NovelToon NovelToon
Cinta Di Balik Gerobak Soto

Cinta Di Balik Gerobak Soto

Status: tamat
Genre:CEO / Romantis / Berondong / Tamat
Popularitas:33.8k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

​Setelah diselamatkan dari penculikan maut oleh Pratama, seorang penjual soto sederhana, Luna justru terjebak fitnah warga yang memaksa mereka menikah. Situasi kian pelik karena Pratama masih terikat pernikahan dengan Juwita, istri materialistis yang tanpa ragu "menjual" suaminya seharga Rp50 juta sebagai syarat cerai.
​Demi menolong pria yang telah menyelamatkan nyawanya, Luna membayar mahar tersebut dan memilih menyembunyikan identitas aslinya sebagai putri tunggal seorang CEO kaya raya. Ia rela hidup dalam kesederhanaan dan mengaku hanya sebagai guru TK biasa. Di tengah rasa bersalah Pratama yang berjanji akan bekerja keras membalas kebaikannya, ia tidak menyadari bahwa istri barunya memiliki kuasa untuk membalikkan nasib mereka dalam sekejap mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Di tengah hangatnya suasana makan siang, Luna tiba-tiba meletakkan sendoknya sejenak.

Matanya berbinar, menunjukkan sebuah ide cemerlang yang baru saja melintas di benaknya.

"Mas," panggil Luna sambil menatap Pratama dengan penuh antusias.

"Aku punya ide bagus untuk bisnis soto kamu. Bagaimana kalau kita tambah menu baru? Jangan cuma soto saja."

Pratama berhenti mengunyah, memberikan perhatian penuh pada istrinya.

"Menu tambahan apa, Dik?"

"Kita tambah mie ayam, nasi goreng, dan mie goreng! Jadi pilihannya makin banyak," ujar Luna semangat.

Ia kemudian menjeda kalimatnya sebentar, menahan tawa sebelum melanjutkan, "Terus... nama warungnya kita ganti. Bukan 'Soto Pratama' lagi, tapi ganti jadi 'Cinta di Balik Gerobak Soto'."

Mendengar nama puitis sekaligus menggelitik itu, Pratama yang sedang memegang gelas air langsung tersedak kecil sebelum akhirnya meledak dalam tawa terbahak-bahak.

"Hahaha! 'Cinta di Balik Gerobak Soto'?" Pratama tertawa sampai matanya menyipit, bahunya terguncang hebat.

"Dik, kamu ini habis operasi malah jadi makin kreatif atau karena kebanyakan baca novel roman selama di rumah sakit?"

Papa Jati dan Arini pun tak bisa menahan tawa mereka.

Ruang makan yang tadinya sempat tegang karena kehadiran Juwita, kini benar-benar cair oleh ide jenaka Luna.

"Tapi itu ide bagus lho, Mas!" bela Luna sambil mengerucutkan bibirnya, meski ia sendiri ikut tertawa.

"Itu kan kisah kita. Seorang CEO yang jatuh cinta pada tukang soto yang ternyata lulusan S2 Psikologi. Nama itu pasti laku keras!"

"Iya, iya, Mas setuju," sahut Pratama setelah tawanya mulai reda, sambil mengusap air mata di sudut matanya karena terlalu banyak tertawa.

"Nanti kita buatkan papan nama yang paling besar. Tapi syaratnya satu, kamu yang harus jadi model di depan gerobaknya kalau sudah sembuh nanti."

"Eh, kok aku?" protes Luna yang disambut tawa kembali oleh Papa Jati.

"Sudah, sudah. Idenya Luna boleh juga," timpal Papa Jati.

"Tapi sekarang, habiskan dulu lontong kikilnya. Nama warung bisa kita urus setelah kamu bisa lari maraton lagi."

Di kediaman Pak Wandi, suasana terasa mencekam dan penuh dengan ketegangan yang kotor.

Pak Wandi, pria paruh baya yang selama ini selalu iri dengan kesuksesan warung soto Pratama dan membenci kepribadian Pratama yang jujur, kini tampak mondar-mandir di ruang tamunya dengan wajah merah padam.

Juwita duduk di sofa dengan riasan yang sudah berantakan karena tangis amarah.

Ia baru saja kembali dari rumah mewah Luna dengan tangan hampa.

"Pak, Mas Pratama tetap keras kepala! Dia tidak mau tanggung jawab karena dia tahu persis kalau ini memang bukan anaknya," adu Juwita dengan suara serak.

"Dia lebih memilih Luna. Istri barunya itu juga bukan wanita sembarangan, dia tahu kalau aku cuma bohong!"

Pak Wandi berhenti melangkah, lalu menatap Juwita dengan tatapan menghina.

