NovelToon NovelToon
Aku Pergi Membawa Benih Yang Kau Benci

Aku Pergi Membawa Benih Yang Kau Benci

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Single Mom / Obsesi / Menikah dengan Kerabat Mantan / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Dalam diamnya luka, Alina memilih pergi.

Saat menikah satu tahun lalu, ia dicintai atau ia pikir begitu. Namun cinta Rama berubah dingin saat sebuah dua garis merah muncul di test pack-nya. Alih-alih bahagia, pria yang dulu mengucap janji setia malah memintanya menggugurkan bayi itu.

"Gugurkan! Aku belum siap jadi Ayah." Tatapan Rama dipenuhi kebencian saat melihat dua garis merah di test pack.

Hancur, Alina pun pergi membawa benih yang dibenci suaminya. Tanpa jejak, tanpa pamit. Ia melahirkan seorang anak lelaki di kota asing, membesarkannya dengan air mata dan harapan agar suatu hari anak itu tahu jika ia lahir dari cinta, bukan dari kebencian.

Namun takdir tak pernah benar-benar membiarkan masa lalu terkubur. Lima tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan.

Saat mata Rama bertemu dengan mata kecil yang begitu mirip dengan nya, akhirnya Rama meyakini jika anak itu adalah anaknya. Rahasia masa lalu pun mulai terungkap...

Tapi, akankah Alina mampu memaafkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter - 29.

Nafas Gendis tercekat, namun ia tahu malam itu tak bisa lagi dihindari. Ia butuh kejelasan bukan setengah kebenaran, bukan alasan kosong.

“Mas, apa kamu punya hubungan... dengan Mbak Ratna?” suaranya parau.

Galang terkejut sejenak, namun buru-buru menggeleng. “Enggak! Nggak pernah! Dari mana pikiran itu datang?”

Gendis menatap lekat wajah suaminya. “Aku tidak minta penjelasan... Aku minta kejujuran.”

Galang menunduk, bibirnya bergerak tapi tak satu pun kata lolos dari sana.

“Mas!” suara Gendis kini meninggi, matanya berkaca-kaca. “Selama aku tak ada di rumah, apa yang kalian lakukan? Jangan bohong... lihat ini!”

Tangannya gemetar saat menyodorkan sebuah foto, bukti yang tak bisa dibantah.

“Itu... bukan seperti yang kamu pikirkan...” Galang tampak goyah.

“Itu kalimat paling basi yang pernah aku dengar!“ ucap Gendis dingin, nadanya tajam menusuk.

“Waktu itu, Mbak Ratna jatuh di dapur. Kakinya keseleo... aku cuma nolongin dia. Lalu, aku bantu dia gendong ke kamarnya. Tapi pas aku turunin, kami nggak sengaja terjatuh di atas ranjang bersama-sama.”

Alibi yang nyaris terdengar konyol di tengah luka yang menganga.

Namun sebelum Gendis sempat merespons, suara ketukan pintu memecah ketegangan. Ia melangkah pelan ke arah pintu, masih dengan mata berembun dan menemukan sosok Rama berdiri di ambang malam.

“Maaf mengganggu, tapi saya pikir... ini sesuatu yang Mbak Gendis harus tahu saat ini juga.”

Rama menyodorkan tablet yang ada di tangannya ke arah Gendis. Di layar, terhampar bukti-bukti yang dikumpulkan asistennya. Foto demi foto, ada video singkat dan percakapan yang terlalu dalam bagi saudara ipar.

Lalu, ada satu gambar yang menghantam lebih keras dari apa pun. Ratna dan Galang berada di bawah selimut yang sama, tak berbusana. Keduanya ada di dalam kamar yang begitu dikenalnya... kamar tidur Gendis.

Waktu seakan membeku.

Di belakang Gendis, Galang berdiri pucat kehilangan seluruh daya bicaranya. “Aku bisa jelaskan... Itu semua__”

“Cukup!” Gendis mengangkat tangan, tak lagi menjerit. Suaranya tenang, namun getirnya menusuk.

