NovelToon NovelToon
CINTA Di BALIK 9 M

CINTA Di BALIK 9 M

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan
Popularitas:991
Nilai: 5
Nama Author: Azkyra

Yurie Harielyn Nazeeran kehilangan ibunya di usia lima tahun. Kematian yang disebut karena sakit itu menyimpan kebenaran kelam—diracun oleh Agnesa, wanita yang dua hari kemudian menikahi ayahnya. Tak ada yang percaya pada kesaksian Yurie kecil, bahkan ayahnya sendiri memilih berpihak.

Sejak saat itu, Yurie hidup sebagai bayangan di rumahnya sendiri hingga di usia delapan belas tahun, ia dijodohkan demi uang sembilan miliar dari keluarga Reynard. Pernikahan itu menyeretnya ke dalam rangkaian misteri:

kematian, pengkhianatan, dan rahasia besar yang berpusat pada keluarga Nazeeran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azkyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 14

Yurie mulai memahami satu hal penting: rasa aman tidak selalu datang dengan suara lantang atau janji besar. Kadang, ia hadir diam-diam—melalui rutinitas kecil yang berulang, melalui kehadiran seseorang yang tidak banyak bicara tapi selalu ada di tempat yang sama.

Sejak hari itu, ia dan Kaiden sering menghabiskan waktu di ruang yang sama tanpa banyak kata.

Pagi yang tidak tergesa, siang yang berjalan pelan, sore yang ditutup dengan percakapan singkat atau hanya duduk bersebelahan tanpa kewajiban mengisi keheningan. Yurie tidak lagi merasa harus menjelaskan keberadaannya.

Ia mulai berani bernapas.

Namun, ketenangan itu rupanya tidak datang tanpa harga.

Pesan-pesan dari nomor tak dikenal masih muncul, meski tidak setiap hari. Isinya tidak mengancam, tapi justru itulah yang membuat Yurie tidak nyaman. Kalimat-kalimat pendek, ambigu, seolah ditulis oleh seseorang yang mengamatinya dari jauh.

Kau terlihat lebih hidup sekarang.

Rumah barumu cocok untukmu.

Apakah kau bahagia, Yurie?

Tidak ada tanda tangan. Tidak ada petunjuk jelas. Tapi setiap pesan membuat jantung Yurie berdetak lebih cepat dari seharusnya.

Ia menepati janjinya pada Kaiden—tidak membalas satu pun.

Suatu siang, saat ia duduk di ruang baca dengan buku terbuka di pangkuannya, Kaiden datang dan duduk di kursi seberang. Ia tidak langsung bicara, hanya memperhatikannya beberapa detik.

“Kau tidak fokus,” katanya akhirnya.

Yurie tersenyum kecil. “Kelihatan ya?”

Kaiden mengangguk. “Pesan itu datang lagi?”

Yurie terdiam sesaat, lalu mengangguk pelan. “Iya.”

“Isinya masih sama?”

“Kurang lebih.”

Kaiden menyandarkan punggungnya, menatap langit-langit sebentar. “Aku sudah minta orang untuk melacak nomornya.”

Yurie menegang. “Aku tidak ingin merepotkan—”

“Kau tidak merepotkan,” potong Kaiden, suaranya tetap tenang. “Ini soal keamanan.”

Kata itu membuat Yurie menunduk. Ia tidak terbiasa dianggap penting hingga perlu dijaga.

“Apakah aku… membawa masalah ke hidupmu?” tanyanya lirih.

Kaiden menatapnya lurus. “Masalah itu sudah ada jauh sebelum kau datang.”

Jawaban itu membuat Yurie mengangkat kepala. “Maksudmu?”

Kaiden tidak langsung menjawab. Ia bangkit, berjalan ke rak buku, lalu mengambil sebuah map tipis berwarna gelap. Ia kembali duduk dan meletakkan map itu di meja kecil di antara mereka.

“Aku belum berniat membicarakan ini sekarang,” katanya. “Tapi mungkin sudah waktunya kau tahu sedikit.”

Yurie menatap map itu, jantungnya berdetak tidak beraturan. “Tentang apa?”

“Keluargaku.”

Ia membuka map itu perlahan. Di dalamnya ada beberapa lembar dokumen, potongan berita lama, dan foto-foto. Yurie tidak langsung membacanya, hanya memperhatikan wajah Kaiden yang tampak lebih tegang dari biasanya.

“Kakakku, Jayden,” lanjut Kaiden. “Meninggal dalam sebuah kecelakaan yang terlalu… rapi.”

Yurie menelan ludah. “Rapi?”

“Tidak ada saksi yang jelas. Tidak ada rekaman yang utuh. Banyak bagian yang hilang.”

Yurie teringat pesan-pesan misterius itu. Cara penulisnya seolah tahu banyak hal, tapi tidak pernah berkata langsung.

“Dan istrinya?” tanya Yurie pelan, mengingat cerita yang pernah ia dengar sepintas.

Kaiden mengangguk. “Elif. Hamil enam bulan saat itu. Ia menghilang di bandara, dalam perjalanan untuk berziarah.”

