Dunia telah berubah menjadi permainan maut.
Gerbang dimensi terbuka, monster meluap ke bumi, dan manusia terpilih membangkitkan kekuatan luar biasa yang disebut "Hunter". Namun, Kenzo tidak seberuntung itu. Dia hanyalah seorang Cleaner—pemulung mayat monster kelas rendah yang direndahkan dan dianggap sampah masyarakat.
Nasibnya berubah saat ia dikhianati dan dibiarkan mati di dalam Dungeon level tinggi oleh timnya sendiri. Di ambang maut, sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:
[Ding! Sistem God Level Extraction Diaktifkan!]
[Target: Black Shadow Wolf (Grade A). Ekstraksi Berhasil!]
[Anda Mendapatkan Skill: Kecepatan Bayangan!]
Siapa sangka, pemulung yang dulunya diinjak-injak kini bisa mencuri bakat, kekuatan, hingga ingatan dari makhluk apa pun yang ia sentuh.
Satu per satu Hunter pengkhianat ia jatuhkan. Satu per satu monster penguasa ia jadikan batu loncatan. Dari pembersih sisa pertempuran, Kenzo bangkit menjadi predator puncak yang akan mengekstrak seluruh dunia!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risn_16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DIPLOMASI BAYANGAN DAN INFEKSI TAK KASAT MATA
Jakarta sekarang adalah pusat segalanya, tapi suasananya lebih mirip penjara bawah tanah daripada ibu kota dunia. Langitnya penuh dengan patroli bayangan bersayap yang bikin bayangan raksasa di atas gedung gedung pencakar langit.
Di dalem markas Shadow Faction, hawanya lebih panas dari knalpot bus kota. Ada ketegangan diplomatik yang rasanya kayak mau meledak.
Kenzo duduk di ujung meja rapat. Di kanannya, Vladimir kelihatan kayak mayat hidup yang lagi asma. Di kirinya, Seraphina terus terusan ngeremes tangannya sendiri sampe kuku kukunya hampir nembus kulit. Dua orang ini dulu raja dunia, sekarang cuma pengungsi yang gemeteran ketakutan.
"Jadi maksud kalian, The Whispers ini bukan monster yang bisa gue tebas?" Kenzo nanya, suaranya pelan tapi bikin gelas teh di depan Vladimir retak seribu.
"Bukan, Ken," bales Vladimir parau. "Mereka itu suara. Frekuensi yang ngerambat lewat Mana. Hunter yang mananya sensitif malah paling gampang kena. Mereka mulai denger bisikan bahasa setan di kuping mereka, dan tiba tiba badannya udah nggak bisa dikontrol lagi. Kayak ada orang lain yang narik tali di dalem saraf lo."
Seraphina ngangkat muka. Mata putihnya sekarang ada bintik bintik item kecil yang gerak gerak kayak belatung. "Kita nyoba tutup Vatikan, tapi kardinal kita udah infeksi duluan sejak Jeju. Dia nyebarin bisikan itu lewat doa penyembuhan. Kenzo... tempat ini pun mungkin udah jadi sarang."
Kenzo nggak panik. Dia cuma mejemin mata, nyambungin jiwanya ke Shadow World Tree yang dia tanam di bawah tanah. Dia ngerasain denyut jantung tiap orang di gedung itu.
[Sovereign’s Pulse: Aktif]
Detik berikutnya, Kenzo ngerasain ada yang nggak beres. Di lantai 45, di ruang komunikasi, ada satu detak jantung yang ritmenya kacau, nggak sinkron sama aliran mananya. Kayak ada mesin rusak di dalem dada manusia.
"Elara," panggil Kenzo lewat pikiran. "Kunci semua pintu di Sektor Komunikasi. Detik ini juga!"
"Bos? Ada apa? Kita lagi ngirim laporan" jawab elara.
"LAKUKAN AJA, BERENGSEK!"
Kenzo berdiri, bayangannya mendadak panjang ngelewatin tembok ruangan. Dia nggak butuh pintu. Dia langsung tenggelam ke bayangannya sendiri dan muncul di lantai 45 dalam sekejap mata.
Di sana, Bayu staf senior yang udah ikut Kenzo dari jaman susah lagi duduk di depan layar dengan mata kosong melongpong.
"Bayu," panggil Kenzo pelan.
Bayu nengok. Mukanya biasa aja, tapi pas dia buka mulut, yang keluar bukan suara manusia, melainkan suara statis radio yang bikin telinga pengeng.
"...Na ga... lo... telat..."
Tiba tiba, dari kuping sama hidung Bayu, keluar tentakel item kecil dari energi murni. Dia nerjang Kenzo dengan kecepatan yang nggak masuk akal buat ukuran orang kantoran.
Kenzo cuma ngangkat satu tangan. [Dominator’s Touch].
Badan Bayu beku di udara. Kenzo natap mata stafnya itu, ada rasa pahit di tenggorokannya. Bayu udah nggak ada di sana. Kesadarannya udah dimakan abis.
"Sori, Bay. Gue nggak bisa ekstrak lo kalau lo udah jadi sampah luar angkasa," gumam Kenzo. [Sovereign’s Flame].
Api item langsung ngebakar Bayu jadi abu. Ada parasit item yang mau kabur lewat AC, tapi bayangan ksatria kerdil Kenzo langsung nangkep dan ngeremes parasit itu sampe pecah.
