Stella ditalak sang Suami, usai mereka melakukan malam pertama. Ketidakpercayaan sang suami membuat sang ayah murka dan mengusirnya dari rumah.
Stella terpuruk. Lalu, datanglah seorang pria penolong yang rela menerima kelebihan dan kekurangannya. Namun sang pria ternyata juga pemaksa.
Mungkinkah Stella mau kembali bersama sang mantan? Ataukah dia akan memilih hidup bersama pria yang selama ini menunggu cintanya?
Simak kisah rumit kehidupan Stella dalam PENJARA CINTA untuk STELLA, Happy reading😍😍😍 jangan lupa like, share n komennya ya.... semoga suka😍😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MULAI PENCARIAN
Keesokan harinya...
Zein tak mau terus berdiam diri. Ia juga tak bisa terus berpangku tangan dengan sang asisten. Rehan sudah cukup pusing dengan segala tugas yang selama ini ia berikan. Cukup.... untuk masalah Stella, dia ingin mencarinya sendiri.
Pria bertubuh tinggi besar ini mulai berkemas. Memasukkan beberapa baju ke dalam kopernya. Rencananya besok ia hendak bertolak ke Manado. Tempat di mana, paman dan bibi Stella berada. Entah mengapa Zein yakin jika Stella berada di sana.
Bukan hanya Stella yang sukses membuat pria ini resah. Anti, sang mantan mertua juga sukses membuatnya tak bisa bernapas lega. Kabar terakhir yang ia terima sanggup membuatnya khawatir. Atau lebih tepatnya pria ini merasa bersalah.
Biarpun ia hendak melangkah sendiri, namun tak mungkin jika ia tak memberi tahu sang asisten. Bagi Zein, memberi tahu Rehan jauh lebih penting dibanding memberi tahu Widya. Sebab sang ibu memang gak pernah memedulikannya.
" Bos yakin mau pergi ke sana?" tanya Rehan di sela-sela panggilan mereka.
"Nggak ada pilihan lain Re, aku nggak boleh berdiam diri seperti ini. Semakin aku menunggu, semakin aku merasa resah, " jawab Zein.
"Terserah, Bos aja... gimana baiknya," jawab Rehan.
"Kamu handle dulu semuanya ya, kalau ada apa-apa tolong kabari," pinta Zein.
"Siap, Bos. Aku udah booking pesawat dan hotel untuk Bos selama di sana. Nanti aku kirim nomor resinya," ucap Rehan lagi.
"Ya, Terima kasih!"
Perbicaraan pun berakhir. Zein telah mendapat nomer resi penerbanganya untuk besok. Rehan juga sudah memboking tiket pesawat dan juga hotel untuk bosnya selama di Manado. Mempersiapkan segalanya untuk Zein, termasuk mobil dan juga asisten untuk melayani pria tersebut. Tugas mengurus Zein pun selesai. Lanjut dengan tugas kantor dan juga beberapa laporan keuangan yang harus dia periksa.
Rehan kembali disibukkan dengan segala tugas yang menumpuk. Pekerjaan yang ditinggalkan Zein untuknya sangat tak bisa dianggap remeh. Rehan harus teliti dan sesuai deadline. Jika tidak, bukan hanya Zein yang akan mencincangnya, tapi dewan direksi sekaligus pemilik perusahaan yaitu pak Agus sendiri pun akan ******* habis dirinya.
Rehan kembali menatap layar monitor pada laptop nya. Membaca setiap baris kata yang siap membuatnya jenuh, namun harus tetap ia kerjakan.
Malam ini, setelah selesai merapikan pekerjaannya, Rehan berniat pergi ke rumah Renata. Gadis yang kini bersahabat dengannya. Rehan sangat suka dengan gadis ini. Renata sangat mengerti dirinya. Rasanya nyaman saja jika berbincang dengan gadis tersebut.
Rehan sengaja tak menghubungi Renata terlebih dahulu, sebab ia hendak memberi gadis ini kejutan. Rehan membawakan sahabatnya ini nasi padang dan juga lemon tea. Makanan sederhana, namun serasa sangat mewah untuk ukuran hubungan mereka.
Oleh-oleh untuk sang sahabat sudah siap, Rehan pun kembali ke mobil dan kembali menyalakan mobilnya. Mengarahkan kendaraannya itu ke tempat di mana sang sahabat berada.
Ada kebahagiaan tersendiri ketika mereka bertemu. Rehan suka sekali dengan gaya bicara Renata. Sikapnya yang kalem dan senyuman yang manis membuat Rehan selalu ingin berdekatan dengan gadis ayu ini.
***
Di ruang yang lain, ada Renata yang bersiap meninggalkan Jakarta. Baginya kota ini banyak memberinya kenangan yang buruk. Ia kehilangan kedua orang tuanya di kota ini. Kehilangan adiknya juga di kota ini.
Apa yang hendak dicari di kota ini, tidak ada. Renata berniat kembali ke Sukabumi saja. Kota di mana ia berniat memulai hidup baru.
Travel yang akan menjemputnya sudah dekat, ia pun segera berpamitan dengan pemilik kos-kosan yang ia tempati.
Dengan keyakinan hati, Renata pun mulai melangkah meninggalkan kota ini. Kota dengan segala kepahitan yang pernah ia alami.
Bersambung...
Jangan lupa like komen n share ya... thanks yang udah mengikuti semua cerita-ceritaku.
halooo Thor. ini yg pertama kali aq mampir di novelmu.