NovelToon NovelToon
MAS KADES, I LOVE YOU

MAS KADES, I LOVE YOU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Cintamanis / Menyembunyikan Identitas / Budidaya dan Peningkatan / Chicklit
Popularitas:105.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

#Mertua Julid

Amelia, putri seorang konglomerat, memilih mengikuti kata hatinya dengan menekuni pertanian, hal yang sangat ditentang sang ayah.

Penolakan Amelia terhadap perjodohan yang diatur ayahnya memicu kemarahan sang ayah hingga menantangnya untuk hidup mandiri tanpa embel-embel kekayaan keluarga.

Amelia menerima tantangan itu dan memilih meninggalkan gemerlap dunia mewahnya. Terlunta-lunta tanpa arah, Amelia akhirnya mencari perlindungan pada mantan pengasuhnya di sebuah desa.

Di tengah kesederhanaan desa, Amelia menemukan cinta pada seorang pemuda yang menjadi kepala desa. Namun, kebahagiaannya terancam karena keluarga sang kepala desa yang menganggapnya rendah karena mengira dirinya hanya anak seorang pembantu.

Bagaimanakah Amelia menyikapi semua itu?
Ataukah dia akhirnya melepas impian untuk bersama sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Rencana pernikahan

.

Safitri baru saja tiba di rumah, pulang dari kantor desa bersama ayahnya, Juragan Barnowo. Amarah Juragan Barnowo yang sejak tadi ditahan akhirnya meledak. Safitri yang baru saja hendak masuk ke kamar ditarik tangannya, dan…

Plak!

Tamparan yang begitu keras menghantam pipi Safitri, suaranya bahkan bergema di ruangan berdinding beton itu.

Safitri terhuyung, hilang keseimbangan akibat terkejut dan juga tamparan itu. Tubuhnya jatuh di lantai keramik yang mengkilap. Ia memegangi pipinya yang memerah, terasa panas dan berdenyut. Ada setitik darah dari sudut bibirnya yang robek. Ia mendongak menatap ayahnya dengan tatapan penuh luka dan tidak percaya.

"Ayah!" ucapnya lirih. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Ia tidak menyangka ayahnya yang selama ini begitu menyayangi dan rela melakukan apa pun untuknya akan tega melakukan ini padanya.

"Kamu!" bentak Juragan Barnowo dengan nada geram. "Kamu sudah membuat malu keluarga kita! Kamu sudah mempermalukan ayah di depan seluruh warga desa! Apa kamu tidak punya otak?"

Safitri terisak. Ia tidak berani menatap mata ayahnya yang penuh amarah. Ia tahu, ia telah mengecewakan ayahnya.

"Ayah… maafkan aku," ucap Safitri dengan suara bergetar. "Ini semua karena Amelia. Dia yang sudah merebut Mas Raka dariku."

"Diam kamu!" bentak Juragan Barnowo lagi. "Dasar anak bodoh. Percuma ayah menyekolahkan kamu tinggi-tinggi, jika melawan pembantu saja kamu tidak bisa. Apa kamu tidak bisa kerja yang bagus. Setidaknya jangan sampai ketahuan! Sekarang, lihat apa yang sudah kamu lakukan!”

"Ayah, maaf,” ucap Safitri kembali terisak.

"Maaf?”

Juragan Barnowo berjalan mendekati Safitri yang masih terduduk di lantai. Dengan kasar, ia menarik rambut Safitri hingga gadis itu mendongak menatapnya.

"Semudah itu kamu bilang maaf?" tanya Juragan Barnowo dengan nada dingin yang menusuk. "Kamu bukan hanya membuat malu Ayah, tapi kamu juga membuat Ayah kehilangan uang jutaan rupiah! Uang itu harusnya bisa ayah gunakan untuk tambahan membeli sawah lagi! Tapi, gara-gara kebodohan kamu, semuanya lenyap!"

Juragan Barnowo melepaskan rambut Safitri dengan kasar, membuat kepala gadis itu terbentur lantai.

