NovelToon NovelToon
Cinta Untuk CINDERELLA

Cinta Untuk CINDERELLA

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:852.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: El Viena2106

Tak pernah mendapatkan cinta dari siapapun termasuk ibu kandungnya, Cinderella Anesya seorang gadis yang biasa di sapa Ella itu berharap ada setitik cinta dari tunangannya.

Sayangnya pria yang menjadi tunangannya itu tak pernah menganggapnya ada dan lebih cenderung pada adik tirinya yang selama ini selalu di sayang oleh keluarganya.

Merasa ketulusannya di khianati, Ella akhirnya menerima pinangan pria yang selama ini diam-diam mencintainya..

Akankah hidupnya berubah setelah bersama pria itu? Atau justru sebaliknya??
•••••
"Berjanjilah untuk selalu mencintaiku.." Cinderella Anesya

"Aku akan selalu mencintaimu, Baik sekarang, Nanti dan selamanya.." Davin Anggara Sanjaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Mau Mengalah Lagi

Pagi ini Ella terbangun dengan mata yang sembab. Kemungkinan semua itu adalah efek nangis semalaman.

"Di make up aja kali ya.. Biar gak terlalu kentara.." Gumam Ella pada diri sendiri. Wanita berusia dua puluh lima tahun itu menambah sedikit polesan make up agar dia terlihat fres pagi ini.

Setelah selesai, Ella meraih tas dan memasukan barang-barangnya ke dalamnya. Di rasa sudah siap, Ella segera keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke ruang makan dimana sekarang keluarganya berada.

"Selamat pagi.." Sapa Ella pada mereka. Di sana sudah adalah Dewi, Hendra, Lentera dan satu pria yang tak pernah Ella sangka datang sepagi ini. Dia adalah Araka.

"Ck, Kamu itu di kamar ngapain aja sih? Dari tadi kita itu nungguin kamu." Ella menghela nafas panjang. Selalu saja dia yang di salahkan. Coba saja kalau Lentera yang telat, Takkan ada teguran apapun dari pria yang tak lain adalah ayah tirinya itu.

"Maaf Yah, Ella bangungnya kesiangan.." Jawab Ella, Namun kali ini nada bicaranya sedikit berbeda, Datar dan terkesan dingin.

Ella duduk dengan tenang. Tanpa menunggu siapapun wanita itu mengambil sarapannya.

"Makanya kamu itu kalau tidur jangan malem-malem. Apalagi kamu kerja jadi sekretaris Araka. Untung Araka pagi ini datang ke rumah kita.. Kalau kamu telat terus Araka bisa pecat kamu.." Kali ini Mamanya yang menegur. Sepertinya hidup mereka sepi tanpa menegur Ella.

"Lain kali jangan tidur terlalu malam lagi Ella.." Lanjut Dewi.

"Apa yang di katakan Mama itu bener Kak.. Kalau kakak telat berangkat bekerja, Kak Araka bisa pecat kakak loh? Kakak memang tunangan Kak Araka, Tapi yang namanya pekerjaan kan harus profesional kan? Lagipula, Kalau nanti kakak di pecat terus kakak ngadu ke nenek Cahya yang ada Kak Araka lagi yang kena marah.." Ucap Lentera, Seperti biasa gadis berusia hampir dua puluh tahun itu mencari muka atau mencari perhatian dengan kata-katanya yang membuat orang mengira dia lebih dewasa dari Ella sendiri.

Ella tak menjawab apapun. Percuma saja kalau dia menjawab, Semua ucapannya selalu di pandang salah. Tak ada ucapan Ella yang benar di mata mereka.

"Ella! Kamu dengar tidak apa yang di katakan adik kamu?" Hendra kembali bersuara. Ella menatap ayah tirinya dengan tatapan yang tak biasa.

"Kalian menunggu disini untuk sarapan bersama atau hanya untuk kembali menyalahkan ku?" Semua yang ada disana hanya saling pandang saja.

"Kalau aku datang ke ruang makan ini hanya untuk di salahkan dan di hakimi. Aku tidak akan makan disini lagi.. Karena sepertinya setiap hendak makan selalu saja aku yang menjadi bahan masalah. Coba kalau yang telat itu Lentera, Kalian selalu memaklumi.." Mata Ella mulai berkaca-kaca,,Tapi dia tidak akan menangis kali ini. Dia sudah cukup lelah dengan tangisannya.

Kini tatapannya tertuju pada Araka. Pria itu hanya diam tak mengeluarkan satu patah katapun. Ella menarik nafas panjang. Makanan di atas piring belum dia sentuh sama sekali.

