Menikah adalah suatu keinginan setiap orang tapi apa yang terjadi jika menikah dengan orang yang tidak di kenal.
Itulah yang kini dialami oleh seorang gadis bernama Adhiba Noora Yasmin.
Gadis berusia 18 tahun baru saja masuk kuliah semester pertama itu pun terpaksa menikah atas permintaan Ayahnya yang kini sedang sakit parah.
Tanpa di duga itu adalah permintaan terakhir sang Ayah karena setelah acara ijab kabul selesai sang Ayah pun menghembuskan napas terakhirnya membuat nya hatinya terpukul.
Kesedihan pun menyelimuti hatinya.
Apa yang harus dia lakukan nya sekarang?
Lalu apakah suami yang tidak di kenalnya itu akan menerimanya sebagai seorang istri ataukah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Airina Nu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Mommy Emir melangkah ke arah pintu, pandangan mata langsung tertuju pada kontrakan yang selama ini di tempati oleh menantu nya.Sebenarnya wanita itu begitu penasaran ingin masuk ke dalam sana tapi dia begitu ragu akankah melanjutkan keinginannya atau tidak, hingga akhirnya dia pun langsung berjalan keluar dia mana Juna asisten pribadi putranya sedang duduk di kursi dekat teras.
"Juna".panggil nya dan Juna yang sedang merokok itupun langsung menoleh dan berdiri setelah terlebih dahulu mematikan rokok nya dan membuangnya ke tempat sampah.
"Saya Nyonya Besar".jawabnya masih di berdiri di tempat yang sama.
" Ikut saya".ucapnya sambil berjalan menuju kearah gerbang membuat laki-laki itupun bertanya-tanya
"Kita mau kemana Nyonya Besar? tanyanya sambil membukakan pintu gerbang untuk Nyonya nya.
" Ikut saja nanti juga tau".jawabnya masih terus jalan keluar dan kini berdiri di pinggir jalan menunggu jalanannya sepi.
Juna yang sedari bertanya-tanya akhirnya pun kini tau kemana tujuan Nyonya Besar nya itu terlihat dari pandangan nya yang melihat kearah seberang di mana kontrakan tempat Nyonya Muda nya tinggal.
"Apa Nyonya Besar mau ke kontrakan Nyonya Muda? tanyanya.
Wanita itupun akhirnya tersenyum lebar karena apa yang barusan di katakan oleh asisten putranya adalah benar.
" Seratus untuk kamu Jun".
"Kalau begitu ayo kita menyebrang Nyonya Besar mumpung sepi".katanya dan wanita itupun mengangguk mengikuti laki-laki muda itu menyeberangi jalan hingga tak lama sampailah keduanya tepat di depan sebuah rumah kecil.
Wanita itu masih berdiri memperhatikan nya dan memandangi rumah kontrakan dengan sorot mata yang tidak di mengerti hingga sanga asisten putranya pun menegurnya
"Apa Nyonya Besar baik-baik saja? tanyanya saat melihat perubahan dari raut wajah Nyonya nya.
"Ini benar tempat tinggal menantu ku Jun? tanyanya dan laki-laki itupun mengangguk membenarkan.
"Tempat kontrakan ini sangat sempit dan luasnya tidak lebih beaar dari kamar mandi di mansion ku.Kok bisa sih menantu ku tinggal di tempat seperti ini?
" Keadaan Nyah,keadaan yang membuat Nyonya muda harus menerimanya ".jawab Juna simpel dan Nyonya nya pun hanya bisa mengangguk dan menarik napas nya dalam-dalam setelah nya dia pun menghembuskan nya ke udara.
" Apa Nyonya Besar mau masuk untuk melihat-lihat ke dalam?
"Iya saya mau masuk,jujur saya juga penasaran ingin melihat dalamnya".katanya dan Juna pun dengan cepat langsung mengeluarkan kunci dari saku celananya dan langsung membuka pintu gerbang mini itu hingga pintu itupun terbuka.
" Silahkan Nyonya ".ucap Juna setelah pintu itupun terbuka.
Wanita itupun masuk dengan perasaan yang sulit di artikan, perasaannya campur aduk antara kesal dengan sang putra yang sudah membuat menantu nya harus hidup susah padahal mereka adalah keluarga Sultan tapi lihatlah bahkan tempat tinggal menantu nya hanya seperti ini.
"Astaghfirullah! Astaghfirullah!ucapnya sambil mengusap-usap dadanya yang penih emosi seakan-akan bisa meledak hari itu juga.
" Ini kecil sekali Jun.Kenapa menantu ku senang tinggal di tempat seperti ini?
Juna pun hanya diam mendengarkan semua keluhan Nyonya Besarnya.
Lalu tanpa kata laki-laki itupun langsung membuka pintu untuk masuk kedalam rumah.
Dan tak lama terdengar suara
Ceklek
Perlahan-lahan Juna memutar handle pintu dan terbuka hingga terlihat isi dalam kontrakan itu.
