NovelToon NovelToon
Dikira MONTIR Ternyata SULTAN

Dikira MONTIR Ternyata SULTAN

Status: tamat
Genre:Konglomerat berpura-pura miskin / Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Moms TZ

Merasa ditikung saudara kembarnya, Darren memilih keluar dari rumah mewah orang tuanya, melepas semua fasilitas termasuk nama keluarganya.

Suatu hari salah seorang pelanggan bengkelnya datang, bermaksud menjodohkan Darren dengan salah satu putrinya, dan tanpa pikir panjang, Darren menerimanya.

Sayangnya Darren harus menelan kekecewaan karena sang istri kabur meninggalkannya tepat di hari pernikahan mereka.

Bagaimana nasib pernikahan Darren selanjutnya?
Apakah dia akan membatalkan pernikahannya dan mencari pengantin penganti?

Temukan jawabannya hanya di sini

"Dikira Montir Ternyata Sultan" di karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07. Usaha Darren

Sejak kejadian itu, suasana di bengkel menjadi tidak nyaman bagi Darren. Semua karyawan bengkel menjauhi seolah dia adalah seorang penjahat. Tak terkecuali Pak Norman, dia pun mulai mengacuhkan Darren dan lebih sering memberikan pekerjaan kepada Roni. Pelanggan juga mulai meragukan kemampuan Darren. Dia merasa dikucilkan dan tidak dihargai.

Malam harinya, Darren tidak bisa tidur. Dia memikirkan semua hal yang menimpanya. Dia merasa tidak adil diperlakukan seperti itu dan harus melakukan sesuatu.

"Aku nggak bisa terus-terusan begini," gumam Darren. "Aku harus membuktikan kalau aku nggak bersalah. Dan satu-satunya cara adalah dengan membuka bengkel sendiri."

Keesokan harinya, Darren mengundurkan diri dari bengkel tempatnya bekerja. Pak Norman tidak berusaha mencegahnya. Wajahnya tampak datar saat menanggapi pengunduran diri Darren.

Selanjutnya Darren memutuskan untuk pulang ke kost-nya dengan jalan kaki. Matanya memperhatikan apa saja yang dilaluinya. Hingga Darren melihat sebuah ruko kecil di pinggir jalan yang sepertinya sudah lama kosong. Ada tulisan "disewakan" yang hampir pudar di dindingnya.

"Ini bisa jadi permulaan," gumam Darren, matanya tampak berbinar.

Dia mengedarkan pandangan ke sekitarnya, lalu tersenyum. "Nggak apa-apa rukonya kecil, tapi lokasinya strategis dan sangat potensial untuk membuka bengkel di sini." Darren kembali bergumam sendiri.

Dia pun segera menghubungi pemiliknya lalu membuat janji untuk bertemu. Setelah menunggu beberapa saat datanglah seorang pria paruh baya dengan mengendarai sepeda motor matic.

"Selamat siang, Pak. Saya Darren," sapa Darren dengan sopan, sesaat setelah pria itu turun dari motornya.

"Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk bertemu saya." Darren mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

Melihat sikap Darren yang sopan dan ramah, pria paruh baya itu pun tersenyum dan membalas jabat tangan dari Darren.

"Siang, Mas Darren. Saya, Hasan," jawab Pak Hasan.

"Jadi, bagaimana? Tertarik dengan ruko saya ini?" tanyanya tanpa basa-basi

"Iya, saya tertarik, Pak. Lokasinya bagus," jawab Darren. "Kira-kira berapa harga sewanya per bulan ya, Pak?" tanyanya kemudian.

"Sejuta saja untuk Mas Darren," kata Pak Hasan.

"Kalau bisa, tolong harganya diturunkan lah, Pak. Itu masih terlalu mahal buat saya. Terus terang, modal saya terbatas," ucap Darren, mencoba untuk bernegosiasi.

"Tapi lokasi ini strategis loh, Mas. Harga segitu sudah murah," sahut Pak Hasan.

"Iya, saya tahu, Pak. Tapi masa tidak bisa diturunkan sedikit lagi." Darren masih belum menyerah.

Pak Hasan tampak berpikir sejenak. "Hmm... Sebenarnya sudah ada beberapa penawar lain, Mas. Tapi saya lihat Mas Darren ini semangat sekali. Ya sudah, saya turunkan sedikit, tapi Mas Darren jangan bilang-bilang, ya."