Yurie membeku. Ada getaran aneh di dadanya, seolah potongan-potongan cerita ini mulai membentuk pola yang tidak ia sukai.

“Polisi bilang tidak ada cukup bukti untuk melanjutkan,” lanjut Kaiden. “Kasusnya ditutup perlahan.”

“Dan kau tidak percaya?” tanya Yurie.

“Aku tahu keluargaku,” jawab Kaiden singkat. “Dan aku tahu… ada pihak lain yang bermain.”

Yurie terdiam lama. Ingatannya melayang ke rumah Nazeeran. Ke kematian ibunya yang disebut karena sakit. Ke wajah Agnesa yang selalu tampak tenang di depan orang lain. Ke ayahnya yang memilih diam.

“Kau merasa pesan itu… berhubungan?” tanya Yurie akhirnya.

“Aku belum bisa memastikan,” jawab Kaiden.

“Tapi waktunya terlalu berdekatan untuk dianggap kebetulan.”

Yurie menarik napas dalam-dalam. “Aku juga pernah… kehilangan tanpa jawaban.”

Kaiden menatapnya, memberi ruang.

“Ibuku,” lanjut Yurie, suaranya bergetar tapi ia tetap melanjutkan. “Mereka bilang dia sakit. Tapi aku melihat sesuatu yang tidak masuk akal. Dan tak ada yang percaya pada anak kecil.”

Kaiden tidak berkata apa-apa. Ia hanya mendengarkan. Dan untuk pertama kalinya, Yurie menceritakan sebagian kisahnya—tanpa detail kejam, tanpa luka yang dibuka paksa, hanya garis besar yang cukup untuk dipahami.

Ketika ia selesai, ruangan itu sunyi.

“Yurie,” kata Kaiden pelan, “apa pun yang terjadi pada ibumu… aku akan membantumu mencari kebenaran.”

Yurie menggeleng kecil. “Aku tidak ingin menyeretmu ke masa laluku.”

Kaiden tersenyum tipis, tapi matanya serius. “Mungkin masa lalu kita memang saling bersinggungan.”

Kalimat itu membuat Yurie merinding.

......................

Beberapa hari kemudian, Kaiden harus pergi ke luar kota untuk urusan keluarga. Ia tidak menjelaskan detailnya, hanya berkata ia akan kembali secepatnya.

“Aku akan baik-baik saja,” kata Yurie saat mengantarnya ke pintu.

“Aku tahu,” jawab Kaiden. “Tapi tetap hati-hati.”

Setelah mobil Kaiden menghilang dari pandangan, Yurie kembali ke dalam rumah dengan perasaan aneh—campuran antara rindu yang belum sempat tumbuh dan kekhawatiran yang tidak ia mengerti sepenuhnya.

Malam itu, pesan baru masuk.

Kau sendirian sekarang.

Yurie membeku. Jarinya mencengkeram ponsel erat-erat.

Pesan berikutnya menyusul.

Jangan khawatir. Aku hanya ingin memastikan kau masih aman.

Dadanya terasa sesak. Ia ingin memanggil Kaiden, tapi menahan diri. Ia tidak ingin panik tanpa kepastian.

Ia menutup ponsel dan memutuskan tidur, berharap pikirannya berhenti berlari.

Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama.

Keesokan harinya, sebuah paket kecil tiba di rumah. Tanpa pengirim. Tanpa catatan.

Di dalamnya, hanya ada satu benda.

Sebuah liontin.

Liontin yang sangat ia kenal.

Tangan Yurie gemetar hebat. Ia menjatuhkan benda itu ke meja, napasnya memburu. Liontin itu milik ibunya. Yang seharusnya sudah hilang bertahun-tahun lalu.

"Bagaimana benda itu bisa sampai ke sini?"

"Siapa yang mengirimkannya?"

"Dan yang paling menakutkan—berapa lama"

"mereka sudah mengawasinya?"

Yurie terduduk lemas, air mata menggenang di pelupuk matanya. Rasa aman yang mulai ia bangun perlahan runtuh, digantikan oleh ketakutan lama yang kembali merayap.

Ia meraih ponselnya dan menelepon Kaiden.

Panggilan tersambung.

Kaiden*

“Ada apa?” suara Kaiden terdengar serius.

“Aku…” suara Yurie bergetar. “Mereka mengirimkan sesuatu.”

“Apa?”

“Liontin ibuku.” Hening beberapa detik di seberang sana.

“Yurie,” kata Kaiden akhirnya, nadanya berubah tegas, “jangan sentuh apa pun lagi. Aku akan pulang. Sekarang.”

Telepon terputus.

Yurie menatap liontin itu dengan mata basah. Di dalam hatinya, ia tahu—permainan ini baru saja dimulai. Dan kebenaran yang selama ini terkubur, perlahan menemukan jalan keluar.

1
mus lizar
tokoh utamanya kasian banget, kalau aku jadi dia udh ku cabik cabik ibu tiri yang sok ngatur itu
mus lizar
sangat fantastis, bahasanya dan kata katanya jelas dan bisa dibayangkan apa yang terjadi/Smile//Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!