⚠️Area yang khusus orang besar. ^_^ nak kecil hus hus...
Kisah cinta slow-burn antara siswi petakilan dengan guru muda PJOK yang terlalu cool untuk jadi nyata. Isinya 30% latihan fisik, 70% adu mekanik perasaan.
Mulai dari drama salah kirim stiker WhatsApp ke grup kelas, sampai momen panas di gudang sekolah yang hampir bikin profesionalitas Pak Radit runtuh.
Ini cerita tentang masa transisi jadi dewasa, di mana batas antara guru dan murid cuma sebatas "status" yang siap dihapus setelah hari kelulusan.
"Pak, lari keliling lapangan saya sanggup. Asal finish-nya di pelaminan kita." — Gia, 18 tahun, pejuang remedial.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19 (Part 1) Apartemen Lantai 21 & Skema "Jebakan Batman" 18+
Kalau hidup Gia adalah sebuah film, mungkin sekarang lagi di bagian scoring musiknya berubah jadi horor mencekam ala-ala thriller psikologis. Sumpah, pesan dari nomor misterius soal rekaman di wastafel tadi malam bikin Gia bener-bener anxiety parah. Siapa sih yang se-niat itu jadi admin akun gosip di hidup dia?
Tapi masalahnya, hari ini Gia nggak punya waktu buat overthinking soal kamera tersembunyi. Dia punya masalah yang lebih real dan ada di depan mata, Liam.
"Gi, ayolah. Gue cuma mau kita ngobrol santai di tempat yang nggak banyak interupsi. No parents, no annoying teachers," kata Liam pas jemput Gia di depan gerbang sekolah sore itu.
Gia sebenernya mau nolak, tapi Liam ngasih liat layar HP-nya sekilas. Sebuah foto Gia yang lagi benerin baju pas keluar dari toilet restoran semalam. "Ikut gue, atau foto ini nyampe ke nyokap lo sore ini juga."
Gia nelan ludah. Fine. Dia masuk ke mobil Liam dengan perasaan kayak narapidana yang mau dibawa ke sel isolasi.
Unit 2102.
Apartemen Liam ada di kawasan elit Jakarta Selatan. Mewah banget, vibes-nya kayak unit yang sering dipamerin crazy rich di TikTok. Tapi buat Gia, tempat ini bau-baunya nggak beres. Begitu pintu unit terkunci otomatis dengan bunyi klik yang dingin, bulu kuduk Gia langsung meremang.
"Minum dulu, Gi. Lo tegang banget kayak mau ujian skripsi," Liam nyodorin segelas jus jeruk yang warnanya agak terlalu pekat.
Gia cuma naruh gelas itu di meja. "Gue nggak haus. Langsung aja, lo mau ngomong apa? Dan hapus foto itu sekarang."
Liam duduk di samping Gia, terlalu deket. Wangi parfum mahalnya mendadak bikin pusing. "Gia, lo tau kan Pak Baskoro itu orangnya nggak main-main? Dia pengen lo ke London bukan cuma buat kuliah. Dia pengen kita... 'terikat' secara permanen."
Gia mengernyit. "Maksud lo?"
"Dia bilang, kalau dalam waktu dekat ini terjadi 'kecelakaan' di antara kita—lo tau lah maksud gue—maka nggak akan ada lagi yang bisa protes soal pernikahan kita. Pak Radit lo itu bakal dituduh macem-macem kalau berani deketin lo lagi, karena lo udah jadi 'milik' gue secara legal dan biologis."
Gia melongo. Anjir, ini mah skema jahat zaman Siti Nurbaya versi Gen Z! "Lo gila ya, Van?! Eh, Liam! Gue nggak mau!"
"Sayangnya, suara lo nggak bakal kedengeran di sini, Gi," suara Liam mendadak berubah jadi berat. Dia mulai megang bahu Gia, matanya udah nggak santai.
...
Gia mulai ngerasa kepalanya pusing. Anjir, jangan-jangan jus tadi emang ada isinya?! Padahal dia cuma minum dikit banget pas lagi lengah tadi. Tubuhnya mendadak jadi lemes, kakinya kayak jeli.
Liam mulai agresif. Dia dorong Gia ke sofa velvet yang empuk banget. Dia mulai mencium leher Gia dengan kasar.
"Liam... stop... gue... gue laporin lo ya..." racaunya Gia, tapi suaranya keluar kayak bisikan lemes.
"Laporin aja. Pak Baskoro bakal beresin semuanya," bisik Liam. Dia mulai ngelepas kancing kemeja mahalnya, terus tangannya mulai nakal nyasar ke arah rok sekolah Gia.
Suasana makin panas, tapi panas yang bikin Gia mual. Liam udah bener-bener dikuasai obsesi. Dia mulai nyari posisi buat "menancapkan jangkar". Jaraknya udah kritis banget. Si "anu"-nya Liam udah mulai mau nyeruduk gerbang pertahanan Gia.
Gia merem, dia cuma bisa bayangin Pak Radit. Pak... tolong... si "burung garuda" ini mau masuk ke "sarang merpati" tanpa izin!
Pas Liam udah siap-siap mau melakukan "penetrasi tanpa lisensi", tiba-tiba...
BRAKKKKK!!!
[To be continued ke Selanjutnya]
Mampir dan dukung karyaku, yuk!
- TRUST ME
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰
Thor bikin Gia jangan ngejar2 nih guru lagi,Bikin gia cuekin nih guru biar tau rasa dia..