NovelToon NovelToon
Dialah Sang Terpilih

Dialah Sang Terpilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Penyelamat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Charlotte, gadis yatim piatu ini tiba-tiba ditemukan oleh keluarganya dan dibawa pulang ke kerajaan Matahari, tempat kelahirannya. Alih-alih bahagia setelah ditemukan oleh keluarganya, gadis empat belas tahun justru mengalami kehidupan yang menyedihkan dibandingkan kehidupannya sebelumnya, sebagai tuna wisma di kerajaan cosmos dimana dia tinggal sebelumnya karena tak memiliki kekuatan dalam tubuhnya sehingga dianggap sampah dan aib bagi keluarganya.
Untungnya, ketika tengah berada diambang maut, ia tak sengaja bertemu dengan penyihir Beatrix yang juga mengalami nasib sama sepertinya.
Penyihir Beatrix yang tak ingin meninggal sia-sia dan ingin ada yang membalaskan dendamnya, memilih Charlotte sebagai orang yang dia warisi semua kekuatan hebat didalam tubuhnya.
Setelah diwarisi kekuatan dari penyihir Beatrix, bagaimana kehidupan Charlotte selanjutnya?
Apakah ia mampu mengubah garis takdirnya?
Ikuti semua kisahnya dalam cerita ini
Happy Reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

INSIDEN DIDAPUR

Krucuuukkk....

Charlotte de Fleur memegangi perutnya. Ia lupa jika sejak semalam perutnya belum terisi apapun karena ia terlalu capek untuk makan sehingga memilih tidur hingga pagi.

Karena tak ada pelayan yang datang setelah insiden yang menimpa Samantha dan Bilna, Charlotte terpaksa pergi ke dapur untuk mencari makanan.

Gadis itu keluar dari kamar dengan wajah malas karena harus berpapasan dengan para pelayan yang masih saja menatapnya dengan jijik seolah ia kotoran yang harus disingkirkan.

Karena terlalu lapar dan malas berdebat, Charlotte de Fleur berusaha abai dan melangkah cepat menuju kearah dapur yang posisinya tak terlalu jauh dari kamarnya itu.

Begitu sampai didapur, Charlotte pun langsung masuk kedalam hingga mengagetkan para koki dan pelayan dapur.

"Pergih, jangan mengacau disini!!", usir seorang pelayan dapur begitu melihat kehadiran Charlotte, dengan kasar.

Charlotte membalikkan badan dan menatap ke arah seorang pelayan dapur yang sedang  melihatnya dengan tatapan kesal dan meremehkan.

Karena perutnya sangat lapar dan tatapan pelayan itu begitu menyebalkan, Charlotte merasa sangat geram dan berniat untuk memberi pelajaran kepada pelayan tersebut.

Tanpa basa-basi, Charlotte berjalan mendekat dan menampar pelayan itu dengan sangat kencang hingga menimbulkan bekas lima jarinya di pipi sang pelayan.

Melihat apa yang dilakukan oleh Charlotte,  semua pelayan dan koki yang ada didapur terkejut karena tak menyangka gadis yang membawa iab bagi keluarga de Fleur bisa bertindak kasar seperti itu.

"Argh, beraninya gadis hina dan rendah sepertimu memukul wajah cantikku!", teriak pelayan itu dengan histeris, pipi sebelah kanannya terasa sakit hingga telinganya berdengung keras  akibat tamparan dari Charlotte.

"Siapa yang kau sebut dengan gadis hina? Siapa!!”, bentak Charlotte tak kalah lantang dengan tatapan melotot tajam.

Dulu, mungkin ia hanya bisa diam mendapatkan perlakuan semena-mena dan perkataan kasar dari para pelayan karena ia tak memiliki kekuatan untuk melawan. tapi sekarang, setelah mewarisi kekuatan milik penyihir Beatrix, iapun tak lagi hanya tinggal diam ketika ditindas.

Pelayan yang baru saja Charlotte tampar tak mau kalah. Ia balas melotot tajam kearah Charlotte dengan sikap menantang.

"Kau hanyalah aib bagi Keluarga de Fleur jadi jangan sekali-kali berani meninggikan suaramu di hadapan ku", ucap pelayan itu dengan sikap arogan.

Charlotte terkekeh sinis dan tanpa banyak kata iapun segera mengambil sebuah pisau yang tak jauh dari tempatnya berdiri.

Gadis itu menodongkan pisau tersebut ke arah pelayan dapur yang sedari tadi menatapnya tajam dan menghina serta merendahkannya.

Sang koki dan pelayan dapur yang lain kelabakan karena tindakan tak terduga yang dilakukan oleh Charlotte.

Salah seorang pelayan dapur yang berada di ujung ruangan segera melipir dan pergi begitu tak ada yang menyadari untuk memberitahu salah seorang anggota keluarga de Fleur mengenai kejadian itu.

"Segera minta maaf agar aku tak perlu bertindak lebih jauh lagi", ucap Charlotte sambil memainkan pisau ditangannya dengan tatapan penuh kebencian.

Bukannya menyesali perbuatannya, pelayan tak tahu diri itu malah meludah didepan Charlotte.

"Cuih, meminta maaf terhadap sampah sepertimu, apakah sangat layak!”, ucapnya penuh provokatif.

Pelayan dapur yang tak tahu jika posisinya tengah terpojok itu malah seakan menantang Charlotte karena merasa jika dirinya memiliki kekuatan elemen air, meski masih berada di level pertama setidaknya ia masih memiliki kekuatan daripada gadis yang mengacungkan pisau dihadapannya, yang tak memiliki kekuatan apapu dalam tubuhnya.

