Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Bab 1. keluar kota.

“Sayang, aku harus ke Jakarta selama dua minggu. Ada urusan pekerjaan. Kamu ke rumah Mama dulu, ya. Aku nggak tenang kalau kamu sendirian di rumah,” ucapnya lembut.

Di dalam kamar mewah itu, sepasang suami istri duduk berdampingan di atas sofa, suasananya hangat meski terselip kegelisahan yang tak terucap.

“Iya, Mas,” jawab sang wanita pelan. Tatapannya sendu menatap wajah tampan dengan garis rahang tegas itu. “Tapi beneran dua minggu saja, kan? Kamu harus cepat pulang, ya. Aku takut lahirannya lebih cepat dari perkiraan dokter. Katanya sekitar satu bulan lagi.”

“Hm, aku akan cepat pulang,” jawabnya sambil mengelus lembut perut membuncit sang istri.

“Wah, dia nendang, sayang,” serunya spontan saat merasakan respons sang buah hati yang menendang dari dalam.

Aulia Maheswari menatap suaminya dengan sorot mata hangat. Kemudian pandangannya beralih ke perutnya sendiri, dan tangannya ikut bergerak mengusap pelan, seolah menyapa kehidupan kecil yang tumbuh di sana.

“Kamu baik-baik di sini ya, Baby,” bisiknya lembut, seolah benar-benar mengajak nyawa kecil di balik perut itu berbincang.

Adrian Pratama, pria tampan berusia dua puluh delapan tahun, bekerja sebagai seorang manager di sebuah perusahaan besar di Surabaya. satu tahun lalu dia menikah dengan wanita cantik bernama Aulia Maheswari atas wasiat dari ayah Aulia sebelum pria tua itu meninggal. Meski pernikahan itu tidak di landasi cinta, bahkan mereka baru kenal, tapi Adrian memperlakukan istrinya dengan sangat baik.

Aulia tertawa kecil. Pandangan matanya beralih ke sebuah koper besar yang telah terisi pakaian suaminya.

“Semuanya sudah diisi kan, Mas? Nggak ada yang ketinggalan? Coba dicek lagi, siapa tahu masih ada barang lain yang kamu perlukan,” titahnya lembut.

Adrian berdiri. Ia tampak berpikir sejenak, lalu menutup kembali kopernya setelah merasa semuanya telah terkemas dengan rapi.

“Sudah semuanya,” jawabnya singkat, kemudian melangkah menuju tempat tidur.

Malam kian larut. Jam menunjukkan pukul sepuluh lewat. Adrian pun berbaring, bersiap memejamkan mata.

Aulia ikut naik ke ranjang, menempatkan tubuhnya di sisi sang suami. Sebelum benar-benar memejamkan mata, pandangannya tertuju pada punggung Adrian yang membelakanginya.

“Mas…” panggilnya pelan.

“Hm,” jawab Adrian singkat tanpa menoleh.

Dengan ragu namun penuh keberanian, Aulia membuka satu per satu kancing piyamanya. Napasnya sedikit memburu saat tangannya bergerak meremas payu-daranya sendiri, mencoba menenangkan gejolak yang tak bisa lagi ia pendam.

“Aku pengen…” ucapnya lirih, menggantungkan kalimat itu di udara.

Adrian menoleh. Tatapannya tertumbuk pada tubuh bagian atas istrinya yang sudah setengah terbuka. Pria itu menelan ludahnya kasar, memperhatikan dua bongkahan yang semakin hari semakin besar dari saat terakhir kali dia lihat, jelas pria itu berusaha menahan sesuatu yang sejak lama ia tekan.

Aulia tersenyum tipis. Malam ini terasa berbeda, setelah berbulan-bulan, akhirnya ia berhasil menggoyahkan pertahanan sang suami. Sejak kehamilan itu, Adrian tak pernah lagi menyentuhnya, terlalu takut terjadi sesuatu pada janin yang mereka nantikan.

Hampir sembilan bulan Aulia menahan rindu akan sentuhan itu, meski berkali-kali hasratnya bangkit seiring hormon yang kian sulit dikendalikan.

Namun harapan itu kembali runtuh saat Adrian perlahan mengancingkan kembali piyama yang sempat terlepas.

“Sayang, tidak sekarang,” ucapnya dengan suara berat, tangannya mengusap lembut rambut Aulia. “Kamu tahu sendiri, aku takut terjadi apa-apa sama anak kita.”

Wajah Aulia seketika masam. Bibirnya mengerucut, lalu ia membalikkan badan, membelakangi sang suami.

