NovelToon NovelToon
Kutukan Cinta Istri Tak Dianggap

Kutukan Cinta Istri Tak Dianggap

Status: tamat
Genre:Tamat / Poligami / Cinta Paksa / Penyesalan Suami
Popularitas:550.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Bareta

(Revisi)

Merasa akhirnya bebas dari ikatan pernikahan dengan Elsa, wanita pilihan orangtuanya, Edward, berniat menata ulang hidupnya dan membangun rumah tangga bersama Lily, sang kekasih.

Namun tanpa disadari saat tangannya menggoreskan tandatangan di atas surat cerai, bukan sekedar perpisahan dengan Elsa yang harus dihadapi Edward tapi sederetan nasib sial yang tidak berhenti merudungnya.

Tidak hanya kehilangan pekerjaan sebagai dokter dan dicabut dari wasiat orangtuanya, Edward mendadak jadi pria impoten padahal hasil pemeriksaan dokter, dirinya baik-baik saja.

Ternyata hanya Elsa yang mampu mengembalikan Edward menjadi pria sejati tapi sayangnya wanita yang sudah terlanjur sakit hati dengan Edward, memutuskan untuk menikah kembali dengan Erwin, adik iparnya.

Apakah Edward akan memaksa Elsa kembali padanya atau memutuskan tetap menjadi pria mandul dan menikahi Lily ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gejala Menakutkan

Edward menatap dirinya yang masih bertelanjang dada di depan kaca wastafel. Ada rasa khawatir yang membuat pikiran Edward tidak bisa fokus sejak keluar dari ruang prakteknya.

Bukan sekedar masalah one night stand yang masih belum ketemu titik terang malah semakin ruwet, tapi sesuatu yang lebih pribadi membuat Edward merasa tidak tenang.

Ingatannya melayang pada sederetan aktivitas ciuman panas yang pernah dilakukannya dengan Lily. Setiap kali bibir mereka bersentuhan, saling berpagut hingga lidah mereka saling membelit, Edward yakin kalau miliknya pasti bereaksi.

Terakhir Edward ingat adalah ciuman panas mereka di ruang kerja lantai 9. Kalau saat itu Elsa tidak masuk, Edward yakin ia tidak bisa menahan diri apalagi Lily sudah melepas kemejanya dan bayangan bra renda di balik tank top putih membuat gairah Edward langsung bergelora hingga susah dikendalikan apalagi saat itu Lily lebih agresif dari biasanya dan tahu persis bagaimana membuat Edward susah menolaknya.

Tapi malam ini sentuhan bibir manis dan tangan nakal Lily seolah tidak berarti apa-apa, bukan hanya milik Edward yang tidak bereaksi sama sekali, tapi rasanya juga hambar. Tidak ada percikan api yang mampu membuat gelora asmaranya meletup, semuanya terasa biasa-biasa saja.

Khawatir ada yang salah dengan aset berharganya, Edward bergegas keluar dari kamar mandi dengan masih menggunakan handuk yang dililit.

Ia langsung menuju meja kerjanya untuk mengambil laptop. Edward berpikir ia harus melakukan uji coba untuk memastikan miliknya baik-baik saja dan normal.

Jantungnya berdegup, bukan karena tidak sabar melihat tayangan adegan dewasa yang pernah dikirim dalam grup wa teman-teman SMA-nya tapi berdebar kalau miliknya benar-benar tidak bisa bereaksi sama sekali.

“Sh**it !”


Edward menutup laptopnya sambil terus memaki bahkan mendorongnya jauh-jauh di atas tempat tidur. Ia pun beranjak bangun sambil menyugar rambutnya yang masih agak basah dan berjalan mondar-mandir layaknya orang gelisah.

Ini benar-benar gila ! Sudah 15 menit Edward membiarkan matanya melotot melihat adegan anu-anu dan telinganya menangkap suara-suara yang bisa membangkitkan gairah tapi miliknya tidak bereaksi sama sekali, bekedut pun tidak !

Bukan itu saja, otaknya seakan mati, tidak memberikan tanggapan seperti orang normal saat melihat tontonan tadi.

Edward menghela nafas, berusaha berpikir positif kalau semuanya mungkin saja terjadi karena tubuhnya sedang lelah dan pikirannya dipenuhi dengan banyak masalah.

