NovelToon NovelToon
Sephia

Sephia

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Chida

"Gila ... ini sungguh gila, bagaimana bisa jantung ini selalu berdebar kencang hanya karena tatapan matanya, senyumnya bahkan sentuhan yang tanpa sengaja itu."
~Sephia~

"Rasa ini salah, tapi gue suka ... dia selalu membuat jantung ini berdebar-debar ... damn! kenapa datang di waktu yang salah sih."
~Danar~

Pertemuan itu, membuat mereka ada dalam posisi yang sangat sulit. Terlebih lelaki itu sudah mempunyai seorang kekasih. Sementara hatinya memilih gadis lain.

Entah waktu yang salah ... atau takdir yang mempermainkan mereka. Apakah akan berakhir dengan indah atau sama-sama saling melepaskan ... meski CINTA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Babak baru

Malam ini adalah malam terakhir Sephia berada di Bali. Malam ini juga malam terakhir dia bertemu Danar. Kejadian di pintu darurat tadi menyisakan kembali sesak di dadanya. Namun debar jantungnya masih sama ketika mereka pertama kali bertemu, ketika mereka pertama kali menautkan bibir, ketika mereka pertama kali tidur saling berpelukan.

Cinta itu menyakitkan jika tidak pada tempatnya. Bahagia itu tidak akan pernah ada jika dihabiskan dengan orang yang salah. Namun sayangnya, Danar sempat memberikan kebahagian bagi Sephia.

Siang tadi, Sephia mengajukan surat resign pada Ni Luh, Sephia berpesan agar diserahkan di hari Senin nanti. Sephia sudah mengurus semuanya, semua barang peninggalannya selama tinggal di kost dia serahkan pada Ni Luh dan Ardi, motor yang menjadi saksi bisu awal kisah cinta dia dan Danar pun ia serahkan pada Ni Luh untuk di jual kembali.

Sephia memandangi langit-langit kamarnya, memutar kembali memori beberapa bulan belakangan ini. Tersenyum kecut akan kenyataan. Sephia meraih ponsel yang berada di sisi kanannya.

Masih terpajang di layar itu, poto mereka berdua saat Danar menciumnya secara tiba-tiba pipinya di bibir pantai saat berada di pantai Kuta waktu itu. Di usapnya wajah lelaki itu pada layar ponselnya.

Perlahan Sephia raba bibir yang tadi sempat merasakan kembali kehangatan serta manisnya rasa bibir lelaki itu. Kembali Sephia pejamkan matanya mengingat kembali setiap sentuhan yang Danar berikan.

Menyakitkan tapi akan lebih menyakitkan jika ia terus bertahan. Sephia sudah menentukan pilihan yang tepat. Baik untuk dirinya, baik pula untuk Danar. Sekarang hanya tinggal menunggu waktu untuk pelan-pelan menghapus jejaknya.

...----------------...

Setelah mengantarkan Wulan kembali ke hotelnya. Danar melajukan mobilnya menuju kediaman Sephia, beberapa hari terakhir memang ia banyak menghabiskan malam di depan kost itu. Hanya memastikan gadis itu sudah sampai di kostnya hingga sampai kamar itu mematikan lampunya tanda sang pemilik sudah terlelap.

Danar terpaku, dia merasa ini semakin rumit. Wulan akan kembali ke Jakarta besok malam, Wulan semakin menuntut pernikahan itu di percepat. Itu berarti Danar sendiri yang akan mengantarkannya pulang ke Jakarta dan membawanya ke orang tua Danar.

Danar hembuskan kembali asap rokoknya, dia usap layar ponselnya. Puluhan pesan sudah dia kirimkan pada Sephia, namun tak ada satupun jawaban. Mencoba menghubungi pun selalu dialihkan oleh Sephia.

Siang tadi saat bertemu Danar di lift pun, Sephia hanya menunduk, dan melanjutkan obrolannya dengan sahabatnya.

Helaan nafas itu terasa berat seperti beban bebatuan yang sulit disingkirkan.

"Aku sayang kamu ... sampai kapanpun." Isi pesan terakhir yang Danar kirimkan pada Sephia malam ini.

...----------------...

"Selesai." Sephia memasukkan peralatan make up ke dalam koper yang akan ia bawa.

"Yakin mau pulang?" tanya Nita pada Sephia pagi itu.

"Iya, aku mau cari suasana baru Teh, lagian kangen sama bapak sama ibu," jawab Sephia.

"Teteh, kalo butuh peralatan dapur, ambil aja punya Phia ... nanti isi-isi kost yang besar teman Phia yang akan jualin, Phia titip kunci ya,Teh."

Nita mengangguk lalu berjalan ke dapur kecil itu, merapikan beberapa perkakas yang akan dia ambil.

"Take off jam berapa?" tanya Nita.

"Jam tiga, Phia mandi dulu yah."

Pukul satu siang, Sephia sudah berada di Bandara diantar oleh Ni Luh dan Ardi.

"Mbok Ni Luh, Mas Ardi ... aku makasih banget ya udah di bantuin," Sephia memeluk Ni Luh lama.

"Santa aja Phi," Ardi mengusak rambut gadis yang sudah dianggapnya seperti adik sendiri itu.

"Nomer ponsel aku, udah gak aku aktifin lagi ... nanti sampai di rumah aku kabari ya," jelas Sephia.

"Kamu hati-hati ya Phi, jaga diri, kabari kalo ada apa-apa, dan ... bahagia lah," ujar Ni Luh meneteskan air mata.

"Mboook ...." Sephia kembali memeluk sahabatnya itu dan mereka kembali menangis.

