Terlahir kembali di Benua Douluo sebagai Dai Raven, Pangeran Keempat dari Kekaisaran Bintang Luo, bukanlah sebuah keberuntungan. Di dunia di mana saudara kandung harus saling membunuh demi tahta, Raven tahu bahwa menjadi "lemah" berarti kematian.
Tanpa bakat luar biasa di awal dan tanpa perlindungan, Raven hanya memiliki analisis dingin dan kenangan dari kehidupan sebelumnya. Namun, segalanya berubah saat ia membangkitkan sebuah kekuatan yang belum pernah terlihat di sejarah keluarga Dai: Kunci Energi Alien Harimau Putih.
Bersama dengan Sistem Buku Harian yang misterius, Raven mulai menulis ulang takdirnya sendiri.
"Jika hukum Bintang Luo menuntut pertumpahan darah antar saudara, maka aku akan menjadi orang yang menghancurkan hukum itu. Jika Dai Mubai melarikan diri, maka akulah yang akan berdiri di depan Zhu Zhuqing."
Seorang pangeran yang tenang, analitis, dan tak kenal ampun kepada musuh, namun sangat protektif (bucin) kepada gadis yang ia cintai. Raven tidak ingin menjadi dewa,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesombongan Pedang Douluo
Di Akademi Kerajaan Bintang Luo, Dai Raven baru saja menyelesaikan sesi latihan fisik beratnya. Ia menutup buku harian hari ini dengan napas panjang, membiarkan sistem memproses data yang ia tulis. Baginya, tugas hari ini selesai, tapi dampaknya bagi para pemegang buku harian lain baru saja dimulai.
Sekte Tujuh Harta Karun (Seven Treasure Glazed Tile Sect).
Ning Rongrong menatap halaman kosong di akhir buku hariannya dengan perasaan hampa. Informasi tentang Tang Hao dan skandal di balik pengejarannya benar-benar membuka cakrawala baru baginya. Penasaran, ia segera berlari menuju aula utama sekte, tempat ayahnya dan dua kakek pelindungnya berada.
"Kakek Pedang! Kakek Tulang!" seru Rongrong dengan nada manja yang khas.
Chen Xin (Pedang Douluo) dan Gu Rong (Tulang Douluo) langsung tersenyum lebar. Hati mereka seolah meleleh setiap kali melihat putri kecil sekte ini mendekat. Ning Fengzhi, sang pemimpin sekte, memberi isyarat agar Rongrong duduk di sampingnya.
"Ayah, kalian sedang membicarakan apa? Sepertinya seru sekali," tanya Rongrong sambil memasang wajah polos.
"Kami baru saja membahas tentang Zhao Wuji, si Raja Tak Tergoyahkan," jawab Ning Fengzhi tenang. "Klan Kekuatan (Power Clan) sepertinya masih belum menyerah mengejarnya setelah bertahun-tahun. Padahal, dia sudah menghilang sejak dikejar enam belas uskup Aula Roh."
Rongrong mengedipkan mata, mencoba menggiring pembicaraan ke arah yang ia inginkan. "Klan Kekuatan? Bukankah itu salah satu klan berafiliasi Sekte Langit Jernih? Ayah, kenapa sekte nomor satu itu membiarkan pengikutnya berkeliaran tanpa perlindungan? Apa benar mereka sudah benar-benar hancur?"
Ning Fengzhi terdiam. Peristiwa tahun itu adalah luka lama benua yang jarang dibahas secara terbuka. Namun, karena desakan manja Rongrong dan dukungan Chen Xin, Ning Fengzhi akhirnya menceritakan garis besar tragedi pengejaran Tang Hao dan pengasingan diri Sekte Langit Jernih.
"Jadi... Tang Hao benar-benar sekuat itu sampai bisa melawan tiga Title Douluo sekaligus?" tanya Rongrong, pura-pura terkejut meskipun ia sudah membacanya dari analisis Raven.
Chen Xin, sang Pedang Douluo, mendengus pelan. Pedang Tujuh Pembunuhnya sedikit bergetar, memancarkan aura tajam yang membelah udara.
"Kuat? Hmph. Yang kuat sebenarnya bukan Palu Langit Jernih itu sendiri, Rongrong," ujar Chen Xin dengan nada angkuh namun tenang. "Tang Hao bisa melakukan itu karena dua teknik rahasia terlarang sektenya: Ouroboros (Cincin Meledak) dan Sumeru Hammer."
Tatapan Chen Xin menerawang jauh. "Dia mengandalkan penghancuran diri untuk daya ledak sesaat. Sangat kasar dan berisiko. Jika aku bisa menguasai teknik Cincin Meledak tersebut dan mengaplikasikannya pada Pedang Tujuh Pembunuhku..."
Ia mengelus gagang pedangnya dengan bangga. "Maka gelar 'Roh Senjata Nomor Satu' di benua ini tidak akan lagi menjadi milik Palu Langit Jernih. Aku akan menghapus mereka dari takhta itu selamanya."
[ Ding! Deteksi Respon Karakter: Chen Xin (Pedang Douluo) menunjukkan fluktuasi emosi 'Persaingan Senior'. ]
Rongrong bertanya dengan bingung, "Cincin Meledak? Bukankah itu hanya menghancurkan cincin roh sendiri? Memangnya Kakek Pedang tidak bisa melakukannya?"
Ning Fengzhi tertawa kecil melihat kepolosan putrinya. "Rongrong, itu bukan sekadar menghancurkan. Itu adalah teknik konversi energi yang sangat presisi dan mematikan. Hanya garis keturunan langsung klan Tang yang bisa menanggung beban energinya tanpa hancur seketika."
Akademi Kerajaan Bintang Luo.
Raven, yang sedang beristirahat, melihat notifikasi sistem yang muncul di hadapannya.
{ Catatan Harian Raven (Update): Lucu sekali jika Chen Xin berpikir teknik Cincin Meledak adalah segalanya. Dia tidak tahu bahwa kekuatan sejati Palu Langit Jernih terletak pada 'Kekuatan Absolut' dan massa yang bertambah setiap kali level naik. }
{ Tapi Chen Xin benar tentang satu hal: Langit Jernih telah meninggalkan pengikut mereka. Ini adalah kesempatan investasi yang bagus. Klan Kekuatan, Klan Pertahanan, Klan Kecepatan, dan Klan Obat... mereka adalah aset yang terbuang. Jika aku bisa menarik mereka ke Bintang Luo, fondasi kerajaanku akan tak tergoyahkan. }
[ Ding! Poin Pengaruh Diperoleh: +1000 Poin. ]
[ Progres Sinkronisasi Zirah Harimau Putih: 35%. ]
[ Peringatan: Terdapat 'Variabel Tak Dikenal' yang mendekati perbatasan akademi. ]
Raven bangkit dari duduknya. Matanya yang analitis menatap ke arah gerbang luar. Ia merasakan kehadiran energi yang akrab namun berbeda.
"Kelinci itu... dia benar-benar datang lebih cepat dari perkiraanku," bisik Raven dengan senyum tipis.