Riana... ia sempat berpikir Apakah ada dirinya di dunia lain tapi ia tidak tahu? Pertanyaan itu terus melanda di pikiran Riana. namun...
Brakk! ia tertabrak oleh mobil laju karena Ada seseorang yang mendorongnya.. dan...
Apa yang terjadi dengan riana? selamat? mati? atau semacamnya? Ayo lihatt!
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis tapi ending sesuai mood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anak anjing yang ingin patuh pada majikannya
riana pun ragu untuk menjawab, namun ia harus Berusaha drama kali ini "Ah... Tadi ada konflik Kecil" Ucapnya sambil tersenyum
Derek pun berjalan Ke riana dan zane, ia mencoba mengambil alih pengobatan yang di lakukan Zane "Kak.. Biar aku"
Zane tetap fokus, Dan ia Menggelengkan kepalanya "siapa suruh kau telat? Bukannya kamar Mu di sebelah kamar nona riana? Kenapa kau bisa Tidak dengar?"
Derek terdiam, Tampak tidak bisa Menjawab. Sedangkan riana-- ia memperhatikan pergerakan derek, riana melirik seluruh gerakan dan tubuh Derek. Lalu menemukan bekas aneh di Tangannya
Bekas itu.. Ada di jari jari derek, Berwarna Hitam hangus dan tidak mencolok. Riana sedikit curiga akan dia
Bekas hangus apa itu? Aneh sekali
"riana.."
Riana pun sedikit tersentak akan panggilan derek "Ya?"
Derek diam sejenak lalu menghela nafas "Maafkan aku karena telat.. Aku ada urusan di luar kamar.."
Riana hanya mengangguk, Ia melihat zane yang sudah selesai mengobati nya lalu kembali ke derek "Tidak apa apa, aku ingin menanyakan sesuatu"
Derek mengangkat satu alisnya, Lalu berlutut di depannya "pasti Kau belum terbiasa.. Aku mengerti, Tanya lah"
Riana menatap Derek dengan serius, ia menundukkan kepalanya sedikit "Tempat pengobatan Permaisuri bukannya di Lyron? Kenapa ketika aku kesana, Tidak ada?"
Derek terkejut, Zane pun ikut terkejut "Apa maksudmu, nona riana?" tanya zane
"Yang mulia permaisuri tidak ada di lyron, katanya kaisar.. Permaisuri ada di lyron, apa kalian mencoba menipuku?" Tanya riana dengan wajah yang semakin serius
Derek diam sejenak, Yang membuat zane curiga akan adiknya. "Derek" Zane pun berdiri
derek pun menghela nafas lalu tersenyum "Ibu di pindahkan sejak sore tadi, riana.. Pasti Kaisar belum tahu"
Riana hanya mengangguk, padahal ia sudah curiga akan Derek. seharusnya jika mau memindahkan Permaisuri, harus butuh persetujuan oleh kaisar alias suaminya tapi kenapa kaisar tidak tahu?
Tapi ia belum bisa menyimpulkan karena belum terlalu banyak bukti untuk siapa dalang di balik semua, Pembunuhan secara tiba tiba itu
"Sudahlah, Riana.. Buat apa kau memikirkan itu? Aku tahu kau mengkhawatirkan ibuku, tapi aku sudah menyuruh orang untuk mengurus Ibu.." Ucap derek sambil memegang tangan Riana
Riana hanya diam padahal dalam hatinya.. 'Kalau mau aku menyerah, Tidak semudah itu Putra mahkota derek. Ew.. Bahkan nama derek tidak cocok untuk Putra mahkota seperti nya' Ucapnya dalam hati
di sisi lain, Zane sedang menahan Emosinya. Melihat derek memegang tangan riana
Riana pun menghela nafas lalu tersenyum "Baiklah kalau begitu, Jadi.m Dimana aku tidur?"
"Di-"
"Di kamar ku saja, Aku tidak akan memakai kamarku untuk malam ini" Ucap zane
Derek sedikit terkejut lalu tersenyum canggung "Tapi kan kak.. Dia tunanganku"
Zane menggeram kesal "Aku tidak akan apa apain Tunangan mu itu, bodoh"
"Tapi-"
Riana pun ikut menyela pembicaraan Derek "Ya, Tuan derek.. Lagian juga kamar itu bakal kosong, kan?" Ucapnya
"Ah.. Baiklah.." Gumam derek
Beberapa saat kemudian, Riana masuk ke dalam kamar zane ke dua kalinya. Yap! Orang itu Memang datar makanya kamarnya seperti sama saja
Riana pun berjalan mendekat ke ranjang untuk tidur, namun tiba tiba Suara sentakan pintu yang membuat riana tersentak
Riana menoleh ke belakang "Siapa-" Riana terdiam melihat zane yang menatapnya dengan .. Aneh? riana menganggap tatapan itu aneh
"Kenapa kau mengejutkan ku malam-malam? Apa mau mengambil barang?" Tanya riana, Ia duduk di ranjang
Zane menyandarkan dirinya di dinding dekat pintu "Permainan apa yang kau jalankan? Dan.. Kenapa kau menerima pertunangan dengannya?"
Riana pun terdiam sejenak lagi lalu tersenyum "hm? pelan pelan dong"
Ia mengernyit kan Dahinya, berjalan mendekat ke Riana dengan langkah yang tegas. Ia pun berdiri tepat di depan riana "Aku tanya, Kenapa kau menerima pertunangan dengannya?"