Ella beranjak, Ia meraih kota bekal kemudian memasukan makanan yang berada di piring tersebut ke dalam kotak bekal.

"Kamu mau kemana?" Tanya Dewi pada putri sulung nya.

"Mau berangkat ke kantor.. Aku udah gak selera makan disini.." Setelahnya Ella berlaku pergi. Terserah bagaimana reaksi mereka.

"Berhenti disitu!! Ella!! " Teriak Hendra, Sayang anak tirinya itu sudah tak mendengar.

"Udah Pa.. Sekarang mending kita sarapan dulu aja.." Ucap Dewi, Baru saja hendak mengambil menu Araka ikut bangkit.

"Kak?

"Aku akan menyusul Ella ke depan.." Kata pria itu, Lentera memandang kedua orang tuanya secara bergantian, Wajahnya cemberut lalu dia ikut menyusul pria itu. Lentera tidak akan pernah membiarkan pria itu mengejar Ella.

"Pa..

"Ayo.." Hendra dan Dewi ikut menyusul.

Di luar sana, Ella masih berdiri. Dia melirik Araka yang kini ikut keluar. Entah sudah sarapan atau tidak, Ella tidak tahu.

"Ayo kita berangkat ke kantor. " Ajak pria itu, Baru hendak menjawab Lentera lebih dulu menyerobot.

"Kak, Anterin dulu aku ke kampus ya.." Araka menatap Ella yang kembali diam.

"Ya udah kalau Lentera mau ikut, Kamu duduk di depan bareng Araka. Biar Kakak kamu yang di belakang.." Suara itu, Adalah suara Mamanya. Lihatkan, Perbedaannya sekarang? Padahal sudah jelas yang tunangan Araka itu adalah Ella bukan Lentera, Tapi Lentera yang di suruh duduk di depan. Sungguh malang nasib Ella punya ibu yang bak ibu tiri seperti itu.

"Kita akan berangkat bersama Ella, Tapi mampir dulu ke kampus Lentera.." Ucap Araka dengan nada seperti biasanya. Datar dan juga dingin. Ella tak menjawab, Karena ia yakin sekali kalau dia menjawab akan kembali di salahkan. Sudah jelas kantor dan kampus Lentera itu beda arah masih saja ingin menuruti keinginan gadis itu.

"Sekarang kamu masuk.. Di belakang ya, Di depan sudah ada Lente...

Tiiin..

Tiinn..

Sebuah bunyi klakson memotong ucapan Araka. Pria itu menoleh ke arah mobil yang berhenti di depan gerbang. Ella tersenyum, Dia segera berlari ke arah mobil mengabaikan Araka begitu saja.

Semua mata mengarah pada gerbang dimana seorang wanita seumuran Ella keluar dari kendaraan roda empat tersebut.

"Udah siap?

"Udah..

"Yok sekarang kita berangkat.." Tanpa mempedulikan empat orang itu, Ella langsung masuk ke dalam kendaraan roda empat itu tanpa menoleh lagi.

Hal itu membuat Araka merasa tak biasa dengan sikap Ella yang sangat berbeda kali ini. Sejak tadi wanita itu lebih banyak diam.

"Sekarang kita berangkat.." Ucap Araka akhirnya, Lentera mengangguk setuju. Tatapan mata pria itu tak lepas dari mobil yang perlahan hilang dari pandangannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Huuuffft.. Bismillah..." Ella duduk di bangku sekretaris, Ia mulai menyalakan laptopnya dan bekerja.

Berulang kali Ella melihat ponselnya barang kali ada pesan masuk. Akan tetapi tak ada satupun pesan yang ada.

Raut wajahnya semakin sedih saja. Ella tidak ingin berlama-lama bekerja di kantor ini. Kantor milik keluarga Araka. Ella ingin segera angkat kaki dari perusahaan yang selalu membuatnya makan hati hampir setiap hari.

Bagaimana tidak? Dia seorang tunangan bos disini tapi Araka selalu memperlakukan dirinya lebih parah dari karyawan yang lain.

Ella masuk ke kantor ini juga bukan kemauannya sendiri. Tapi atas kemauan Nenek Cahya, Nenek dari Araka.

Sejak dulu wanita tua itu memang langsung tertarik dengan Ella. Sejak dulu Ella adalah gadis yang rajin, baik dan tulus maka dari itu Nenek Cahya hanya ingin Ella yang menjadi cucu menantunya. Nenek Tami, Nenek Lentera meminta Nenek Cahya sahabatnya agar Ella lah yang menjadi menantunya bukan Lentera yang merupakan cucu kandung.

