NovelToon NovelToon
Setelah 100 Hari

Setelah 100 Hari

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:12.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

"Setelah aku pulang dari dinas di luar kota, kita akan langsung bercerai."

Aryan mengucapkan kata-kata itu dengan nada datar cenderung tegas. Ia meraih kopernya. Berjalan dengan langkah mantap keluar dari rumah.

"Baik, Mas," angguk Anjani dengan suara serak.

Kali ini, dia tak akan menahan langkah Aryan lagi. Kali ini, Anjani memutuskan untuk berhenti bertahan.

Jika kebahagiaan suaminya terletak pada saudari tirinya, maka Anjani akan menyerah. Demi kebahagiaan dua orang itu, dan juga demi kebahagiaan dirinya sendiri, Anjani memutuskan untuk meninggalkan segalanya.

Ya, walaupun dia tahu bahwa konsekuensi yang akan dia hadapi sangatlah berat. Terutama, dari sang Ibu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Empat puluh hari

"Anjani!"

Anushka langsung memeluk Anjani begitu Anjani menoleh ke arahnya. Meski,awalnya dia terdiam cukup lama karena pangling akan penampilan Anjani, namun semua itu kini tak jadi soal.

"Anushka!"

"Aku sangat merindukan kamu, Anjani," lirih Anushka. Gadis itu jujur. Benar-benar sangat jujur.

"Aku juga," balas Anjani.

Setelah itu, mereka duduk bersama di ruang tamu. Anjani langsung menceritakan semuanya kepada Anushka tanpa diminta. Semua beban yang selama ini berusaha ia pikul sendiri, kini perlahan dia bagi kepada sang sahabat.

"Dasar bodoh! Sudah tahu Aryan tidak pernah tulus kepadamu. Tapi, kenapa kamu masih saja mau menuruti perkataannya, hah? Lihat hasilnya sekarang! Kamu benar-benar terlihat seperti orang yang sangat berbeda."

"Mau bagaimana lagi, Anushka? Aku terpaksa. Kamu tahu sendiri jika kondisi Ibuku nggak stabil, kan? Saat suasana hatinya berubah, dia bisa melakukan apa saja. Termasuk... menganiaya aku," kata Anjani dengan suara lirih di akhir kalimat.

Anushka langsung memeluk Anjani dari arah samping. Dia tahu betul bagaimana kondisi keluarga Anjani.

Sejak sang Ayah membawa pulang wanita simpanan serta anak hasil selingkuhannya pulang ke rumah, Ibu kandung Anjani tiba-tiba menjadi depresi. Dia jadi sering mengamuk dan mencelakakan orang lain.

Hingga akhirnya, sang Ibu pun diusir dari rumah utama dan justru dipindahkan ke daerah pedesaan. Disana, sang Ibu dirawat oleh empat orang asisten rumah tangga. Dan, saat mendengar bahwa Anjani akan menikah, barulah kondisi Ibu Anjani berangsur-angsur membaik hingga akhirnya bisa kembali normal seperti sebelumnya. Ya, meskipun dia tak bisa lagi kembali ke posisinya yang lama sebagai Nyonya besar keluarga Permana karena sang suami yang tak menginginkan dirinya lagi.

"Tapi, kamu bilang kamu akan bercerai. Apa kamu sudah memikirkan cara untuk menyampaikan berita ini kepada Tante Mariana?"

Anjani menggeleng. "Belum," jawabnya.

"Terus, bagaimana?"

"Entah lah! Aku sedang tidak ingin memikirkan hal itu untuk saat ini. Lebih baik, aku fokus untuk menguruskan badan dulu. Sekalian, aku juga ingin mencari pekerjaan paruh waktu. Kira-kira, apa kamu bisa membantuku?"

"Tentu saja bisa," angguk Anushka. "Apa sih, yang tidak bisa aku lakukan untuk kamu?"

Mendengar itu, Anjani tersenyum lega. Untungnya, Anushka tidak menaruh dendam kepadanya. Padahal, dia sudah mengabaikan Anushka selama dua tahun.

"Besok, bersiaplah! Kita akan mulai diet dan olahraga!"

Anjani mengangguk. Dia sudah tak sabar untuk mendapatkan bentuk tubuhnya kembali.

****

Hari terus bergulir tanpa terasa. Empat puluh hari telah Anjani lewati tanpa kehadiran Aryan.Tenyata, semua baik-baik saja. Tanpa Aryan, Anjani justru bisa menikmati hidup yang sesungguhnya.

Dia jadi lebih sering tertawa. Dia tak lagi dikejar-kejar oleh pekerjaan rumah yang tak ada habisnya. Mau bangun atau tidur kapan saja, bebas. Pun, dalam hal memasak. Sekalipun, hanya memasak satu jenis lauk, tidak akan ada yang mengajukan protes.

