NovelToon NovelToon
Kultivator Tinta Surgawi

Kultivator Tinta Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Epik Petualangan / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:393
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

"Langit adalah kertas, darah adalah tinta, dan kehendakku adalah kuasnya."
Yuen Guiren hanyalah seorang pemuda buta dari desa kecil, tak berarti bagaikan semut di mata para kultivator abadi. Namun, ketika tragedi merenggut segalanya dan memaksanya untuk melindungi satu-satunya keluarga yang tersisa yaitu adiknya, semut itu berubah menjadi monster pembasmi kemungkaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Persiapan Fondasi Abadi

Lilin-lilin di ruang meditasi pribadi Guiren telah terbakar hingga hampir menyentuh tatakan perunggunya. Cahayanya berkedip, menciptakan bayangan yang bergoyang di atas dinding batu yang dingin. Di atas meja rendah di hadapannya, sebuah kotak kecil yang terbuat dari kayu hitam terbuka lebar, memperlihatkan sebuah pil bulat seukuran jempol yang memancarkan aroma wangi yang pekat dan menenangkan.

Mereka menyebutnya, Pil Fondasi.

Bagi ribuan murid di Sekte Mo-Yun, benda itu adalah jembatan emas menuju keabadian. Ia adalah penawar rasa takut, penstabil badai energi, dan jaminan bahwa fondasi kultivasi mereka akan terbentuk dengan kokoh dan aman tanpa risiko hancurnya meridian.

Guiren duduk bersila, jemarinya yang panjang dan sedikit kasar karena kuas meraba permukaan meja, berhenti tepat di depan kotak kayu itu.

"Kakak tidak akan mengambilnya?"

Suara itu datang dari balik tirai. Xiaolian masuk dengan langkah ringan, membawa baki berisi teh hangat. Ia meletakkan baki itu dan menatap pil yang bersinar redup tersebut. Sebagai seseorang yang tumbuh di lingkungan sekte, ia tahu betapa berharganya benda itu. Banyak murid bersedia mempertaruhkan nyawa atau mengkhianati saudara demi satu butir Pil Fondasi tingkat tinggi.

Guiren menggeleng singkat. "Pil ini... ia menawarkan stabilitas melalui penyeragaman. Ia memaksa energi setiap orang untuk mengikuti pola yang sama, membentuk fondasi yang kokoh tapi kaku, seperti cetakan bata yang digunakan untuk membangun tembok sekte ini."

Ia menarik tangannya menjauh dari kotak itu.

"Jalurku bukan tentang membangun tembok," lanjut Guiren, suaranya tenang namun memiliki bobot yang tak tergoyahkan. "Jalurku adalah lukisan. Dan aku tidak bisa melukis di atas permukaan yang sudah dicetak oleh tangan orang lain."

Xiaolian duduk di samping kakaknya. Ia tidak mencoba membujuknya. Ia telah mendengar sendiri bagaimana Guiren merangkak keluar dari maut di Lembah Roh, dan ia tahu bahwa di balik ketenangan kakaknya, ada api keyakinan yang tidak butuh validasi dari siapa pun.

"Kak, tapi bukankah sudah jelas resikonya besar?" bisik Xiaolian. "Tanpa pil itu, energinya tidak akan memiliki penahan. Jika goresanmu salah sedikit saja... kau tahu apa yang akan terjadi pada jiwamu."

"Aku tahu," sahut Guiren. Ia meraih kuasnya yang paling halus, merasakan bulu-bulu serigala roh itu di bawah ujung jarinya. "Dunia menghargai keamanan di atas segalanya, itulah sebabnya mereka semua berakhir sebagai bata di tembok yang sama. Aku lebih baik hancur sebagai goresan tinta yang bebas daripada abadi sebagai bagian dari bangunan yang bukan milikku."

Keputusannya mutlak. Ini bukan sekadar keangkuhan murid berbakat, melainkan kesadaran penuh bahwa Tubuh Kertas Surgawi miliknya menuntut sesuatu yang lebih murni. Niat Tinta yang ia kembangkan selama ini bersifat cair, liar, dan personal. Memaksanya masuk ke dalam cetakan Pil Fondasi standar hanya akan memadamkan api seninya.

Ia memutuskan untuk melukis fondasinya sendiri. Sebuah konsep yang bagi sebagian besar tetua sekte dianggap sebagai kegilaan atau bunuh diri kultivasi. Ia akan menggunakan meridiannya sebagai kanvas, darah dan Qi-nya sebagai tinta, dan kehendak jiwanya sebagai ujung kuas.

Guiren bangkit perlahan, berjalan menuju jendela yang terbuka. Angin malam Puncak Terasing membawa aroma pinus dan dinginnya embun. Di kejauhan, ia bisa merasakan denyut energi dari ribuan murid lainnya yang sedang tertidur atau bermeditasi, semuanya bergerak menuju muara yang sama.

Ia membelakangi mereka semua.

"Tolong siapkan tinta tambahan, Lian-er. Tinta paling pekat yang pernah kita buat," ucap Guiren tanpa menoleh. "Malam ini, aku tidak akan hanya menembus batas. Aku akan menciptakan duniaku sendiri."

Xiaolian mengangguk, ada rasa bangga yang menyelinap di balik kekhawatirannya. Ia tahu bahwa mulai saat ini, kakaknya telah resmi meninggalkan jalur yang biasa dilalui manusia.

Guiren menutup kotak kayu cendana itu dengan satu sentuhan ringan, membiarkan Pil Fondasi berharga yang baru saja diberikan sekte sebagai hadiah terobosan itu terkunci dalam kegelapan. Ia tidak membutuhkannya. Yang ia butuhkan hanyalah keheningan, kuasnya, dan keberanian untuk menghadapi kekosongan di dalam dirinya sendiri.

1
anggita
mampir ng👍like+iklan☝saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!