Tidak semua raja menaklukkan dunia dengan pedang .
Sebagian cukup hanya dengan meninggalkan jejak pedang nya.
Nama Prabu Munding Jayananta mencuat melebihi puncak gunung.
Di jaman para raja berkuasa,nama itu membuat darah bergejolak.
Para raja datang ke hadapan nya , ada yang menantang banyak pula yang memohon perlindungan.
Jejak Sang Raja adalah kisah tentang penaklukkan dengan sedikit perang, bagaimana kekuatan di tangan orang yang tepat membawa keberkahan.
Kekuatan yang menjadi legenda tanpa diminta. sebab Legenda itu adalah keyakinan...
Jejak sang raja juga seri ke tiga, lanjutan dari 2 kisah sebelumnya ;
Tahta berdarah sang pangeran
Pendekar mesum berambut perak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lintang88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berawal dari mimpi
" Bajingan... lepaskan aku... Tolong..!!"
Seorang pria terlihat membopong Seorang wanita di atas pundak nya.
Si wanita terus saja meronta ronta sambil berteriak memaki..
Tangan wanita itu tak henti hentinya memukuli dada si pria.
" buk..buk..! "
Si pria terus berjalan ,dia tidak merasakan sedikit pun pukulan bertubi-tubi yang mendarat di dada nya.
Tak seberapa jauh dibelakang, ada sepuluh orang pria yang juga membopong wanita di atas pundak nya
Paling belakang dari rombongan pria ini ada beberapa wanita dan pria tua yang berlari terseok seok mengejar..
" Tolong...tolong...jangan bawa anak ku..!!"
Rombongan pria pria ini berjalan cepat menyusuri pematang sawah..
Di depan mereka ada hutan bambu,kesanalah tujuan mereka .
Di ujung pematang , yang paling depan dari rombongan ini berbalik ..
" cerewet sekali mereka...juling..habisi ..!!"
" baik kakang...!!"
Orang yang di panggil juling melempar kan wanita yang di panggul nya .
Dia menghunus golok..menghadang rombongan orang tua renta yang masih nekat menyusul..
" kalian .memang cari mati ..!! "
" ampun...ampun tuan...kasihani kami...anak anak kami masih kecil...ampun...!!
Seorang wanita tua maju mendekati juling sambil bersujud .
" cerewet...!
si juling menendang, wanita tua terlempar, diam tak bergerak .. mulut nya mengeluarkan banyak darah...
" siapa lagi yang mau mati...!!"
si juling mengancam ..
Para orang tua ini tidak takut.. mereka maju dan bersujud di bawah kaki si juling...
" tuan ..tuan... kasihani kami tuan... lepaskan anak anak kami. .tuan ambil saja harta kami.."
" seorang lelaki mengeluarkan kantong uang, si juling merampasnya..
" Hahaha....kamu lelaki tua sialan...bisa bisa nya sembunyi kan uang...mampus saja..!!"
Golok si juling berkelabat..
" crash....!!"
sebuah kepala menggelinding..!
" ahhhh...tolong...!!" yang lain berteriak..berusaha bangun dan ingin lari..
" kalian sudah memperlambat kami...mati saja kalian semua..!!"
Si juling kembali menyabetkan golok nya, tampa perasaan dia membantai orang orang tua ini..
" bapak.... .!!!"
parwati menjerit...terbangun dengan sekujur tubuh basah oleh keringat...
" ahhhh... mimpi itu datang lagi..."
parwati bangkit dari pembaringan, berjalan keluar kamar, dia duduk di ruang makan, menegak air dari dalam kendi.
" huh..." parwati menghela nafas..
Kejadian dalam mimpinya kembali terlintas.
Hari dimana dia dan teman temannya di culik gerombolan rampok,lowo Abang..
Gerombolan ini hidup Berpindah pindah tempat dari gunung ke gunung..
Sekaligus merampok habis desa yang mereka lalui .
Banyak teman desa nya yang tidak tahan mereka mati mengenaskan .
Parwati termasuk beruntung, dia di cintai salah satu pimpinan rampok itu, jadi dia terhindar dari malapetaka kebiadaban para anggota rampok.
Ketika pada akhirnya datang pertolongan, Gerombolan bengis ini dimusnahkan prabu munding
Parwati bersama yang lain akhirnya di bawa ke desa kepeng.. di desa inilah parwati dan yang lainnya menemukan hidup baru.
Khususnya Parwati...
Desa kepeng adalah akar negri majayan, dari sinilah semua bermula.
Parwati memulai hidup barunya dengan menjadi seorang murid di padepokan tapak jagat, lalu masuk akademi militer
Usaha dan ketekunan selalu berbanding lurus, usaha tidak membohongi hasil, contoh nya pada kasus Parwati..
Awalnya dia hanya seorang gadis lemah, yang di permainkan nasib , terombang ambing dalam keputus asaan .
Ketika kesempatan datang, dia tidak mau melepaskan kesempatan itu..
