NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / CEO / Orang Disabilitas
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sagitarius28

"Besok kamu harus menikah dengan putra dari keluarga He! Pokoknya Papa tidak mau tahu, setuju atau tidak kamu tetap harus menikah dengannya." Zhu Guan

"Tidak! Lian tidak mau Pa. Sampai kapanpun Lian tidak mau menikah dengan lelaki lumpuh itu. Lebih baik Yiyue saja yang Papa nikahkan dengan lelaki itu, jangan aku Pa!" Zhu Lian

"Kenapa harus aku? Bukankah kakak yang harus menikah, tapi kenapa semua orang menumbalkanku untuk menggantikannya?" Zhu Yiyue

Seorang pengusaha yang sedang terlilit hutang, tak ada opsi lain selain menuruti keinginan keluarga He yang merupakan keluarga konglomerat. Dengan teganya dia menumbalkan salah satu putrinya sebagai penebus hutangnya. Tanpa memikirkan perasaan putrinya, dia justru mendorong putrinya ke sebuah jurang keputusasaan.

Mampukah Yiyue menerima takdirnya sebagai alat penebus hutang? Menikah dengan seorang lelaki yang tak dia kenal, terlebih lelaki itu adalah Tuan Muda lumpuh yang terkenal sangat dingin seperti kulkas tujuh pintu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DMDTML 25

Tiga puluh menit kemudian, Qiaoyan baru selesai melakukan terapi akupunktur dimana jarum yang digunakan sangat halus (0,20-0,40 mm) sehingga umumnya aman dan tidak sakit saat digunakan. Qiaoyan dipersilahkan kembali untuk duduk di kursi rodanya.

"Bagaimana kak?" tanya Yiyue penasaran mengenai hasil terapi akupunktur suaminya.

Dokter Shen menghela napas panjang sebelum kemudian bersua. "Maaf Yiyue, kemungkinan sembuh untuk kaki Tuan Qiaoyan sepertinya hanya 10% saja, itu pun harus sering melakukan terapi akupunktur dan check up rutin," terang Dokter Shen perihal kondisi Qiaoyan.

Sedangkan Qiaoyan pun langsung tertunduk. Pupus sudah harapannya untuk sembuh, begitu juga dengan Fan Zhi yang melirik wajah sendu Tuan Mudanya.

Berbeda halnya dengan Yiyue, gadis cantik itu seolah yakin jika penyakit yang diderita oleh suaminya itu pasti ada obatnya. Tak hanya itu, dia pun meyakini jika suaminya pasti bisa sembuh yang penting rutin mengonsumsi ramuan yang dia buay, juga rutin melakukan terapi akupunktur dan check up sesuai yang dijelaskan oleh Dokter Shen barusan.

"Apa tidak ada cara lain kak?" tanya Yiyue berharap.

Dokter Shen menatap sekilas ke arah Qiaoyan, lalu beralih menatap Yiyue yang tengah menunggu jawabannya.

"Hanya ada satu cara, dan itu ...." Terdengar ucapan Dokter Shen yang tampak ragu, sebelum kemudian dia menjeda ucapannya.

"Apa itu kak?" tanya Yiyue tak sabaran.

"Amputasi."

DEG!

Seketika semua orang disana terdiam membeku mendengar ucapan yang meluncur dari bibir Dokter Shen. Begitu juga dengan jantung Yiyue, seolah berhenti detik itu juga. Suasana pun berubah jadi tegang dan menyesakkan dada.

"Apa? Amputasi?" Yiyue mengulang kembali ucapan Dokter Shen. Mata gadis itu membulat sempurna saat mendengar opsi untuk menyembuhkan penyakit suaminya.

Dokter Shen mengangguk membenarkan. "Ya, hanya dengan amputasi dan kemudian menggantinya dengan kaki palsu."

"Tidak! Itu tidak boleh terjadi. Suamiku tidak boleh mengganti kakinya dengan besi. Sudah pasti itu akan berat, dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Dia pasti akan kesulitan berjalan, bukan malah sembuh justru yang ada malah menghancurkan mentalnya," celetuk Yiyue.