“Sudah cukup, Mas! Aku mungkin masih bisa memaafkan, ketika kamu pernah termakan fitnah dan menuduhku dengan kejam! Tapi aku tak bisa, tak akan pernah bisa... memaafkan pengkhianatan yang kau lakukan bersama perempuan yang merusak pernikahan kita.”

Galang mencoba mendekat, namun Gendis melangkah mundur.

“Jangan sentuh aku! Menjijikkan rasanya mendengar kamu memaki aku dulu sebagai pengkhianat, padahal ternyata... kini kamulah pelakunya! Kamu tampar aku! Kamu ragukan anak yang kukandung! Dan sekarang... kamu tidur dengan wanita lain!”

“Sayang... aku__”

Plak!

Gendis melayangkan tamparan, keras dan tajam. Ia membalas luka yang dulu Galang berikan padanya sebelum bisa membela diri.

“Sakit, kan? Rasa itu, yang kamu berikan padaku dulu tanpa ampun.”

Galang menatap Gendis tak percaya, istri yang dulu selalu patuh kini berdiri tegak dan tak lagi gentar.

“Pergi dari sini! Kita lanjutkan perceraian! Tak ada lagi yang perlu dipertahankan.” Kata Gendis dengan suara lantang.

Setidaknya, di persidangan cerai nanti pihak Galang yang bersalah. Nama Gendis akan bersih, karena kini Galang lah yang terbukti berselingkuh.

Gendis tak hanya memiliki bukti, tapi ia juga mempunyai keberanian. Dan jika bukti itu sampai ke institusi tempat Galang mengabdi, tak hanya perceraian yang menantinya. Ada sanksi disiplin militer, bahkan mungkin pemecatan. Bahkan jerat pidana jika perbuatannya dikategorikan sebagai perzinahan.

Rama berdiri di sisi Gendis, menjaga jarak dengan hormat. Ia bukan pahlawan malam itu, hanya seorang saksi atas kebenaran yang selama ini dikubur dalam diam.

Malam itu.... tanpa perlu ada tangisan berlarut atau perpisahan melodramatis, Gendis tahu luka itu tak akan bisa sembuh. Karena luka yang disayaat oleh pengkhianatan... tidak pernah bisa benar-benar pulih.

Di pelataran rumah, Galang berjalan pergi. Tapi sebelum benar-benar berlalu, amarahnya mendidih ketika melihat Rama.

“Kau bilang hanya pasien... tapi kenapa kau di sini?! Berani-beraninya ikut campur urusan rumah tanggaku!” Galang mencengkeram kerah baju Rama.

Namun Rama hanya tersenyum tenang, meremehkan. “Kau berani main tangan pada istri, lalu berzina... dan sekarang masih berharap kembali padanya? Gendis terlalu baik untukmu, Galang. Kau harus diberi pelajaran!“

“Kurang ajar!”

Bugh!

Sebuah pukulaan mendarat di wajah Rama. Ia tersungkur, tak sebanding dengan kekuatan Galang yang terlatih. Tapi sebelum Galang melanjutkan serangannya, suara Gendis menggema dari depan rumah.

“Cukup! Jangan sentuh Mas Rama lagi!”

Bu Laksmi dan suaminya juga keluar, diikuti beberapa tetangga yang terjaga oleh keributan. Wajah Galang merah padam, bukan karena malu... tapi karena harga dirinya yang tercabik di depan orang-orang.

Dengan langkah gontai dan dendam mengendap, Galang akhirnya pergi. Namun tekadnya tak padam, ia bersumpah akan membalas Rama.

Namun bagi Gendis, malam itu adalah titik akhir. Bukan hanya akhir dari pernikahannya, tapi juga dari dirinya yang dulu. Kini, ia adalah wanita yang akan berdiri tegak di atas kebenaran... bahkan jika itu berarti harus kehilangan cinta.

Dari reruntuhan itu, Gendis tahu... dirinya mampu kembali berdiri meski tanpa Galang.

.

.

.