Sephia menarik kopernya masuk ke dalam, melambaikan tangannya pada kedua sahabatnya itu. Memberikan senyuman terakhir yang biasanya dia lontarkan setiap hari pada mereka. Tidak ada lagi perbincangan konyol setiap memulai pekerjaan, tidak ada lagi acara nongkrong bareng setiap habis gajian, dan tidak ada lagi traktiran beruntun yang biasa mereka lakukan di setiap lembur bulanan.

Sephia sudah berada di dalam pesawat, beberapa penumpang sudah mulai memenuhi ruangan pesawat. Sephia duduk di sebelah jendela.

Memandang jauh keluar jendela itu, mengingat potongan demi potongan kenangan yang ia lalui di kota ini. Dari pertama kali menginjakkan kaki di Bali, Sephia menyukai kota ini. Kota yang setiap harinya terasa seperti everyday is holiday. Kota yang selalu memberikan dia pemandangan-pemandangan yang indah. Kota yang sekaligus memberikan dia kenangan pahit.

Seorang lelaki menghempaskan tubuhnya duduk di samping Sephia. Hal itu membuyarkan lamunan Sephia. Dia menoleh pada lelaki yang berada disebelahnya. Lelaki yang memakai kacamata itu hanya tersenyum.

Sephia mengaktifkan ponselnya, beberapa pesan kembali masuk. Kali ini jari tangannya menuju satu pesan terakhir dari Danar.

"Aku sayang kamu ... sampai kapanpun." Sephia membaca isi pesan itu, lalu mengusap air matanya.

Aku juga sayang kamu ... sampai kapanpun batin Sephia.

Menonaktifkan ponsel itu kembali, dan melempar pandangannya keluar jendela.

Pesawat mulai bergerak, hati Sephia terenyuh merasakan sakitnya meninggalkan semua ini. Nafasnya seakan tertahan, sama seperti ia menahan jari-jari tangannya saat pesawat mulai mengudara.

Sephia pejamkan matanya, berharap ketika ia membuka matanya, semua kepahitan yang ia rasakan pergi tanpa menyisakan bekas di hati. Babak baru harus ia mulai, menyembuhkan luka dan menata hatinya kembali.

Posisi pesawat mulai stabil, perlahan gadis itu membuka matanya. Memandang keseluruhan kota dari ketinggian. Lautan lepas di bawah sana entah kapan lagi dapat dia nikmati.

Ini semua seperti tak adil baginya, namun apapun itu langkah terbaik adalah memulai kembali hidupnya. Mencari kebahagiaan meski bukan dengan lelaki yang ia cintai.

"Butuh tisue?" tanya lelaki yang duduk di sebelah Sephia.

Lelaki itu menyodorkan tisue untuk Sephia, dia tersenyum dengan dua lesung pipi diwajahnya.

"Hah?"

"Kamu butuh tisue? ini aku ada ... daritadi aku perhatiin kamu kayak lagi gak enak gitu hatinya."

"Makasih." Sephia menerima tisue yang lelaki itu berikan.

"Sakit banget kayaknya ya?"

"Apanya?"

"Hati kamu."

Sephia tersenyum.

"Liburan di Bali?" tanyanya lagi.

"Bukan."

"Lalu?"

"Kepo ...." Sephia kembali tersenyum.

"Jangan bilang, kamu resign dari kerjaan kamu di sini terus kamu pulang ke Jakarta?"

"Iya ... ke Bogor tepatnya."

"Jangan bilang, kamu resign karena patah hati." Lelaki itu mengangkat satu alisnya.

Sephia tertawa. "Kamu terlalu kepo untuk orang yang baru saling kenal." Sephia kembali memandang keluar jendela.

Seorang pramugari datang menanyakan sesuatu pada mereka. Sephia menggeleng karena dirasanya ia tidak membutuhkan sesuatu.

"Kenalin ... Kalla, nama aku Kalla," ujarnya mengulurkan tangan pada Sephia dan membuka kacamata hitamnya.

enjoy reading 😘

1
Enisensi Klara
udah lewat batas teritorial mah tuh Danar wkwkwk 🤣😂
Enisensi Klara
Udah sering aneh 2 danar nya pak
Enisensi Klara
Udah di iya iya terus masa mau pisah
Enisensi Klara
Baca ulang aku 😂😂
Enisensi Klara
Ya kali minta ijin bawa anak gadis orang bawa ke Bali tapi blm di nikahin piye Tah danar 😳😳
Enisensi Klara
Dan Kalla ku bayangjn kyk Maxim 😂
Enisensi Klara
Demi shepia aku baca ulang lagi utk sekian kalinya 😂
Enisensi Klara
Aku baca ulang lagi ini utk sekian kali nya 😇😇kangen sama KK chida 😇
Rianty Permata
Luar biasa
Deistya Nur
keren semangat terus ka 👍💪
Dewa Rana
Thor, baju satu Tali itu di bahu, bukan di lengan
Chida: mungkin melorot talinya jadi sampe ke lengan ...
total 1 replies
Dewa Rana
basement Thor bukan basemant
Chida: makasih koreksinya 🙏
total 1 replies
Dewa Rana
kayaknya danar udah punya pacar atau tunangan
Dewa Rana
visual sephia cakep 👍
Dewa Rana
basement Thor bukan basemant
Dewa Rana
baca ulang Thor
Quinn Cahyatishine
Luar biasa
piwpie
JANGAAAAAAANNNNNN kasih Phiaaaaaaaaaa
piwpie
gimana sih phia... kesannya kek munafik gak sih. kok gak kayak karakter phia di awal.
piwpie
habis sama istri kakaknya sekarang sama sahabatnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!