"Bodoh kamu, Juwita! Sudah kukatakan, pakai cara yang lebih halus, bukan langsung menyerang ke rumah mewahnya!"

"Lalu aku harus bagaimana, Pak? Anak ini terus tumbuh!" teriak Juwita frustrasi. "Bapak harus tanggung jawab! Ini anak Bapak!"

Mendengar kata "tanggung jawab", Pak Wandi mendengus kasar.

Ia mendekat ke arah Juwita dan menunjuk wajah wanita itu dengan kasar.

"Dengar ya, Juwita! Meskipun itu memang anakku, aku tidak akan pernah bisa menikahimu!" bentak Pak Wandi tanpa perasaan.

"Aku punya reputasi di lingkungan ini sebagai tokoh masyarakat yang terpandang. Apa kata orang-orang kalau aku menikahi mantan istri tetanggaku yang jauh lebih muda dan dalam keadaan hamil duluan? Hancur namaku!"

Juwita terbelalak tak percaya. "Jadi Bapak mau lepas tangan? Bapak yang menyuruhku menggoda Pratama lagi supaya bisa merebut hartanya, tapi sekarang Bapak buang aku?"

"Aku menyuruhmu merebut harta Pratama supaya kita berdua untung, bukan supaya kamu jadi beban buatku!" sahut Pak Wandi dingin.

"Sekarang, cari cara lain. Kalau Pratama tidak bisa dikelabui dengan bayi itu, kita harus cari titik lemah bisnis atau keselamatannya. Jangan sampai anak itu lahir sebelum kita dapat uang dari Pratama!"

Juwita terdiam, rasa benci di hatinya kini bercampur aduk antara benci pada Pratama dan benci pada Pak Wandi yang ternyata jauh lebih busuk.

Juwita masih terpaku di tempatnya setelah diusir oleh Pak Wandi.

Otaknya yang licik mulai berputar kencang. Ia belum mau menyerah pada keadaan.

Dalam benaknya, Pratama hanyalah pria sederhana yang kebetulan beruntung mendapatkan istri kaya.

Ia sama sekali tidak menyadari bahwa pria yang pernah ia sia-siakan itu adalah seorang lulusan S2 Psikologi yang bisa membaca setiap gerak-gerik manipulatifnya.

"Aku tidak peduli dengan Wandi tua itu," gumam Juwita sambil menghapus air matanya dengan kasar.

"Target utamaku tetap Pratama. Kalau aku tidak bisa masuk lewat dia, aku akan masuk lewat istrinya. Aku akan membuat Luna membenci Pratama, membuat dia merasa Pratama hanya mengincar hartanya saja. Setelah mereka hancur, aku akan masuk sebagai pahlawan, rujuk dengan Mas Pratama, dan semua kekayaan ini akan jadi milikku!"

Juwita tersenyum menyeringai, membayangkan dirinya menjadi nyonya besar di rumah mewah tersebut, tanpa tahu bahwa ia sedang berhadapan dengan lawan yang jauh di atas levelnya.

Sementara itu, di kamar utama yang nyaman, suasana berbanding terbalik.

Luna baru saja menyelesaikan sesi minum obatnya dibantu oleh Pratama.

Wajahnya terlihat jauh lebih segar, dan semangatnya sedang meluap-luap.

Di atas tempat tidur, Luna tampak sibuk dengan tablet grafis dan beberapa kertas sketsa.

Ia sedang asyik menggambar desain poster untuk warung soto suaminya.

"Mas, lihat deh!" seru Luna sambil menunjukkan layar tabletnya.

Di sana tertera tulisan artistik dengan font yang cantik: "Cinta di Balik Gerobak Soto - Spesialis Soto, Mie Ayam, & Nasi Goreng."

Ada ilustrasi kartun sepasang suami istri yang sedang berdiri di balik gerobak dengan latar belakang hati.

"Bagus tidak? Aku mau poster ini dipasang di depan warung kita nanti. Dan aku sudah siapkan strategi marketing-nya. Kita akan pakai konsep 'Dine with Heart'," ujar Luna bangga.

Pratama yang baru saja kembali dari dapur membawa segelas air hangat, duduk di tepi ranjang dan memperhatikan hasil karya istrinya.

Ia tersenyum geli sekaligus kagum. Luna benar-benar serius dengan ide "gila"-nya ini.

"Bagus sekali, Sayang. Kamu memang berbakat," puji Pratama sambil mengusap kepala Luna.

"Tapi ingat, fokus utama sekarang adalah pemulihan kamu. Mas tidak mau kamu terlalu lelah memikirkan desain sampai lupa istirahat."

