NovelToon NovelToon
Menikahi Perempuan Gila?

Menikahi Perempuan Gila?

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Kyky Pamella

"menikah, atau kamu kami coret dari daftar pewaris?"
"tapi dia gila mah,"
.........
Narendra meradang saat jalinan kasihnya selama bertahun-tahun harus kandas dan berakhir dengan menikah dengan perempuan pilihan orang tuanya.
Reyna, putri konglomerat yang beberapa tahun belakangan di isukan mengidap gangguan jiwa karena gagal menikah adalah perempuan yang menjadi istri Narendra.
tak ada kata indah dalam pernikahan keduanya, Naren yang belum bisa melepas masa lalunya dan Rayna yang ingin membahagiakan keluarga nya di tengah kondisi jiwanya, saling beradu antara menghancurkan atau mempertahankan pernikahan.
apakah Naren akhirnya luluh?
apakah Rayna akhirnya menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyky Pamella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MPG_5

Sudah hampir dua jam mobil yang kupesan melalui aplikasi itu melaju tanpa arah yang jelas. Jalanan kota berganti menjadi ruas-ruas panjang yang makin sepi, sementara pikiranku masih terjebak pada satu titik yang sama, kacau, berisik, dan penuh luka yang belum sempat diberi nama.

Pak sopir sesekali melirik ke kaca spion. Guratan gusar tak lagi bisa ia sembunyikan.

“Maaf, Nona,” ucapnya akhirnya, suaranya terdengar ragu. “Ini sudah lebih dari satu jam. Sebentar lagi kita hampir keluar batas kota. Sebenarnya… kita mau ke mana?”

Ada ketakutan di wajahnya. Wajar. Barangkali ia mengira aku sedang menjalankan modus kejahatan baru, menyewa mobil hanya untuk berputar-putar kemudian bekerja sama dengan komplotan mencuri mobilnya

Aku terdiam. Pertanyaan sederhana itu justru menamparku paling keras. Aku bahkan tidak tahu harus pergi kemana.

Ternyata semenyedihkan itu keadaanku sekarang. Bahkan untuk menentukan arah pun aku tak sanggup. Aku kehilangan tempat berpulang, kehilangan orang yang bisa mendengar keluh kesahku tanpa menghakimi.

Dalam kondisi seperti ini, seharusnya Mas Raka dan Mbak Fatma menjadi tempatku bersandar. Tapi ironisnya, merekalah orang pertama yang tidak boleh tahu tentang apa pun yang sedang ku alami. Sedikit saja mereka mencium keganjilan, semua rencanaku akan runtuh bahkan sebelum benar-benar dimulai.

"Maya…Astaga. kenapa aku lupa dengan peri berisik itu, " lirihku dengan sedikit senyum lega. Aku menepuk pelan kepalaku sendiri. Bagaimana bisa aku melupakan dia?

“Pak,” ucapku cepat. “Putar balik saja. Kita ke Jalan Penanggungan. Nama tempatnya Madani Beauty.”

Pak sopir segera mengutak-atik peta di dashboard. Alisnya terangkat, jelas terkejut. Aku bisa menebak isi pikirannya, jarak Madani dari apartemenku tak sampai dua puluh menit.

Aku hanya tersenyum kecil.

Hari ini, aku memang sedang tidak rasional.

---

Madani Beauty Clinic

“Selamat sore, Bu Rayna. Selamat atas pernikahannya ya, Bu.”

Sapaan Indah, resepsionis klinik, menyambutku begitu aku melangkah masuk. Senyumnya lebar, tulus.

“Wah, pengantin baru,” timpal salah satu dokter estetika yang sedang lewat. “Selamat ya, Bu Rayna. Semoga cepat diberi momongan.”

Aku membalas dengan senyum tipis. Kakiku terus melangkah, nyaris berlari menuju lorong belakang tempat ruanganku dan Maya berada.

Madani Beauty adalah salah satu usahaku—yang kubangun bersama Maya. Kami bersahabat sejak SMA, melewati masa-masa remaja penuh drama, mimpi, dan luka yang sama-sama kami sembuhkan. Kini Maya telah menjadi dokter estetika ternama, dan Madani berkembang pesat dengan lebih dari sepuluh cabang di seluruh Jawa Timur. Klinik yang kudatangi ini adalah pusatnya.

Aku hanya mengangguk pada setiap ucapan selamat yang mengalir di sepanjang lorong. Kepalaku terlalu penuh untuk benar-benar mendengar.

“Assalamu’alaikum.”

Aku langsung masuk ke ruangan Maya tanpa mengetuk. Indah bilang ia sedang tidak menerima pasien.

“Wa’alaikum salam, pengantin baruku,” sapa Maya ceria, langsung memelukku erat.

Pelukan itu hampir saja membuat pertahananku runtuh. Tapi aku buru-buru melepaskan diri.

“Kenapa semua orang di sini tahu kalau gue udah nikah?” tanyaku tanpa basa-basi.

Maya mengernyit. “Hah?”

“Seingat gue, cuma lo yang gue kasih tau. Dan semua tamu diberi tahu buat nggak mempublikasikan pernikahan gue sama Naren.” Aku menatapnya dalam-dalam.

“Lo yang nyebarin ke anak-anak?” tanyaku penuh curiga

“Ngaco lo,” jawab Maya ketus. “Bukan gue.” tolaknya keras dan tegas

“Terus dari mana mereka tahu?” aku semakin bingung

“Lo beneran nggak tahu, Rayn?” Maya tampak sama bingung nya

“Sumpah, lo bikin gue takut. Buruan ngomong.”