"Kamu pikir uang itu mudah dicari?" bentak Juragan Barnowo. "Kamu pikir ayah bisa memetik uang di pohon? Uang itu hasil kerja keras ayah selama bertahun-tahun!"

Juragan Barnowo berdiri tegak, menatap Safitri dengan tatapan penuh kebencian. "Kamu benar-benar anak yang tidak berguna! Sebagai hukumannya, Ayah akan memangkas uang jajanmu dalam beberapa bulan ke depan!

Juragan Barnowo berbalik dan pergi meninggalkan Safitri yang masih terisak di lantai.

Safitri menangis tersedu-sedu. Ia merasa sangat sakit hati, terhina, dan putus asa. "Ini semua gara-gara Amelia,” geramnya tertahan.

Baginya Amelia lah yang bertanggung jawab atas segala kesialan yang ia alami. Kehilangan Raka, dan sekarang harus menghadapi kemarahan ayahnya.

"Awas saja kamu, Amelia!" gumam Safitri dalam hati dengan nada penuh kebencian. "Aku bersumpah, aku akan membalas dendam padamu! Aku akan membuat hidupmu lebih menderita dari hidupku! Kamu akan menyesal karena telah membuatku kehilangan segalanya!”

*

Keesokan harinya, Juragan Barnowo datang ke rumah Bu Sukma untuk menyerahkan sejumlah uang kepada Bu Sukma sebagai ganti rugi atas kerugian yang dialaminya. Tentu saja dihadiri dua orang perangkat desa sebagai saksi.

Bu Sukma menerima uang itu dan mengucapkan terima kasih, walaupun itu memang hak-nya.

Sebelum juragan Barnowo keluar bersama dengan dua perangkat, Amelia mendekati juragan beras itu. "Sampaikan pada putri Anda, saya menunggunya untuk mengulang lagi perbuatan yang sama. Dengan senang hati saya akan menunggu Anda memberi ganti rugi.”

Juragan Barnowo keluar dari rumah pak Marzuki dengan muka merah padam. Ini pertama kalinya ia dipermalukan seorang anak kemarin sore, dan itu karena kebodohan Safitri.

*

*

*

Dua minggu kemudian, Raka datang ke rumah Bu Sukma bersama Pak Wiranto dan Bu Sundari untuk melamar Amelia secara resmi. Tak hanya itu, mereka juga membawa serta sesepuh desa, Pak Salim, untuk mencari hari baik pernikahan berdasarkan weton (hari kelahiran) Raka dan Amelia.

Raka tampak gagah dengan kemeja batik yang dikenakannya. Pak Wiranto pun terlihat berwibawa dengan setelan jasnya, sementara Bu Sundari berusaha menampilkan wajah ramah meskipun hatinya mendongkol.

Widuri, yang belakangan ini memilih bersikap baik pada Amelia, juga ikut serta. Ia tidak mau membuat Raka marah dan kehilangan simpatinya.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh Bu Sukma dan Pak Marzuki. Rumah sederhana itu terlihat bersih dan rapi. Beberapa tetangga juga ikut datang untuk menyaksikan acara lamaran tersebut.

Setelah saling bertukar sapa, Pak Wiranto memulai pembicaraan. "Bu Sukma, Pak Marzuki, maksud kedatangan kami kesini adalah untuk melamar Amelia untuk Raka," ucap Pak Wiranto dengan nada sopan. "Kami juga membawa Pak Salim, sesepuh desa, untuk membantu menentukan hari baik pernikahan berdasarkan weton Raka dan Amelia."

Bu Sukma tersenyum bahagia. "Kami sangat senang mendengar maksud baik Bapak," jawab Bu Sukma. "Amelia sudah kami anggap seperti anak sendiri. Kami tentu saja merestui hubungan mereka. Kehadiran Pak Salim juga sangat kami hargai."

Raka menatap Amelia dengan tatapan penuh cinta. Ia menggenggam tangan Amelia erat-erat.

"Amelia," ucap Raka dengan nada lembut. "Maukah kamu menjadi istriku?"