Wajah Darren langsung berbinar. "Siap, Pak. Saya janji, terima kasih banyak, Pak Hasan."

Setelah kesepakatan terjalin, Darren langsung membayar uang sewa. Pak Hasan memberikan kunci ruko lalu pamit pergi. Hari itu juga Darren mulai membersihkan ruko yang penuh debu dan sarang laba-laba. Dinding kusam dicat ulang dengan warna cerah, memberikan kesan segar dan modern. Darren juga memasang beberapa mural sederhana bertema otomotif untuk mempercantik tampilan bengkelnya. Semua dikerjakannya sendiri dengan penuh semangat tanpa mengeluh.

Dengan sisa tabungannya, Darren mulai berburu peralatan bengkel. Dia mencari peralatan bekas yang masih layak pakai di pasar loak dan toko-toko peralatan bekas. Beberapa peralatan baru juga dia beli secara online dengan memanfaatkan promo dan diskon.

Beberapa hari kemudian, bengkel Darren mulai beroperasi. Meskipun kecil dan sederhana, Darren merasa bangga dengan bengkelnya sendiri, yang penting tidak bekerja di bawah tekanan orang lain.

Dia menamainya "Bengkel Darren", berharap bengkelnya ini bisa menjadi tempat yang nyaman dan terpercaya bagi para pemilik kendaraan, serta bisa sesukses bengkelnya yang ada di Jakarta nantinya.

Hari-hari pertama bengkel Darren beroperasi terasa sepi. Hanya ada beberapa pelanggan yang datang, kebanyakan orang-orang yang kebetulan lewat. Darren melayani mereka dengan sebaik mungkin, memberikan harga yang terjangkau dan pelayanan yang terbaik.

"Nggak pa-pa, sabar saja, Ren. Namanya juga baru buka, pasti mereka belum percaya." Darren mencoba menghibur dirinya sendiri.

Namun, Darren menyadari bahwa itu saja tidak cukup. Dia harus melakukan sesuatu agar bengkelnya lebih dikenal. Dia sadar di kota yang ditinggalinya sekarang, dirinya belum memiliki teman atau koneksi.

"Aku nggak bisa begini terus." Darren menghela napas berat. "Apa aku terima jasa panggilan saja kali, ya? Dengan begitu, orang-orang bisa melihat kemampuanku, aku juga bisa sambil mempromosikan bengkelku," monolognya sambil menatap langit-langit kamarnya.

"Tapi aku nggak punya motor. Kalau aku pakai kartu dari Papi, itu sama saja aku masih menggunakan fasilitas dari orangtua." Darren menggaruk kasar kepalanya.

"Apa aku pinjam uang saja sama Daniel? Tapi, dia pasti bakalan ceramah. Semoga saja, nggak."

Darren lantas menghubungi Daniel dan mengutarakan keinginannya.

"Halo, di mana kamu sekarang, Ren? Kamu baik-baik saja, kan?" tanya Daniel. Suaranya terdengar sangat khawatir.

"Nggak penting aku ada di mana. Tapi alhamdulillah, aku baik-baik saja," jawab Darren.

"Oh ya, aku butuh bantuanmu. Aku pengin beli motor second untuk transportasiku. Boleh pinjam duitmu dulu, nggak?" lanjutnya menambahkan.

"Apa-apaan sih, kamu, Ren. Jangan sok miskin deh, kamu!" ketus Daniel.

"Boleh nggak? Kalau nggak boleh ya, sudah."

"Ck... berapa kamu butuh?"

"Nanti saja kalau aku sudah dapat motornya, baru kamu transfer."

"Oke."

Sambungan telepon terputus. Darren merasa sedikit lega. "Sebaiknya besok aku ke show room motor second, mudah-mudahan ada motor yang masih bagus dan harganya murah."

Esok harinya, Darren mendatangi percetakan, dia ingin memesan brosur buat promosi dan spanduk untuk bengkelnya. Setelah selesai dia langsung menuju show room motor second. Beberapa saat memilih, akhirnya pilihannya jatuh pada motor Vario yang menurutnya masih bagus mesinnya. Setelah deal harga, Darren meminta kepada Daniel untuk mentransfer uangnya pada rekening pemilik show room tersebut.

