NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Malamfeaver

___Folow Ig:gaabriiellaaa12

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 8 dapat Surat cinta

Vanya melangkah keluar dari ruang kepala sekolah dengan langkah gontai. Di tangannya, selembar surat panggilan orang tua terasa seberat beban hidup. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang masih berdegup kencang akibat sisa emosi tadi.

Begitu sampai di kelas, suasana pelajaran sejarah sedang berlangsung, tapi pikiran Vanya sudah melayang entah ke mana.

​"Gila lo, Van. Muka lo berantakan banget," bisik Elsa begitu Vanya duduk di bangkunya.

​Vanya menoleh dengan wajah cemberut.

"gue dapet surat panggilan ortu, Sa. Mampus gue kalau Papa tahu. Bisa-bisa kartu kredit gue disita setahun!"

​Elsa melotot kaget. "Demi apa?! Terus si lampir Deby gimana?"

​"Sama. Tapi dia kan playing victim banget tadi di depan Kepsek. Mana si Aiden diem aja lagi pas di kantin, bener-bener minta dipukulin tuh cowok!"

gerutu Vanya sambil mencoret-coret bukunya dengan kasar.

​"Sabar, Van. Si Aiden mah emang gitu, sok misterius. Tapi gue yakin dia punya rencana," hibur Elsa, meski Vanya hanya membalasnya dengan dengusan kesal.

​Sepanjang perjalanan pulang, Vanya tidak berhenti bicara sendiri di dalam mobil.

"Aduh, gimana cara ngomongnya ya? 'Ma, Vanya berantem hari pertama'? Nggak, nggak, kemanisan.

Apa 'Ma, ada nenek sihir jambak Vanya'? Nah, itu lebih masuk akal."

​Begitu sampai di rumah megahnya, Vanya disambut oleh Mama Olivia yang sedang asyik menata bunga di ruang tamu.

​"Loh, Sayang, kok mukanya ditekuk gitu? Terus ini... seragam kamu kenapa kotor merah-merah gini?!" pekik Mama Olivia panik begitu melihat noda bakso di baju putrinya.

​Vanya langsung memasang wajah paling memelas. Ia memeluk mamanya dengan manja.

"Mamaaa... Vanya tadi dijahatin di sekolah. Ada kakak kelas gila yang gebrak meja Vanya sampe kotor begini," adu Vanya sambil menyerahkan surat panggilan itu dengan tangan gemetar.

"Tapi Ma, tolong... Mama aja yang datang besok ya? Jangan kasih tahu Papa. Kalau Papa tahu, Vanya bisa habis dimarahin."

​Mama Olivia membaca surat itu sambil menghela napas.

"Aduh, Vanya... baru juga masuk sekolah. Ya sudah, nanti Mama yang urus. Tapi kamu jangan ulangi lagi ya?"

​"Janji, Ma! Mama emang paling cantik sedunia!" seru Vanya lega.

​Karena merasa dadanya semakin kencang dan penuh mungkin karena efek stres berantem tadi Vanya langsung pamit ke kamar.

Ia mengunci pintu kamar mandi dan melakukan rutinitas pumping nya dengan cepat. Rasa lega itu akhirnya datang, meski pikirannya masih dongkol pada Aiden.

​Selesai mandi dan berganti pakaian santai, Vanya duduk di balkon lantai atas sambil menikmati sepiring pasta dan jus jeruk. Sore di Jakarta terlihat sedikit lebih tenang dari atas sini.

Namun, ketenangan itu hancur saat ia mendengar suara mobil sport yang sangat ia kenali masuk ke halaman rumahnya.

​"Loh, Kak Aiden?" gumam Vanya heran.

​Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kecil yang berlari di tangga.

"Tata Anyaaa! Tata Anyaaa di mana?!"

​Pintu balkon terbuka, dan muncul sosok kecil Vino yang langsung menubruk kaki Vanya.

Di belakangnya, Aiden berdiri dengan wajah datar, mengenakan kaus polos hitam yang melekat pas di tubuh atletisnya.

​"Vino kangen Tata Anya!" ucap Vino dengan suara cadelnya yang imut.

​"Duh, sayang... kok ke sini nggak bilang-bilang?" Vanya menggendong Vino dan mendudukkannya di pangkuannya.

​Aiden melangkah masuk ke balkon, matanya menyapu piring makan Vanya sebelum menatap wajah gadis itu.

"Mama lo di bawah. Katanya lo lagi makan di sini," ucap Aiden dingin.

​"Ngapain Kakak ke sini? Belum puas liat gweh menderita di sekolah tadi?" semprot Vanya langsung, sisi barbarnya kembali muncul.

"Kakak diem aja pas gweh dilabrak si nenek sihir itu! Gwehh sampe dapet surat panggilan tahu nggak!"