Amelia tersenyum dan mengangguk. "Iya, Mas," jawab Amelia dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya. "Aku mau."

Semua orang yang hadir di situ mengucap syukur. Acara lamaran itu berjalan dengan lancar dan penuh kebahagiaan. Pak Salim kemudian mulai menghitung weton Raka dan Amelia untuk menentukan hari baik pernikahan.

Setelah acara lamaran selesai dan Pak Salim selesai dengan perhitungannya, Pak Wiranto menanyakan pada Amelia tentang keberadaan orang tuanya. Ia merasa perlu untuk mengenal orang tua Amelia, karena ia juga ingin meminta restu dari mereka.

"Amelia," ucap Pak Wiranto dengan nada lembut. "Bapak ingin bertemu dengan orang tuamu. Bapak ingin meminta restu dari mereka untuk pernikahanmu dengan Raka."

Amelia yang sebelumnya memang sudah gelisah tentang hal itu, merasa semakin cemas. Ia tidak tahu harus menjawab apa,

"Emm… Bapak," ucap Amelia dengan nada gugup. "Untuk sementara ini, orang tua saya tidak bisa ditemui. Mereka sedang bekerja di luar kota."

Pak Wiranto mengernyitkan dahinya. "Luar kota?" tanyanya penasaran. "Di mana?"

"Emm… maaf, Bapak," jawab Amelia dengan nada tidak enak. "Saya tidak bisa memberi tahu di mana mereka berada. Tapi, saya janji, mereka pasti akan datang saat pernikahan saya dengan Raka."

Pak Wiranto terdiam sejenak. Ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Amelia. Namun, ia tidak ingin memaksa Amelia untuk bercerita.

"Baiklah," ucap Pak Wiranto dengan nada bijaksana. "Bapak percaya padamu. Yang penting, orang tuamu datang saat pernikahanmu dengan Raka."

Pak Wiranto kemudian menetapkan tanggal pernikahan Raka dan Amelia, yaitu dua bulan kemudian, sesuai dengan hari baik yang telah dihitung oleh Pak Salim.

1
dewi rofiqoh
Safitri dan sundari bakalan nyesel karena masih saja mengganggu amelia
darsih
siap2 berustusan sm bodygurd nya papah nya amelia
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Supryatin 123
g kapok2 juga dua Mak lampir tu 🤭🤭🤭 lnjut thor 💪💪 semoga senjata makan tuan biar tau rasa🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mbuhlah sak karepmu emoh melu melu aku🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
gonaku bulak iku oro oro ombo sg ra dienggo, 🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: nah iku. Yo Podo. hamparan sawah yg luas
total 1 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
ini yg ngomong siapa? bingung aku je
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
judulnya ancaman safitri untuk sundari, tp gak ada part safitri ngomong atau ketemu sundari, piye to mak?
Nar Sih
safitri dan sundari ,kmu boleh berencana jht sama amelia tpi jgn harp berhasil ,pasti papa alexander sdh menyiap kan penjaga buat amel 🤣
Dewi kunti
Widuri dah dikasih bayaran buat beli ban blm itu,nnt lupa lg🤭🤭🤭🤭
Patrick Khan
mereka ber 2 gk ada kapok nya
Patrick Khan: huaahahahahah😅😅😅
total 2 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
maaf typo kah? mana sensi bibi , mgkn mksde janji🙏
Isma Isma: semogaa kalian Cpat msuk penjara
total 3 replies
Solihatin Bawel2
lanjutan nya mana seru ceritanya/Heart/
dewi rofiqoh
Hati-hati dengan sundari, dia menyingkirkan kebahagiaan kalian
ora
mbak?
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: aduh. opo iku mau😭
total 2 replies
Aurel
lanjut
Dew666
🍦🍦🍦🍦🍦
Cindy
lanjut kak
Nar Sih
selamat ya mas raka dan neng amel,moga shat dan lsncar
Dewi kunti
dia benar2 aku.....gmn ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!