Riana memiringkan kepalanya sambil tersenyum miring "Emang kenapa? Apa Kau cemburu atas Itu?" Tanya riana dengan nada yang nakal
zane pun terdiam, tampak tegang. Mengepalkan tangannya dengan erat.
Riana pun menatap Zane dengan intens, Ia pun Menarik dasinya yang membuat zane Tersentak terkejut
"Kenapa tidak jawab? Kau bisu?" Tanya riana, matanya yang intens membuat zane tidak bisa berkata apa apa
....
...
Setelah keheningan itu, Zane pun menatap Riana dengan intens juga membuat suasana menjadi tegang
Zane menunduk, menaruh kedua tangannya di Sisi sisi tempat duduk riana yang membuat wajah mereka dekat "Cemburu? Ya, kenapa? Seharusnya aku yang kau pilih. Bukan si br*ngsek itu.."
Riana terdiam, ia melepaskan dasi zane dari genggaman. Lalu menatap zane lagi "Kenapa kau cemburu? dia hanya mainan ku, bukan Berarti aku mencintainya"
Zane pun menyeringai, Seringai itu seperti kekesalan dan emosi yang ia pendam. Genggamannya pada sisi tempat yang diduduki mulai keras "Aku tidak peduli, walaupun kau menjadikannya tunangan, pion, boneka atau kartu mu. Jangan Memilih nya, aku bisa menjadi pionmu, bonekamu, kartumu, atau.. Tunangan mu.. Aku bisa melakukan nya dengan baik dari pada dia.. Aku bisa menuruti-"
percakapan Zane terhenti karena riana menutup bibir zane dengan tangannya "Zane.. Kau seperti Anak anjing yang ingin patuh pada majikannya.." gumamnya pelan, matanya mulai sedikit menyipit
Zane pun terdiam, Lalu kembali menatap riana dengan intens. Mengambil tangan riana lalu menjilati telapak tangan itu
Riana terkejut akan kelakuan Zane "Zane! Apa yang kau lakukan?.."
Zane pun memegang Erat tangan riana, Enggan lepas "Aku tahu aku seperti Anak anjing yang ingin patuh pada majikannya, Tapi.." Zane menghela nafas lalu melanjutkan Perkataannya "aku memiliki tujuan untuk menjadi anak anjing di depanmu.. Riana.." Gumamnya sambil mengusap pipi riana
Riana hanya ternganga melihat perkataan zane barusan, namun kembali tersenyum miring "Oh ya?" Riana menaruh kedua tangannya di bahu zane yang Lebar itu, menggantung kedua tangan disitu "Apa tujuanmu?"
Zane pun mendekatkan wajahnya pada Riana sambil tersenyum "Melayani anda, nona Licik~" Ucapnya, lanjut mendekat kan wajahnya lagi sampai wajah mereka tak ada Jarak
Riana pun tersenyum "Melayaniku, hm?"
Zane pun menyeringai "Tentu saja" ia mendekatkan wajahnya lalu menutup mata. Bersiap untuk..
Ketika zane ingin Mencium riana, Riana secara tiba tiba Menutup bibir Zane "Ini sudah malam, katanya kau memiliki pekerjaan. Makanya kau tidak menginap disini" Ucap riana dengan wajah yang curiga
Zane terdiam, Menggeram kesal "Kenapa kau tidak membiarkan ku?"
Riana menggelengkan kepalanya, Menaruh jari telunjuknya di bibir Zane "Karena aku belum ada niatan, Lagian juga.. Masa kau mau menikung Tunangan Adikmu sendiri?"
Zane menghela nafas kesal "Sial.. Aku tidak peduli dengannya"
Riana pun mendorong Dada zane untuk menjauhkan diri padanya "Sudah sudah, Pergi lah, bekerja lahh.. sudah jam 2 Malam.."
Zane pun akhirnya melepaskan riana, memperbaiki dasinya "Tenang saja, aku akan mendapatkan ciuman pertamamu Sebelum dia" Zane pun pergi, menutup pintu dengan keras
riana terkejut lagi dengan sentakan Pintunya "Hey! Pelan pelan dong!" ia pun menghela nafas "Bodoh, Kenapa dia begitu Egois?"
Besoknya, Mereka mendapatkan kabar bahwa Permaisuri Resmi di nyatakan meninggal dunia
Riana yang mendengar kabar itu belum puas akan Penyelidikan nya
Siapa sih yang membunuh Permaisuri? jubah putih itu siapa? Dan.. Kenapa jubah putih itu begitu terobsesi menyerangku sampai niat untuk ikut masuk ke dalam istana?
Namun kasus pembunuhan itu di tutup begitu saja, pihak Istana tampak ingin menutup mata akan Kejadian kemarin. Yang membuat riana berpikir bahwa semua orang di istana ini tidak ada yang waras kecuali Victoria dan Zane
Victoria dan zane, mereka berdua lah yang terus-menerus bertanya kenapa kasus Pembunuhan Permaisuri ditutup begitu saja. dan mereka berdua yakin bahwa ada yang membunuh Permaisuri dengan Sengaja karena tau Permaisuri Sudah terbangun dari komanya
Sekarang, yang membuat riana kesal akan pihak istana.. Kasus itu ditutup tanpa terkecuali, sudah 2 minggu riana mencoba untuk mencari kebenaran dan berkonsultasi dengan pihak Istana tapi mereka Tampak sangat ingin menutup mata dan tidak mau tahu lagi
Tch.. Orang yang dari Pihak istana tidak waras ya.. Aku hampir saja membunuh mereka satu persatu