S 2. "Partner"
Kisah lanjutan dari Novel "Partner"
Alangka baiknya membaca Novel tersebut di atas, sebelum membaca novel ini. Agar bisa mengikuti kisah lanjutannya.
Bagian lanjutan ini mengisahkan Bu Dinna dan kedua anaknya yang sedang ditahan di kantor polisi akibat tindak kejahatan yang dilakukan kepada Alm. Pak Johan. Mereka berusaha dengan berbagai cara untuk lolos diri dari jerat hukum. Semua taktik licik dan kotor digunakan untuk melaksanakan rencana mereka.
Rencana jahat bisa menjadi badai yang menghancurkan kehidupan seseorang. Tapi tidak bagi orang yang teguh, kokoh dan kuat di dalam Tuhan.
¤ Apakah Bu Dinna atau kedua anaknya menjadi badai?
¤ Apakah mereka bisa meloloskan diri dari jerat hukum?
Ikuti kisahnya di Novel ini: "Menghempaskan Badai"
Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U. 🤗
Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. MB 17
...~•Happy Reading•~...
^^^Sebelum Andreas mengusulkan kepada penyidik Bram untuk datang memeriksa TKP di restoran, Andreas bertanya kepada Ophelia dengan berbisik. 'Apakah mau lunch di restoran?' Ketika Ophelia mengangguk mengiyakan, Andreas langsung mengusulkan kepada penyidik Bram.^^^
^^^Dia tahu dan yakin, jika ditawarkan secara langsung untuk makan siang bersama, penyidik Bram tidak akan menerima. Oleh sebab itu, dia sengaja mengusulkan untuk memeriksa TKP di restoran. Agar bisa mentraktir penyidik Bram dan anggotanya untuk makan siang bersama mereka.^^^
^^^Hal itu dilkukan oleh Andreas, karena menghargai kinerja penyidik Bram dan anggotanya yang serius menangapi tuntutan Pak Johan dan juga niat baiknya untuk membuka kasus cicak dalam mangkuk soup yang sudah ditutup.^^^
"Baik, Pak Andre. Usul yang baik. Jadi kami bisa bekerja sekali jalan dari sini." Penyidik Bram menyetujui usulan Andreas, sebab apa yang ditawarkan Andreas sesuai dengan tugasnya sebagai penyidik. Bukan mengajaknya makan siang, walau penyidik Bram sudah bisa menebak maksud Andreas, karena Andreas melihat jam tangan dan berbicara dengan Ophelia sebelum mengusulkan untuk periksa TKP.
^^^Waktu sudah menunjukan menjelang makan siang. Jadi penyidik Bram yakin, Andreas mau mengajak mereka makan siang dengan caranya. Sehingga jika ada yang melihat kehadiran mereka di restoran, keberadaan mereka bisa dipertanggung jawabkan. Karena mereka berada di tempat umum di siang hari, bisa terlihat oleh siapa saja.^^^
"Terima kasih pengertiannya, Pak Bram." Andreas merasa lega atas respon penyidik Bram, jadi dia tidak perlu mendesak atau memberikan banyak penjelasan untuk mengajak mereka makan siang.
"Bapak-bapak, saya permisi sebentar." Ophelia segera pamit, saat mendengar ucapan penyidik Bram menerima usulan Andreas. Dia perlu bersiap-siap untuk keluar sesuai permintaan Andreas.
^^^Ophelia mengerti maksud Andreas mengajak mereka ke restoran. Sehingga dia segera berdiri meninggalkan ruang tamu, setelah semua yang ada di ruang tamu mempersilahkan dia meninggalkan mereka.^^^
"Pak Bram, setelah melihat TKP di restoran, Pak Danny yang akan sering berhubungan dengan bapak dan team. Saya hanya menunjukan kondisi cicak yang menjadi awal kecurigaan kami pada Oseni dan temannya. Selanjutnya pengacara kami yang akan menunjukan bukti-buktinya." Andreas langsung berdiri dan menyalami penyidik Bram lalu mengambil ponsel untuk memberitahukan kehadiran penyidik Bram dan anggotanya kepada manager restoran.
"Baik. Tapi sebelumnya, saya mau bertanya lagi. Apa Pak Andre pernah mengalami sesuatu yang mencurigakan, sehingga langsung menanggapi Oseni dan temannya dengan serius? Maksud saya, memperkarakan mereka dengan melapor kepada pihak berwajib." Penyidik Bram jadi berpikir lain. Melihat kebaikan hati Andreas, mengapa tidak menyelesaikan kejadian itu dengan jalan damai atau hanya melapor pada security Mall.
Andreas kembali duduk dan berpikir lama, sebelum menjawab. "Begini, Pak. Kami bertindak saat itu, untuk mencegah kejadian tersebut terulang lagi. Sebab sebelumnya, kami pernah berperkara dengan rekan usaha yang sama di kantor hak paten...." Andreas menceritakan tentang menu baru mereka yang mau dibajak oleh Rang'kaya Restaurant.
"Sekarang saya makin mengerti, mengapa pihak Kalingga Restaurant memperkarakan dia. Sementara ini, kita fokus pada perkara yang diajukan Pak Johan dan kaitannya dengan Oseni. Yang lain, kita lihat perkembangan kasusnya." Penyidik Bram langsung memberikan isyarat kepada petugas Raka yang terus mencatat pembicaraan mereka.