Balik ke ruang rapat, Kenzo ngelempar sisa kristal parasit yang udah hangus ke atas meja. "Seraphina bener. Mereka udah di sini. Staf gue baru aja mau ngirim koordinat kita ke langit."
Hana, yang baru aja dapet jabatan Jenderal, mukanya pucet banget. "Guru... kalau mereka bisa masuk sini, gimana sama jutaan orang di luar sana?"
"Makanya kita harus gila," Kenzo natap Arka. "Arka, jalanin protokol Shadow Net. Semua Hunter di kota ini harus discan pake Mana Scanner modifikasi gue. Yang nolak, sikat. Tahan mereka."
"Itu bakal bikin rusuh, Ken," Arka ngasih peringatan.
"Orang udah stres. Kalau kita nangkep orang tanpa alesan jelas, mereka bakal bilang lo tiran."
"Gue lebih milih dibilang tiran daripada jadi penjaga kuburan massal," bales Kenzo pedes.
Vladimir berdiri, badannya masih sempoyongan. "Kenzo, lo nggak bisa sendiri. Biar sisa pasukan es gue ikut patroli. Mereka lebih tahan sama frekuensi ini karena badannya setengah beku."
Seraphina juga ikut nawarin sisa Inkuisisi Vatikan buat jagain mental orang orang. Kenzo ngeliat mereka berdua mantan musuh yang sekarang benerbener putus asa. "Oke. Kita bikin komando gabungan. Tapi inget, di sini gue rajanya."
Di tengah ribetnya Jakarta, sistem Kenzo geter lagi. Sinyal dari Mesir makin kenceng. Piramida Giza lagi mau meledak sama energi dimensi lain.
"Guru," Hana maju, cincin peraknya nyala. "Biar gue yang ke Mesir. Lo harus di sini buat jagain jantung pertahanan."
Valeria ngerutin kening. "Han, lo itu Rank S baru. Sovereign of Sand bukan lawan lo."
"Gue nggak bakal sendirian," Hana natap Kenzo penuh tekad. "Gue bawa divisi Void sama tiga Shadow Chimera. Guru, lo bilang gue harus belajar ngebantai sesuatu yang nggak punya jiwa. Pasir itu nggak punya nyawa sampe digerakin si dewa purba itu."
Kenzo diem lama, natap muridnya. Dia liat dirinya sendiri di mata Hana keras kepala dan mau ngelindungin orang lain sampe mati.
"Oke," Kenzo nyentikkan jarinya. Bayangan Sato muncul di belakang Hana. "Sato bakal jagain lo. Tapi inget, Hana, kalau lo ngerasa nggak bisa menang, lari. Jangan sampe kegengsian lo bikin gue kehilangan murid pertama gue."
Beberapa jam kemudian, Hana nyampe di Mesir lewat portal bayangan. Pemandangannya ngeri. Piramida Giza bukan warna kuning lagi, tapi ungu pekat. Pasir di sana gerak gerak sendiri ngebentuk prajurit kerangka yang bawa pedang lengkung.
Di puncak piramida paling gede, ada makhluk kepala anjing item Anubis. Sovereign of Sand.
"Siapa... yang ngirim bocah ke rumah dewa?" suara Anubis bikin pasir di bawah kaki Hana geter hebat.
Hana ngangkat tangannya, manggil busur Mana perak. "Gue Jenderal Faksi Bayangan. Dan menurut bos gue, lo itu barang rongsokan ilegal yang ngganggu ketertiban dunia."
Anubis ketawa, suaranya kayak batu nisan kegeser. "Dunia ini milik yang abadi, bukan naga kecil yang baru belajar terbang. Kalau guru lo penakut, pala lo bakal jadi pajangan pertama gue."
Hana narik tali busurnya, matanya nyala perak. "Kita liat aja... apa dewa karatan bisa mati dua kali."
Sementara itu di Jakarta, Kenzo lagi ngawasin pembersihan Mana pas Elara tiba tiba teriak histeris.
"Bos! Sensor ruang medis meledak! Vladimir sama Seraphina... mereka ilang!"
Kenzo langsung lari ke sana, tapi cuma nemu dua ranjang hancur yang jebol dari dalem. Di tembok, ada tulisan pake darah item yang masih gerak gerak
"MAKASIH AKSESNYA, MONARCH. KITA UDAH DI DALEM."
Kenzo ngerasa jantungnya berhenti bentar. Dia sadar dia udah ketipu mentah mentah. Vladimir sama Seraphina yang dateng itu bukan yang asli. Mereka itu cuma kulit luar yang udah diisi penuh sama parasit The Whispers. Kedatangan mereka cuma trik buat bawa parasit itu langsung ke dalem Shadow World Tree.
"Sistem! Kunci gedung! Bersihin semuanya!" teriak Kenzo di otaknya.
[ERROR! Sistem lagi diretas frekuensi 'The Whispers' lewat tamu terinfeksi.]
[Peluang menang: 45%.]
Kenzo cabut pedang itemnya, auranya meledak sampe semua kaca di lantai itu hancur berkeping keping. Dia dikhianatin sama rasa kasihan dia sendiri.
"Lo mau main di rumah gue?" Kenzo nyengir gila, amarahnya udah sampe ubun ubun. "Bakal gue pastiin lo semua bakal mohon mohon buat mati sebelum bayangan gue ngerobek frekuensi sampah lo!"
Pertempuran ganda pecah Hana lawan dewa pasir di gurun, dan Kenzo lawan infeksi di dalem jantung markasnya sendiri.