NovelToon NovelToon
Api Jatayu Di Laut Banda

Api Jatayu Di Laut Banda

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kutukan / Dokter / Romansa Fantasi / Ruang Bawah Tanah dan Naga / Harem
Popularitas:383
Nilai: 5
Nama Author: Cahya Nugraha

Dengan nuansa mitologi Nusantara yang kental, Api Jatayu di Laut Banda adalah kisah epik tentang reinkarnasi, gairah terlarang, dan pengampunan di antara api dan ombak. Siapkah kau menyaksikan bagaimana sebuah bara kecil mampu menenggelamkan lautan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahya Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bangkitnya Ombak yang Membara

Kristal biru di altar meledakkan cahaya yang menyilaukan, seolah seluruh Laut Banda tiba-tiba terhisap ke dalam kuil kecil itu. Banda merasa tubuhnya ditarik ke bawah—bukan jatuh, tapi tenggelam dalam arus yang tak terlihat. Air laut naik dari celah-celah batu lantai, membentuk pusaran yang mengelilingi kakinya, lalu naik ke pinggang, dada, leher. Ia tidak bisa bernapas, tapi anehnya, ia tidak panik. Sebaliknya, napasnya terasa lebih dalam, seperti paru-parunya diganti dengan insang samudra.

Di dalam kepalanya, suara itu kembali—bukan bisikan lagi, tapi raungan yang menggema di tulang:

“Kembalilah, Raja Laut. Ambil apa yang menjadi hakmu.”

Visi datang lagi, lebih jelas dari sebelumnya. Ia melihat Naga Laut purba—tubuh raksasa bersisik biru kehijauan, mata seperti lautan dalam—bertarung melawan Naga Tanah yang berlumpur dan berbatu. Di samping Naga Laut, seekor burung api raksasa (Phoenix) terbang melingkar, sayapnya membakar langit. Mereka bertiga melawan kegelapan yang lebih besar, tapi di akhir pertempuran, Naga Tanah mengutuk: “Darah campuran kalian akan menjadi racun bagi kalian sendiri. Yang hidup harus membunuh yang lain, atau dunia akan tenggelam dalam api dan air yang saling memusnahkan.”

Visi berpindah ke masa lalu yang lebih dekat: Garini dan ayahnya (seorang nelayan yang ternyata pelayan rahasia Naga Laut) berdiri di altar yang sama. Garini hamil besar, tangannya memegang kristal biru. “Kalau anak ini lahir, kutukan akan aktif,” kata Garini dengan suara gemetar. Ayahnya menjawab, “Maka kita harus mati bersamanya, supaya kutukan berakhir.”

Tapi Garini menggeleng. “Tidak. Aku akan lahirkan dia di laut. Biar dia punya kesempatan mematahkan kutukan, bukan menjadi korban.”

Lalu Garini menyerahkan bayi itu ke ayahnya, mencium kening kecil itu, dan melompat ke laut. Air menelan tubuhnya, api Phoenix-nya padam perlahan, meninggalkan tetesan emas yang mengapung seperti bara di permukaan.

Versi berakhir. Banda tersentak kembali ke kenyataan.

Tubuhnya sudah terangkat oleh pusaran air. Matanya bercahaya biru terang, sisik tipis samar muncul di lengan dan lehernya—bukan sepenuhnya naga, tapi cukup untuk membuat Bayu mundur ketakutan.

“Banda!” teriak Bayu.

Jatayu berdiri di depan altar, goloknya menyala merah. Matanya penuh campuran kagum dan ketakutan. “Kau… kau mulai berubah.”

Banda turun perlahan, air surut kembali ke celah batu. Sisik di kulitnya memudar, tapi matanya masih bercahaya. Dadanya naik-turun cepat, tapi suaranya tetap tenang—terlalu tenang.

“Aku melihat semuanya,” katanya pada Jatayu. “Garini memilih mati supaya aku bisa hidup. Dan kau… kau membiarkanku hidup meski itu berarti melawan klanmu.”

Jatayu menunduk. “Aku tidak tahu harus bangga atau malu.”

Bayu menelan ludah. “Kalian… kalian bicara apa lagi? Perahu mereka sudah dekat!”

Dari luar kuil, raungan Si Abu-abu menggema lagi—kali ini lebih dekat. Tiga perahu hitam sudah mendarat di teluk kecil. Werewolf-werewolf turun, mata merah mereka menyala di bawah senja. Si Abu-abu berdiri di depan, tubuhnya setengah berubah: bulu abu-abu tebal, cakar panjang, tapi wajahnya masih setengah manusia—wajah yang penuh bekas luka dan kebencian lama.

“Garini…” suaranya serak, tapi penuh emosi yang tak terduga. “Kau meninggalkanku untuk nelayan itu. Kau memilih mati daripada kembali padaku. Dan sekarang… warisanmu berdiri di depanku.”

Jatayu tersentak. “Kau… kau kenal Garini?”

Si Abu-abu tertawa getir. “Aku adalah kekasihnya sebelum dia jatuh cinta pada manusia itu. Aku yang mengajarinya cara bertahan di antara naga dan phoenix. Tapi dia memilih pengkhianatan. Dan aku… aku yang dikutuk jadi makhluk ini oleh Naga Tanah karena gagal menjaganya.”