Maya mendecak. “Gue nggak tahu seberapa brutal pergulatan lo sama Narendra, tapi masa iya dia sampai nggak ngizinin lo buka HP? Atau minimal nyalain TV kek.”

Aku tersenyum kecut. Andai dia tahu, yang terjadi bukan pergulatan—melainkan perang.

“Ngomong sekarang,” ancamku. “Atau gue pecat semua dokter Madani dan gue ganti sama mbah dukun yang bisa nanem susuk.”

Maya langsung tergelak keras. “Oke, oke. Jadi gini,” katanya akhirnya.

“Awalnya gue juga nggak tahu. Tapi pas buka sosmed, DM gue ribuan. Semua nanyain pernikahan lo. Terus ada satu akun ngetag gue.”

Ia memutar layar ponselnya ke arahku.

Potongan video. Ijab kabul.

“Terus?” suaraku nyaris tak keluar.

“Tadi pagi,” lanjut Maya, “Rusdiantoro Group sama Tunggal Jaya Group resmi merilis kabar pernikahan kalian. lebih dari lima puluh wartawan di undang. Sekarang semua media bahas itu.”

Aku menelan ludah. “Lo nggak lagi ngeprank gue kan, May?” Mataku mulai panas.

“Rayn… di TikTok aja video ijab kabul lo udah diedit pakai backsound segala genre musik. Quotes cinta, kata-kata mutiara. lengkap.”

“Mereka nggak bilang apa-apa ke gue, May.” Suaraku pecah. “Padahal mereka sendiri yang minta pernikahan ini di-keep. Undangan dibatasi. Semua serba tertutup. Terus kemarin itu buat apa?”

Aku menangis. Sesenggukan. Untuk pertama kalinya, aku merasa benar-benar dipermainkan oleh keluargaku sendiri.

“Aku harus apa?” tanyaku putus asa. “Gimana aku bisa hadapi Narendra?”

Maya menatapku lekat. “Rayn… pernikahan lo baik-baik aja, kan?” begitulah Maya, sangat peka. bahkan hanya dari kedipan mata, ia bisa menebak isi pikiranku

Tak sanggup lagi menahan beban itu, aku menceritakan semuanya. Dari awal hingga akhir. Dari luka hingga hinaan. perlakuan Naren, adanya Ajeng, dan kesepakatan-kesepakatan gila diantara kami berdua.

Maya terbelalak. Mulutnya menganga, matanya membulat.

“Bajingan. kebarat. Gak ada akhlak!” sumpah serapah mengalir deras. “Itu orang otaknya ikut diekspor bareng kelapa sawit apa gimana?” amuk Maya hingga dadanya naik turun tak beraturan. Aku hanya diam.

“Bisa-bisanya dia perlakuin lo kayak gitu,” lanjut Maya berapi-api. “Dia lupa yang dinikahin ini berasal dari keluarga apa? "

Lalu Maya menatapku tajam.“Lo juga, Rayn.”

Aku mengangkat wajah. “Kenapa jadi gue?”

“Udah gue bilang, stop drama gila lo ini. Sampai kapan lo mau nyiksa diri sendiri?” air mata Maya ikut membanjir

“Lo pikir gue mau?” bantahku terisak. “Lo tahu benar, apa alasan gue kan?"

Maya mendekat, memelukku erat. “Oke. Sekarang bilang. Gue harus ngapain buat bantu lo?”

“Aku mau mempertahankan pernikahan ini,” jawabku mantap.

“Aku nggak mau Mamah dan Mas Raka merasa keputusan mereka salah. Aku nggak mau mereka ngerasain sakit yang sama kayak gue dulu.”

Maya menghela napas panjang.

“Baiklah,” katanya kemudian, berdiri dan menirukan gaya peri dengan pantat bergoyang tak karuan. “Ibu peri multifungsi ini akan mengabulkan permintaanmu.”

Aku menangis sekaligus tertawa, “Thanks, May.”

“Tenang,” katanya penuh percaya diri. “Gue punya banyak ramuan pembasmi hama. Kita bikin si Ajengkang Jengking itu punah.”

Aku terkekeh. “Emang nggak ada yang lebih paham cara basmi hama sebaik lo.”

Kami tertawa bersama.

Untuk pertama kalinya hari ini, dadaku terasa sedikit lebih ringan.

Dan aku tahu—

aku belum kalah.

1
Wina Yuliani
eng ing eng di gantung nih kita, kayak jemuran yg gk kering kering
plisss dong kk author tambah 1 lagi
Nurhartiningsih
woilahhh ..knp rayna??
lovina
kirain cwenya hebat taunya luluh jg bego...pasaran ceritanya..kirain beda..bkn hasil dari otak author haisl baca2 novel lain🤣, dan ini semua para author lakukan..
PanggilsajaKanjengRatu: coba baca punya aku kak, Siapa tau gak pasaran🤭 judulnya “Cinta Yang Tergadai ” ada juga soal cinta virtual yang berhasil ke pelaminan “Akara Rindu dalam Penantian”
total 1 replies
Nurhartiningsih
baru awal baca udah nyesek
Wina Yuliani
seru.... ceritanya ringan tp bikin gereget, penasaran, ada sedih tp ada manis manisnya juga, gaskeun lah pokonya mah 👍👍👍👍
Wina Yuliani
rayna yg di kasih kartu aku yg ikut kelepek2 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!