Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.
Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.
Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 : Hutan Belantara
Lin Feng merasakan tanah keras di bawah tubuhnya. Ia melihat sekitarnya membuat jantungnya berdetak lebih kencang karena terkejut, ia sekarang berada di sebuah Hutan.
Hutan yang lebat yang tidak ia kenal. Pohon-pohon menjulang tinggi dengan batang batang yang sangat tebal, dedaunan begitu lebat sehingga hanya sedikit cahaya matahari yang bisa menembus. Di kejauhan, ia mendengar suara binatang atau lebih tepatnya, binatang buas yang mengaum.
Di mana aku?
Lin Feng mencoba duduk dan langsung merasakan rasa sakit menusuk di seluruh tubuhnya.
Tribulasi Orkestrasi Sembilan Naga meninggalkan jejak ditubuhnya. Kulit-nya penuh luka bakar dari petir api. Tangan kanannya membiru dari petir air. Tulang rusuknya retak dari petir tanah. Luka-luka sayatan dari petir angin masih menyisakan darah yang mengucur dari kulitnya.
Ia dalam kondisi buruk saat ini, sangat buruk.
Dalam dunia kultivasi, kultivator yang baru saja terobosan biasanya butuh waktu pemulihan, biasanya dilindungi oleh para Tetua atau Klan, diberi pil penyembuhan dan dirawat dengan formasi pemulihan.
Tapi Lin Feng tidak punya itu semua.
Ia sendirian bahkan di hutan yang tidak ia kenal, bahkan dengan tubuh yang hampir tidak bisa bergerak.
Aku harus menemukan tempat yang aman, pikir Lin Feng, memaksakan diri untuk berdiri meskipun kakinya gemetar. Jika ada binatang buas yang mencium darahku, aku tidak akan bisa melawan dan bertahan.
Ia melihat sekeliling dengan lebih teliti. Di kejauhan ia melihat sebuah reruntuhan kecil, sisa-sisa bangunan batu yang sudah tertutup lumut dan tanaman merambat. Mungkin dulunya kuil atau pos penjaga, tapi sekarang hanya tinggal puing-puing.
Formasi teleportasi di akademi terhubung ke sini, pikir Lin Feng. Berarti tempat ini mungkin juga terkait dengan Lin Tian, pendiri akademi. Tapi kenapa ia membuat formasi ke hutan terpencil seperti ini?
Tidak ada waktu untuk spekulasi. Lin Feng mendengar gemericik air di kejauhan.
Air. Ia butuh air untuk membersihkan luka dan minum.
Dengan langkah tertatih, ia mulai berjalan menuju sumber suara. Sungai kecil mengalir melalui hutan, airnya jernih dan dingin.
Lin Feng jatuh berlutut di tepi sungai, mengambil air dengan tangan yang masih gemetar dan meminumnya dengan tergesa gesa. Rasa dingin air menyegarkan tenggorokannya yang kering.
Setelah minum dengan cukup, ia mulai membersihkan luka-lukanya. Setiap sentuhan air di luka membuatnya menggertakkan giginya karena menahan rasa sakit..
Ranah Pembentukan Fondasi punya regenerasi yang lebih baik dari Ranah Pengumpulan Qi, pikir Lin Feng sambil mengamati lukanya. Tapi tetap butuh waktu—terutama luka dari tribulasi yang mengandung energi langit.
Ia melepas baju atasnya yang sudah compang-camping, membersihkan luka-luka di dada dan punggungnya dengan air sungai. Beberapa luka sudah mulai menutup dan fondasi baru di dantian-nya bekerja dan mengirimkan qi penyembuhan ke seluruh tubuhnya.
Tapi proses ini lambat. Butuh waktu berhari-hari, mungkin berminggu-minggu untuk sembuh total.
Dan aku tidak punya waktu sebanyak itu.
Lin Feng tidak tahu apakah akademi bisa melacaknya sampai ke sini. Formasi teleportasi mungkin meninggalkan jejak Qi yang bisa diikuti oleh kultivator dengan energi spiritual yang kuat.
Tetua Shen. Ling Chen. Bahkan mungkin kultivator yang lebih kuat dipanggil untuk mencarinya.
Aku perlu bergerak dengan cepat. Sesegera mungkin menemukan tempat yang lebih aman. Atau setidaknya menemukan kehidupan manusia.
Tapi kemana?
Lin Feng menatap sekelilingnya. Hutan ini terlalu lebat. Tidak ada jalur yang jelas. Tidak ada tanda-tanda kehidupan manusia.
Ia harus memilih arah secara acak dan berharap membawa nasib baik.
Atau...
