NovelToon NovelToon
Cinta Kita Belum Usai

Cinta Kita Belum Usai

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Anak Kembar / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Murni / Romansa / Tamat
Popularitas:9.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yoyota

Raisa memiliki prinsip untuk tidak memiliki anak setelah menikah. Awalnya Edgar, suaminya menerima prinsip Raisa itu. Tapi setelah 6 tahun pernikahan, Edgar mendapatkan tekanan dari keluarganya mengenai keturunan. Edgar pun goyah dan hubungan mereka berakhir dengan perceraian.

Tanpa disadari Raisa, ternyata dia mengandung setelah diceraikan. Segalanya tak lagi sama dengan prinsipnya. Dia menjadi single mother dari dua gadis kembarnya. Dia selalu bersembunyi dari keluarga Gautama karena merasa keluarga itu telah membenci dirinya.

Sampai suatu ketika, mereka dipertemukan lagi tanpa sengaja. Di saat itu, Edgar sadar kalau dirinya telah menjadi seorang ayah ketika ia sedang merencanakan pernikahan dengan kekasihnya yang baru.

Akankah kehadiran dua gadis kecil itu mampu mempersatukan mereka kembali?

Follow Ig : @yoyotaa_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoyota, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 2

"Yee! Bolunya udah matang!" sorak Mia yang senang ketika maminya membawakan sepiring bolu rasa pandan kesukaannya.

"Ya ampun Anggika! Perutmu itu perut karet ya! Padahal tadi kamu sudah menghabiskan semangkuk bubur ayam masih aja mau makan bolu. Jadi gendut baru tahu rasa kamu!"

"Hih! Larisa! Dia kamu! Lagian badan aku udah cocok banget jadi model. Kalau nanti gendut tinggal olahraga aja biar langsing, wle!"

Mia menjulurkan lidahnya kemudian mengambil piring berisi bolu itu ke depan televisi. Ia berniat untuk menonton sambil nyemil.

Tok tok tok

Pintu rumah diketuk dari luar.

"Mi, ada yang ketuk pintu!" teriak Mia ke Raisa.

"Iya sayang," jawab Raisa yang bergegas pergi dari dapur ke depan.

Ketika membuka pintunya, rupanya yang bertamu adalah Roni, adik dari Raisa sendiri.

Bukannya senang dengan kedatangan adiknya, Raisa malah merengut, karena Roni membawakan banyak sekali bingkisan untuk anak-anaknya.

"Padahal sudah aku kasih tahu berulang kali, jangan manjakan anak-anakku. Kenapa kamu masih ngeyel sih!"

"Kenapa sih kak?! Orang mereka aja suka kok."

Roni menerobos masuk ke dalam rumah Raisa dan menyapa kedua keponakan kembarnya. Raisa hanya bisa menghela napasnya lalu menutup pintu rumahnya.

"Hai Kimi," sapa Roni.

Kimi itu singkatan dari Kia dan Mia. Roni suka malas menyebut nama keduanya, jadi ia sengaja menggabungkannya supaya lebih efesien.

"Aaaaa, Om Roni! I miss you, itu bawa apa Om?"

Mata Mia langsung tertuju ke bingkisan yang di bawa oleh pamannya.

Roni langsung mengeluarkan apa yang dia bawa dari wadahnya.

Ada satu set mainan Barbie dan beberapa buku sains kesukaan Kia. Di saat Mia heboh kegirangan mendapatkan mainan itu, Kia malah biasa saja tapi terlihat jelas senyuman di wajahnya pertanda bahwa Kia pun menyukainya.

"Om Roni emang the best pokoknya. Tau aja kalau Mia mau itu. Tapi mami nggak pernah beliin, soalnya mahal katanya. Lebih mahal dari biaya sekolah kami berdua."

Mendengar salah satu gadis kecilnya mengadukannya ke Roni, Raisa langsung mendelik. Putrinya itu memang selalu mengadu ke Roni ataupun ke Pamela, sahabat baiknya. Biasanya keduanya selalu memanjakan anak-anaknya kalau bertemu. Raisa pun cuma bisa menghela napas saja.

Sejujurnya, bukan tak bisa membelikan keduanya mainan mahal atau mainan kesukaan mereka, hanya saja Raisa ingin mengajarkan untuk berhemat dan tau mana yang lebih dibutuhkan.

"Mami kalian emang pelit orangnya. Makanya kalau mau apapun, mintanya sama Om aja."

"Sama Aunty Lala juga dikasih Om. Bahkan suka dibelikan lebih banyak dari ini Om," celetuk Mia lagi.

Roni langsung mendengus sebal. Ia lupa kalau ada satu saingan untuk merebut perhatian keponakannya, yaitu Pamela atau yang biasa mereka panggil Aunty Lala. Ya wajar saja, kalau Pamela lebih memberikan banyak, orang wanita itu adalah seorang influencer terkenal. Pasti uangnya banyak.