Ia melangkah maju. “Aku tidak ingin kekuasaan. Aku ingin menghapus rasa sakit itu. Dengan membunuh anaknya.”

Banda maju satu langkah. Air di sekitar kakinya bergoyang lagi, siap naik kapan saja. “Kau tidak akan menyentuhnya.”

Si Abu-abu menggeram. “Kau bahkan belum tahu kekuatanmu sepenuhnya, anak campuran. Kau akan membunuhnya sendiri suatu hari nanti—itu kutukan. Aku hanya mempercepatnya.”

Werewolf-werewolf lain menerjang. Bayu mengangkat pisau lipatnya dengan tangan gemetar, tapi Jatayu sudah bergerak lebih dulu. Goloknya berayun, api merah menyambar dua werewolf sekaligus. Bau bulu terbakar memenuhi udara.

Banda tidak berpikir lagi. Ia mengulurkan tangan ke arah laut. Ombak raksasa naik dari teluk, membentuk dinding air setinggi sepuluh meter. Air itu menghantam werewolf-werewolf seperti palu raksasa, menyeret mereka ke laut. Beberapa berubah kembali jadi manusia saat tenggelam, jeritan mereka hilang ditelan ombak.

Si Abu-abu melompat tinggi, menghindari ombak, dan mendarat tepat di depan Banda. Cakarnya menyambar ke arah leher.

Jatayu melompat di antara mereka. Goloknya menangkis cakar itu, percikan api dan darah hitam beterbangan. “Jangan sentuh dia!”

Si Abu-abu mendorong Jatayu mundur dengan kekuatan brutal. Jatayu terpental ke dinding kuil, goloknya jatuh.

Banda berteriak. “Jatayu!”

Kemarahan membara di dadanya. Air di sekitarnya berubah—bukan lagi ombak biasa, tapi air yang membara, seperti lava biru yang dingin. Ia melompat ke depan, tangannya menyentuh dada Si Abu-abu.

Air membara itu menyusup ke tubuh werewolf alpha. Si Abu-abu meraung kesakitan, tubuhnya bergetar hebat. Bulunya terbakar dari dalam, asap hitam keluar dari mulutnya.

“Kau… kau tidak bisa…” gumamnya sebelum jatuh berlutut.

Tapi sebelum Banda bisa menyelesaikan, Si Abu-abu tertawa lemah. “Kau sudah mulai… merasakan kutukan itu. Setiap kali kau pakai kekuatan untuk melindunginya… kau semakin dekat untuk membunuhnya.”

Ia jatuh ke belakang, tubuhnya kembali jadi manusia—pria tua berusia puluhan tahun dengan bekas luka parah. Napasnya terputus-putus.

“Garini… maafkan aku…” bisiknya sebelum mati.

Hening kembali.

Banda terjatuh berlutut, napasnya tersengal. Air membara di sekitarnya padam perlahan. Sisik di kulitnya menghilang sepenuhnya, tapi ia merasa ada sesuatu yang berubah di dalam—seperti ada bara kecil yang sekarang hidup di dadanya, bukan hanya di Jatayu.

Jatayu bangkit pelan, memungut goloknya. Ia mendekati Banda, tangannya gemetar saat menyentuh bahunya.

“Kau… kau selamatkan aku,” katanya pelan.

Banda menatapnya. “Dan kau selamatkan aku.”

Bayu mendekat, wajahnya pucat tapi matanya berbinar. “Kita… kita menang?”

Jatayu menggeleng pelan. “Ini baru permulaan. Si Abu-abu hanyalah salah satu eksekutor. Naga Tanah masih ada di baliknya. Dan kutukan… masih aktif.”

Banda bangkit. Ia menatap kristal biru yang sekarang redup, tapi masih berdenyut pelan.

“Kita ambil kristal ini. Dan kita cari yang lain. Aku tidak akan biarkan kutukan menentukan nasib kita.”

Jatayu mengangguk. “Aku ikut. Sampai akhir.”

Mereka bertiga keluar dari kuil saat malam turun sepenuhnya. Di belakang mereka, ombak Laut Banda kembali tenang—tapi di dalam kedalaman, sesuatu yang lebih besar mulai bergerak.

Dan di suatu tempat jauh di pegunungan, Kirana—yang selama ini diam-diam mengikuti dari bayang—menatap ke arah laut dengan mata hijau zamrud yang penuh konflik.

“Jatayu… apa yang kau lakukan?” bisiknya.

Ia tahu rahasia yang lebih dalam lagi—rahasia yang bahkan Jatayu belum tahu sepenuhnya.

Dan rahasia itu bisa menghancurkan segalanya.

1
Sibungas
Alur cerita mudah d mengerti dan mengalir lancar.
Sibungas
patahkan kutukan emang perlu perjuangan.. semngat💪💪💪
Sibungas
mantab thor ceritane lanjutttt. 👍
Kashvatama: makasih supportnya🙏
total 1 replies
Sibungas
alur cerita nya bagus. 👍
Kashvatama: terimakasih banyak. semoga bisa kasih karya yg konsisten menarik 🙏
total 1 replies
Sibungas
cerita cukup menarik utk d ikuti.. lanjutt thor🤭
Kashvatama: terimakasih supportnya 😍
total 1 replies
Kashvatama
kisah fantasi petualang dan romansa antara Jatayu dari kaum Phoenix dan Banda sang reinkarnasi Naga Laut 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!