Janu Manggala adalah seorang pemuda polos yang tak menyadari bahwa dirinya memiliki kesaktian Tiada Tanding... Segala jenis pusaka tunduk di hadapannya, ucapannya langsung menjadi kenyataan, dan orang orang yang menunjukan kesaktiannya di mata Janu mereka hanyalah orang gila...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bertemu
Terlihat Bella menyusuri jalan trotoar dengan kepala menunduk. Wajahnya benar benar pucat saat ini..
Bagaimana tidak? Ia tidak kunjung bertemu dengan pria bodoh yang ia tumbalkan kemarin.
"Aku benar benar tidak tahu mengapa gagal!" Ucap Bella dengan heran. Padahal dia kemarin sudah melaksanakan misi dari Nyai Diajeng Keshwari yaitu memberikan wine dan menjebak sepasang pasangan yang sedang jatuh cinta untuk di jadikan tumbal.
"Mengapa harus ada misi lain?!" Imbuh Bella dengan frustasi, tentu saja frustasinya Bella karena ketidaktahuan Bella atas alamat Janu si pria bodoh yang ia jebak kemarin.
Di tambah lagi Monica kini pergi, membuat Bella terpaksa jalan kaki karena ia tak membawa mobil.
"Eh?" Tiba tiba sebuah mobil berhenti di depannya.
"Nona Bella?" Siapa sangka pada saat ini Tuan Muda Galih muncul dari mobil itu. Tuan Muda Galih langsung menghampiri Bella.
"Tuan Muda Galih!!" Seketika itu juga Bella langsung berseri seri ketika melihat kehadiran Tuan Muda Galih.
"Mengapa anda berjalan kaki seperti ini?" Tanya Tuan Muda Galih dengan ekspresi kaget bukan main. Dia baru kali ini melihat seorang nona Muda seperti Bella berjalan kaki di trotoar.
"Tidak apa Tuan, aku hanya sedang ingin jalan kaki... Tuan Muda Galih mau kemana?" Tanya Balik Bella.
"Oh... aku sedang ingin menghadiri beberapa rapat penting, meresmikan beberapa proyek strategis, dan menemui beberapa kolega yang hendak mengelola investasiku." Jawab Tuan Muda Galih.
Mata Bella melebar ketika mendengar apa yang di ucapkan oleh Tuan Muda Galih ini.
"Idaman! Benar benar idaman!" Ucap Bella dalam hatinya ketika memandangi Tuan Muda Galih ini.
Bella benar benar ingin dekat dengan Tuan Muda Galih dan menjadikan Tuan Muda Galih sebagai suaminya.
Dengan begitu dia akan menjadi wanita yang sangat bahagia! Karena memiliki suami yang tampan, kharismatik, dan kaya raya. Ia juga akan menjadi Nyonya keluarga Pratama.
"Nyonya, mohon datang untuk peresmian pabrik baru."
"Nyonya, mohon maaf. Kami gelar dulu karpet merahnya."
"Nyonya mohon di terima, ini adalah salah satu koleksi tas mahal saya!"
Siapa sangka lamunan Bella langsung buyar begitu saja ketika mendengar dering telephone dari Tuan Muda Galih di depannya.
Kring! Kring! Kring!
Tuan Muda Galih langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Halo Sayang.. bagaimana?"
"Ah kamu sudah di bandara menungguku?"
"Hehe, maafkan aku. Aku masih di Jakarta, aku akan segera kesana." Dengan cepat Tuan Muda Galih menutup panggilannya.
"Nona Bella maafkan aku yang tidak bisa mengobrol lama, aku harus segera pergi menuju ke bandara, istri dan anakku sudah menunggu di sana." Ucap Tuan Muda Galih pratama.
Tanpa menunggu jawaban dari Bella yang melongo, Tuan Muda Galih langsung kembali ke mobilnya dan melaju pergi begitu saja dati tempat ini.
"Aaarrrrggghhh...!!! Benar benar sangat beruntung istri Tuan Muda galih!" Pada saat ini Bella tampak meraung dengan geram. Dia benar benar sangat tidak menyangka akan di tinggalkan begitu saja oleh Tuan Muda Galih.
"Tuan Muda Galih adalah milikku! Dan selamanya akan menjadi milik Bella seorang!"
