(WARISAN MUTIARA HITAM SEASON 4)
Chen Kai kini telah menapakkan kaki di Sembilan Surga, namun kisahnya di Alam Bawah belum sepenuhnya usai. Ia mempercayakan Wilayah Selatan ke tangan Chen Ling, Zhuge Ming, dan Gui. Sepuluh ribu prajurit elit yang berhutang nyawa padanya kini berdiri tegak sebagai benteng yang tak tergoyahkan.
Sebuah petualangan baru telah menanti. Sembilan Surga bukanlah surga penuh kedamaian seperti bayangan orang awam; itu adalah medan perang kuno para Kaisar Agung, tempat di mana Mutiara Hitam menjadi incaran seluruh Dewa.
Di Sembilan Surga, hukum duniawi tak lagi berlaku. Di sana, yang berkuasa hanyalah Kehendak Mutlak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cahaya di Puncak Kuali
Malam di Kota Awan Putih biasanya tenang, namun malam ini, kota itu seolah-olah bernapas dengan cahaya. Lampion-lampion angin melayang di setiap sudut jalan, memancarkan pendaran keemasan yang memantul di dinding-dinding marmer. Di pusat kota, menara Paviliun Penyulingan Awan memancarkan pilar cahaya putih yang menembus hingga ke lapisan awan tertinggi, menandakan bahwa Ritual Embun Kristal Surga akan segera dimulai.
Chen Kai berdiri di balkon penginapannya, menatap pilar cahaya tersebut. Rambut hitam samarannya tertiup angin kencang yang membawa aroma herbal yang sangat pekat—aroma dari ribuan bahan obat yang sedang dipanaskan di dalam Kuali Utama sekte.
"Tuan, persiapannya sudah selesai," bisik Mo Yan yang berdiri di belakangnya. Ia mengenakan jubah asisten yang rapi, namun tangannya masih sedikit gemetar. "Jimat pengalih yang Tuan minta telah saya siapkan di titik koordinat yang Anda tentukan di pasar bawah."
"Bagus," jawab Chen Kai. Ia menyentuh Lencana Alkemis Tingkat Tiga di dadanya. Logam perak itu terasa dingin. "Ingat, begitu ritual mencapai puncaknya, kau harus memicu jimat itu. Ledakan energinya harus cukup untuk menarik perhatian para pengawal tingkat menengah selama sepuluh detik. Itu adalah jendela waktuku."
"Hati-hati, Tuan. Jika Jaring Napas Dewa mendeteksi Anda di dalam Arsip, bahkan Tetua Yun pun tidak akan bisa menyelamatkan Anda," Mo Yan memperingatkan dengan nada rendah.
Chen Kai tidak menjawab. Ia hanya menatap uban perak di pelipisnya yang kini mulai berdenyut—sebuah pertanda bahwa penyelarasan raga dewa-nya telah mencapai titik jenuh.
Satu Jam Kemudian - Puncak Paviliun Penyulingan Awan.
Pelataran puncak paviliun adalah sebuah cakram raksasa yang melayang, dikelilingi oleh air terjun esensi yang mengalir ke atas. Di tengahnya, terdapat sebuah kuali kuno setinggi sepuluh meter yang terbuat dari Perunggu Langit. Kuali itu bergetar hebat, memancarkan gelombang panas yang hanya bisa ditahan oleh mereka yang memiliki basis kultivasi tingkat tinggi.
Tetua Yun berdiri di depan kuali, memimpin belasan alkemis elit. Di sekitar mereka, para tamu kehormatan—termasuk Chen Kai—duduk di atas bantal-bantal awan yang diatur dalam formasi melingkar.
"Saat embun jatuh, jangan mencoba menyerapnya dengan paksa!" suara Tetua Yun menggelegar di antara deru angin. "Biarkan esensi itu memilih meridianmu. Siapa pun yang serakah akan mendapati jiwanya membeku!"
Tiba-tiba, langit di atas kuali terbelah. Cahaya matahari perak yang tersembunyi di balik Sembilan Surga seolah-olah memadat, membentuk tetesan-tetesan kristal cair yang jatuh perlahan.
Itulah Embun Kristal Surga.
Seketika, seluruh pelataran dipenuhi oleh uap suci. Para alkemis mulai bermeditasi dengan hikmat. Chen Kai memejamkan matanya, namun alih-alih menyerap embun, ia menggunakan frekuensi energi embun tersebut untuk menyamarkan aura tubuhnya sendiri.
"Sekarang, Nak," suara Kaisar Yao bergema di dalam batinnya, tajam dan mendesak. "Frekuensi sedang kacau karena jatuhnya embun. Ini adalah satu-satunya saat Jaring Napas Dewa memiliki celah!"
Chen Kai tidak bergerak secara fisik. Ia menggunakan Hukum Ruang untuk menciptakan bayangan sisa (afterimage) dari dirinya yang tetap duduk bermeditasi di atas awan.
"Langkah Hampa: Lipatan Bayangan."
Dalam satu kedipan mata, tubuh asli Chen Kai meluncur ke bawah, melewati celah sempit di antara pilar-pilar penyangga, menuju ke arah menara belakang di mana Arsip Kuali berada.
Ia mendarat di depan pintu arsip yang dijaga oleh tirai cahaya berwarna biru tua. Ini adalah Jaring Napas Dewa. Tirai ini tidak mendeteksi fisik, melainkan mendeteksi "berat" dari jiwa seseorang.
Chen Kai menyentuh dinding batu di samping pintu.
"Hukum Gravitasi: Pengosongan Massa Jiwa."
Ia memanipulasi berat eksistensi jiwanya sendiri hingga menjadi seringan udara. Ia melangkah melewati tirai cahaya itu seolah-olah ia hanyalah hembusan angin malam. Jaring itu tidak bergetar. Alarm tidak berbunyi.
Di dalam arsip, suasananya sangat sunyi dan dingin. Rak-rak buku setinggi puluhan meter dipenuhi oleh gulungan kulit naga dan lempengan batu giok. Di ujung ruangan, di bawah kotak kristal yang disegel oleh lima lapis mantra, terdapat sebuah gulungan kecil dengan sampul perak yang bersinar redup.
Catatan Perak.
Chen Kai mendekat, namun indra spasialnya tiba-tiba menangkap distorsi di udara di belakangnya.
"Aku tahu bau tikus dari dunia bawah tidak akan hilang hanya dengan jubah alkemis."
Chen Kai membeku. Ia tidak berbalik, namun ia bisa merasakan kehadiran aura yang sangat tajam dan dingin di belakangnya. Itu bukan penjaga biasa. Itu adalah Yan, tangan kanan Tetua Yun yang sejak awal menaruh curiga padanya.
"Kau melakukan kesalahan besar dengan menyusup ke sini saat ritual berlangsung. Sekarang, berikan aku alasan kenapa aku tidak harus menghancurkan meridianmu sekarang juga."
Chen Kai perlahan berbalik. Matanya yang memiliki lingkaran emas mulai bersinar dalam kegelapan arsip.
"Karena jika kau melakukannya," bisik Chen Kai, auranya mendadak meledak melampaui batas Tahap Awal, "seluruh menara ini akan runtuh sebelum kau sempat memanggil bantuan."
Di saat yang sama, di luar Paviliun, kuali utama mengeluarkan ledakan energi pertama. Ritual telah mencapai puncaknya, dan perang di dalam kegelapan arsip baru saja dimulai.
dan semoga kedepannya lebih bagus lagi
Kai.... sikat semua dewa2 palsu nya
BTW.... pasti dewa2 Asli nya jadi tahanan mereka ya ?.......... 💪💪💪💪