asha semakin kencang.

Asha sedang menunggu senyuman hangat yang biasa Arsa berikan, menunggu sapaan "Asha sayang" yang selalu membuat hatinya berbunga-bunga.

Tapi...

Arsa hanya menatapnya dengan tatapan bingung. Alisnya sedikit berkerut, seolah-olah tengah memikirkan sesuatu dengan keras.

Dan hal yang tidak pernah terbayangkan oleh Asha pun terjadi.

"Maaf... Kamu siapa ya?" tanya Arsa dengan nada yang begitu polos.

Deg.

Asha merasa seluruh dunianya runtuh dalam sekejap. Kakinya melemas hingga ia hampir terjatuh, untungnya ia masih bisa berpegangan pada gagang pintu.

"A-apa?" kata Asha dengan suara yang nyaris berbisik. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

Arsa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, wajahnya terlihat bingung dan sedikit merasa tidak enak.

"Anu... Maaf ya, aku baru bangun dan kepalaku agak sakit. Kamu... Teman sekelas aku ya?" tanya Arsa dengan senyuman canggung.

Asha berdiri mematung di depan pintu. Tangannya yang memegang gagang pintu bergetar begitu hebat.

'Dia... Dia tidak mengenalku?'

'Dia... Lupa sama aku?'

Ribuan pertanyaan memenuhi kepala Asha. Ia ingin berteriak, ingin menangis, ingin marah. Tetapi suaranya seakan hilang begitu saja.

"Arsa... Ini aku, Asha. Sarah Ashalova..." kata Asha dengan suara yang putus-putus, air matanya terus berjatuhan.

"Pacar kamu..." lanjutnya dengan suara yang semakin pelan.

Arsa terdiam sejenak, matanya menatap Asha dengan begitu dalam, seolah-olah berusaha mengingat sesuatu.

Tetapi, tidak ada kilatan apapun di mata itu. Tidak ada tanda bahwa ia mengingat Asha.

"Pacar...?" ulang Arsa dengan nada ragu. "Maaf... Aku benar-benar gak ingat..."

Arsa menundukkan kepalanya, terlihat dia juga merasa bersalah.

"Dokter bilang aku kehilangan sebagian ingatanku karena benturan di kepala. Tapi... Tapi harusnya aku ingat kan kalau aku punya pacar?" kata Arsa sembari memegang kepalanya yang terasa sakit.

Asha tidak sanggup lagi mendengar. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangan, menahan agar tangisannya tidak pecah saat itu juga.

Tanpa kata-kata lagi, Asha berbalik dan berlari keluar dari ruangan itu. Meninggalkan Arsa yang menatap punggungnya dengan tatapan bingung.

"Aku... Aku benar-benar punya pacar?" gumam Arsa pelan kepada dirinya sendiri.

🌷🌷🌷🌷

Asha berlari melewati lorong rumah sakit dengan air mata yang terus mengalir. Ia tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang melihatnya.

Ia terus berlari hingga kakinya membawanya ke taman rumah sakit. Ia duduk di bangku taman yang kosong, lalu menangis sejadi-jadinya.

"Kenapa... Kenapa harus seperti ini?" isak Asha sembari memeluk lututnya.

"Aku udah nungguin dia dua minggu, ngedoain dia setiap hari, menyesal setiap detik... Tapi kenapa dia malah lupa sama aku?"

Asha mengingat kembali tatapan Arsa tadi, yaitu tatapan yang begitu asing, seolah-olah ia melihat orang yang tidak ia kenal.

Tidak ada kehangatan. Tidak ada rasa rindu. Tidak ada cinta.

"Arsa... Kumohon inget aku..." pinta Asha dengan suara yang tercekat.

Sementara itu, di dalam ruangan, Arsa masih terdiam memikirkan gadis yang baru saja pergi.

Ia mencoba mengingat, mencoba menggali memori yang hilang. Tetapi yang ia dapatkan hanyalah kekosongan.

"Asha..." gumam Arsa pelan, mencoba merasakan nama itu di lidahnya.

Entah mengapa, ada rasa hangat yang tiba-tiba muncul di dadanya ketika ia menyebut nama itu. Tetapi, ia tidak mengerti dari mana rasa itu berasal.

Tok tok tok...

Pintu terbuka dan seorang dokter masuk bersama seorang perawat.

"Bagaimana keadaan kamu, Arsa?" tanya dokter itu dengan ramah sembari memeriksa kondisi Arsa.

"Kepala saya masih sedikit sakit, Dok. Dan... Ada gadis yang tadi datang ke sini, dia bilang dia pacar saya..."

Dokter itu mengangguk pelan. "Ya, kami sudah menduga akan ada efek samping dari benturan yang kamu alami."

"Kamu mengalami amnesia parsial, Arsa. Beberapa bagian dari ingatanmu hilang, terutama yang berhubungan dengan kejadian beberapa bulan terakhir."

Arsa terdiam mendengar penjelasan dokter. Ia menelan salivanya dengan berat.

"Jadi... Jadi saya benar-benar punya pacar, Dok? Dan... Dan saya lupa sama dia?" tanya Arsa dengan nada yang tidak percaya, penuh rasa terkejut.