Nenek Cahya pun langsung setuju juga. Meski bukan cucu kandung, Nenek Tami menyayangi Ella dengan sepenuh hati. Di saat Mama dan Ayahnya memarahinya, Masih ada nenek yang selalu membelanya, Tapi sekarang orang yang selalu membelanya sudah pergi. Ella kini hanya sendiri saja.

"Beberapa hari lagi, Lentera akan magang disini.. Aku harap kau tidak membuat ulah dengannya.." Kata Araka, Dia baru aja datang dan langsung mengatakan kalau Lentera akan magang di perusahaan ini.

"Ella kau dengar aku ti...

"Aku tidak tuli.. " Potong Ella ketus, Dia kembali fokus dengan laptopnya, Araka menghela nafas panjang dan berlalu pergi dari sana. Saat hendak membuka pintu ruangannya, Dia menoleh ke arah Ella yang sama sekali tak melihat ke arahnya.

"Dia sebenarnya Kenapa??

TBC

1
Mamah Dini11
mama maureen top markotop, sehat slalu mom
Mamah Dini11
du sini yg murahan atau pelacur siapa lentera, maling teriak maling, kmu pantas mendapatkan karma itu lentera karna kmu sudah bikin hati kakamu sakit hati karna ulahmu, nikmati saja buah dari hasilmu ngelacur lente, gk malu udh jual diri minta tanggung jawab lgi harusnya malu ath euyyy 🤭😄😄😄😄😄😄😄
Mamah Dini11
sekarang hidup Ella udh lbh bahagia semoga gak ada penggangu2 yg lain lgi,, kmu berhak mendapatkan semua Ella, itu buah kesabaranmu selama 20 tahun, makasih thor buat Ella bahagia.
Mamah Dini11
itu iklan yg lewat tuan Davin 🤣🤣🤣
Nurlaila Hasan
suka dgn ceritanya
Mamah Dini11
tuhhh handuknya jatuh Davin, itu kode ngerti gk sih kmu 🤣🤣🤣😄😄😄
Mamah Dini11
harusnya sadar kmu araka bkn nyalahin orang lain, itu karma buat kmu araka slalu dalam pd Ella, sadarlah dgn kesalahan sendiri 🤭
Mamah Dini11
super duber suami Ella, yg lain pd kalah semoga samawa ya kalian 👍👍👍👍👍
Mamah Dini11
aduuh bu Dewi pak Hendra yg terhormat putrimu hamil, selamat ya, sudah terpukul tertimpa beton pula 🤭🤣
Mamah Dini11
rasakan Hai orang2 berhati busuk🤭 , selamat Ella Davin kmu sudah resmi jdi pasutri, ayo Ella km7 pantas bahagia, biar orang2 dolim pdmu melihat ke benaran, di saksikan banyak orang
Mamah Dini11
semangat Ella masih banyak yg sayang dn bela kmu, tunjukan pesonamu besok, 💪💪💪 dn kmu akan hidup bahagia bersama pria yg benar2 tulus mencintaimu, dn kluarga dari mamamu akan merasakan apa yg kmu rasakan tentu dgn rasa malu yg gk habis2, tersenyumlah Ella kmu anak baik, dan akan berpasangan dgn pria baik juga, semoga lancar semuanya.
Mamah Dini11
kluarga besar Davin udh tau semuanya, bagus itu Ella biar lancar semua rencana nya, dn kmu harus bersukur ell kluarga Davin baik semua , menerimamu dgn tulus.
Mamah Dini11
mungkin hamidun tuh si lentera gantung,
Kira N
b
Mamah Dini11
oky Thor, asal Ella jgn tersakiti lgi, dn jdi perempuan yg kuat tak mudah di tindas 👍🤭🙏
Mamah Dini11
sekarang kmu bisa tegas Ella bagus itu 👍👍💪💪💪
Mamah Dini11
semoga Ella cepet ketemu dgn ayahmu, mereka orang baik semua Ella, mungkin itu balasan sm kmu yg selalu mengalah dn sabar, ayo Ella dikit lgi
Mamah Dini11
amiiin Thor, semoga perjalanan author lancar sampai tujuan 💪💪💪
Mamah Dini11
biarin Ella yg sudah mh, nanti juga bakal datang karma nya sm orang 2 yg telah menyakitimu, itu pasti, kmu sm Davin aja dia bener2 cinta sm kmu, kmu udah taukan kelakuan si araka dn tujuan ny, ayo semangat Ella jgn mau di sakiti lgi sm mereka, lanjut thor
Mamah Dini11
ya gitu Ella mantap jgn mau terus di tindas, tinggalkan aja mereka nanti juga bakal, datang waktunya buat mereka menyesal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!