NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga / Ibu susu / Pengkhianatan
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Hidup Aulia Maheswari berubah dalam sekejap. Sebuah pengkhianatan merenggut kepercayaan, dan luka yang datang setelahnya memaksanya belajar bertahan.
Saat ia mengira hidupnya hanya akan diisi trauma dan penyesalan, takdir mempertemukannya dengan sebuah ikatan tak terduga. Sebuah kesepakatan, sebuah tanggung jawab, dan perasaan yang tumbuh di luar rencana.
Namun, bisakah hati yang pernah hancur berani percaya pada cinta lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. surat cerai

Pagi menyapa lembut melalui celah tirai ruang rawat. Aulia sudah terjaga. Tatapannya kosong, terpaku pada langit-langit kamar yang pucat. Setelah kemarin sore sadar dari pengaruh obat penenang, ia sempat kembali histeris, namun perlahan tubuhnya kelelahan. Seorang dokter psikolog menenangkannya, memberinya pengertian, meski semua itu tak serta-merta membuat Aulia ikhlas.

Lihat saja pagi ini. Wajah itu begitu berbeda dari Aulia yang dulu. Tak ada lagi sisa keceriaan, tak terdengar tawa. Yang ada hanya seorang perempuan dengan tubuh lemah dan pandangan hampa, menyimpan luka yang tak kasatmata, tapi terasa nyata.

Di sisi ranjang, tangan Aulia masih digenggam Daisy. Gadis itu tertidur sambil memegangnya erat, sampai Aulia kesulitan melepaskan diri. Pandangannya lalu beralih ke sekitar. Di sofa panjang, Mama Kania, Zara, dan Jenar tertidur berdempetan. Wajah-wajah lelah itu tak luput dari matanya, garis letih yang tak sempat mereka sembunyikan.

Aulia kembali menangis dalam diam. Kali ini benar-benar hanya isak tertahan, bibirnya digigit agar tak ada suara yang lolos. Namun tubuhnya tetap bergetar pelan, cukup untuk membuat Daisy perlahan terbangun.

“Lia…” suara Daisy serak oleh kantuk. “Kamu mau apa? Butuh air?”

Gadis itu menatapnya cemas. Ya, dari mereka bertiga, Daisy memang yang belum bersuami.

Tidak ada jawaban. Aulia hanya menerima air yang disodorkan Daisy, meneguknya perlahan tanpa ekspresi. Bahkan sejak kemarin, dia tak lagi berbicara. Diam, tenggelam dalam pikirannya sendiri yang semakin dipikirkan justru semakin kacau.

Tak lama, seorang dokter dan perawat masuk ke dalam ruangan. Kehadiran mereka membangunkan Mama Kania, Zara, dan Jenar yang tampaknya baru menjelang subuh benar-benar terlelap.

“Selamat pagi, Mbak Aulia.” Dokter Sera, psikiater itu tersenyum ramah. “Bagaimana perasaannya pagi ini, Mbak?” tanyanya pelan, berusaha memancing emosi Aulia sedikit demi sedikit, berharap wanita itu mau kembali diajak bicara.

Tidak ada respons. Bahkan senyumnya pun tak dibalas.

“Baiklah, kita periksa dulu ya,” lanjutnya tanpa memaksa.

Dokter Sera mulai memeriksa kondisi Aulia. Luka di kepala, lalu perutnya. Setelah itu, Zara, Daisy, dan Jenar diminta keluar dari ruang rawat, sekadar menghirup udara segar, juga mencari sesuatu untuk mengganjal perut mereka yang kosong.

Seorang perawat kemudian bersiap memompa ASI Aulia untuk disumbangkan ke bank ASI. Keputusan itu bukan datang dari siapa pun, melainkan atas permintaan Aulia sendiri. Ia memilih cara itu daripada harus meminum pil KB untuk menghentikan ASI.

Dalam pikirannya, lebih baik ASI itu bermanfaat untuk bayi lain yang membutuhkan. Setidaknya, dengan cara itu, ia merasa masih bisa memberi. Sedikit. Walau tidak untuk anaknya sendiri. Dan mungkin, dengan berbagi, rasa bersalah di dadanya bisa berkurang walau hanya seujung kuku.

Setelah pemeriksaan selesai, Aulia diminta makan agar bisa meminum obat setelahnya. Ia tidak banyak protes, hanya mengangguk pelan, menuruti apa pun yang diarahkan padanya.

Tak banyak makanan yang berhasil masuk ke dalam mulutnya. Suap demi suap terasa hambar, nyaris tak berasa. Namun setidaknya, ada sesuatu yang masuk ke perutnya, cukup untuk menjadi alas sebelum obat-obatan itu ditelan.

.

.

.

Di saat teman-temannya berusaha berbicara santai, sesekali melempar candaan ringan di sisi ranjang, mereka mencoba mengembalikan Aulia ke versi dirinya yang dulu, setidaknya agar wanita itu bisa melupakan sejenak rasa hancur yang menyesakkan. Tidak satu pun dari mereka menyinggung kejadian empat hari lalu, apalagi tentang bayi Aulia. Semua seolah sepakat menghindari luka yang masih terlalu basah.