Dengan senyum di wajahnya, Darren langsung mengendarai motor yang baru dia beli menuju bengkelnya, sambil sesekali berhenti untuk menempelkan brosur di tempat-tempat yang bisa dilihat banyak orang.

Setiba di bengkel dia langsung memasang spanduk sederhana di depan bengkel. Darren paham bahwa membangun usaha tidaklah mudah. Dia harus menghadapi tantangan dan bersaing dengan bengkel-bengkel lain yang lebih besar serta lebih terkenal, termasuk bengkel tempatnya bekerja sebelumnya. Dia juga harus mencari pelanggan baru dan membangun reputasi yang baik.

Namun, Darren tidak akan menyerah. Dia yakin, dengan kerja keras, kejujuran, dan pelayanan yang baik, dia bisa meraih kesuksesan. Dia ingin membuktikan kepada semua orang, terutama kepada Pak Norman dan Roni, bahwa dia adalah montir yang handal dan pantas dihargai.

Beberapa jam kemudian di saat bengkel sedang sepi, ponsel Darren berdering. Dia segera mengangkat panggilan tersebut.

"Halo, dengan bengkel Darren di sini. Ada yang bisa dibantu?" sapanya dengan ramah.

"Motor saya mogok di tengah jalan, Mas," kata seseorang di seberang telepon dengan nada panik. "Kira-kira bisa bantu saya nggak, Mas?"

"Oh, bisa, Pak. Silakan berikan alamat lokasi Bapak, saya akan segera ke sana," jawab Darren dengan mantap seakan memberikan harapan.

Darren kemudian tersenyum. "Alhamdulillah, semoga ini menjadi awal yang baik untuk bengkelku."

.

.

.

Jangan pelit like nya ya gaes🤗🫶

Komen dipersilakan

1
Berto Morgan
mantap bu
Berto Morgan
💪
Berto Morgan
hmmmm kelihatannya menarik ni cerita
kita lihat aja kelanjutan di bab nya
Naufal hanifah
menarik/Good//Good//Good/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terima kasih bintang 5 nya🫰🫶
total 1 replies
Rino Wengi
harusnya dijelaskan mereka berapa saudara... semuanya dipanggil bang jadi bingung siapa adik siapa abang...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dibaca aja, nopel ini sudah tamat kok
total 1 replies
Rino Wengi
yg kakaknya Daniel apa Darren? membingungkan
Makmur Djajamihardja
Damai selalu bersama Ramadhan
Makmur Djajamihardja
belah durennya kapan bro
Makmur Djajamihardja
oh teganya dirimu tega banget bosqu
Makmur Djajamihardja
cinta itu ada 3 demvinisi 1.ciuman yg utama 2. cincin. di jari manis yg diminta 3.cincin bawah yg disita.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: apa itu cincin bawah yg disita? tak paham author🤭
total 1 replies
Makmur Djajamihardja
terpana dan tersihir dewa asmara
Makmur Djajamihardja
Rony. Sianturi adalah anggota trio libels
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: waaah, itu grup musik favorit author,
total 1 replies
Makmur Djajamihardja
fitnah itu lebih. kejam dari pembunuhan bosqu
Makmur Djajamihardja
si nancy harusnya di perkaos rame rame
Lala lala
jadi ingat yutuber yg antar istrinya mau lahiran malah brojol di mobil, si suami yg bantu narik bayi keluar dr jln lahir 😄
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gak tahu malah
total 1 replies
Lala lala
bahagia koq dgn jalan iblis jkn dasim
Lala lala
baru ini suami keceplosan zinah malah pembaca tak ngamok didukung cerai pulak haha
Lala lala
memang salah panji mabok dan ke maya.. tapi jika dia menikahi maya mgkin pembaca pun lega..ajeng ud kyk istri setan
Lala lala
bosen ah..ajeng malah ngomong kyk gitu
Lala lala
10 digit besar bgtt..super trilyunan 😄
Maksud digit itu
1 digit 1 juta - 9.000.000
2 digit 10 jt - 99.000.000
3 digit 100 jt - 999.000.000
4 digit 1.000.000.000 milyaran ke atas 🙏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: iya kah, gak tahu, ibu cuma ambil di gugel aja klo salah ya harap maklum🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!