Adrian tak membujuk. Ia bangkit dari ranjang dan melangkah menuju kamar mandi, meninggalkan keheningan yang menggantung di antara mereka.

Malam itu tak ada yang istimewa. Sama seperti malam-malam sebelumnya, selalu berakhir dengan sisa kekecewaan di hati sang wanita hamil itu.

Adrian kembali ke ranjang setelah hampir satu jam berada di dalam kamar mandi. Ia menatap Aulia yang tampaknya telah terlelap, wajahnya tenang meski menyimpan perasaan yang tak pernah benar-benar ia pahami.

Pria itu hanya menghela napas berat, lalu memejamkan mata, membiarkan malam berlalu dalam diam.

...****************...

Pagi datang begitu cepat. Seolah tak pernah terjadi apa pun semalam, Aulia kini sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk dirinya dan sang suami. Bumil itu bangun lebih awal dari biasanya, mengingat hari ini Adrian akan berangkat ke Jakarta.

Setelah selesai memasak, Aulia kembali ke kamar untuk membersihkan diri. Di sana, Adrian sudah tampak rapi. Pria itu berdiri di depan cermin, menyemprotkan sedikit minyak wangi ke tubuhnya.

“Aku mandi dulu, Mas,” ujar Aulia.

Adrian hanya mengangguk singkat.

Usai mandi dan berganti pakaian, Aulia keluar kamar. Adrian sudah tak ada di sana. Tak lama kemudian, mereka duduk berhadapan di meja makan, menikmati sarapan pagi berdua dalam suasana yang tenang.

☘️

☘️

Selesai sarapan, dua insan itu melangkah menuju mobil. Adrian menyeret kopernya, lalu memasukkannya ke bagasi. Rencananya, setelah mengantar Aulia ke rumah ibunya, ia akan langsung menuju bandara tanpa kembali ke rumah.

Mobil mewah itu melaju dengan sangat hati-hati. Udara pagi yang sejuk menyapa, membelah jalanan Kota Pahlawan yang masih lengang di pagi hari.

Mobil yang dikemudikan Adrian memasuki sebuah rumah besar berlantai satu dengan halaman yang asri. Beragam bunga hias mempercantik pelataran taman, menebarkan warna dan kesegaran pagi. Di sana, tampak seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya, sedang merawat beberapa tanaman hias.

Begitu melihat mobil sang menantu memasuki halaman, wanita itu segera meletakkan peralatan kebunnya lalu bergegas menghampiri. Senyum sumringah merekah di wajahnya, menyambut kedatangan putrinya dengan penuh suka cita.

“Selamat pagi, Ma,” sapa Adrian begitu turun dari mobil, lalu menyalami tangan mertuanya dengan sopan.

“Mama pagi-pagi sudah di taman saja,” ujar Aulia sambil memeluk tubuh ibunya.

Kania Mentari, ibu sambung Aulia, membalas pelukan putrinya dengan hangat. “Bosan kalau terus di dalam rumah, Sayang. Apalagi sendiri, sepi sekali hidup Mama,” jawabnya dengan nada sendu.

Aulia tersenyum. “Beberapa minggu ke depan Aulia di sini akan menemani Mama.”

“Iya, Mama senang sekali. Akhirnya putri Mama mau juga datang menemani wanita tua ini,” balas Kania, sengaja mendramatisasi ucapannya.

Mereka bertiga pun tertawa kecil.

“Titip Aulia ya, Ma. Dua minggu ke depan saya harus ke Jakarta,” ujar Adrian sebelum berpamitan pada istri dan ibu mertuanya.

“Tentu, Adrian. Kamu tidak perlu cemas apa pun. Mama akan menjaga istri kamu ini,” jawab Mama Kania meyakinkan.

Setelah itu, Adrian berpamitan pada dua wanita tersebut dan segera bertolak menuju bandara.

...****************...

“Sayang, hari ini Mama mau pergi arisan. Aulia mau ikut Mama atau di rumah saja sama Bibi?” tanya Mama Kania saat mereka menikmati sarapan pagi hasil olahan tangan cekatan wanita paruh baya itu. Seperti biasa, apa pun yang ia masak selalu terasa begitu lezat.

Lima hari sejak Adrian berangkat ke Jakarta, Aulia tampak betah tinggal bersama ibunya. Meski berstatus ibu sambung, hubungan keduanya sejak dulu terjalin hangat. Mama Kania begitu menyayangi Aulia sepenuh hati.

“Aku ikut ya, Ma.”

“Boleh, Sayang. Setelah dari arisan, kita ke mal, ya. Sudah lama sekali kita nggak punya waktu berdua untuk belanja,” ujar Mama Kania dengan nada ceria.