Tidak usah panik, Edward. Kamu adalah seorang dokter yang belajar tentang anatomi manusia dengan segala seluk beluknya. Kamu hanya terlalu lelah akhir-akhir ini jadi wajar kalau dirimu kehilangan gairah termasuk rangsangan sek-sualmu. Berpikirlah positif supaya semuanya bisa kembali normal.

Waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, tidak mungkin menhubungi temannya untuk bertanya atau mendiskusikan masalah ini.

Edward pun mengambil pakaian dari dalam lemari lalu kembali ke tempat tidur dan langsung merebahkan tubuhnya yang terasa penat.

***

“Senangnya bisa tinggal bareng lagi sama elo, Sa. Melek mata udah ada sarapan di meja makan. Biasanya jam segini gue lagi sibuk cari yang jual nasi uduk, nasi kuning atau ketupat sayur.”

Elsa tertawa melihat bias wajah Kinan, sahabatnya, yang langsung duduk di kursi persis di seberangnya.

“Gue juga senang bisa tinggal sama elo lagi, ingat jaman-jaman SMA.”

“Jam berapa elo bangun untuk masak semua ini ?”

“Jam 5 kok. Memang dari dulu kan kita bangun jam segitu.”

“Enak Sa, masakan elo belum berubah malah tambah pintar.”

“Jangan kebanyakan memuji, repot kalau kepala gue tambah gede.”

Keduanya tertawa sambil menikmati nasi goreng dengan telur dadar plus sosis disajikan dengan potongan tomat dan timun. Selain itu ada pancake dengan sirup cokelat yang sudah disiapkan Elsa untuk Kinan, sahabatnya sejak SD.

“Nanti malam mau makan apa ? Gue masih punya stok ikan dan ayam di kulkas.”

“Kayaknya gue nggak makan malam di rumah, Sa, hari ini kebagian dobel shift, gantiin teman yang ijin karena anaknya lagi sakit.”

“Kalau begitu gue nggak masak ya.”

“Jangan capek-capek, Sa. Elo tinggal di sini untuk menenangkan diri, bukan tambah capek setelah lepas dari suami brengsek lo itu !”

Elsa tertawa mendengar omelan sahabatnya. Sejak dulu Kinan memang tidak suka pada Edward yang menurutnya angkuh dan sok cakep.

Kinan bilang kelihatan dari tatapan matanya kalau Edward menilai orang hanya dari penampilan fisik saja hingga perempuan-perempuan seperti Elsa dan Kinan jangankan dipandang sebelah mata, pria itu tidak pernah menganggap mereka ada.

Firasat Kinan memang tepat karena Edward tidak pernah ingat kalau ia pernah bertemu, mengenal dan berbicara dengan Elsa saat pria itu masih menjadi dokter koas di desa tempat tinggal keluarga Elsa.

Edward yang saat itu sedang bertugas di salah satu klinik di kabupaten mencoba menolong ayah Elsa yang mengalami kecelakaan kerja di pabrik pembuatan batu bata. Dibantu Bagas, teman sesama koasnya, Edward mencoba menghentikan pendarahan sampai ambulans datang tapi sayangnya ayah Elsa tidak bisa bertahan dan harus menghembuskan nafas terakhirnya di tangan Edward.

“Dia beneran masih betah sama cewek tukang selingkuh itu, Sa ?”

“Masih malah Mas Ed berniat segera menikah dan memiliki anak dengannya supaya bisa dapat restu dari dokter Robert dan tante Silvia.”

“Sa, gue paham kalau cinta itu buta dan elo tidak sanggup melihat dia terluka karena tahu persis seperti apa perempuan ular itu, tapi elo nggak punya hutang apa-apa sama dokter Edward. Lebih baik perasaan cinta elo yang tulus dan penuh totalitas itu diberikan untuk cowok yang benar-benar sayang dan peduli sama elo, yang nggak memandang elo sebelah mata, menganggap elo hanya sebagai gadis kampung yang jadi benalu dalam keluarganya.”

“Iya gue paham. Sekarang gue udah menyerah kok, nggak peduli lagi dia mau terluka, terpuruk atau hancur sekalian sama perempuan itu tapi yang bikin gue berat orangtuanya, Ki. Mereka baik banget dan selalu merasa kalau hutang budi mereka sama orangtua gue baru bisa lunas kalau gue menjadi bagian dari mereka.”

