Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Di sebuah restoran mewah, malam ini Dylan sedang menunggu kedatangan Bianca di ruangan VVIP, tempat yang telah diatur oleh Asisten Fara.
Disana, telah terhidang berbagai jenis makanan dan minuman mewah. Hal tersebut membuat Dylan bertanya-tanya, mengapa Bianca ingin bertemu dengannya di restoran semewah ini? Bahkan telah disajikan berbagai hidangan yang harganya cukup fantastis.
Dylan menjadi teringat dengan perkataan Yoga, saat dia menceritakan bahwa Bianca tiba-tiba meminta bertemu dengannya di sebuah restoran mewah. Waktu itu Yoga malah menakut-nakutinya, "Wah! Hati-hati, Lan. Mungkin saja dia meminta kamu buat jual beberapa organ tubuh untuk melunasi hutang. Makanya kamu disuruh makan enak dulu."
Bagaimana jika ternyata apa yang dikatakan Yoga benar?
Ceklek!
Tiba-tiba terdengar suara seseorang membuka pintu.
Dylan segera menoleh ke arah sana, dia melihat Bianca yang sedang masuk ke dalam ruangan tersebut. Gadis itu mengenakan gaun berwarna merah dengan rambut bergelombangnya yang terurai, sangat terlihat cantik, sampai mata Dylan tak berkedip melihatnya.
Dylan segera mengingatkan hatinya sendiri betapa mengerikannya kepribadian gadis dihadapannya itu, karena itu dia tidak boleh terpesona dengan penampilan luarnya. Dia harus tetap tenang saat Bianca duduk di seberangnya, hanya terpisah oleh meja makan.
Dylan berusaha terlihat santai. "Aku tahu niat kamu bertemu denganku untuk membahas..."
Dengan nada dingin, Bianca memotong perkataannya, "Berapa usiamu?"
Dylan tidak mengerti, mengapa Bianca tiba-tiba bertanya tentang usianya. Lalu, dia menjawab dengan kikuk, "Usiaku... 26 tahun."
"Aku dengar kamu sering melakukan praktik medis secara ilegal?" tanya Bianca, tanpa basi basi.
Dylan malah tertawa kecil, "Jadi diam-diam kamu menyelidikiku?"
Bianca tidak menghiraukan protes dari Dylan. Dia bertanya lagi, "Kenapa tidak bekerja di rumah sakit secara resmi?"
Bianca selalu bertanya dengan nada dingin dan tatapan tajam, sama sekali tidak terlihat sedang melakukan pendekatan dengan seorang pria. Malah lebih terlihat sedang menginterogasi.
Dylan menghela napas sebentar, lalu menjawab, "Karena terkendala biaya, aku memutuskan untuk berhenti kuliah. Tanpa ijazah resmi, tidak mungkin aku bisa masuk kerja di rumah sakit."
Bianca bertanya lagi, "Apa kamu sudah melakukan tes kesehatan secara menyeluruh pada tubuhmu?"
Dia sengaja bertanya seperti itu, karena dia tidak ingin tinggal bersama dengan orang yang memiliki penyakit menular. Meskipun tidak akan ada sentuhan fisik, tapi calon suaminya harus benar-benar steril.
Dylan merasa tidak enak hati. Mengapa Bianca tiba-tiba bertanya tentang tes kesehatan. Apakah mungkin kecurigaan Yoga benar bahwa Bianca berniat membujuknya untuk menyerahkan beberapa organ tubuhnya agar bisa melunasi hutang?
Dengan wajah yang sedikit tegang, Dylan merogoh ponsel dari saku kemeja, lalu memperlihatkan hasil tes kesehatan yang tersimpan secara online kepada Bianca.
"Hm, kamu sangat sehat dan tidak memiliki penyakit apapun. Aku rasa kamu sangat cocok," ucap Bianca setelah melihat hasil tes kesehatan itu.
Cocok?