"Silahkan masuk Nyonya".ucapnya mempersilahkan Nyonya Besarnya masuk ke dalam.
Dengan langkah pelan wanita paruh baya itupun masuk sambil terus memperhatikan setiap sudut kontrakan itu lalu menyusuri nya hingga kini berakhir di dalam sebuah kamar.Hatinya kembali teriris saat melihat isi dari kamar yang di tempati oleh menantunya.
Tempat tidur ukuran standar,satu lemari pakaian hanya itu yang ada di dalam nya.
"Kamu kok bisa tinggal di sini sih Noor?Kamar ini kecil sekali untuk kamu? Apakah kamu bisa bergerak bebas jika tidur di tempat tidur ini? tanyanya dalam hati dengan wajahnya terlihat begitu sedih.
Wanita itupun terdiam mencoba duduk di atas tempat tidur.
" Kasurnya agak keras tidak se empuk di Mansion.Pasti badan kamu sakit-sakit sehabis bangun tidur."ucapnya dalam hati lalu beranjak dari sana langsung menuju ke lemari pakaian dan membuka nya.Kedua matanya pun terkejut dengan isinya.
"Bahkan kamu pergi hanya membawa potong pakaian." ucapnya lalu mengambil sebuah tas ransel yang di pakai oleh menantunya sewaktu pergi ke kota J.
"Maafkan Mommy sayang karena sudah memasukkan semua barang-barang kamu tanpa izin".katanya dalam hati.
Tak lama wanita itu pun langsung keluar ndari dalam kamar menantunya menuju ke ruang depan asisten putranya pun sudah menunggu nya dengan seseorang wanita yang usia nya kemungkinan lebih tua darinya.
Wanita itu melihat kearah nya dengan raut wajah terkejut.
"Nyonya Besar".ucap Juna setelah melihat wanita itu keluar sambil membawa sebuah tas dan beberapa barang. Tanpa menunggu perintah laki-laki itupun langsung mengambil alih membawa nya membuat wanita itupun tersenyum kepada nya.
" Terima kasih Jun".
"Sama-sama Nyonya".jawabnya dan tiba-tiba teringat dengan sosok wanita yang berdiri tepat di depan pintu yang melihat kearah Nyonya nya.
" Oh iya Nyonya perkenalkan ini Ibu Wati pemilik kontrakan ini".ucapnya memberitahu dan Nyonya nya pun mengangguk kan kepala.
"Suruh dia masuk".
" Baik Nyonya ".ucapnya sambil berbalik berjalan ke arah pintu keluar sambil membawa tas dan beberapa barang lalu menaruhnya di atas meja depan.
" Silahkan masuk".katanya mempersilahkan wanita itu masuk ke dalam dan di sana dia sudah tunggu oleh seseorang yang melihat nya sambil tersenyum ramah.
"Silahkan duduk".kata Mommy Emir mempersilahkan tamu nya duduk.
"Saya tau Anda pasti terkejut melihat saya ada di dalam kontrakan ini? tanyanya dan wanita itupun mengangguk kan kepala tanda iya.
" Biar saya kasih tau.Saya Mommy Emir"
"Mommy Emir siapa? tanyanya terlihat kebingungan karena raut wajahnya yang sedikit mengerutkan keningnya mungkin sedang berpikir atau mengingat-ingat sesuatu.
" Saya tau pasti sekarang Anda sedang bingung kan?
"Iya.Jujur saya memang bingung, mungkin karena faktor usia jadi nya begini".ucapnya dan Mommy Emir pun tersenyum saat mendengar nya.
" Tidak apa-apa saya mengerti.Jadi begini Bu, saya ini adalah Mommy mertua Noora yang mengontrak di sini".
"Apa, mer... mertua? tanyanya dengan raut wajah terkejut.
" Iya.Saya Mommy mertua nya Noora yang biasa ibu panggil Noor".
"Apa ini beneran? tanyanya lagi.
" Tentu saja.Noora menantu saya".
"Saya kira Noor belum menikah karena saya belum pernah lihat sosok suaminya".
" Suaminya orang sibuk Bu dan karena kesibukan nya hingga ada kesalahpahaman membuat mereka tidak tinggal serumah ".
"Jadi begitu".
" Iya."
"Lalu sekarang Noor di mana?
"Noora di rumah sakit".
" Apa rumah sakit?
"Iya, dua hari lalu Noora baru selesai menjalani operasi".ucapnya memberi tau sedangkan Bu Wati hanya bisa melafalkan doa untuk gadis itu agar bisa cepat pulih dan sehat membuat Mommy Emir pun begitu bahagia karena menantu nya bisa di terima begitu baik.
Obrolan mereka pun tidak lama, setelah nya mereka pun meninggalkan kontrakan itu.Dan Juna asisten Emir mengembalikan kunci kepada Bu Wati dan juga uang untuk nya.Tapi tiba-tiba wanita itu pun terkejut saat menghitungnya
"Lima puluh juta".ucapnya dengan tangan gemetar.
bersambung