Sementara itu, pelayan dapur yang tadi bisa keluar dari dapur kini tengah berlari untuk meminta bantuan.

Ketika tengah berlari dengan wajah panik, tak sengaja ia bertemu dengan Andreas, tuan muda kedua de Fleur.

Andreas yang baru saja keluar dari perpustakaan, melihat satu pelayan dapur berlari menghampirinya, menyipitkan satu matanya penasaran.

Melihat tuan muda kedua de Fleur, pelayan dapur itupun segera menghampiri dan memberitahu apa yang tengah terjadi antara Nona Muda Charlotte dengan salah seorang pelayan dapur.

Mendengar cerita dari pelayan itu membuat Andreas mengkerutkan kening sangat dalam, tak percaya dengan cerita yang pelayan dapur itu ceritakan kepadanya.

Adik perempuannya itu lemah dan sangat penakut. Bagaimana bisa ia berani menodongkan pisau pada orang lain yang memiliki kekuatan diatasnya karena ia tahu semua pekerja dikediaman de Fleur, baik itu pelayan atau pengawal setidaknya sudah menduduki tingkat dasar kekuatan yang ada dalam diri mereka.

Hanya Charlotte lah satu-satunya orang yang tak memiliki kekuatan apapun di kediaman de Fleur sehingga mendengar cerits tersebut, tentu saja ia tak bisa percaya.

Melihat ekpresi tak percaya diwajah tuan muda kedua de Fleur, pelayan itupun berusaha kembali meyakinkannya.

"Saya mengatakan yang sebenarnya Tuan Muda, jika Anda tidak percaya mari ikut dengan saya ke dapur", ucap pelayan dapur dengan ekpresi serius.

Andreas yang merasa penasaran pun akhirnya untuk ikut bersama pelayan itu untuk membuktikan kebenaran cerita yang diberikan kepadanya.

Setelah sampai di dapur, Andreas merasa sangat  terkejut karena ternyata ucapan sang pelayan adalah sebuah kebenaran.

Ia melihat Charlotte sedang menodongkan pisau ke arah seorang pelayan dapur dimana pelayan itu berusaha melindungi dirinya menggunakan perisai air yang ia buat.

“Mengapa Charlotte sampai se marah itu pada seorang pelayan? apakah pelayan tersebut melakukan sesuatu yang melebihi batas hingga memancing emosi Charlotte?”, batin Andreas.

Tapi apa yang Andreas gumankan dalam hati sangat berbanding terbalik dengan apa yang diucapkan dimulutnya.

Bukannya bertanya mengapa sang adik bertindak nekat seperti itu, pemuda itu malah memarahinya seolah disini memang Charlotte lah yang bersalah.

Mendengar suara familiar ditelinganya, Charlotte melirik sekilas ke arah kakak keduanya,  kemudian ia kembali fokus pada si pelayan menyebalkan yang ada dihadapannya itu.

Andreas tak percaya bahwa adiknya masih menodongkan pisau dengan genggaman yang sangat erat setelah teguran keras ia layangkan.

"Jauhkan pisau mu dari pelayan itu, Charlotte. Bagaimana jika ayah sampai tau kau melakukan kekerasan seperti ini kepada para pelayan?",  Andreas pun kembali berkata untuk mencoba membujuk adik perempuannya dengan cara lain dan kali ini suaranya lebih lembut dari sebelumnya.

Menggunakan nama sang ayah adalah cara paling ampuh untuk menakut nakuti Charlotte, menurutnya.

Mendengar sang kakak membawa nama ayahnya untuk mengancam dirinya, Charlottepun tersenyum sinis.

"Sepertinya ayah akan bangga padaku jika mengetahui hal ini. Seorang pelayan yang merendahkan Nona Mudanya memang pantas untuk diberi pelajaran",  ucap Charlotte yang menggerakkan pisaunya secara menyilang. Serangan itu dilakukan untuk menghancurkan perisai air yang dibuat oleh si pelayan tersebut.

"Bagaimana bisa gadis sampah tanpa kekuatan sihir sepertimu menghancurkan perisai airku hanya dengan pisau saja!", ucap si pelayan dengan nada meremehkan.

Pada dasarnya ia memang lebih kuat daripada Charlotte yang dulu, yang tak bisa membangkitkan kekuatan sihir dari dalam tubuhnya.

Namun sekarang semuanya sudah berubah dan tak ada lagi Charlotte de Fleur yang mudah untuk ditindas dan diremehkan.

"Mendengar kata-katanya yang busuk itu, haruskah aku diam saja? tentu tidak", ucap Charlotte yang langsung melempar pisaunya hingga berhasil menghancurkan perisai air dan menancap dengan dalam di dinding dapur tepat dibelakang pelayan itu yang kini tubuhnya telah luruh ke lantai.

Pisau tersebut berhasil menggores telinga si pelayan menyebalkan itu hingga mengeluarkan darah yang cukup banyak, membuat pelayan dapur itu langsung terjatuh dilantai dengan ekpresi syok.

1
PengGeng EN SifHa
Sikap tegas seorang dara 14thn memang tiada kaleng...meskipun kekuatan milik orang lain...semoga bisa mengendalikan kekuatan itu dgn sangat baik.
PengGeng EN SifHa
BEST👏👏👏👏👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!