Dylan menjadi panas dingin mendengarnya. Tenggorokannya terasa kering. Dia minum dulu sebentar, lalu segera berbicara pada Bianca.
"Aku tahu niat kamu ingin bertemu denganku, karena ingin menagih hutangku, kan? Saat ini aku sedang berusaha untuk mencari pekerjaan sampingan agar aku bisa secepatnya melunasi hutang itu. Tapi aku tidak setuju kalau sampai kamu membujuk aku untuk menjual beberapa organ tubuhku. Aku masih muda... "
Dylan berhenti bicara saat mendengar suara Bianca yang tiba-tiba tertawa, seakan ada yang lucu.
Selama delapan belas tahun lamanya, Bianca tidak pernah tertawa seperti itu. Perutnya sangat sakit saat mendengar perkataan Dylan yang salah paham padanya, apalagi membahas tentang organ tubuh.
Pria ini benar-benar polos, membuat Bianca tidak bisa menahan tawa, meskipun tawanya tetap terlihat elegan.
"Kenapa malah tertawa? Apa ada yang lucu?" tanya Dylan dengan nada kebingungan.
Bianca pun berhenti tertawa, kembali memasang wajah dinginnya. "Aku tidak sekejam itu. Justru kamu harus merasa bangga, karena dari sekian pria yang menginginkanku, aku memutuskan untuk memilihmu. Anggap saja kamu telah mendapatkan jackpot."
Dylan mengerutkan keningnya. Tidak mengerti dengan apa yang Bianca bicarakan. "Memilihku? Dalam hal apa?"
Bianca menjawab dengan nada datar, "Aku ingin kita menikah."
Selamat menunaikan ibadah puasa juga yaa buat othor..
Semoga masih diberi kesehatan dan usia yang berkah..
Bisa kagak sih otaknya lempeng dikit biar tetap eling 😅...
Memangnya Bianca mengajakmu ke kamarnya buat ngapain...
Dia sekedar mau bilang jangan sampai salah masuk kamar, kalau nasibmu masih pengen hidup lebih lama Dy 😅😅..
Seru juga kalau dihadirkan pihak ketiga ala khodamnya mereka berdua yang ngereog 😅😅...
Tentu lebih berpengalaman bin friendly 😅😅....
Harap maklum inner child mereka berdua masih terbawa sampai dewasa /Sob/...
Ada satu kepingan puzle tidak sempurna bahkan hilang yang seharusnya melengkapi masa kecil mereka 🤧...
Bagian yang bilang itu baru ditemukan setelah mereka dewasa...
Meski mereka berdua belum menyadarinya...
Enaknya dimulai dari mana dulu Dy 😅...
Dia punya mata lhoo Bi, makanya memanfaatkan kesempatan dalam kelonggaran melihat dirimu 😅😅...
Mbok yang manis gitu lhoohh sama suami 😅...
Ini bukan kisah tentang Cinderella yang kehilangan sepatu kaca /Sob//Facepalm/..
Jangan2 sandal jepitnya jadi mahar juga 😅😅..
Atau malah seserahan untuk mempelai perempuan 😅😅😅😅...
Biar anti mainstream /Sob/...
Buruan pamerin ke Yoga tapi jangan pamer ke Author DF_14 😅...
Buruan tobat giihh sebelum pindah alam /Sob/...
Mumpung masih ada kesempatan dalam kelonggaran...
Dengan tidak memilih Pram sebagai calon menantu, telah menyelamatkan jalan hidup Bianca di masa depan..
Sekaligus melindungi aset Keluarga Antonio 🙌...
Dylan kandidat calon suami yang mendekati kriteria paling sempurna diantara yang lain...
Dan perlu diingat rival terpilih adalah putra kandung semata wayangmu Bob 👌...
Sempatnya jadi stalker ...
Jangan suka ingin tahu urusan orang lain, itu bisa membu-nuhmu 🤸♀️...
Sebatas mantan yang harus dibuang di tempat sampah yee 😝...