Lagi dan lagi gadis cantik itu bicara asal namun benar-benar sesuai dengan fakta. Sikap dan tingkahnya sama sekali tak berubah dan membuat Dokter Shen gemas melihatnya. Bolehkah untuk dirinya egois sekali saja untuk merebut Yiyue, gadis masa kecilnya dari pelukan Qiaoyan?

"Dan sayangnya, hanya itu lah satu-satunya cara untuk menyembuhkannya," sahut Dokter Shen menegaskan.

"Fan Zhi, ayo pulang sekarang!" titah Qiaoyan dengan raut wajah dinginnya. Tampak lelaki itu begitu muak dengan segala penjelasan dari Dokter Shen.

"Eh, tapi Tuan ...."

"Fan Zhi, kau mau ikut aku atau kau mau aku memotong gajimu," kecam Qiaoyan dengan tegas.

"I- iya Tuan." Segera mungkin Fan Zhi beranjak dari tempatnya, sebelum kemudian mendorong kursi roda milik Qiaoyan keluar meninggalkan ruangan yang begitu menyesakkan dada.

Sedangkan Yiyue hanya melongo melihat kepergian suaminya bersama sang asisten. Gadis cantik itu masih duduk di tempatnya, masih belum puas mendengar penjelasan dari Dokter Shen perihal kesembuhan untuk suaminya.

"Kak, katakan ... apa masih ada opsi lain untuk suamiku bisa sembuh?" Kembali Yiyue bertanya pada Dokter Shen sambil kedua netranya menatap punggung suaminya yang perlahan menghilang dari pandangannya.

Dokter Shen menggeleng pelan. "Maaf, tidak ada Yiyue."

"Andai saja Tuan Qiaoyan dengan cepat melakukan terapi akupunktur setelah dia tak ada hasil melakukan pengobatan medis, aku yakin masalahnya tidak akan seserius ini. Kondisinya juga tak mungkin separah seperti sekarang. Aku lihat dari rekam medisnya pun, Tuan Qiaoyan tidak melakukan tindakan operasi tulang belakang saat terjadi insiden kecelakaan. Hal itu lah yang menyebabkan tingkat kesembuhannya kecil karena dia telat untuk melakukan penanganan pertama ketika dia mengalami kecelakaan," lanjut Dokter Shen berusaha menjelaskan panjang lebar pada Yiyue mengenai kondisi Qiaoyan sebenarnya.

Dokter Shen sendiri sesungguhnya heran sekali saat membaca rekam medis milik Qiaoyan. Saat Qiaoyan mengalami kecelakaan, faktanya bukan di rumah sakit ini lah Qiaoyan dibawa. Seharusnya ketika Qiaoyan mengalami kecelakaan ada tindakan pertama, yaitu operasi tulang belakang agar Qiaoyan dapat segera sembuh, tapi ini tidak.

Saat itu, Qiaoyan tidak melakukan operasi, hal itu lah yang memicu tingkat kesembuhan pada Qiaoyan menjadi kecil.

Sementara Yiyue yang mendengar hal itu hanya bisa diam tanpa bersua. Gadis cantik itu seolah menyelami apa yang dikatakan oleh Dokter Shen. Perlahan, Yiyue mengingat perubahan ekspresi wajah suaminya yang menjadi sedingin es sebelum suami kulkasnya keluar. Apakah ada sesuatu? Pasti ada sesuatu yang tidak Yiyue ketahui kan?

Tak hentinya Yiyue bergelut dengan segala macam pikirannya mengenai kondisi sang suami. Bagaimana mungkin seorang Qiaoyan yang notabene Tuan Muda dari keluarga konglomerat tidak melakukan operasi disaat dia mengalami kecelakaan? Tentu saja setelah ini Yiyue harus bertanya pada suami kulkasnya itu.

Tanpa Yiyue tahu jika sebenarnya saat ini Qiaoyan masih berada di balik pintu ruangan Dokter Shen. Tentu saja Qiaoyan mendengar dengan jelas ucapan Dokter Shen mengenai kondisinya saat ini.