"Baik, Pak. Sekarang saya bisa minta nomor telpon bapak? Saya mau shareloc, supaya Pak Bram dan Team bisa langsung ke lokasi." Penyidik Bram mengangguk, lalu memberikan nomor telponnya kepada Andreas dan pengacara Danny.
"Terima kasih, Pak. Nanti saya shareloc. Kalau Pak Bram tiba duluan di tempatnya, sebut saja nama Pak Bram kepada pegawai yang ada." Andreas berkata demikian, sebab dia sudah mengirimkan pesan kepada manager restoran tentang kedatangan penyidik Bram. Supaya meja yang pernah dipakai oleh Oseni dan temannya tidak digunakan untuk pengunjung.
"Baik. Kita bertemu di sana." Penyidik Bram berdiri dan menyalami Andreas, Danny dan Ophelia yang sudah di ruang tamu sambil menjinjing tas dan mengganti pakaiannya.
...~°°°~...
Seperti yang dikatakan Andreas, manager restoran sudah menunggu penyidik Bram dengan anggotanya. Mereka segera diantar ke meja yang pernah dipakai oleh Oseni dan temannya. Meja yang berada di bagian untuk umum.
Karena penyidik Bram dan anggotanya tidak memakai pakaian seragam dinas, jadi bisa membaur dengan pengunjung yang sudah mulai berdatangan untuk makan di Kalingga Restaurant.
"Silahkan duduk di sini, Pak. Pak Andre masih dalam perjalanan." Ucap manager lalu memberikan isyarat kepada waiters untuk melayani.
"Baik. Terima kasih. Kami minta air mineral sambil menunggu Pak Andre." Penyidik Bram tetap mau bekerja profesional, agar tidak dipandang buruk oleh Andreas dan pengacara Danny.
"Baik, Pak. Saya permisi. Kalau perlu sesuatu, bilang saja padanya." Manager tidak bisa menawarkan minuman yang lain, tanpa instruksi boss nya.
Tidak lama kemudian, pengacara Danny tiba, disusul oleh Andreas dan Ophelia. Semua pegawai yang melihat kehadiran Andreas tersenyum senang sambil mengangguk hormat.
Semua yang terjadi dan perubahan suasana restoran atas kehadiran Andreas jadi perhatian penyidik Bram. "Maaf, lama menunggu, Pak Bram. Tadi kami cari cicak dulu." Ucapan Andreas sambil mengeluarkan cicak dari kantong plastik kecil membuat mereka yang sudah duduk jadi tersenyum.
"Tolong gabung meja. Kami semua mau duduk di sini." Andreas meminta kepada manager yang mendekatinya. Dia mau mereka tetap duduk di tempat itu, tidak pindah ke ruangan privat, agar tidak terjadi salah paham.
"Pak Bram, saya tinggal ke belakang." Andreas pamit setelah mempersilahkan Ophelia duduk di kursi yang disediakan waiters. Dia berjalan cepat ke belakang sambil membawa cicak yang masih dalam kantong plastik.
Tidak lama kemudian, Andreas keluar dari belakang sambil membawa nampan berisi mangkuk di atasnya. Penyidik Bram dan anggotanya jadi tersenyum melihat Andreas memakai apron bertuliskan Chef Kalingga Restaurant.
Walau tidak memakai pakaian kebesarannya berwarna putih atau hitam, tapi apron hitam sudah menunjukan auranya sebagai seorang chef profesional.
"Ini soup yang dipesan oleh Oseni dan temannya. Saya sengaja membawa semangkuk soup yang lain, supaya Pak Bram dan team bisa melihat perbedaannya. Jika cicak sudah berada lama dalam mangkuk soup." Andreas meletakan mangkuk-mangkunya di depan penyidik Bram dan anggotanya.
"Mangkuk ini berisi cicak yang sudah saya masukan ke dalam panci soup. Sedangkan mangkuk ini belum berisi cicak. Sekarang saya masukan dan aduk sebentar seperti yang dilakukan oleh Oseni dan temannya." Andreas segera memperagakan yang dia katakan kepada penyidik Bram dan anggotanya.
Hanya beberapa saat, Andreas mengeluarkan kedua cicak dari mangkuk soup dan letakan di atas tissu yang ada di nampan. "ini Pak Bram bisa lihat perbedaannya. Cicak ini seperti yang ada di bukti yang kami sertakan kepada petugas." Andreas menunjuk cicak yang baru dimasukan ke dalam mangkuk.
"Baik. Kami paham kecurigaan dan tuduhan anda kepada Oseni." Penyidik Bram menginstruksi petugas Raka untuk mengambil gambar kedua cicak.
"Sambil team Pak Bram mengambil gambar, silahkan pesan minuman. Sekarang sudah waktunya makan siang, kami berdua akan membuat menu spesial buat Pak Bram dan team." Andreas mengajak Ophelia berdiri tanpa menunggu persetujuan penyidik Bram.
...~°°°~...
...~●○♡○●~...
sosok istrimu loh hahhahahahahhaha💟