NovelToon NovelToon
Dikira Musibah, Nyatanya Berkah.

Dikira Musibah, Nyatanya Berkah.

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta setelah menikah
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: cucu@suliani

Mutiara mengira kalau dikhianati oleh kekasihnya adalah hal yang terburuk di dalam hidupnya, musibah yang akan membuat di hidupnya terpuruk. Namun, ternyata hal itu merupakan berkah di dalam hidupnya.

"Kenapa kamu tega, Fajar? Kenapa aku hanya dijadikan lelucon saja di dalam hubungan kita ini?"

Bagaimana kehidupan Mutiara selanjutnya?

Kuy baca, jangan lupa kasih komen yang baik jika suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DMNB 30

Arkan dan juga Mutiara masuk ke dalam ruang makan, Fajar langsung menghampiri keduanya. Bahkan, dia dengan cepat menuntun Mutiara untuk duduk di salah satu kursi yang ada di sana.

Setelah itu, dia menyiapkan roti isi dan juga susu hangat yang sudah dia buat di hadapan Mutiara. Sikapnya sangat manis sekali.

"Silakan dicicipi roti isi buatanku," ujar Fajar.

Mutiara menolehkan wajahnya ke arah Arkan, baru saja mereka tadi malam baikan. Dia takut kalau hari ini Arkan akan marah kembali karena sikap dari Fajar yang dirasa keterlaluan.

Arkan tersenyum, lalu dia segera duduk di samping Mutiara. Dia menatap putranya, lalu dia berkata.

"Kamu hanya menyediakan sarapan untuk Ibumu? Lalu, mana sarapan buatku?"

"Sebentar, Ayah."

Fajar lalu mengambil roti isi yang sudah dia buat beserta segelas susu di hadapan Arkan, dia juga menyiapkan roti isi dan juga segelas susu untuk dirinya.

Setelah itu dia mempersilakan ayah dan Ibunya itu untuk sarapan, Arkan jujur saja merasa heran dengan sikap anak angkatnya itu.

"Tumben kamu nyiapin sarapan pagi ini," ujar Arkan.

"Aku rasa hubungan kita sudah terasa semakin renggang, biar lebih hangat aku ingin menjadi anak yang berbakti dan membuatkan sarapan untuk kalian."

"Semoga saja benar-benar karena ingin menjadi anak yang baik," ujar Arkan.

"Iya dong Ayah, mana mungkin aku berani berniat untuk melakukan hal yang buruk kepada kalian."

"Sudahlah, kita sarapan saja."

Ketiganya pun terlihat sarapan bersama, tak lama kemudian nenek Mia datang. Fajar juga melakukan hal yang sama, dia membuatkan sarapan untuk nenek Mia.

Setelah itu dia mengajak nenek Mia untuk mengobrol bersama, sama seperti dulu dia mendekati Mutiara. Selesai sarapan Arkan segera mengajak Mutiara pergi, karena pagi ini ada meeting penting di luar.

Tanpa keduanya ketahui, saat mereka keluar dari rumah besar itu, ada Anjar yang sejak tadi pagi berada di sana. Tentunya dia berada di dalam mobilnya dengan menjaga jarak aman.

Setelah melihat Arkan dan juga Mutiara masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobil mereka ke suatu tempat, Anjar langsung mengikuti mereka.

Bahkan, ketika mereka masuk ke sebuah kafe, Anjar ikut masuk dan menjaga jarak aman. Dia terus saja memperhatikan Mutiara dan juga Arkan.

"Ya Tuhan, wanita itu benar-benar mirip denganku. Jika dilihat-lihat usianya juga sama seperti anakku yang hilang. Apakah dia benar-benar Liora?"

Anjar terus saja memperhatikan interaksi antara Mutiara, Arkan dan juga klien mereka. Dia juga memperhatikan saat Mutiara mempresentasikan program kerja sama yang sudah mereka buat.

Ketika wanita itu menjelaskan, mirip sekali dengan Cia. Dia seperti melihat wajahnya pada Mutiara, tetapi cara berperilakunya seperti Cia.

"Kenapa aku yakin sekali kalau dia putriku," ujar Anjar sambil menatap Mutiara dengan tatapan penuh rindu.

Penampilan Mutiara sangat sederhana, tapi elegan. Cantik sekali, Anjar sampai sulit berkedip. Hingga beberapa saat kemudian Anjar dikagetkan dengan kedatangan pelayan dan tanpa sengaja menabrak Mutiara.

