Ye Tianming, seorang pemuda biasa, secara tidak sengaja membangkitkan Jiwa Heavenly Demon yang tersembunyi dalam plakat kayu pengganjal pot bunga. 500 tahun yang lalu, Heavenly Demon pernah menjadi musuh terbesar umat manusia dan dihancurkan oleh Aliansi Beladiri, yang memaksa pengikutnya untuk meninggalkan seni beladiri yang ia wariskan. Kini, dengan kekuatan jiwa tersebut, Ye Tianming menjadi penerus Heavenly Demon dan memulai perjalanan yang mengguncang dunia seni beladiri. Namun, dengan kekuatan baru yang dimilikinya, apakah Ye Tianming akan mengulang tragedi kelam yang telah dihapus dari sejarah dunia tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pak Tua Bai
“Ha-ha-ha ... bersabarlah anak muda, Kota Bingyun masih sangat jauh.” Pak tua Bai bercanda, karena Ye Tianming sudah tidak bisa diajak bicara lagi.
“Seharusnya tuan muda Tianming membawa jaket kulit monster Beruang Kutub itu,” kata Xiao Lian.
Kakek Wang ingin memberikan Jaket kulit monster Beruang Kutub, tetapi Ye Tianming menolaknya karena itu tak ada gunanya untuknya sebab Kota Bulan Angin tidak ada salju. Namun, siapa sangka ternyata mereka melakukan perjalanan darat melewati jalanan bersalju tebal.
“Ada jejak darah!” seru Pak tua Bai.
Keningnya langsung berkerut, khawatir ada bandit disekitar sini. Dia segera mempercepat laju monster Rusa Kutub agar terhindar dari sergapan bandit tersebut.
“Hmm, niat membunuh?” Ye Tianming langsung menoleh ke arah sebelah kiri. “Lindungi gerobak ini, junior Lian. Aku akan memeriksa apa yang sedang terjadi!”
“Ah, jangan mendekat ke sana!” seru Pak tua Bai, tetapi seruannya sudah tak ada gunanya karena dalam satu kedipan mata——Ye Tianming langsung menghilang dari pandangannya.
Seratus langkah dari gerobak, Ye Tianming menemukan Dua mayat Pendekar Ranah Inti Emas Tingkat Satu dan Tingkat Lima.
“Mereka sepertinya dikalahkan tanpa sempat melawan,” gumam Ye Tianming setelah memeriksa kondisi tubuh mereka.
Dia memeriksa saku celana mereka dan menemukan kantong uang mereka masih ada, yang berarti bukan bandit yang membunuh keduanya. Kalau pelakunya bandit, maka uang dan senjata mereka pasti sudah diambil.
“Klan Zhang, bukankah itu Klannya nona Yujing,” gumam Ye Tianming.
Salah satu dari mayat itu memiliki tanda pengenal Klan Zhang.
“Aku merasakan aura yang cukup kuat Lima ratus langkah ke arah selatan!” seru Leluhur Ye Xiu.
Ye Tianming menyimpan kedua kantong uang milik kedua mayat itu ke sakunya, kemudian menggunakan Langkah Hantu melesat ke arah selatan. Namun, semakin dekat ke sana, aura energi spiritual terasa semakin kuat.
“Berhenti!”
“Itu adalah pertarungan antar Ranah Yuan Yi. Tunggu saja hingga salah satu dari mereka terbunuh, lalu serap energi spiritualnya!”
Ye Tianming tidak menyangka leluhurnya akan mengatakan hal tidak tahu malu seperti itu. Akan tetapi setelah ia pikir-pikir, ini juga kesempatan baginya memperoleh energi spiritual secara cuma-cuma dan akan membuatnya naik ke Ranah Inti Emas Tingkat Sembilan.
“Auranya sudah menghilang, aku harus segera ke sana!” Ye Tianming melesat menggunakan Langkah Hantu.
Keningnya langsung berkerut melihat pemandangan puluhan mayat Pendekar tergeletak di bekas pertarungan itu. Kebanyakan mayat itu mengenakan pakaian yang sama dengan mayat anggota Klan Zhang yang ia temui pertama tadi.
“Bukankah tuan muda Pertama sudah kabur ke daratan tengah, kenapa masih terjadi pertumpahan darah?” Ye Tianming keheranan.
“Mereka sedang dikejar musuh. Akan tetapi Ranah Yuan Yi itu rela mati walaupun mengetahui musuhnya jauh lebih kuat, kemungkinan mereka sedang mengulur waktu agar sosok yang mereka lindungi bisa melarikan diri dari kejaran musuh,” tebak Leluhur Ye Xiu.
“Jangan-jangan yang mereka kejar adalah tuan muda Pertama.” Ye Tianming berspekulasi. “Bukankah pelayan Song kabur ke arah berlawanan, apakah mereka menangkapnya dan kemudian menyiksanya hingga mengakui ke arah mana tuan muda Pertama kabur.”
Siapapun tidak akan tahan jika terus disiksa sehingga memilih berkata jujur agar diberikan kematian yang cepat.
