NovelToon NovelToon
The Harmony Of Us

The Harmony Of Us

Status: sedang berlangsung
Genre:SPYxFAMILY / Romansa
Popularitas:350
Nilai: 5
Nama Author: AinaAsila

---

Sinopsis Utama

Di sebuah sudut tenang kota, terdapat sebuah deretan hunian asri di mana pagar-pagar rumah tidak menjadi pembatas, melainkan jembatan bagi sebuah persahabatan yang tulus. Inilah kisah tentang lima wanita dan pasangan mereka yang membangun definisi baru tentang "keluarga pilihan."

Kehangatan mengalir di setiap rumah: Jane dan Mario yang menanti kehadiran buah hati dengan penuh sukacita; Irene dan Elgi yang belajar menjadi orang tua bagi putra kecil mereka yang aktif dan ceria; Soo Young dan Endy yang romantismenya tak pernah pudar meski usia pernikahan terus bertambah; Jisoo yang membesarkan putrinya, Amora, dengan kekuatan cinta setelah ditinggal suami; serta Chaeyoung dan Leon yang membuktikan bahwa cinta tidak mengenal jarak dan benua.

Tidak ada drama besar, tidak ada rahasia kelam. Yang ada hanyalah janji untuk selalu ada satu sama lain, merayakan setiap momen kecil, dan menjaga keharmonisan yang tumbuh subur di lingkungan mereka. Inilah kisah tentang keluarga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AinaAsila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Us

Minggu pagi di Griya Asri punya tradisi baru.

Semuanya berawal dari Endy yang membeli sepeda gunung baru. Ia ingin berolahraga sekaligus menikmati udara pagi. Soo Young, yang tidak mau ketinggalan, ikut membeli sepeda lipat yang lucu. Minggu pertama mereka bersepeda berdua, keliling kompleks beberapa putaran. Minggu kedua, Elgi dan Irene ikut bergabung. Minggu ketiga, Mario membeli sepeda tandem—sepeda panjang untuk dua orang—agar bisa membonceng Jane dan Hannah.

Sekarang, Minggu pagi adalah hari yang dinanti-nanti. Rombongan sepeda kecil siap meluncur.

---

Pukul 06.30, rumah nomor 11 sudah ramai.

Endy memeriksa sepedanya, memastikan rantai tidak kendor dan ban cukup angin. Soo Young di sampingnya, mengenakan jersey sepeda warna merah muda—hadiah dari Endy—dan topi lebar untuk melindungi wajah dari matahari.

"Sayang, siap?" tanya Endy.

"Siap. Kamu jangan kencang-kencang, ya. Aku nggak sekuat dulu."

Endy tertawa. "Iya, iya. Kita santai aja."

Rumah nomor 9 juga sibuk. Elgi mengeluarkan sepeda lipatnya, sementara Irene berjuang dengan sepeda ontel tua pinjaman dari tetangga.

"Ra, ayo! Cepetan!" panggil Irene.

Rafa berlari keluar dengan sepeda rodanya—sepeda kecil dengan dua roda tambahan di belakang. Ia sudah memakai helm dan pelindung siku lutut, terlihat seperti pembalap cilik.

"Rafa siap, Bu!" teriaknya.

Elgi tersenyum melihat anaknya. "Wah, Rafa gaya banget."

"Iya, Rafa mau kayak Om Endy!"

Mereka tertawa. Keluarga nomor 9 siap meluncur.

---

Rumah nomor 7 sedikit lebih ribut.

Mario mengeluarkan sepeda tandem barunya. Sepeda ini panjang, dengan dua stang dan dua sadel. Mario duduk di depan, Jane di belakang, dan di tengah—ada kursi khusus bayi untuk Hannah.

"Sayang, lo yakin Hannah aman?" tanya Jane ragu.

"Iya, ini khusus. Udah ada sabuk pengamannya." Mario menunjukkan kursi itu. "Hannah pasti suka."

