NovelToon NovelToon
Menembus Ruang Waktu

Menembus Ruang Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: astiana Cantika

Ceni yang tak lama ini baru kehilangan sang sahabat untuk selamanya, kini ia harus menelan pahit nya kehidupan karena harus kehilangan untuk yg ke sekian kali nya yaitu sang kakek tercinta.
Sebelum kematiannya, sang kakek sempat memberikan sebuah giok dan cincin dengan ukiran rumit dan kuno, yg kata nya warisan turun temurun.

Bagaimana kah kisah kelanjutan nya.?

Nantikan kisah Ceni di cerita ini.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiana Cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penginapan

Setelah duduk di kursi kayu di pojok restoran, mereka bertiga pun memesan makanan lalu berbincang sejenak sambil menunggu pesanan mereka tiba.

"Biasa nya di restoran seperti ini bisa juga dengan mudah mendapatkan informasi tertentu." Ucap Ceni.

"Ya, tergantung pembahasan seseorang." Balas Ying Zu.

"Informasi apa yg hendak kalian cari.?" tanya Zeno.

"Tidak ada, cuma barangkali ada perkataan sebagian orang yg bisa menguntungkan." Ucap Ceni asal.

"Ngomong-ngomong, sebenarnya tujuan kita akan kemana.?" Tanya Zeno pada Ceni dan Ying Zu.

"Kita akan ke istana kaisar, selain mengantar Ying Zu pulang, aku juga akan membantu Ying Zu membalas kan dendam pada saudara tiri nya walaupun hanya dengan memberikan beberapa ide, karena saudara tiri Ying Zu sudah mencelakai Ying Zu apalagi pelayan setia nya juga tewas karena nya." Ucap Ceni.

Zeno pun menoleh pada Ying Zu dan di angguki Ying Zu.

"Lalu tugas ku apa.?" tanya Zeno sambil menunjuk muka nya sendiri.

"Cukup diam." Ucap Ceni datar.

"Kalian kejam sekali wahai para nona, pria tampan ini juga ingin bermain." Ucap Zeno memanyunkan bibir nya.

"Minta di ikat pakai karet tu bibir." Ucap Ceni mendelik.

Zeno pun mengulum bibir nya lalu berucap kembali.

"Apakah tujuan kita hanya ke istana.? Tanya Zeno penasaran.

"Tidak." Ucap Ceni.

Zeno yg hendak berkata seketika tak jadi sebab pesanan mereka sudah tiba.

Beberapa hidangan semacam roti, tahu panas dan juga sate terong pun tersaji di hadapan mereka.

Zeno dan Ceni mengerjapkan kedua mata nya melihat hidangan tersebut.

"apakah makanan ini enak.?" Bisik Zeno pada Ceni.

Ceni hanya mengangkat bahu nya.

Sebelum nya Ceni hanya memakan roti bakar yg rasa nya masih dapat di terima lidah walaupun hanya ada rasa asin saja tanpa rasa lain nya.

Ying Zu yg sudah sangat kelaparan pun mulai memakan makanan yg di hidangkan oleh pelayan restoran tadi.

Sedang kan Zeno hanya menatap Ying Zu sambil menelan ludah nya.

"Makan lah Zen." Ucap Ceni.

Sejenak Ceni memejamkan mata nya kala kuah tahu panas yg bernama redofu itu masuk ke dalam mulut nya, bukan karena enak tapi rasa nya yg hampir tak dapat di terima lidah nya, sebagai seorang yg berasal dari era modern yg masakan nya kaya akan rempah dan rasa, makanan yg saat ini ia makan jauh dari kata enak, Ceni hanya dapat menelan kuah itu dengan susah payah lalu meletakkan kembali sendok nya setelah itu memakan roti isi daging milik nya, walaupun terasa hambar dan hanya di beri sedikit Garam tapi roti itu masih bisa di terima mulut nya, Ceni pun mengunyah makanan itu dengan diam tanpa berkata-kata.

Sedangkan Ying Zu sudah menghabiskan beberapa roti dan juga redofu milik nya.

Lain hal nya dengan Zeno, ekspresi nya saat ini sungguh menyedihkan, walaupun ia hidup di hutan ilusi selama ini tapi di sana kaya akan rempah yg dapat ia temukan di sekitar gubuk nya sebab tanaman itu tumbuh liar dan begitu pula telaga air asin yg melimpah di sana sehingga dengan mudah ia manfaatkan untuk membuat garam halus, adapun gula nya ia buat dari pohon kelapa yg tumbuh subur di hutan tersebut, walaupun tidak ada nasi, Zeno dapat bertahan hidup dengan makan ubi-ubian dan juga berburu ayam hutan.

Walaupun dia perkirakan sudah 2 tahun tinggal di gubuk batas hutan ilusi tapi Zeno masih bisa makan enak.