Ye Tianming segera berhenti memikirkan keadaan tuan muda Pertama, sebab ia juga tidak memiliki kekuatan menolongnya. Untuk saat ini ia akan fokus menyerap energi spiritual dari mayat Pendekar Ranah Yuan Yi.
Dia menggunakan Tehnik Menyerap Jiwa melahap energi spiritual mayat itu dan dalam sekejap basis Kultivasinya naik ke Ranah Inti Emas Tingkat Sembilan Puncak. Andai ada satu mayat Pendekar Ranah Yuan Yi lagi, maka basis Kultivasinya akan mencapai Ranah Yuan Yi.
Sebelum kembali ke gerobak Pak tua Bai, Ye Tianming membakar mayat-mayat itu dengan Api hitamnya. Dalam sekejap hanya noda darah yang tertinggal di tumpukan salju.
...***...
“Mayat-mayat di sini baru saja dibakar oleh seseorang,” kata Jiang Lan yang baru saja datang bersama Puluhan Assassin dari Kelompok Pedagang Phoenix.
“Apa itu dilakukan oleh pihak Kita?” tanya salah satu Assassin itu.
Jiang Lan tidak menjawab pertanyaan tersebut, tatapan matanya fokus pada api hitam yang membakar satu Pohon Fir.
Pohon itu kemungkinan terbakar karena satu mayat Pendekar berada di bawah Pohon tersebut. Namun, ini pertama kalinya Jiang Lan melihat Api berwarna hitam.
“Apa ada pihak lain ikut campur?” Jiang Lan menjadi khawatir. Mungkin Klan Fang telah mengirim Pendekar kuat untuk menyelamatkan tuan muda Pertama.
“Kompasnya menunjukkan arah selatan, mereka cukup dekat dari sini!” kata Assassin yang membawa benda pusaka berbentuk kompas yang bisa melacak keberadaan teman yang sudah ditandai oleh Kompas tersebut.
“Ayo cepat susul mereka dan bersiap-siap untuk bertarung! Walaupun kekuatan pendukung tuan muda Pertama sudah melemah, kemungkinan masih ada beberapa Ranah Yuan Yi yang mengawalnya!” seru Jiang Lan.
“Baik nona Lan!” sahut para Assassin Kelompok Pedagang Phoenix tersebut.
...***...
“Senior Tianming, basis Kultivasimu sudah naik ke Ranah Inti Emas Tingkat Sembilan?” Xiao Lian merasa aura Ye Tianming semakin kuat.
Ye Tianming mengangguk setuju sembari tersenyum lebar.
“Wah, Anda seperti monster saja, Kultivasimu naik sangat cepat,” kata Xiao Lian lagi.
Biasanya Ranah Inti Emas cukup lama untuk menaikkan basis Kultivasinya, mereka harus giat berkultivasi sembari dibantu dengan Ramuan Spritual. Namun, Ye Tianming menaikkan basis dalam beberapa kali dalam setahun ini.
“Bukankah kamu juga cukup cepat menaikkan basis Kultivasimu,” sahut Ye Tianming.
Basis Kultivasi Xiao Lian kini sudah mencapai Ranah Inti Emas Tingkat Satu.
“Itu berkat bantuan tuan senior Tianming,” sahut Xiao Lian.
Ye Tianming memberikan banyak Ramuan Spritual kelas tinggi untuknya, makanya basis Kultivasinya cepat naik. Namun, kedepannya akan sulit menaikkan basis Kultivasinya, belum lagi nafsu makannya semakin naik saat berada di Kota Xuecheng sehingga ia gagal menurunkan berat badannya. Kalau seperti ini terus ia takut Ye Tianming tak mau lagi membawanya menjalankan misi bersama, sebab kini banyak wanita cantik di Kelompok Iblis Bayangan maupun di Kelompok Pedagang Teratai Emas.
“Sial!”
“Padahal aku sudah mengambil jalan pintas, tetapi malah ketemu Pendekar yang sedang bertarung!”
Pak tua Bai menggerutu, karena di depannya saat ini sekelompok Pendekar sedang bertarung. Pohon-pohon Fir bertumbangan hingga menutup jalan.
“Wanita itu mirip junior Zhang Yujing,” bisik Xiao Lian.
Ye Tianming menatap ke arah yang ditunjuk oleh Xiao Lian. Wanita tersebut memang mirip dengan Zhang Yujing, tetapi ini versi yang lebih dewasa.
“Berhentilah melawan tuan muda Pertama, semua pengikutmu sudah kami habisi. Usaha mereka sia-sia saja mencoba menghadang kami dengan kekuatan lemah begitu!” cibir Assassin Ranah Yuan Yi.
Wanita yang mirip Zhang Yujing membantu seorang pemuda berlumuran darah berdiri, sementara Lima Pemuda Ranah Inti Emas Tingkat Sembilan mengelilingi Pemuda Ranah Yuan Yi yang terluka di bagian dadanya.
Ye Tianming menduga-duga Pemuda yang dilindungi Lima Pemuda itu adalah tuan muda Pertama, sementara wanita yang mirip Zhang Yujing adalah Zhang Ziyi, dan Pemuda yang ia pangku adalah Zhang Fei.
kupikir bante"