"Sepertinya begitu. Tapi ingatan itu mungkin bisa kembali seiring waktu, atau... Mungkin tidak." Dokter itu memberikan jawaban yang jujur meskipun terasa kejam.

Arsa menundukkan kepalanya. Entah mengapa hatinya terasa begitu sesak mendengar penjelasan itu.

"Dok... Tadi waktu gadis itu menangis di depan saya..." Arsa berhenti sejenak.

"Rasanya... Rasanya dada saya sakit banget. Padahal saya gak kenal dia, tapi kenapa saya merasa sedih banget lihat dia nangis?"

Dokter itu tersenyum tipis. "Mungkin hatimu masih mengingatnya, meskipun otakmu tidak."

Setelah dokter keluar, Arsa kembali sendirian di ruangan itu. Ia menatap langit-langit rumah sakit dengan pikiran yang kacau.

'Asha...'

'Maaf... Aku benar-benar tidak ingat siapa kamu...'

🌷🌷🌷🌷

Asha akhirnya pulang ke rumah dengan wajah yang sembab. Ia masuk ke kamarnya dan langsung merebahkan diri di kasur.

Hpnya berdering berkali-kali. Cinta meneleponnya, tetapi ia sama sekali tidak berniat mengangkat.

Asha menatap layar hp-nya yang menampilkan foto Arsa sebagai wallpaper. Foto itu diambil saat mereka pergi ke taman hiburan bersama.

Di foto itu, Arsa tersenyum begitu lebar sembari memeluknya dari belakang. Mereka berdua terlihat begitu bahagia.

"Kamu... Kamu bener-bener lupa sama semua moment ini?" bisik Asha sembari mengelus layar hp-nya.

Air matanya kembali jatuh. Ia memeluk hp itu begitu erat, seolah-olah dengan begitu ia bisa memeluk Arsa.

Kring...

Hp-nya berdering lagi. Kali ini bukan Cinta, tetapi nomor tidak dikenal.

Asha ragu sejenak, tetapi akhirnya ia mengangkat juga.

"Halo?" sapa Asha dengan suara yang serak.

"Halo, ini dengan Sarah Ashalova?" tanya suara laki-laki di seberang sana.

"Iya, ini saya. Ada apa?"

"Saya Dokter Andika dari rumah sakit tempat Kian Arsa dirawat. Saya ingin berbicara dengan Anda mengenai kondisi Arsa."

Asha langsung duduk tegak. "Ya, Dok. Ada apa dengan Arsa?"

"Begini, Mbak Asha. Seperti yang sudah saya jelaskan kepada Arsa, dia mengalami amnesia parsial. Dia kehilangan sebagian ingatannya, terutama beberapa bulan terakhir."

"Saya tau, Dok..." jawab Asha dengan suara yang lemah.

"Yang ingin saya sampaikan adalah, ada kemungkinan ingatannya bisa kembali jika dia dihadapkan dengan orang-orang atau tempat-tempat yang familiar."

"Tapi... Prosesnya tidak bisa dipaksakan. Dia harus mengingat dengan sendirinya secara perlahan."

Asha mendengarkan dengan seksama. Di dalam hatinya, ada secercah harapan yang mulai tumbuh.

"Jadi... Jadi ada kemungkinan dia bisa ingat saya lagi, Dok?" tanya Asha dengan suara penuh harap.

"Ada kemungkinan sih, Mbak. Tapi saya tidak bisa menjamin. Yang pasti, jangan memaksanya untuk mengingat. Biarkan semuanya berjalan secara alami."

Setelah telpon itu berakhir, Asha menatap layar hp-nya dengan tatapan yang berbeda.

"Jadi... Jadi masih ada harapan?"

Asha menghapus air matanya, lalu duduk bersila di kasur. Ia mulai berpikir dengan keras.

'Kalau Arsa lupa sama aku, berarti aku harus bikin dia ingat lagi.'

'Aku harus bikin dia jatuh cinta lagi sama aku.'

'Aku... Aku gak akan nyerah. Gak akan!'

Asha menggenggam hp-nya begitu erat. Tekadnya sudah bulat.

Tidak peduli seberapa sulitnya, tidak peduli seberapa sakitnya, ia akan terus berjuang untuk mengembalikan ingatan Arsa.

"Arsa... Aku janji, aku akan bikin kamu ingat lagi sama aku."

"Aku akan bikin kamu jatuh cinta lagi sama aku, seperti dulu."

TO BE CONTINUED

🌷🌷🌷🌷🌷

Waduhh ternyata Arsa bener bener lupa sama Asha 😭😭 Kasian banget kan Asha udah nungguin lama lama, eh pas Arsa bangun malah lupa. Gimana nih nasib mereka???

Penasaran kan kelanjutannya? Yuk stay tune terus dan jangan lupa follow ig author ya!

Follow ig author ya!

@Jaaparr.

1
Maya Lara Faderik
sangat penasay..
tapi bikin Asha sungguh movie on Thor kalau bersama arsa itu menyakitkan jangan sia siakan airmataku ,..bahagiakan asha bersama orang lain juga supaya arsa merasakan kesakitan dan air mataku
jaaparr: Siapp kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!