Permintaan itu langsung disambut antusias oleh Aulia. Ia memang ingin keluar rumah dan menghabiskan waktu bersama sang ibu.

...----------------...

"Kak Aulia, maaf menganggu. Tapi aku mau menyampaikan sesuatu kak. Di sini Arumi sedang kena masalah kak—"

"Apa? Masalah apa?"

"Dia di grebek penghuni dan ibu kos tengah melakukan hubungan badan dengan seseorang pria."

"HAH?"

Tbc...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Lisa

Lisa

Sepertinya tuh 🤭

2026-02-01

1

💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩

💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩

aduh jangan bilang sama suaminya🤔

2026-01-28

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. keluar kota.
2 Bab 2. SAH
3 Bab 3. Pengkhianatan.
4 Bab 4. Aku yang di hancurkan! ~Arumi
5 Bab 5. Emilia Maheswari
6 Bab 6. Tidak sanggup kehilangan
7 Bab 7. surat cerai
8 Bab 8. Namanya, Leonel Bimantara.
9 Bab 9. Nyaman.
10 Bab 10. Saya tidak sudi mengakuinya!
11 Bab 11. Batas sabar.
12 Bab 12. Usulan.
13 Bab 13. Setuju.
14 Bab 14. Perhatian yang berlebihan.
15 Bab 15. Segalanya berubah.
16 Bab 16. Membiasakan diri.
17 Bab 17. Familiar.
18 Bab 18. Di Drop out.
19 Bab 19. Rencana
20 Bab 20. Kenapa memilih orang lain...
21 Bab 21. Terpuruk.
22 Bab 22. Sesuatu yang Istimewa.
23 Kembali ke RUMAH.
24 Bab 24. Aku tidak harus terpuruk terus, kan?
25 Bab 25. Rumah sesungguhnya...
26 Bab 26. Menarik!
27 Bab 27. Aku tidak akan pernah lupa!
28 Bab 28. Tidak untuk sekarang!
29 Bab 29. Di berhentikan secara tidak terhormat.
30 Bab 30. Khawatir
31 Bab 31. Kamu sudah menikah lagi?
32 Bab 32. waktunya papi menemani mami
33 Bab 33. Berubah?
34 Bab 34.Tidak mau! ~Arumi
35 Bab 35. Saya sangat menyukai rumahnya.
36 Bab 36. Negosiasi
37 Bab 37. Di usir lagi?
38 Bab 38. Apa kabar, Lia?
39 Bab 39. Menghadiri makan malam.
40 Bab 40.
41 Bab 41. Apa aku harus membencimu?
42 Bab 42. Ayo, selesai baik-baik, kak...
43 Bab 43. Cemburu?
44 Bab 44. Sleep call
45 Bab 45. Meminta hak.
46 Bab 46. Oliemera Entertainment.
47 Bab 47. Tidak ada yang gratis di dunia!
48 Bab 48. Weekend di taman kota.
49 Bab 49. Sangat Lancang!
50 Bab 50. Jangan tutup pintu rapat-rapat!
51 Bab 51. Kekacauan di lokasi Shooting.
52 Bab 52. Itu kalian berdua?
53 Bab 53. Rutinitas
54 Bab 54. perbaiki semuanya!
55 Bab 55. Luka masa lalu.
56 Bab 56. Deeptalk.
57 Bab 57. Insecure.
58 Bab 58.
59 Bab 59. Nasihat.
60 Bab 60. Batal
61 Bab 61. Bicara berdua.
62 Bab 62.
63 Bab 63.
64 Bab 64.
65 Bab 65. Cara sendiri
66 Bab 66. Di butik.
67 Bab 67.
68 Bab 68
69 Bab 69.Sangat cantik
70 Bab 70. one happy year of Leonel.
71 Bab 71. Spesial di Rooftop.
72 Bab 72.
73 Bab 73
74 Bab 74.
75 Bab 75.
76 Bab. 76
77 Bab 77. Malu
78 Bab 78. Special Moment.
79 Bab 79. Resepsi
80 Bab 80.
81 Bab 81. Uhukk!+
82 Bab 82.
83 Bab 83.
84 Bab 84
85 Bab 85.
86 Bab 86.
87 Bab 87.
88 Bab 88.
89 Bab 89.
90 Bab 90
91 Bab 91.
92 Bab 92.
93 Bab 93.