​Aiden menarik kursi di depan Vanya, duduk dengan santai.

"Gua mau liat seberapa berani lo tanpa perlindungan gua. Ternyata lumayan, bisa nampar orang sampai merah."

​"Ih! Jahat banget sih!" Vanya mencubit lengan Aiden keras."

Gweh benci banget sama Kakak!"

​Aiden justru menyeringai.

Ia mencondongkan tubuhnya ke arah Vanya, membuat Vanya reflek memundurkan kepalanya.

"Benci ya? Tapi kenapa aroma lo malah makin manis kalau lagi marah begini?"

​"Abwang Aden jangan galak-galak ama Tata Anya!" celetuk Vino tiba-tiba sambil memukul paha kakaknya dengan robot mainannya.

​Aiden menghela napas, lalu menatap Vanya dengan tatapan yang sedikit lebih serius.

"Besok Mama lo yang datang? Gue udah bilang ke Mami gue buat 'kondisikan' kepala sekolah. Lo nggak usah takut soal surat itu."

​Vanya tertegun. "Jadi... Kakak udah urus?"

​"Gua nggak bakal biarin milik gua kena masalah cuma gara-gara cewek nggak penting kayak Deby,"

bisik Aiden pelan agar tidak terdengar Vino.

"Habisin makan lo.

Gua mau bicara berdua sama Papa lo di bawah nanti."

​Vanya terpaku, menatap punggung Aiden yang kini asyik menjaili Vino.

1
Bunda Silvia
sukurin impas itu cuman 1 laki2 lah lo 2 cewek sekaligus nempel2 di biarin aja
Bunda Silvia
bego giliran ketahuan sama istri baru marah meluap2 tadi ngapain aja diem di pepet 2 perempuan emang ngga peka lo jadi laki2 aiden
Bunda Silvia
bidoh aiden emang keterlaluan egois kemauan dia maunya di turutin tapi dia ngga peka anter jemput istri sekolah selagi libur apa salahnya
Haryati Atik Atik
masa anak sma gak bisa bedain gula manja boleh bodoh jgn
Haryati Atik Atik
benci dgn sifat nya Aiden yg gak jujur kan biar sekli masuk penjara
Bunda Silvia
bukanya else dateng ke pernikahan vanya ko dia ngga tau kan ijut sama bagas juga
Qaisaa Nazarudin
Makanya tau masih kecil udah main JANJI2 aja sampe2 sengaja beliin CINCIN BERLIAN pula,bukan EMAS biasa yah..
Qaisaa Nazarudin
Waahh baru SMP aja udah di kasih CINCIN BERLIAN,bukan kaleng2 gaya pacaran nya anak SULTAN,aku dulu main kawin kawinan di kasih CINCIN dari daun singkong yg disimpul gitu lho, Apa kabar ya SUAMI masa KECIL ku sekarang yah?? 🤔🤔🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Udah kayak Baby aja ya punya insting saat ibunya ada..😄
Qaisaa Nazarudin
Nah kan bener situasi seperti ini selalu berhasil meluluhkan si wanitanya..
Qaisaa Nazarudin
Biasanya situasi kek gini yang dijadiin Alesan biar si Wanitanya LULUH, biasanya kan gitu..
Qaisaa Nazarudin
Salah kalian para ORTU juga sih,Tau Anak2 masih pada Labil malah di Nikahkan hanya dengan ALASAN karena Anak kalian Butuh ASI demi MENYAMBUNG hidupnya ckk Egois banget.
Qaisaa Nazarudin
Tujuan awal NIKAH aja udah SALAH,Hanya untuk kesehatan dirinya demi asupan untuk menyambung hidupnya doang..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Seolah Aiden Nikahin Vanya hanya untuk manpaatin Vanya demi kesejatannya doang..
Qaisaa Nazarudin
Waah LICIK Aiden dia tau Vanya Marah ke dia,Dan pasti gak mau ketemu sama dia,Makanya dia bawak adeknya biar Vanya busa luluh..
Qaisaa Nazarudin
Kan bukan salah kamu,Munta aja utk diliat CCTV nya..kamu kan cuman membela diri..Aiden juga maunya kamu bersikap TEGAS dan jangan Manja..
Qaisaa Nazarudin
Karena Aiden pengen luat sampai dimana Vanya mau ditindas..
Qaisaa Nazarudin
Woowww niat banget Aiden mau nina ninu ,udah persiapan aja,emangnya Vanya mau? 🤣🤣🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Ku pikir Aiden itu tulus, ternyata ada udang di balik bakwan,Makanya aku sempat heran,Baru aja ketemu tapi sikapnya udah kayak orang udah pacaran lama aja kan..😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!