"Aduh! Panas," ujar Mutiara karena kopi yang pelayan itu bawa tumpah di baju Mutiara.

Anjar refleks mendekat dan memarahi pelayan itu, Arkan yang sudah membuka mulut untuk menegur pelayan itu smpai kaget dibuatnya.

"Kamu itu bisa bekerja atau tidak? Kenapa bisa sampai menumpahkan kopi panas di tubuhnya? Bagaimana kalau kulitnya sampai melepuh?"

"Maaf, Tuan. Maaf, saya tak sengaja. Tolong jangan adukan saya, nanti saya bisa dipecat."

"Kamu pantas dipecat," ujar Anjar.

Setelah mengatakan hal itu, Anjar langsung menghampiri Arkan. Dia menatap pria itu dengan cukup kesal.

"Tahu istrinya terkena kopi panas, kenapa kamu tidak langsung membawanya ke klinik yang ada di depan? Buruan bawa dia ke klinik, nanti kulitnya keburu melepuh."

"Ah, iya. Maaf," ujar Arkan yang dengan cepat menggendong Mutiara dan berlari keluar dari kafe itu menuju klinik.

Setelah melihat kepergian Arkan yang menggendong Mutiara ke klinik, Anjar juga ikut menyusul. Saat tiba di klinik, Mutiara langsung mendapatkan tindakan.

Karena tumpahan kopi itu, ada ruam merah di dadanya. Hal itu membuat Mutiara harus membuka bajunya dan kini dia hanya memakai tanktop saja, tentu saja hal itu membuat Anjar bisa melihat kalung liontin yang saat ini sedang dipakai oleh Mutiara.

"Liontin itu, itu liontin yang aku beli. Aku masih ingat, dia putriku. Dia, Liora."

Anjar berucap dengan lirih, tanpa diminta kakinya melangkah masuk ke dalam ruangan di mana Mutiara sedang dioleskan salep oleh suster. Melihat kedatangan Anjar ke dalam ruangan itu, tentu saja Arkan merasa sangat kesal sekali.

"Ya Tuhan, berani sekali anda masuk tanpa izin! Kenapa anda messum sekali ingin melihat istri saya dalam keadaan seperti ini?" ujar Arkan sambil mendorong Anjar untuk keluar dari dalam ruangan itu.

1
stela aza
itu pas lagi ngmng di rekam g tue ,,, bisa jadi bukti akurat kalau di rekam
isnaini naini
nah kan ...fjr yg mnghrp kmatian arkan...
stela aza
kenapa g ngawasin si anak pungut udh tau curiga aturan harus bisa lebih hati2 lagi sama si pungut itu ,,, gemes bgt deh ,,, gunakan uangmu biar tau pelaku sebenarnya,,, kurang keren si Arkan ,,,, g kaya CEO2 lain yg tokcer ,, ceritanya trus pinter ya g ketulungan
stela aza
bodoh bgt sie Arkan masa g inget abis di kasih makan sama anak pungut langsung begitu keadaannya masa g g curiga sie ,,, bodohnya g ketulungan,,,🤦
stela aza
kayanya anak pungut yg hilang kendali
isnaini naini
siapa dlng nya thor...fajar ta...emang dsr anak pungut tk tau diri
stela aza
emang di rumah s Arkan g ada cctv lama2 s fajar nggilani ,,, aturan mutiara ngmng sama Arkan kalau dia mau di lecehin sama anak pungutnya biar fajar di kasih pelajaran syukuy2 kasih tau kalau dia cuma anak pungut biar stok terapi 🤦
Wiwi Sukaesih
tenang Arkan it bapak mertua kamu 😁
stela aza
akhirnya bentar lagi ketemu keluarganya
stela aza
dasar bodoh
isnaini naini
nah itu tau...baru nyadar pak..yg km pilih batu kali...
isnaini naini
ksihn amat alice..preman aj gak doyan ...
isnaini naini
jngn2 alice main sm porter kereta...krna gk thn...
Anita Rahayu
Buat alice di penjara da di siksa di sel yg penghuninya korban pelakor thor pasti kena mental👍👍👍👍
isnaini naini
telat pak nyeselnya....
evi solina
pernikahan kok di buat mainan dosa loh
evi solina
move on itu harus elegan bikin goyang perusahaan nya, bukan dgn cara mabok
evi solina
mundu mut harga diri injak kok mau aja, laki pengecut begitu
evi solina
laki pecundang jgn di percaya
sakura
....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!