"Tenang saja, Mas. Memikirkan masa depan kita itu justru jadi obat paling manjur buatku," balas Luna manja, menyandarkan kepalanya di lengan kokoh Pratama.

Pratama tersenyum lembut melihat antusiasme Luna, namun ia menyadari semburat kelelahan di sudut mata istrinya.

Luka operasi itu masih baru, dan aktivitas mental yang terlalu berat bisa menghambat pemulihannya.

"Sudah ya, desainer kesayangan Mas," ucap Pratama lembut namun tegas.

Ia perlahan mengambil tablet grafis dan ponsel dari tangan Luna.

"Ide 'Cinta di Balik Gerobak Soto' ini luar biasa, tapi kalau arsitek utamanya tumbang karena kurang tidur, gerobaknya tidak akan pernah jalan."

Luna sempat memprotes kecil dengan bibir mengerucut.

"Sebentar lagi, Mas. Aku baru mau pilih warna untuk logo mie ayamnya..."

"Tidak ada tapi-tapi, Sayang," potong Pratama sambil terkekeh. Ia menaruh ponsel dan tablet itu di atas nakas, tepat di samping lampu tidur.

"Ponselnya istirahat, kamunya juga harus merem. Mas tidak mau Dokter Yudha mengomeli Mas karena membiarkan pasiennya begadang memikirkan resep nasi goreng."

Pratama kemudian membantu Luna membenarkan posisi bantalnya dan menarik selimut hingga sebatas dada.

Ia mengecup kening Luna sekali lagi, sebuah rutinitas yang kini menjadi obat penenang paling ampuh bagi Luna.

"Tidur ya. Mas akan di sini, baca buku sebentar sambil jagain kamu," bisik Pratama.

Luna akhirnya menyerah. Rasa kantuk akibat efek obat mulai menyerangnya.

1
Yuli Yulianti
cerita nya bagus 👍👍
my name is pho: Terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
Ellya Muchdiana
kenapa ga talak 3 aja sekalian, biar Pratama ga bisa balikan lagi sama si Juwita
🇮🇹 25
❤️❤️❤️❤️❤️
Murni Binti sulaiman
cerita yg menyentuh serta menginspirasi
👍👍👍👍
my name is pho: terima kasih 🥰
total 1 replies
tiara
terima kasih karyanya thor sehat selalu semangat berkarya
my name is pho: terima kasih 🥰
total 1 replies
awesome moment
marathon y, thor. but...thx a lot. udh nukis cerita bgitu indah. menghurakan
my name is pho: terima kasih sudah menjadi pembaca setia 🥰🥰
total 1 replies
awesome moment
2 bulan yg menguji kesabaran
awesome moment
hangatnya mrk
tiara
bahagianya Pratama dan Luna,apakah papa Jati punya anak dari mama baru🤭🤭
awesome moment
jd pengusaha soto yg dri hilir smp akhir
tiara
wah Pratama mau jadi bos soto nih,lanjuut thor semangat upnya
awesome moment
knpnisinya hnya terhuar mulu c smp😭 kn jd.nya
tiara
akhirnya Pratama ditemukan
tiara
wah bener-bener pa Wandi samaJuwita ga punya hati nurani.semoga mereka lekas tertangkap dan Pratama cepat ditemukan
awesome moment
luna serius dgn keinginan bhw anaknya lahir hrs di lingk yg baik
awesome moment
msh brp chapter lg utk edisi terhura, thor. smg pahala g berkurang n gegara terhura mulu. es moci kek diblender. /Grimace/
awesome moment
bacanya sambil 😭😭😭betapa kuat ikatan batin luna dan pratama. betapa hebat cara papa jati menghargai pertolongan org. betapa sopannya ucapan terima kaish yg diberikan
awesome moment
smg sgra ktemu. jgn diisengi lg y, thor. ikutan gempa n
Erna Wati
akhirnya mrka bisa brkumpul kmbali. prtama pasti senang kalo tau Luna hamil.
awesome moment
gmn klo juwita dan wandi dihukim mati dicelupin dlu ke sungai smp megap2 butuh oksigen, angkat, biar napas dlu 60 dtk, lalu ulangi lagi. smp juwita dan wandi pilih meninggoy drpd hidup. jd dia bisa ngerasain kesakitan pratama. alternatif lain, seblm smp saatnya dihukum mokat, biarkan mrk mengalami p yg dialami pratama dri napi lain. setiap hari. jgn smp mokat. ckp dihajar. udh hmp mokat, tinggal, biar shat, abis tu layak dihajar, hajar lg. jgn napi yg sama tp napi yg ganti2. biar mrk milih sgra meninggoy drpd diprodeo. gmn? keyen kn?😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!