"Akulah yang akan menjadi Nyonya keluarga Pratama! Bukan orang lain!" Bella benar benar geram pada saat ini. Dia tidak ingin Tuan Muda Galih jatuh ke pelukan wanita lain.
"Aku harus bertemu dengan bajingan itu dan menumbalkannya! Itu adalah jalan satu satunya agar aku bisa mendapatkan Tuan Muda Galih!" Bella kemudian melanjutkan langkah kakinya, mencoba mencari keberadaan pria biasa biasa saja itu.
***
Sementara itu Janu dan Anton tampak sedang makan mie ayam di pinggir jalan dekat pelabuhan. Mereka saat ini sedang istirahat siang dan memilih makan siang di gerobak mie ayam pinggir jalan.
"Hebat kamu sekarang Jan, bisa deket sama Nona Alyssa.. gimana ceritanya kamu bisa deket sama Nona Alyssa Jan?" Tanya Anton bangga dengan temannya.
"Hala ngga deket deket amat kok Ton... cuma temen aja, kemarin malem waktu aku minjem motor punya kamu ituloh buat beli nasi goreng, aku lihat dia di culik sama ODGJ cabul.. ya aku hajar lah ODGJ itu sampe pingsan. Besok malemnya dia ngundang aku makan malam ya gitulah..."
"Bew... dia kayaknya suka sama kamu Jan, sikat Jan! Sempurna banget itu Nona Alyssa kaya, cantik banget lagi.... kalau kamu nikah sama dia, kamu ngga perlu kerja cukup ongkang angking kaki aja di rumah, kalau ngga mancing di pelabuhan sambil ngerokok sama ngopi.. bew... hidup impian para laki laki itu Jan.."
"Haha... gundulmu Ton, di pacul aku sama keluarganya kalau aku hidupnya gitu gitu doang, jadi beban. Harga diri laki laki itu kerja Ton, kalau berumah tangga mendingan saya miskin tapi saya yang kerja banting tulang bukan istri saya, dari pada saya kaya tapi cuma jadi beban istri bisa di maki maki saya sama keluarganya..."
Anton menganggukan kepalanya setuju, "tapi kamu beneran kelihatan deket banget sama, emm... Nona Alyssa, Jan. Kamu ngga lihat video kamu yang makan di restoran steak itu? Itu viral kemana mana Jan..." ujar Anton.
"Halah... paling itu cuma sementara netizen kan hidupnya kepo. Kalau ada berita yang lebih wow pasti bakalan tenggelam berita tentang saya sama Alyssa."
"Salut saya sama kamu Jan, walaupun kamu deket sama cewek kaya tapi kamu ngga punya kepikiran buat manfaatin dia."
"Ngga akan saya manfaatin cewek Ton, saya tau perasaan cewek itu beda sama cowok, mereka lebih rapuh dan lebih lemah, kasihan kalau hidupnya cuma kita manfaatin aja. Saya juga yakin karma itu ada, jika saya nyakitin cewek di masa sekarang pasti tuhan bakalan bales saya di masa mendatang entah itu melalui istri saya, anak saya atau bisa jadi melalui saya sendiri... saya ngga mau itu terjadi, makanya saya jaga perasaan cewek. kemarin aku jalan sama Nona Alyssa ya untuk menghargai aja, dia kayak tertarik banget lihat lihat restoran tapi ngga ada temen makanya saya setuju aja. mungkin Nona Alyssa mau buat bisnis restoran gitu."
Janu menyipitkan matanya ketika tatapannya tidak sengaja mengarah ke pinggir jalan yang berada di kejauhan.
Tampak seorang wanita melompat lompat histeris sambil menunjuk nunjuk Janu..
Janu mencoba mengabaikannya dengan meminum minuman es jeruk yang ada di depannya. Namun ketika Janu menatap kembali ke wanita itu, wanita itu sudah berjalan mendekat ke arah dirinya sambil tersenyum kegirangan.
"Apa kamu kenal dia, Ton?" Tanya Janu pada Anton.
Anton mengangkat bahunya pertanda tak kenal.
"Apa orang gila ya? Tapi kalau orang gila mana mungkin secantik ini?" Tanya Janu.
"Mungkin orang yang baru mulai stres?" Tebak Anton.
Janu menganggukan kepalanya, dia setuju dengan tebakan Anton, mungkin dia adalah wanita depresi dan baru mulai stres.