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dari luar. Seseorang masuk, menghentikan obrolan mereka seketika.

Tubuh Aulia menegang. Tangannya mencengkeram seprai, napasnya tercekat. Air mata kembali menetes, bukan karena sedih semata, melainkan amarah yang sejak tadi menggerogoti dadanya.

"Adrian... masih berani kamu datang ke sini?" pekik Mama Kania tajam, suaranya bergetar menahan murka.

Adrian tidak menjawab. Pria itu melangkah mendekat dengan sebuah map di tangannya. Langkahnya tenang, terlalu tenang untuk situasi seperti ini. Tatapannya sempat singgah pada Aulia, sekilas saja. Di wajah itu tidak ada rasa bersalah, tidak ada empati, hanya ekspresi datar yang membuat dada Aulia terasa semakin sesak.

"Puas kamu telah membuat anak kita mati?" ucap Adrian tajam, menuding Aulia dengan tatapan dingin.

Tubuh Aulia bergetar. Kata-kata itu menghantam tepat ke dada, membangkitkan rasa bersalah yang sejak tadi dia tekan dalam-dalam. Napasnya tersendat, matanya memerah, jemarinya gemetar mencengkeram seprai.

"Ngapain datang ke Jakarta? Kalau kamu tenang di rumah, anak kita tidak akan pergi, Aulia!" lanjutnya, suaranya menekan, seolah sengaja menyeret Aulia tenggelam dalam rasa bersalahnya sendiri.

Plak!

Mama Kania menampar mulut pria itu begitu keras hingga kepala Adrian menoleh ke samping. Dadanya naik turun menahan amarah yang nyaris meledak.

"Kamu tanya ngapain ke Jakarta? Waras kamu bertanya begitu?" suaranya bergetar, bukan lemah, tapi penuh murka.

"Ma, jangan ikut campur—"

Plak!!

Kali ini tamparan datang dari arah lain.

"Kalau kamu tidak berulah, kalau kamu tidak berselingkuh, kalau kamu tidak gila selangkangan, semua ini tidak akan pernah terjadi!" Zara menatap Adrian dengan mata merah menyala. "Kamu sumber masalahnya, Adrian Pratama! Lalu sekarang kamu mau melempar semua kesalahan ke orang lain? Waras kamu?"

Ruangan mendadak sunyi.

Zara menarik napas berat, menatap pria di depannya dengan jijik. Pria yang selama ini mereka percaya. Pria yang mereka kira aman untuk Aulia. Nyatanya hanya topeng rapi yang menutupi kebusukan di baliknya.

Adrian mengusap pipinya yang terasa panas, tatapannya tajam ke arah Zara.

"Lancang!" ujarnya sinis.

"Memang, kamu sampah busuk harus di basmi!" Jawab Zara menantang, dia meraih tas mahalnya yang ada di sofa, menimpuk tubuh Adriaan berkali-kali, meluapkan rasa kesalnya pada pria itu. Dia tidak membiarkan Adrian melawan, beberapa kali menjabat rambut pria itu, sampai Adrian terduduk, tidak punya ruang dan hanya bisa menangkis dengan tangannya agar tidak sakit punggungnya.

Tiba-tiba Daisy, yang sejak tadi hanya diam, ikut melangkah maju. Tangannya terayun, memukul pria itu tanpa ragu. Jenar menyusul, emosi mereka meledak bersamaan. Bukan amarah membabi buta, tapi luapan sakit yang terlalu lama ditahan.

Beberapa detik saja, Adrian sudah terlihat kacau.

“Stop!” teriaknya akhirnya.

“Dasar wanita gila!” hardiknya tak terima. Kemeja rapi yang tadi membalut tubuhnya kini kusut, kancing terbuka satu, rambutnya acak-acakan tak lagi peduli gaya.

☘️

☘️

“Aku ke sini bukan buat dikeroyok kalian,” lanjutnya, napas memburu, “tapi buat menyerahkan ini.”

Ia mengangkat map di tangannya, lalu melemparkannya ke arah Aulia tanpa peringatan. Map itu jatuh di atas ranjang, tepat di dekat tangan Aulia yang gemetar.

“Tanda tangan,” ucapnya dingin. “Aku mau kita cerai.”

Mata Aulia membulat. Dunia seolah kembali runtuh untuk kesekian kalinya.

“Surat cerai… Mas, aku—”

“Tidak ada lagi yang perlu dipertahankan,” potong Adrian cepat. “Aku sudah berusaha bertahan, Aulia. Berusaha mencintai, tapi tidak bisa.”

Ia menatap Aulia tanpa empati.

“Aku tidak mau menghancurkan hidupku sendiri lebih lama. Tidak ada kebahagiaan di pernikahan ini. Jadi lebih baik kita akhiri.”

