NovelToon NovelToon
My Shaneen

My Shaneen

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Di mata dunia, Shaneen von Asturia hanyalah putri bangsawan lulusan Oxford yang cantik dan tenang. Namun di balik layar, dia adalah "Nin", penulis lagu jenius yang menguasai industri musik global. Sebagai seorang Virgo yang perfeksionis dan mandiri, Shaneen tidak butuh pangeran, apalagi sebuah pernikahan kaku.

Namun, ketenangannya terusik saat Duke Matthias von Falkenhayn, sang Jenderal berdarah dingin yang terobsesi pada aturan, mulai mengejarnya. Matthias menginginkan Shaneen yang tangguh dan bermulut tajam, sementara Shaneen hanya ingin bebas.

Bagi Matthias, ini adalah misi penaklukan. Bagi Shaneen, ini adalah gangguan yang harus disingkirkan dengan cara elegan. Ketika si Jenderal kolot bertemu si Dewi Modern yang bermulut pedas, siapa yang akhirnya akan bertekuk lutut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Deklarasi di Singgasana dan Rahasia Darah Asturia

Aula utama istana terasa mencekam. Sinar matahari yang menembus kaca patri tinggi hanya menambah kesan dingin pada ruangan tempat Raja bertahta. Matthias berdiri di tengah aula, tidak mengenakan jubah perayaan, melainkan seragam tempur hitamnya yang paling formal. Suaranya bergema kuat, memantul di dinding-dinding marmer.

"Yang Mulia," Matthias memulai dengan nada tanpa keraguan, "saya datang untuk memberikan jawaban resmi terkait titah Anda di pelabuhan kemarin."

Raja menyandarkan punggungnya, menatap Matthias dengan penuh minat. "Katakan, Matthias. Aku harap ini adalah kabar baik bagi putriku."

"Saya menolak perjodohan dengan Putri Isabella," ujar Matthias lantang. "Sebab, faktanya... saya telah melamar putri dari kediaman Asturia dua tahun yang lalu. Dan kami akan melangsungkan pernikahan tahun ini."

Hening seketika. Para menteri yang hadir saling berbisik panik. Raja terdiam, wajahnya yang tadi tenang perlahan memerah.

"Asturia?" Raja mengulangi nama itu dengan nada rendah dan berbahaya. "Kau menolak putriku, yang memiliki segala keunggulan di atas gadis-gadis lain, demi seorang gadis dari keluarga itu? Apa yang dia punya, Matthias? Berani sekali kau mempermalukan aku di depanku sendiri!"

Matthias tidak gentar. "Saya tidak bermaksud mempermalukan Anda, Yang Mulia. Namun, bagi saya, dialah satu-satunya keunggulan yang saya butuhkan. Saya menyukai keberaniannya, kecerdasannya, dan... dia adalah satu-satunya alasan saya ingin tetap hidup setiap kali saya di medan perang."

Raja menatap tajam ke mata Matthias selama beberapa detik yang terasa sangat lama. Tiba-tiba, Raja tertawa pendek, tawa yang kering. "Aku suka keberanianmu, Matthias von Falkenhayn. Sangat jarang ada pria yang berani berdiri di sini dan menolakku demi seorang wanita. Pergilah. Tapi jangan harap aku akan memberikan restuku semudah itu."

Setelah Matthias keluar dari aula, Raja segera masuk ke ruang kerja pribadinya yang gelap. Wajahnya yang tadinya tenang kini berubah menjadi penuh amarah dan kecurigaan.

"Asturia..." desis Raja.

Bagi dunia, Marquess Asturia saat ini hanyalah seorang bangsawan tinggi yang kaya raya. Namun, bagi raja-raja pendahulu, Asturia adalah duri. Raja teringat catatan sejarah keluarga Asturia. Marquess Asturia sebenarnya adalah sosok yang seharusnya menjabat sebagai raja jika bukan karena "pembersihan politik" di masa lalu. Raja saat ini menyebut keluarga Asturia sebagai "Keturunan Pemberontak".

"Cari tahu soal gadis itu," perintah Raja pada kepala intelijennya. "Aku ingin tahu seperti apa rupa gadis yang bisa membuat mesin perang seperti Matthias kehilangan akal sehatnya."

Satu jam kemudian, sebuah map diletakkan di meja Raja. Di sana tertulis: Shaneen von Asturia. Usia 26 tahun. Lulusan Oxford. Sering menghabiskan waktu di paviliun pribadi. Tidak memiliki prestasi sosial yang mencolok.

Raja mendengus melihat foto Shaneen yang diambil secara sembunyi-sembunyi—foto di mana Shaneen tampak seperti gadis bangsawan biasa yang sedang minum teh dengan wajah bosan.

"Gadis biasa. Cantik, tapi biasa saja. Apa yang Matthias lihat dari lulusan Oxford ini? Dia hanya mangsa yang lemah bagi keluarga kita yang berkuasa," gumam Raja dengan sombong.

Raja tidak tahu. Sama sekali tidak tahu. Dia tidak tahu bahwa di dalam map intelijen itu, ada ribuan data yang hilang. Dia tidak tahu bahwa Shaneen adalah "Nin", produser musik yang memiliki pengaruh lebih besar dari departemen propaganda kerajaan. Dia tidak tahu bahwa Shaneen adalah "Predator" yang telah membangun agensi raksasa yang menguasai opini publik di seluruh dunia.

Raja mengira dia sedang mengamati seekor kelinci cantik di dalam sangkar emas Asturia. Padahal, dia sedang menatap seorang predator yang hanya menunggu waktu untuk membongkar kebusukan takhtanya jika ada yang berani menyentuh Matthias-nya.

Raja itu menyebut ayahnya, Marquess Asturia, sebagai pemberontak. Namun kenyataannya lebih pahit dari itu. Ayah Shaneen bukan memberontak untuk menghancurkan, dia memberontak untuk hidup. Dia menolak mahkota yang ditawarkan Kakek Shaneen mentah-mentah demi seorang wanita Korea berhati lembut yang ia temui di masa mudanya. Bagi ayahnya, takhta adalah penjara, dan cinta Han-seol adalah kemerdekaan.

Dan Kakek Shaneen? Sang Mantan Raja yang memberikan titah takhta kepada raja saat ini? Beliau masih hidup, menikmati masa tuanya yang tenang di Paris bersama istrinya, sesekali mengirimkan surat dengan stempel kuno yang hanya bisa dibuka oleh Shaneen. Meski dulu beliau mengamuk karena putranya menolak takhta, kelahiran si kembar Stellan dan Samuel, lalu si bungsu Shaneen, telah mencairkan hatinya yang sekeras batu.

1
Vivi
👍😍
Hana Nisa Nisa
sampai tahan.nafas bacanya
Mamanya Raja
Thor cerita mu keren loh
Bae •: terimakasih ya^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!