Hannah, yang kini sudah 8 bulan, duduk di kursinya dengan mata berbinar. Ia suka angin pagi dan pemandangan baru.

"Ma! Ma!" serunya, menunjuk ke mana-mana.

Jane tersenyum. "Iya, Sayang. Kita mau jalan-jalan."

Mario mengayuh sepeda pelan, memastikan keseimbangan. "Oke, siap? Ayo!"

Mereka meluncur keluar halaman, bergabung dengan rombongan.

---

Rumah nomor 3 juga sibuk. Jisoo mengeluarkan sepeda gunungnya yang sudah lama tidak dipakai. Yang menarik, di belakang sepedanya, ia menarik sebuah kereta kecil beroda dua—khusus untuk Amora.

Amora duduk di kereta itu dengan gaya seperti putri kerajaan. Ia memakai mahkota plastik dan melambai-lambaikan tangan ke semua orang.

"Mama! Ayo cepat! Amora mau duluan!"

Jisoo tertawa. "Iya, iya. Sabar, Sayang."

Mereka bergabung dengan rombongan. Amora melambai pada Rafa, Rafa melambai balik.

---

Rumah nomor 5 yang paling kocak.

Leon dan Chaeyoung memutuskan untuk menyewa sepeda. Tapi karena mereka tidak punya pengalaman bersepeda di Indonesia—dan Leon terlalu percaya diri—mereka memilih sepeda tandem juga. Masalahnya, Leon terlalu tinggi, Chaeyoung terlalu mungil, dan mereka belum pernah naik tandem sebelumnya.

"Leon, lo di depan! Aku di belakang!" teriak Chaeyoung.

"Oke! Siap!" Leon mengayuh, tapi sepedanya oleng ke kiri.

"LEON! KIRI! KIRI!"

"Aku tahu! Tapi dia nggak mau lurus!"

Mereka hampir jatuh dua kali sebelum akhirnya bisa melaju stabil. Para tetangga yang melihat tertawa terbahak-bahak.

"Ini penampilan paling kocok minggu ini!" teriak Irene.

Leon tersenyum malu, tapi tetap semangat. Chaeyoung memeluk pinggangnya dari belakang, berusaha menjaga keseimbangan.

---

Pukul 07.00, rombongan lengkap. Sembilan orang (dengan hitungan: Endy, Soo Young, Elgi, Irene, Rafa, Mario, Jane, Hannah, Jisoo, Amora, Leon, Chaeyoung—total 12 makhluk hidup) siap berkeliling.

Endy memimpin di depan. "Oke, kita keliling kompleks tiga putaran. Santai aja, nikmatin pemandangan."

Mereka mulai mengayuh. Pagi di Griya Asri memang indah. Matahari baru naik, udaranya sejuk, dan bunga-bunga di sepanjang jalan bermekaran.

Rafa dan Amora yang paling heboh. Rafa di sepeda rodanya, Amora di kereta kecil, mereka berteriak-teriak kegirangan setiap kali melewati rumah tetangga.

"Itu rumah Tante Jane! Itu rumah Amora!" tunjuk Amora.

"Rumah Rafa di sana!" Rafa menunjuk ke arah berlawanan.

Para tetangga yang melihat hanya tersenyum. Anak-anak itu sudah hafal lingkungan mereka.

---

Putaran pertama berjalan lancar. Semua menikmati, sesekali berhenti untuk menyapa tetangga yang sedang menyiram tanaman atau duduk di teras.

Di putaran kedua, drama dimulai.

Leon dan Chaeyoung mulai kelelahan. Sepeda tandem mereka terasa berat, apalagi Leon yang kakinya panjang harus mengayuh dengan ritme yang sama dengan Chaeyoung yang kakinya pendek.

"Leon... aku... capek..." Chaeyoung terengah-engah.

"Aku juga... tapi jangan berhenti... nanti kita jatuh..."