"Anushka, sepertinya dasterku sudah melar semua. Apa kamu bisa menemaniku untuk membeli pakaian baru?"

"Bukan dastermu yang melar, Anjani. Tapi, tubuhmu yang sudah mulai kurus."

"Ah, tidak mungkin. Perasaan, tubuhku begini-begini saja. Belum ada perubahan."

"Itu hanya perasaanmu saja. Makanya, sesekali timbang berat badanmu! Selain itu, sering-seringlah berkaca!"

"Aku tidak berani," geleng Anjani.

Setelah mendengar rekaman suara Aryan yang dikirimkan oleh Luna, Anjani memang mendadak takut pada timbangan dan cermin.

Entahlah! Sepertinya ucapan Aryan berhasil memberi dampak psikologis yang cukup besar dalam diri Anjani.

"Kenapa tidak berani? Kamu tidak percaya pada perkataanku?" tanya Anushka.

"Aku takut, Anushka. Kalau ternyata aku masih sama saja dengan aku yang empat puluh hari lalu, bagaimana? Aku tidak mau."

Anushka mendesah samar. Dia merasa prihatin dengan kondisi Anjani saat ini. Tekadnya untuk berubah memang sudah ada. Namun, perkataan Aryan yang memang sangat menyakiti hati bahkan sampai melucuti harga diri, memang tidak semudah itu untuk diabaikan.

"Baiklah! Untuk saat ini, tidak ada timbangan maupun kaca. Tapi, empat puluh hari kemudian, kamu harus berjanji bahwa kamu akan menimbang berat badan dan juga melihat wajahmu sendiri didepan kaca," pinta Anushka.

"Baiklah," angguk Anjani.

Setelah Anushka pulang, Anjani kembali sendirian. Dia menatap ke arah cermin meja rias yang sudah dia tutupi dengan koran. Sengaja, agar dia tidak melihat wajahnya yang kata Aryan begitu buruk rupa.

Mengabaikan pikiran negatif yang kembali muncul, Anjani pun lekas membuka laptop kemudian mengerjakan sebuah desain rumah yang dipesan oleh klien perusahaan Anushka.

Ya, Anjani adalah seorang arsitek. Lulus dengan nilai tertinggi seangkatan dan pernah memenangkan lomba mendesain sebuah monumen bersejarah di kotanya.

Namanya pernah melambung tinggi. Tak hanya karena desainnya yang menarik namun karena wajahnya yang cantik. Namun, kini dirinya telah dilupakan. Semua prestasinya hanya tinggal kenangan yang bahkan bagi sebagian orang mungkin sudah tidak penting lagi.

Enam puluh hari lagi. Terdengar lama namun juga singkat. Pertanyaannya, sanggupkah Anjani benar-benar kembali seperti dirinya yang dulu setelah enam puluh hari itu berlalu?

*****

Ketika Anjani sedang mati-matian berjuang untuk merubah diri menjadi lebih baik di kota sebelah, Aryan justru sedang menikmati kebersamaannya dengan Luna di kota yang sekarang dia tinggali.

Hampir dua puluh empat jam mereka selalu bersama. Kebersamaan itu hanya akan terjeda jika Aryan punya pekerjaan ataupun rapat penting.

"Apa yang sedang kamu lihat, Kak Aryan? Kenapa kamu terus fokus pada layar ponselmu sejak tadi?"

Aryan tersentak kaget. Dia langsung mematikan layar ponselnya kemudian menyimpan kembali ponsel tersebut didalam saku jasnya.

"Tidak lihat apa-apa. Hanya sedang memeriksa beberapa pekerjaan," jawab Aryan berbohong.

"Sudah lewat empat puluh hari. Tapi, kenapa Anjani belum pernah menelfon atau mengirim pesan sekalipun?" gumam Aryan gelisah didalam hatinya.

"Dia... Baik-baik saja, kan?" lanjutnya bermonolog.

Entah kenapa, Aryan merasa sangat gelisah. Hilangnya Anjani dari hidupnya terasa begitu tiba-tiba. Dia belum terbiasa dengan kehidupan baru yang kini mereka jalani. Dia belum terbiasa tanpa ada pesan ataupun telepon dari Anjani yang selalu menanyakan kabarnya.

Dia belum terbiasa tanpa mendengar suara Anjani yang begitu lembut dan perhatian.

"Sebenarnya, aku kenapa? Kenapa tiba-tiba aku sangat merindukan Anjani?"

"Kak Aryan, cobalah! Makanan ini aku masak sendiri tadi sore."