Oke, drama selesai 🤣😂

Duh, kudu drama segala Othor teh nya... bukannya sat set cerai🙏 🤣🤣🤣

1
Si Topik
tobatlah Gitgit.. tidak ada hal yg baik dari menyimpan iri dengki

fakta nya kedua Abang dan sepupu mu menyayangi mu, tobatlah sebelum terlambat :"-v
Si Topik
kurang kurangin ngudud Bg Rak 😅😅
Si Topik
Raka : udah yapping nya Wak?
Si Topik
Raka yg dulu nya doyan main bola sampai bikin Daffa jatoh dari sepeda.. menjelma jadi lelaki berbahaya :"-v
Si Topik
ambil noh sampah nya Kamila.. lagian lelaki ga modal jugaa 😂
Si Topik
lahh nape si biawak kebakar cemburu? 😂
dia yg betingkah, sok sok an mendua.. dikira keren dapat menggaet dua wanita
mampus lu dicampakin sama perempuan yg tulus
Si Topik
awokwokwok... gimana rasa nya jadi yg terbawah? orang yg kalian rendahkan diatas kalian, lagian jadi orang tua/pasangan songong bin sombong sih
dikiranya kaleng2 keluarga Mahesa 😏
Si Topik
lagian songong amat dg harta tak seberapa
Si Topik
mungkin orang2 tua zaman dulu pasti ga hanya sekedar pantangan.. pasti ada alasannya, contoh seperti kejadian Denis 🥲
ada pingitan pasti nya untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan, terlepas mitos atau lain2 nya
Wallahu a'lam bishawab 🙏
Si Topik
mampus kau tua bangka.. segala sesuatu yg direbut dg cara tak bagus dg niat pengen kaya instan emang ga berkah
sukurin, semoga cepat membusuk wkwk
Si Topik
auto ngakak " kebetulan pelakor yg menganggu rumah tangga ku dulu, babak belur aku pukuli"
humor ya Tuhan 😭 😭😂😂😂
maap ya Ratnong, ku menertawakan nasib buruk mu wkwkwk
Si Topik
Huaaaaa.. mbak Vio emang kakak perempuan the best 😭😭🙌🙌
selalu siaga melindungi adik2 dan keluarga nya 🥲

semoga setelah ini Mbak Vio nyari Kirorong biar cepat diringkus 🥲🥲
Si Topik
tapi kalo kata aku, jangan deh Dewi tinggal nya bareng Rama-Gendis.. ada baiknya ngekost gitu, pilih kost an yg aman, terjamin, dan nyaman.. karena emang agak riskan klo adek perempuan tinggal bareng mbak/Kakak perempuan nya yg udh nikah.. begitu juga adek laki2 yg tinggal dg mas/saudara laki2 nya 🥲 bukan nya apa, ada baiknya menghindari fitnah

kecuali saudara laki2 yg tinggal dg saudara perempuan nya yg dah nikah.. begitu juga sebaliknya saudara perempuan yg tinggal dg saudara laki2 nya yg udah nikah
tapi kembali kek kakak author nya sih hehehe 🙏😁
Si Topik
bawa Glock 26 Mbak Vio 😂
kan enak tu sidang sambil todong tu senjata ke jidat si Hama wkwkwk 😂
Si Topik
itu hama meresahkan segera lah ditangkap secepatnya kak thor 🥲
jangan di buff Mulu dia, kesian Alina lagi ngandung.. takutnya nanti ada skenario yg tidak diinginkan 🤧
Si Topik
aku suka mbak vio mode bar bar wkwk
apa ga semakin bucin brutal itu si brondong ntar 😂
Si Topik
siapkan jantung mu bulek.. mertua gendis mantan besan situ
berdoa lah banyak2 agar Mbak Vio ga bawa serta Harimau peliharaan nya wkwk
Si Topik
seenggaknya masih terselamatkan di point' setia si Rama nya ... walau ada beberapa minus wkwkwk 😂
Si Topik
syukur Rama dah mulau berubah.. semoga semakin lebih baik lagi 😊
Si Topik
definisi menabrak hati mbak Vio secara ugal ugalan 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!