Mereka terus mengayuh, tapi kecepatan mulai menurun. Rombongan di depan mulai menjauh.

Endy menoleh, melihat mereka tertinggal. "Santai aja, kita tunggu."

Rombongan berhenti di pinggir jalan. Leon dan Chaeyoung akhirnya sampai, terengah-engah dan berkeringat.

"Next time... kita sewa sepeda biasa..." Leon terengah.

"Setuju banget." Chaeyoung menghela napas.

Semua tertawa. Irene memberikan air minum pada mereka.

---

Putaran ketiga lebih santai. Mereka memutuskan untuk tidak ngebut, menikmati pemandangan sambil ngobrol.

"Om Endy, ide bagus banget bikin tradisi ini," puji Elgi.

"Iya, biar sehat bareng-bareng." Endy tersenyum. "Daripada di rumah tidur terus."

"Tidur itu juga penting, Om." Mario membela diri. "Jane suka tidur Minggu pagi."

Jane mencubit lengannya. "Jangan diomongin, Mas."

Mario tertawa. Hannah ikut tertawa, meski tidak mengerti apa lucunya.

Jisoo yang di belakang bertanya, "Tante Soo Young, lukisan mural di balai warga udah selesai, ya?"

"Soon Young mengangguk. "Udah. Terima kasih semua yang bantu."

"Bagus banget," puji Jisoo. "Setiap kali lewat balai warga, Amora selalu bilang, 'Itu gambar Amora, Ma!' Padahal cuma coretan kecil."

Amora dari keretanya berteriak, "Iya! Itu Amora!"

Semua tertawa lagi.

---

Pukul 08.00, rombongan kembali ke titik awal. Mereka berkumpul di taman kompleks, duduk-duduk di bangku sambil minum air kelapa muda yang sudah disiapkan Soo Young.

Rafa dan Amora langsung main kejar-kejaran di taman, masih penuh energi. Hannah di gendongan Jane mulai menguap, matanya sayu.

"Dia ngantuk," kata Jane. "Seru kali ya keliling kompleks."

"Iya, dia seneng." Mario mengelus rambut Hannah.

Leon dan Chaeyoung terkapar di bangku, masih kelelahan. "Aku nggak bisa merasakan kakiku," keluh Chaeyoung.

Leon mengangguk. "My legs are... where are my legs?"

Semua tertawa melihat kondisi mereka.

"Lo berdua perlu latihan," goda Endy. "Nanti Minggu depan, kita coba lagi."

Leon mengerang. Chaeyoung hanya bisa tersenyum getir.

---

Minggu depan, seperti dijanjikan, mereka kembali bersepeda.

Leon dan Chaeyoung datang dengan sepeda biasa—bukan tandem. Leon sudah bisa mengayuh dengan stabil, Chaeyoung di sampingnya. Mereka tersenyum bangga.

Rombongan lebih besar minggu ini. Pak RT dan istrinya ikut bergabung. Beberapa tetangga lain juga ikut. Kini rombongan sepeda Minggu pagi menjadi tradisi resmi Griya Asri.

Mereka berkeliling kompleks, menyapa warga, menikmati pagi. Di taman, beberapa ibu-ibu yang tidak ikut bersepeda melambai-lambaikan tangan. Suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Endy melihat semua ini dengan bangga. Ide kecilnya berkembang menjadi tradisi yang dinanti-nanti. Ia meraih tangan Soo Young di atas stang sepeda.

"Seneng, ya, Sayang?"

Soo Young tersenyum. "Seneng banget. Lihat mereka semua."

"Keluarga kita."

"Keluarga pilihan."

Mereka terus mengayuh, mengikuti rombongan. Di belakang, tawa riang anak-anak terdengar. Di samping, para tetangga berbincang hangat. Di depan, masa depan cerah terbentang.

Minggu pagi di Griya Asri. Sepeda, tawa, dan cinta. Kombinasi sempurna untuk memulai pekan.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!