Nada suaranya tetap datar saat kalimat berikutnya keluar, menusuk paling dalam.

“Lagi pula apa yang mau dipertahankan? Anakku sudah meninggal. Aku bertahan selama ini cuma karena satu hal, aku menginginkan anakku.”

Setiap kata jatuh seperti pukulan.

Dan Aulia, yang belum pulih sepenuhnya, kembali ditimpa sakit dari orang yang sama.

Tangan Aulia bergetar saat meraih pulpen yang tergeletak di atas map itu. Jemarinya dingin, napasnya tertahan. Sesaat dia ragu. Jujur saja, di relung terdalam hatinya, nama Adrian belum sepenuhnya pergi. Ada sisa, ada kenangan, ada perasaan yang pernah ia jaga mati-matian.

Namun bayangan pengkhianatan itu kembali menyeruak. Wajah pria itu bersama Arumi.

Aulia menunduk, lalu membubuhkan tanda tangannya. Tanpa air mata. Tanpa ragu.

“Bagus,” ujar Adrian dingin.

Ia merebut kembali berkas itu dari tangan Aulia dengan gerakan cepat. “Dalam sidang perceraian nanti, aku harap kamu tidak perlu hadir. Biar cepat selesai.”

Tanpa menoleh lagi, tanpa sepatah kata pamit, Adrian berbalik dan keluar dari ruangan.

tbc...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
ayo double up thor/Scream//Scream/...rumahnya semoga cepet laku/Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣Di pasang harga murah rumahnya
total 1 replies
Mundri Astuti
baru ngisi rmhnya yg baru...tettottt ternyata hasil dari penggelapan yg Ardian lakuin...tarik lagi dehhh...

buruan jual Aulia, biar mereka ga bisa balik ...jadi gelandangan sekalian
cinta semu
mereka pergi bukan Krn merasa tak pantas tinggal di rmh u tapi Krn Adrian dah punya rmh baru .. Aulia gercep cari info akurat ...biar Adrian sm Arumi tdk semakin jumawa
Sunaryati
Sebelum Adrian dan Arumi mendapatkan hukuman di dunia ini emak belum ngasih 5 ⭐Ternyata Aulia punya usaha yang maju 👍👍
Lisa
Bersyukur Mama Kania selalu me dampingi Aulia..semangat y Aulia..
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mbuhhh sebelum 2 keong racun mendapatkan karma aku masih ngambek ke author nya
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: ngambek kenapa lagi iniii😭😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
doubel tpi penuh bawang😐😐😐
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dihhh/Hammer//Hammer//Hammer//Facepalm/
total 2 replies
Mundri Astuti
terimakasih thor ❤️
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
bagus Lia, ayo keluar dari lingkaran sedih dan terpukulnya. kini waktunya kamu berkembang lagi/Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wih keren auli mulai bangkitttt
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: biar kagak nangis mulu ah, kemarin-kemarin ampe migran di buat ama Aulia😭🤣
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Lanjutkan Up nya Thor jangan lama" nnt aku lupa alurnya dri depan ♥️♥️♥️♥️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Siyap kak👌
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Krn Kamu Egois Arumi..hrsnya dari awal kalian jujur dgn papa tentang hubunganmu dgn Andrian... jangan salahin Ibumu..Porsi beliau sdh tepat sbg seorang ibu dn yg jdi korban itu Aulia....Arumi bodoh egois 😡😡😡
cinta semu
lanjut Thor ... ugal2an q bacany g terasa hampir jam :03 .00 ...😁hampir subuh .
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: tidur kak😭
total 1 replies
cinta semu
biarkan trauma Aulia pindah ke Arumi,, sekalian trauma ny Arumi bikin tambah gila ..biar sempurna derita ny Arumi
cinta semu
ternyata rentetan kejadian dlm hidup Aulia saling terhubung ,,suami di bil adik ny terus mantan suami karyawan ny pak Archio ,,,
cinta semu
kelakuan mahasiswi bergelar pelakor g pantas dpt ijazah ...mending ajari cuci piring ,ngepel sm masak biar jadi istri rumahan ..kampus g pernah kasih pelajaran jadi pelakor ,,entah Arumi kuliah di mana ,,belum lulus kuliah dah dpt gelar pelakor ..🤔
cinta semu
ayo Papi Archio, pecat saja mantan suami mami Aulia ..Krn dah bikin mi Aulia trauma ...
cinta semu
g ada karma instan buat Adrian & Arumi ...nunggu undangan dulu kali ya😁😁 tapi smg aja Aulia mudah move on..bisa hidup bebas dari duo belatung nangka
cinta semu
asli gedek liat suami macam Adrian,,,buat Adrian menderita seumur hidup ,,jgn pelit2 kasih hukuman buat Adrian Thor...
cinta semu
awal baca aja biasa aja tapi pas bab 2 ..bikin emosi meledak .. lanjutkan sampai tamat thor
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Makasih kak🥺🙏

Asiyapppp👌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!