"Kalau disuruh pilih nih ya, kalian pilih Om Roni, Aunty Lala atau Mami kalian?"

Si kembar langsung melirik ke Raisa berpindah melirik Roni kemudian saling lirik-lirikan berdua untuk menentukan jawabannya.

"Aunty Lala dong!" jawab keduanya kompak.

Hal tersebut membuat Roni kesal, tapi ya ia akan berusaha jadi paman yang baik untuk keponakan-keponakannya sementara Raisa, dia sudah tahu kenapa anak-anaknya lebih memilih Pamela. Tentunya, karena wanita itu selalu memanjakan mereka.

"Mi, aku ke kamar dulu ya," pamit Kia.

"Iya sayang, jangan lupa dibawa barang yang dikasih Om Roni nya. Nanti dia marah."

"Iya Mi."

Kia pun pergi ke kamarnya dengan membawa buku yang diberikan oleh Roni sementara Mia, gadis itu malah asik memainkan Barbie nya yang sudah dibuka dari tempatnya.

"Kamu nggak ke kamar juga Mia?" tanya Roni.

"Nggak Om. Palingan Kia ke kamar itu mau baca buku yang dikasih Om. Dia kan kalau lagi baca nggak mau diganggu. Kaya harimau pokoknya yang diganggu langsung menggigit."

Roni hanya menggelengkan keduanya. Ia kadang masih terheran-heran saja dengan kedua ponakannya. Sifat dan kelakuan mereka berbeda 180 derajat. Yang satu sukanya kesunyian dan tak banyak minta ini dan itu. Tapi yang satunya udah kaya reog, senang bicara sama orang, agak sedikit narsis dan juga banyak permintaan.

"Om, kok nggak dibeliin sekalian Ken nya, biar si Barbie ada temennya," ucap Mia yang membuat Roni terdiam.

Ketika Mia pergi dari hadapannya pindah ke sofa, Roni mendekat ke Raisa yang ada di dapur.

"Sukurin! Makanya jangan keseringan beliin anak-anak aku mainan mahal."

"Ya gimana ya Mba, aku kan nggak tega biarin mereka cuma punya mainan itu-itu aja sementara teman-teman mereka yang lain punya banyak mainan yang mahal dan bagus-bagus."

"Mainan mahal dan bagus nggak menjamin kehidupan mereka akan bahagia, Ron. Tapi kasih sayang, dan perhatian dari orang tua mereka lah yang paling dibutuhkan. Mainan itu cuma alat bantu untuk menjaga mereka."

"Iya deh iya Mba."

"Ngomong-ngomong kamu disini bakalan berapa lama? Datang nggak bilang-bilang, kebiasaan tahu!"

"Hehe, maaf Mba. Aku aja bisa pulang karena emang dapat jatah cuti 5 hari dari kantor. Daripada disana tanpa melakukan apa-apa dan bingung mau apa. Mending pulang kan, main sama keponakan."

Raisa pun mengangguk. Ia juga senang kalau seperti itu. Kehadiran Roni di rumah bisa membantunya menjaga si kembar. Ia jadi tidak usah izin untuk menjemput keduanya ketika mereka pulang sekolah.

"Mba," panggil Roni.

"Hm? Ada apa?" tanya Raisa yang sedang membuat adonan bakwan.

"Sampai kapan Mba mau bersembunyi? Sampai kapan Mba mau menyembunyikan adanya si kembar dari Mas Edgar? Mereka butuh tahu papinya Mba. Bukan sekedar foto aja yang selalu Mba perlihatkan."

Seketika Raisa langsung berhenti mengaduk adonan bakwannya dan melirik ke arah Roni.

"Kamu cukup bantu aku menjaga mereka Ron. Urusan gimana sama Edgar nya, itu urusan aku. Lagipula, belum tentu keluarga mereka bisa menerima anak-anakku, wanita yang sudah dibenci oleh keluarga itu."

Roni tak bisa menanggapi ucapan Raisa lagi. Raisa memang terlalu keras kepala soal apapun. Bahkan untuk anak dia sendiri. Yang Roni yakini, sejujurnya kedua keponakannya itu menginginkan bertemu ayahnya.

"Terserah deh Mba. Tapi Mba juga perlu tahu. Meskipun sosok papi bisa Mba berikan ke mereka, tapi Mba nggak bisa menyamakannya. Seorang papi dan mami perannya berbeda. Bahkan gender nya saja juga beda. Sekuat apapun Mba mencoba dan berusaha, tetap aja pasti ada celahnya, ada bedanya."

Raisa terdiam mendengarkan kata-kata Roni. Ia menatapi kepergian adiknya yang berjalan mendekat ke Mia.

"Nggak kok, apa yang Roni katakan tidak benar. Karena selama ini, anak-anak tidak pernah bilang, mereka mau bertemu secara langsung dengan papi mereka."