94 Bab 94. sebaik-baiknya berumahtangga adalah Komunikasi!
95 Bab 95. Nekat
96 Bab 96.
97 Bab 97.
98 Bab 98.Rumah sakit
99 Bab 99. Titip anak kita.
100 Bab 100. Langit abu-abu.
101 Bab 101. Intruksi
102 Bab 102. Arellio Bimantara [Epilog]
103 PROMOSI KARYA BARU.
104 TERJEBAK DALAM PERNIKAHAN CEO DINGIN
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. keluar kota.
2
Bab 2. SAH
3
Bab 3. Pengkhianatan.
4
Bab 4. Aku yang di hancurkan! ~Arumi
5
Bab 5. Emilia Maheswari
6
Bab 6. Tidak sanggup kehilangan
7
Bab 7. surat cerai
8
Bab 8. Namanya, Leonel Bimantara.
9
Bab 9. Nyaman.
10
Bab 10. Saya tidak sudi mengakuinya!
11
Bab 11. Batas sabar.
12
Bab 12. Usulan.
13
Bab 13. Setuju.
14
Bab 14. Perhatian yang berlebihan.
15
Bab 15. Segalanya berubah.
16
Bab 16. Membiasakan diri.
17
Bab 17. Familiar.
18
Bab 18. Di Drop out.
19
Bab 19. Rencana
20
Bab 20. Kenapa memilih orang lain...
21
Bab 21. Terpuruk.
22
Bab 22. Sesuatu yang Istimewa.
23
Kembali ke RUMAH.
24
Bab 24. Aku tidak harus terpuruk terus, kan?
25
Bab 25. Rumah sesungguhnya...
26
Bab 26. Menarik!
27
Bab 27. Aku tidak akan pernah lupa!
28
Bab 28. Tidak untuk sekarang!
29
Bab 29. Di berhentikan secara tidak terhormat.
30
Bab 30. Khawatir
31
Bab 31. Kamu sudah menikah lagi?
32
Bab 32. waktunya papi menemani mami
33
Bab 33. Berubah?
34
Bab 34.Tidak mau! ~Arumi
35
Bab 35. Saya sangat menyukai rumahnya.
36
Bab 36. Negosiasi
37
Bab 37. Di usir lagi?
38
Bab 38. Apa kabar, Lia?
39
Bab 39. Menghadiri makan malam.
40
Bab 40.
41
Bab 41. Apa aku harus membencimu?
42
Bab 42. Ayo, selesai baik-baik, kak...
43
Bab 43. Cemburu?
44
Bab 44. Sleep call
45
Bab 45. Meminta hak.
46
Bab 46. Oliemera Entertainment.
47
Bab 47. Tidak ada yang gratis di dunia!
48
Bab 48. Weekend di taman kota.
49
Bab 49. Sangat Lancang!
50
Bab 50. Jangan tutup pintu rapat-rapat!
51
Bab 51. Kekacauan di lokasi Shooting.
52
Bab 52. Itu kalian berdua?
53
Bab 53. Rutinitas
54
Bab 54. perbaiki semuanya!
55
Bab 55. Luka masa lalu.
56
Bab 56. Deeptalk.
57
Bab 57. Insecure.
58
Bab 58.
59
Bab 59. Nasihat.
60
Bab 60. Batal
61
Bab 61. Bicara berdua.
62
Bab 62.
63
Bab 63.
64
Bab 64.
65
Bab 65. Cara sendiri
66
Bab 66. Di butik.
67
Bab 67.
68
Bab 68
69
Bab 69.Sangat cantik
70
Bab 70. one happy year of Leonel.
71
Bab 71. Spesial di Rooftop.
72
Bab 72.
73
Bab 73
74
Bab 74.
75
Bab 75.
76
Bab. 76
77
Bab 77. Malu
78
Bab 78. Special Moment.
79
Bab 79. Resepsi
80
Bab 80.
81
Bab 81. Uhukk!+
82
Bab 82.
83
Bab 83.
84
Bab 84
85
Bab 85.
86
Bab 86.
87
Bab 87.
88
Bab 88.
89
Bab 89.
90
Bab 90
91
Bab 91.
92
Bab 92.
93
Bab 93.
94
Bab 94. sebaik-baiknya berumahtangga adalah Komunikasi!
95
Bab 95. Nekat
96
Bab 96.
97
Bab 97.
98
Bab 98.Rumah sakit
99
Bab 99. Titip anak kita.
100
Bab 100. Langit abu-abu.
101
Bab 101. Intruksi
102
Bab 102. Arellio Bimantara [Epilog]
103
PROMOSI KARYA BARU.
104
TERJEBAK DALAM PERNIKAHAN CEO DINGIN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!