Kevin sanjaya adalah seorang pemuda pekerja keras yang berasal dari keluarga miskin. Demi menyambung hidup, ia bekerja sebagai kurir pengantar makanan untuk sebuah perusahaan Ojol Indonesia.
Suatu hari, dalam salah satu pengantaran malamnya, ia mengalami kejutan pahit. Kamar hotel yang menjadi tujuan pesanannya ternyata adalah kamar yang dipesan oleh pacarnya sendiri—bersama pria lain—untuk menghabiskan malam.
Tertangkap basah, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka di tempat itu juga. Dengan dingin, ia mengatakan bahwa Kevin sanjaya terlalu miskin dan tidak mampu memberinya kehidupan yang diinginkan.
Saat amarah dan penghinaan hampir meluap, sebuah notifikasi tiba-tiba terdengar dari ponselnya:
“Pengantaran selesai. Hadiah sistem telah diperoleh!”
Berkat kebiasaannya membaca novel, Kevin sanjaya langsung menyadari satu hal,
ia telah mendapatkan sebuah sistem cheat.
Sistem ini memberinya hadiah luar biasa setiap kali ia menyelesaikan misi pengantaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 - Nona Yati Dirundung
Saat Kevin Sanjaya melaju pergi, Nona Yati sudah tiba di depan Hotel Grand, tempat diadakannya reuni kelas.
Di dalam Ruang VIP, sudah sangat ramai. Para siswi lama datang bersama pacar mereka masing-masing, semuanya berpakaian rapi, modis, dan memancarkan aura kesuksesan.
Dengan senyum hangat, Nona Yati menyapa,
“Hai semuanya, senang bisa bertemu lagi dengan kalian!”
“Eh, itu kan Streamer Nona Yati!”
"Waaahhhh... benar benar Nona Yati!" beberapa orang yang melihat kedatangan Nona Yati, sangat antusias.
Kedatangannya langsung menarik perhatian. Beberapa teman pria yang sejak dulu menyukainya segera menyambut dengan antusias.
Malam itu, Nona Yati memang berdandan dengan serius. Ia mengenakan rok mini renda dan sepatu hak tinggi yang elegan, mempertegas lekuk tubuh dan kecantikannya. Tak sedikit pria yang meliriknya, bahkan beberapa pacar milik teman perempuannya sendiri.
Namun, Dewi Haryanto yang sebelumnya menjadi pusat perhatian, langsung menunjukkan wajah tak senang atas kedatangan Nona Yati.
Baru beberapa jam lalu ia dipermalukan oleh seorang kurir di apartemen mewah. Kini, Nona Yati muncul dan kembali mencuri sorotan. Hatinya makin panas.
Sejak masih sekolah dulu, Dewi Haryanto selalu iri pada Nona Yati, terutama karena pria yang ia sukai justru menaruh hati pada Nona Yati.
Dengan senyum sinis, Dewi Haryanto membuka suara,
“Nona Yati, kenapa lama sekali datangnya? Jangan-jangan tadi susah naik bus karena terlalu penuh?”
Ucapan itu membuat suasana mendadak canggung di antara semua yang hadir.
“Aku datang naik mobil,” jawab Nona Yati tenang, meski dadanya terasa panas.
Dewi Haryanto tertawa mengejek.
“Semua cewek di sini datang sama pacarnya. Terus pacarmu mana? Jangan bilang masih lembur kerja?”
Nona Yati tersenyum tipis.
“Aku sedang tidak punya pacar.”
“Oh, ya?” Dewi Haryanto mencondongkan tubuhnya.
“Padahal dulu kamu populer sekali. Masa sih sekarang jomblo?”
“Ah, aku paham. Pacarmu pasti sesama streamer, ya? Sama-sama pengemis online, minta-minta uang dari penonton dan fans.”
“Itu sebabnya kamu nggak bawa dia ke sini, kan? Takut malu?”
“Tapi tenang saja, kita kan teman sekelas. Kami nggak akan merendahkan pilihan kariermu. Lagipula, pengemis online juga manusia.”
Beberapa orang mulai terlihat gelisah mendengar kata-kata Dewi Haryanto yang kelewat kasar.
Wajah Nona Yati menegang. Sejak kapan streamer disamakan dengan pengemis?
Namun menghadapi sikap Dewi Haryanto yang begitu menekan, Nona Yati justru kehilangan kata-kata. Dengan suara tertahan, ia berkata,
“Aku benar-benar tidak punya pacar.”
“Benarkah?”
Dewi Haryanto mencibir.
“Bukannya streamer jago merayu? Harusnya gampang dong dapat bos kaya.”
“Lagipula, penghasilanmu juga nggak seberapa, kan? Lihat saja baju renda yang kamu pakai itu. Sudah ketinggalan zaman.”
Sambil menyentuh gaun bermerek yang dikenakannya, Dewi Haryanto berkata dengan bangga,
“Kamu seharusnya belajar soal selera dari aku.”
“Gaun ini harganya lima belas juta. Nona Yati, jujur saja, penampilanmu malam ini memalukan kami semua.”
“Maaf ya, aku ini orangnya blak-blakan. Aku bicara demi kebaikanmu.”
“Kamu sebaiknya cepat-cepat cari pacar baru. aku berkata dengan sangat Serius.”
Dewi Haryanto tertawa puas, penuh kemenangan.
Mata Nona Yati mulai memerah.
Amarah bercampur sedih memenuhi dadanya, namun ia hanya bisa menahan, menggenggam tangannya erat-erat.
Pada saat itulah....
Suara decitan rem terdengar tajam dari luar hotel.
Kevin Sanjaya telah tiba.
aku kasih kopi deh biar semngat trus😁