Qiaoyan sendiri berkutat dengan pikirannya. Benar sekali apa yang dikatakan Dokter Shen barusan. Ketika dia mengalami kecelakaan, dia hanya menjalankan perawatan biasa tapi tidak dengan operasi bedah saraf.

Qiaoyan yang pintar pun sudah tahu apa alasannya dan siapa dalang dibalik ini semua. Tapi, kondisinya yang saat ini lemah dan tak berdaya harus membuat Qiaoyan lebih berhati-hati karena dia tak mau jatuh kedua kalinya di lubang yang sama.

Menghadapi musuh dalam selimut lebih berat daripada harus menembak musuh di depan mata.

"Jadi, kapan terapi akupunktur bisa dilanjutkan?" tanya Yiyue penasaran.

"Minggu depan," sahut Dokter Shen.

"Baiklah, kakak atur saja semuanya. Kalau begitu, aku pamit. Terima kasih kak," ucap Yiyue segera beranjak dan mengejar sang suami yang sudah keluar dari ruangan itu.

Yiyue tahu betul bagaimana perasaan suaminya yang begitu terluka ketika mendengar kondisi kakinya.

Sementara Dokter Shen hanya diam menatap punggung Yiyue yang perlahan menghilang dari balik pintu. Lelaki itu tersenyum getir, hatinya begitu sakit saat tahu fakta bahwa gadis masa kecilnya telah menikah. Seakan ada ribuan jarum yang menusuk jantungnya.

'Kenapa kau tega Yiyue? Kau tampak mencintai lelaki lumpuh itu dibandingkan aku yang normal ini? Apa kurangku? Apa benar tak ada kesempatan untukku mencintaimu?' batin Dokter Shen tanpa terasa air mata pun meluruh begitu saja membasahi pipi mulusnya.

Ternyata kegelisahannya dalam mencari Yiyue selama kurang lebih dua bulan, kini terjawab sudah jika Yiyue sudah menjadi milik orang lain.

🥕🥕🥕

"Apa yang kau harapkan dariku? Kau tahu bukan, kalau aku ini lelaki lumpuh yang tidak akan pernah bisa sembuh. Aku juga tidak bisa memberimu kebahagiaan, layaknya seorang suami pada istrinya."

.

.

.

🥕Bersambung🥕

1
Kaizy celine
Lanjutttt😍😍
Kaizy celine
Nah gtu dongg 😍👍👍👍 panggilan sayang lebih enak didengar
Kaizy celine
😍😍😍😍😍😍
Kaizy celine
Ohhhh co cweett🥺🥺 tpi miris banget ya smoga happy ending
Yul Kin
ayo dong ungkapkan perasaan mu, ganti atuh panggilannya jgn tuan... 💪😄
Yul Kin
aku sampe nangis, terharu banget
Rara Kayla
jadi ikutan mewek🥺😢😭
Kaizy celine
Hem rasanya pengen pilih dokter aja, tapi lihat qioyan kasihan🥺
Kaizy celine
Naahhh ternyata dia cinta duluan tapi gengsi😍👍
Kaizy celine
Waduh siapaaa tuhhhh😍😍😍
Rara Kayla
nah loooh... kan...
Rara Kayla
waaaah.... ini nih bakal tantrum tuh si bayi gede😁
Rara Kayla
suamimu ngambek, awas tantrum loh🤣
Rara Kayla
yaela, pelit amat kau Bos! 🤣
Kaizy celine
Naah gtu dong🤣😍👍👍
Kaizy celine
Lanjutt thorrr tanggung thorr
Rara Kayla
fix bukan anaknya nih...
Rara Kayla
yuuuk gas lagi Thor babnya, semangat.. semangaat Thor😁
Rara Kayla
Bapak yg aneh bin kucluk, itu si Qiaoyan anak apa bukan sih? tega amat ma anak sendiri
Rara Kayla
Si mulut pedas😁, makan tuh, sakit hati kan lu. hahahahahaha...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!