“Kalau begitu elo turun ranjang aja, nikah sama adiknya. Bukannya si Erwin itu ganteng juga dan lebih muda lagi. Gue yakin dia nggak keberatan nikah sama mantan kakak iparnya apalagi biar janda elo kan masih perawan.”

“Ngaco lo ! Apa kata dunia kalau habis kakaknya gue nikah sama adiknya ? Sekarang aja gue udah dicap sebagai pelakor karena merusak hubungannya dengan dokter Lily terus malah nikah sama adiknya.”

Lagian gue udah bukan janda perawan lagi, Ki, malah sekarang lagi deg-deg kan karena takut hamil meski kami hanya melakukannya semalam dan gue udah minum obat pencegah hamil.

Kinan tersenyum tipis karena meskipun mulut Elsa bilang tidak, tapi tatapan matanya masih memancarkan cinta yang berpendar untuk pria sombong bernama dokter Edward itu.

“Anjing menggonggong kafilah berlalu, Sa. Biarin aja orang mau ngomong apa, yang penting hasilnya di depan, orang yang menganggap elo jelek akan malu sendiri. Gue udah nggak sabar pingin lihat gimana dokter songong itu menyesal dan nangis sambil gesor-gesor setelah tahu kelakuan cewek murahan itu.”

“Biarin aja Ki, orang akan menuai apa yang dia tabur. Gue udah ikhlas melepas Mas Edward, merelakan dia belajar langsung dari perempuan itu.”

Kinan yang baru saja selesai mencuci piring langsung memeluk Elsa yang sedang merapikan meja makan.

“Gue berdoa semoga elo akan mendapatkan jodoh yang jauh, jauh dan jauh lebih baik dari dokter songong itu.”

“Kok jauhnya sampai 3 kali,” ujar Elsa sambil terkekeh.

“Supaya benar-benar jauh banget dari dia dan bisa membuat dokter songong itu menyesal karena sudah menyia-nyiakan perempuan seperti elo !”

Elsa tertawa sambil membalas pelukan Kinan. “Terima kasih bestie kesayanganku. Doa yang sama buat elo.”

1
aryuu
karya otor sangat luar biasa bagus ... terimakasih sudah berkarya 🙏
aryuu: sama sama otor... tetap semangat berkarya 🤗
Baretta: Terima kasih Kakak Aryuu
total 2 replies
kriwil
heran sama si elsa mau mau nya mencintai laki laki bekas si lily yang menjijikan 😀
kriwil
elsa juga ga bener udah tau yang di pilih jadi suami punya pacar juga di pilih padahal masih ada adiknya yang jomblo siapa pun juga akan jijik hanya atas dasar dia cinta sama si edward padahal udah tau lakinya punya pcr ngapain si elsa maju milih nikah sama si ed
Alif
katanya kuliah kedokteran klo orang g diatas pinter itu g bisa, lah sedangkan dokter satu ini ambil gelar spesial isinya aj diLN, tp logok bego, authornya ini yg nyari gara2..
Jaya Purba
Luar biasa
Leni
Kinan keras kepala
murni l.toruan
Lily yang disayang ternyata bau busuk yang menjijikan
Leni
gilang
Leni
ganti jodoh a Erwin thor kurang respect sm yg nm a kinan
murni l.toruan
Syukurlah ortunya memiskinkan anaknya sendiri, aku berharap impoten seumur hidup..... hehehe jahattt banget kutukan para netizen
Leni
Kinan tuuu
kompiang sari
satu kata buat Hilda thor ... nyahok
kompiang sari
thor yg sakit tuh di Hilda bukan Omanya x
kompiang sari
kasi pelajaran buat suami yg macam Edward El ...
kompiang sari
adeehh induknya pelakor datang
Tutuk Isnawati
keren
Woro Wardani
Luar biasa
Arya Al-Qomari@AJK
klo q jadi Edward, udah ku jorokin si Cindy biar nyungsep sekalian walaupun Cindy sedang mabuk karena sudah lancang sekali. setelah itu akan menjauhi Cindy daripada ntar jadi masalah
Baretta: Salam kenal Kak
Terima kasih sudah mampir di karya saya 🙏🙏
total 1 replies
Arya Al-Qomari@AJK
klo seandainya Erwin tunangan mungkin bukan Elsa perempuannya, mungkinkah Erwin dan Kinan?
Arya Al-Qomari@AJK
Edward oh Edward kau seorang dokter tp diperdaya lili-mbut alias lelembut alias setan gk sadar2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!