Dahi Zeno mengernyit dalam dengan terpaksa menelan makanan itu bagi nya yg penting perut kenyang.

Lalu setelah itu Zeno pun menghela nafas berat.

Ceni hanya tersenyum geli melihat raut wajah nelangsa Zeno, ia sungguh tau apa yg di rasakan Zeno karena ia pun merasakan hal yg sama.

.

Setelah beberapa saat, makanan yg rasa hambar itu pun ludes tanpa sisa, tentu saja yg paling banyak makan adalah Ying Zu.

"Makanan di restoran ini enak sekali." Ucap Ying Zu menjilat jari-jari nya yg terdapat sisa makanan.

Zeno pun menatap horor ke arah Ying Zu.

"Rasa nya mau mati woi, bisa bisa nya dia bilang enak." batin Zeno sambil melotot.

"Kendalikan ekspresi mu Zen." Ucap Ceni dengan gigi rapat dan suara kecil yg hanya dapat di dengar Zeno.

"Ehehehe, iya makanan nya sangat enak." Ucap Zeno dengan tawa di paksakan

"Kalau begitu ayo kita pergi, tidak ada hal yg menarik di sini." ajak Ceni pada Zeno dan Ying Zu.

Kedua nya pun mengangguk.

Setelah membayar makanan mereka, mereka bertiga pun memilih pergi dari restoran itu di karenakan tidak ada informasi yg mereka dapatkan walaupun tentang apapun itu.

"Ayo kita ke penginapan nona, seperti nya sudah mau gelap." Ajak Ying Zu.

Ceni pun mengangguk tak lupa dengan Zeno yg mengekor kedua gadis itu.

Setelah menjemput kuda-kuda di penitipan, kini ketiga nya dengan segera menuju ke penginapan terdekat yg menurut Ying Zu layak.

Sesampainya di penginapan itu, seorang kakek tua dengan sebuah tongkat nya pun mendekat.

"Selamat datang di penginapan kami para nona dan tuan muda." Ucap kakek tua sepuh itu.

Akan tetapi baru saja ingin memasuki penginapan milik sang kakek tua, tiba-tiba di sebrang sana terdengar suara seorang pria paruh baya.

"Jangan menginap di sana wahai anak muda, penginapan itu sangat miskin dan kotor, lebih baik ke penginapan ku saja, sudah tentu layak huni dan fasilitas nya bagus dan lengkap." Teriak pria di sebrang.

Sang kakek tua sepuh itu hanya menghela nafas lelah, karena setiap para pelanggan yg memilih ke penginapan nya terlebih dahulu pasti langsung di rebut oleh pria yg letak penginapan nya di sebrang jalan berhadapan dengan penginapan nya.

Memang benar rumah penginapan Milik sang kakek tua itu agak kelihatan tua sesuai umur nya yg sudah sepuh tapi sebisa mungkin sang kakek menjaga kebersihan dan kenyamanan buat para pelanggan nya.

Ceni yg melihat raut wajah sendu sang kakek tua sangat tau apa yg di pikirkan kakek tua tersebut.

"Kek ayo masuk, kami akan tetap menginap di sini." Ujar Ceni.

Pria paruh baya di sebrang jalan pun berjalan menghampiri Ceni dan kawan-kawan.

"Mari nona muda tuan muda, lebih baik ke tempat ku saja, di sana tempat tidur nya lebih empuk kalau tak percaya silahkan lihat." Ucap pria itu dengan nada membujuk sambil tertawa manis.

"Maaf tuan, jangan memaksa kami, karena kami hanya akan menginap di sini." Ucap Zeno yg berdiri di hadapan pria tersebut.

Bersambung.

1
Erna Fkpg
semangat thor kutunggu kelanjutannya 💪💪💪
Mineaa
waaaaaahhhh...... bakalan tambah seru nich part selanjutnya.....
jadi ga sabar.....
Ida Kurniasari
lanjut thorr 😍😍
Ida Kurniasari
seru thor😍
Erna Fkpg
terimakasih thor kutunggu upnya selanjutnya 👍👍👍
Astiana 💕: sip 👍
total 1 replies
Erna Fkpg
GK sabar nunggu kehancuran yin sang
Erna Fkpg
lanjut thor
Erna Fkpg
bagus semoga GK berhenti ditengah jalan
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
nungguin ya, tunggu aja sampai pesta kembalinya ying zu di kerajaan,
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪
Marsya
jgn2 yg gx slamat cucu kakek jendral alias meninggal trus diganti sama anak kaisar makanya bpaknya gx syang oeg bkan darah dagingnya
Sribundanya Gifran
lanjut
Murni Dewita
zu anak permaisuri yang sengaja di tukar deh
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
aria
lanjut
Murni Dewita
double up thor
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Murni Dewita
dikit amat thor
aria
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!