Ucapan Luna kembali membuat Aryan jadi tersentak. Lamunannya seketika terputus. Dia mengangguk, lalu memakan makanan yang ada didepannya dengan antusias.

Huwek!

Baru satu suapan dan Aryan langsung memuntahkan makanan itu dari dalam mulutnya. Dengan wajah pucat, dia memegangi perutnya yang langsung bereaksi terhadap makanan buatan sang kekasih.

"Kak Aryan, kamu kenapa?" tanya Luna dengan panik.

"Perutku... Perutku sakit sekali," jawab Aryan.

Tak berselang lama, asisten Aryan langsung datang sambil membawa obat milik Aryan. Dia menghardik Luna dengan penuh emosi.

"Minggir!" ucapnya seraya mendorong Luna ke samping. Tutup obat itu ia buka. Satu pil ia keluarkan kemudian memberikannya ke mulut Aryan dengan cepat.

"Tuan Aryan tidak bisa makan makanan pedas. Apa Nona Luna tidak tahu akan hal ini?" tanya Asisten Aryan dengan marah.

Mata Luna seketika berkaca-kaca. Dia tertunduk dengan sedih.

"Maaf, aku memang tidak tahu," jawab Luna.

"Aneh," timpal asisten Aryan. "Katanya, Anda sudah kenal dengan Tuan Aryan sejak kecil. Jadi bagaimana mungkin, Anda lupa jika Tuan Aryan punya masalah dengan pencernaannya?"

Dan, tubuh Luna seketika menegang. Jelas, dia tidak tahu. Karena, sosok gadis kecil yang dulu Aryan kenal, sama sekali bukan Luna melainkan orang lain.

1
Farida Dalle
Sekarang aq baru tahu, ternyata sifat Anushkah turunan dr mamanya yg suka ngomong blak2an, tp menghibur😂
Farida Dalle
Hellow.... baru tahu rasanya kan, dicuekin, itu pula yg dirasakan oleh Anjani selama menikah dgnmu, jadi nikmatilah hasil perbuatanmu, dan tolong pake. rasa malu, walau hanya sedikit sj, hehe😆
Farida Dalle
keluarga Aryan koq PeDenya selangit, jadi ingin ketawa ngakak sambil guling2😂🤣
Farida Dalle
Wih😂sultan mah bebas , uang tutup mulut aja sampai 18M, menyala gak tuh🤭🔥
Farida Dalle
Nantinya setelah cerai, baru Aryan menyadari perasaannya ke Anjani, tp semua sdh terlambat dan pada saat itu aq mau bertrpuk tangan sekencang2nya👏😂
Farida Dalle
Gak apa2 boong demi kebaikan, hehe asal cinta nya ke Anjani jngn boongan yah pak Enzo, kasian Anjani sdh lama menderita🥹
Farida Dalle
Hanya wanita bodoh yg tdk siap bercerai dg laki2 sprti Aryan, apa yg hrs membuat berfikir toh srmua sdh jelas, dan semoga ke depannya Aryan menyesali semua yg prnh diperbuat ke Anjani.. sabar yah Anjani jodoh kamu sdh menanti, hehe
Farida Dalle
hadeuhhhhh ... cape deh dg kelakuan 2 manusia terkutuk itu😡
Farida Dalle
Bagus... Anjani love u, aq suka caramu👏lagian si Aryan PeDe tingkat dewa😂😂😂
Farida Dalle
Enak saja, minta dibikinkan makanan stelah pulang bersenang2 dg gundiknya, heran.... 😕
Farida Dalle
Keruk aja terooooos harta Aryan, Luna... biar bangkrut sekalian, dan kamu jg tahu rasa😡
Farida Dalle
Nona Anjani, apa pun nnti keadaannya, tolong jangan mau balikan lg sm si Aryan Aryan itu, biarkan dia menyesal seumur hidupnya dg memilih Luna, pokonya dengarkan nasehat tante yah cantik😂🙏✌️
Farida Dalle
Bagus Anhani, aq setuju klu kamu putus hubungan dg ayahmu, ayah kanding macam apa itu yg ingin melihat anknya menderira, klu ayah sprti itu mending dibawa ke laut jadi santapan hiu, iya kan??? 😡
Solikah Tri
👍🏻
lcKy
Ceritanya bagus bgt author
Ayannawidara
aq jadi team anuska.. yuukk makin sudutin om enzo sma anjani.. biar uang jajan mngalir deras.. 🤣🤣🤣
Ayannawidara
dasar PCK bpknya..
ririn roichana
konyol
Rahima Rahim
HHHHHHAAAAAAA 😭😭😭😭 GAK KUAAAAATTTTT aku sampek habis tisu banyak😭💔
Irma
bikin nopel kok lebay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!