Lin Feng menutup matanya dan fokus ke dalam dirinya. Dengan Ranah Pembentukan Fondasi, energi spiritual-nya jauh lebih tajam dari sebelumnya. Ia mencoba memperluas kesadarannya, merasakan area di sekitarnya.
Ke utara: ia merasakan Qi yang kacau, seperti banyak binatang buas berkumpul.
Ke timur: Qi yang lebih tenang, tapi ada sesuatu yang aneh..
Ke selatan: Qi normal, tapi sangat jauh. Mungkin berhari-hari perjalanan.
Ke barat: Qi yang sangat lemah, nyaris tidak terdeteksi. Tapi ada... sesuatu. Seperti keberadaan manusia yang samar, mungkin ini tujuannya.
Aku akan ke Barat, putus Lin Feng. Itu arah yang paling tidak berbahaya. Dan mungkin ada manusia disana.
Ia berdiri dengan susah payah, mengambil napas dalam dalam, lalu mulai berjalan ke arah barat. Perjalanan melalui hutan lebih sulit dari yang Lin Feng bayangkan.
Tanah tidak rata, penuh dengan akar pohon yang menjebak kaki. Semak-semak berduri menghalangi jalannya. Dan yang paling berbahaya adalah binatang buas.
Lin Feng mendengar mereka sebelum melihat.
Ia langsung bersembunyi di balik pohon besar menyembunyikan qi-nya sebisa mungkin dengan "Tirai Kabut Kekacauan".
Tiga Binatang buas seukuran harimau besar berjalan melewatinya. Bulu mereka hitam dengan garis-garis merah yang bersinar. Mata mereka kuning dan tajam.
Binatang Iblis Harimau Bayangan tingkat menengah, binatang ini biasanya berburu dalam kelompok kecil. Bahkan satu ekor bisa membunuh kultivator di Ranah Pengumpulan Qi tanpa kesulitan. Tiga ekor? Bahkan murid inti lapisan tinggi akan kesulitan.
Lin Feng menahan napasnya tidak bergerak sedikit pun.
Harimau Bayangan berhenti tepat di depan pohon tempatnya bersembunyi. Salah satu mengendus udara seperti mencium sesuatu.
Darah, pikir Lin Feng dengan panik. Mereka mencium darah dari lukaku.
Harimau Bayangan itu melangkah lebih dekat, matanya mengamati area dengan curiga.
Lin Feng mempersiapkan diri untuk bertarung meskipun dalam kondisinya sekarang, ia mungkin hanya bisa mengalahkan satu sebelum kehabisan Qi dan mati.
Tapi kemudian, angin berhembus dari arah lain membawa aroma yang lebih kuat.
Ketiga Harimau Bayangan langsung berbalik, berlari ke arah aroma itu.
Lin Feng menunggu sampai suara mereka hilang sepenuhnya sebelum ia berani bergerak lagi.
Terlalu dekat, pikirnya sambil menyeka keringat dingin di dahinya. Aku harus lebih berhati-hati.
Ia melanjutkan perjalanannya bergerak lebih pelan dan lebih waspada. Matahari sudah condong ke arah barat saat Lin Feng akhirnya menemukan sesuatu yang menarik.
Sebuah gua kecil di lereng bukit, tersembunyi di balik semak lebat dan pohon tumbang. Lin Feng mendekati dengan hati-hati, indra spiritual nya memeriksa apakah ada binatang buas atau bahaya lain di dalam.
Ia masuk ke gua dengan pelan. Gua ini tidak dalam hanya sekitar sepuluh meter, tetapi cukup untuk berlindung dari hujan dan binatang buas.
Yang lebih penting, ada tanda-tanda manusia pernah tinggal di sini.
Bekas api unggun di tengah gua. Beberapa tulang hewan yang sudah tua dan rapuh. Bahkan ada goresan di dinding, tulisan yang sudah pudar.
Lin Feng mendekati ke tulisan itu, mencoba membacanya dengan cahaya yang masuk dari mulut gua.
"Tahun 472... terdampar di Hutan... makanan habis... tidak tahu arah... jika ada yang menemukan ini... beritahu keluarga Zhao di Kota..."
Tulisan itu berhenti di tengah kalimat. Seperti orang yang menulisnya tidak pernah menyelesaikannya.
Tidak pernah selamat, pikir Lin Feng dengan sedih. Terdampar di hutan ini dan mati sendirian.
Tapi setidaknya tulisan ini memberi informasi: ada Kota yang cukup terkenal sehingga orang bisa mengatakan "Kota" tanpa nama spesifik. Berarti harus ada kehidupan manusia di suatu tempat.
Lin Feng melihat sekeliling gua sekali lagi, memastikan aman, lalu duduk bersandar di dinding.
💪💪💪💪