Alasan nya sederhana, dia tidak mau kembali tak berdaya !! sebab dia tau tak banyak orang yang seberuntung dirinya,
5 tahun sudah dia menempa diri, tidak kenal lelah siang malam berlatih dengan disiplin Sekarang dia sudah menjadi perwira berpangkat ketua pasukan.
Parwati Sudah tidak tinggal di barak lagi, dia sudah punya rumah sendiri dan punya pelayan.
Kehidupan nya sudah baik, melebihi apa yang dia harapkan.
Dalam kesendirian dia sering terpikirkan nasib orang tuanya.
" andai saja mereka masih ada...!!" Tentu hidup ini akan lebih berarti,
Orang tua mana yang tidak akan merasa bangga...dengan kesuksesan anaknya.??
Anak mana yang tidak ingin membahagiakan orang tuanya setelah dia sukses??
Mungkin dari situlah Parwati akhir akhir ini kembali di datangi mimpi buruk nya, hati kecil nya rindu pada orang tua nya.
Parwati masih duduk dalam diam, benak nya penuh pikiran..
" apa masih ada dendam yang belum terselesaikan ya..??"
" apa aku harus pulang?? Tapi apakah kampung ku masih ada??
...***...
Terompet berbunyi, beduk di tabuh pertanda pagi telah datang di markas besar angkatan perang negeri majayan.
Markas ini ada di gunung rangkong.
Setelah berlatih rutin di pagi hari, Parwati masuk Balai Prajurit.
" wilujeng enjing ketua Parwati.." dua penjaga memberi salam, Parwati menjawab salam dan masuk ke dalam.
Dia menuju sebuah ruangan , mengetuk pintu
" punten adi Senopati warangka. mohon menghadap "
" aisss..si bibi...mangga..mangga .."
Ada apa pagi pagi sudah menghadap saya .?"
" anu ...Adi Senopati...bibi mohon diberikan ijin libur barang beberapa pekan .bibi mau pulang kampung.."
" pulang kampung?? bibi mau menikah ya?? Wah... selamat..selamat...katakan siapa lelaki beruntung itu bi .?"
" eh..ngeledek ya...bisa bisa an nyangka bibi nya mau kawin ..emang siapa yang mau sama bibi...janda bukan perawan bukan..?"
" ah si bibi.. merendah aja...ya banyak lah yang mau...tuh.. Senopati Wasis.. Senopati darma, Senopati..."
" sudah.. sudah jangan ngeledek..bibi hanya mau pulang bukan mau kawin...!"
" Hahaha...iya iya .aku ijinkan..tapi kenapa bukankah bibi dan saya itu sudah tidak punya kampung dan orang tua??
" aihhh...ini bermula dari mimpi adik..
Belakangan ini bibi sering bermimpi kejadian masa lalu..saat di culik , bibi penasaran jadi kepikiran pingin pulang..."
" ohhh begitu..tapi ada benarnya juga sih..kata orang, mimpi yang sama dan ber ulang ulang bisa jadi sebuah petanda...
" Baiklah...aku adik mu ini tentu saja mengijinkan bibi cantik nya pulang'.."
" terimakasih adi Senopati,tapi adik..bibi tidak tau kampung bibi masih ada atau tidak, bolehkah bibi melihat dulu dari gambar ?"
" ohh...tentu .. tentu..ayo..aku antar.."
Dua orang ini berjalan ke arah ruangan lain, di sini ada sebuah meja panjang.
Dua orang mendekati meja panjang itu, di atas meja ada sebuah maket( peta tiga dimensi) seluruh wilayah kekuasaan kerajaan majayan dan negri negri sekitar nya.
Maket ini sangat detail, perbatasan negara,nama gunung , sungai dan hutan tertulis jelas bahkan sampai nama kampung.
Parwati memperhatikan dengan seksama maket itu.
" Ini gunung Dampit, ini sungai Serayu, ke selatan ada desa waluh terus ke timur nya.. nah ketemu.."kampung Wates." itu nama kampung halaman ku..!!"
Adik..nama kampung nya masih ada, tapi diberi tanda hijau, apa artinya?
" Dilihat dari tanda nya, kampung bibi masih ada bahkan kampung yang hidup
Lihat nama kampung bertanda kuning ini, tanda itu berarti kampung nya ada tapi sudah ditinggal kan penduduk nya
" ohh begitu...aihh lega nya . terimakasih adi Senopati.."
" Sama sama bibi...oh iya.. kapan bibi mau berangkat??"
"besok saja adik ..masih ada yang perlu di persiapkan.."
" baik bibi .. sebentar aku buatkan surat ijin nya..bibi tinggal kasih ke Senopati darma ya..
" terimakasih adi Senopati.."
" sama sama bi...hati hati di jalan ya..semoga ketemu jodoh disana...hahaha..."
" ahhhh...dasar edan...punya adik satu satunya kok edan..."
" Hahaha...!"
nantikan kisah selanjutnya pd episode yg akan datang
SAMPAI JUMPA.....