*

*

TBC

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kok ceritanya kayak muter² terus Thor terlalu lama ngulur waktu dengan hal yang sama.
maaf ya Thor Aku bacanya sampe sini saja.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah kan di telak omongan sama Bimo, Setuju sih apa kata Bimo.
harusnya kalau masih ragu Edgar jangan dulu ambil keputusan serius.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kia si kakak yang dewasa, pendiem dan suka memendam perasaannya terus si Bungsu Mia yang ceria dan ceplas ceplos.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ga bahagia endasMu, Kamu sudah mau nikah dengan Tamara terus apa namanya Edgar... kan Kamu sendiri yang siap menikah lagi dan bilang sendiri kalau Kamu sudah Ngga mencintai Raisa jadi rasain resikonya jadi laki2 Plin Plan ga tegas.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
waduuuhh Elsa sudah tau lagi.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Gas Bian kalau memang Kamu serius kejar Saja Raisa asal jangan dibkecewakan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dih ngelihat Edgar kayak gitu mending Raisa di buat sembuh dengan Traunya Thor terus berjodoh dengan laki² lain aja deh rasanya ga ikhlas banget kalau mereka bersatublagi apa lagi punya Ibu mertua kayak gitu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dasar si Kembar ada³ saja ngomongin kejelekan Maminya sendiri di depannya langsung.🤭😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Edgar Pli Plan jadi laki², hatinya masih Abu² tapi masih bisa jalin hubungan dengan Tamara bahkan sudah sentuhan fisik pula.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
apa yang ngadain acara di restoran itu Rdgar sama Tamara ya.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kasihan si Kembar... Raisa juga keras kepala kenapa ga sedikit saja lunakin hatinya buat ketemuin sama Edgar biar mereka ga Trauma apa lagi malah denger cerita teman sekolahnya kan jadi parno Mereka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Coba hubungin Edgar atau Adiknya, Sa ajak ketemuan di Cafe dan bicarain yang sebenarnya... untuk hasilnya mereka entah mau nerima kehadiran si Kembar atau ngga itu urusan nanti yang penting kamu sudah ga rahasiain Mereka lagi.
hubungan Kamu dengan Edgar mungkin sudah Kandas tapi Anak² juga ga salah kalau ingin ketemu Papinya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Duh kok Aku jadi ikut deg²an ya, tar gimana si Kembar perasaannya kalau tau Papaihnya sudah punya Tunangan.🫣
Raisa Kamu harus trrus kuat ya buat Anak²Mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Edgar Edgar alasan belum siap tapi giliran sosor²an mah mau² aja, kalau gitu mending mau aja di ajak nikah sama si Tamara.

Masih mending Raisa biarpun keras kepala dan egois tapi masih bisa jaga diri, hidupnya fokus pada Anak²nya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah Lho mau ngasih jawaban apa Edgar... 🫣
kalaupun Edgar jadi dengan Tamara kasihan si Kembar biarpun Edgar ga tau kalau Dia sudah punya Anak dari Raisa tapi yang bikin sekenarionya kan Author jadi ga tau gimana ntar.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Trauma boleh Sa tapi kan nikah lumayan lama juga sampe 6thn pula dan rasa takutmu harusnya sedikit demi sedikit bisa pulih karna ada Suami yang setia dampingin plus setia sama Kamu... tapi susahnya Kamu kayak ga mau sembuh dan terus berfokus pada alasan itu oba kalau bener² mau berubah mah pasti bisa.
Ayo Sa belajar berani kek, jangan sembunyi terus karna mau lari sejauh apa pun kalau sudah saatnya takdir mempertemukan Kalian bertemu ga bakal bisa menghindar.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Mungkin sebenarnya keluarga Edgar baik tapi di sini Raisa yang posisinya salah karna keras kepala dan egois jadi yang buat jarak yang Dia ciptakan sendiri buat si Kembar juga sulit mengenal Ayahnya dan Keluarga Yang lain.
coba turunkan egoMu Risa dan pikirka psikologis anakMu juga karna mereka merindukan sosok Papahnya tapi Mereka ga berani bicara karna takut.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Setujubkata Roni, peran dan kasih sayang seOrang Ibu ga akan sama dan ga akan bisa gantikan peran seOrang Ayah yang di butuhkan Si kembar, Raisa
susahnya kamu merasa kalau semua baik² saja padahal Anak²mu hanya bisa memendam.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Raisa ini aneh, yang namanya Nikah ya pasti setiap Orang/pasangan, keluarga ada keinginan punya keturunan... kalau ga mau punya anak ya ga usah nikah sekalian, ngapain juga hidup berumah tangga.. itu Egois namanya hanya mikirin keinginan sendiri tanpa mikirin pasangan maupun keluarga yang butuh penerus.
Ririn
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!