NovelToon NovelToon
Time Travel Fotografer Tengil

Time Travel Fotografer Tengil

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Time Travel / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Xu Qinqin adalah fotografer abad ke-21 yang terkenal dengan foto-fotonya yang fantastis. Ia dikenal karena citranya yang nakal namun terampil, terkadang membuat modelnya merasa kesal sekaligus terkesan dengan tingkah lakunya.

Tak disangka, setelah tanpa sengaja memotret pria aneh yang mengenakan jubah kuno, Ia justru terlempar ke tubuh istri dari Jenderal Perang tertinggi di Kekaisaran.

Istri yang tidak disentuh suami nya , disakiti oleh ibu sang jenderal , dan dinggap sampah.

"Ck , gini doang ga becus banget! Pelayan macam apa kau!" Sungut Xu Qinqin dengan berkacak pinggang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27 : Kembali ke Barat dan Bertemu Mertua

​Pagi hari di kediaman Xu dimulai dengan kesibukan yang luar biasa. Kereta kuda sudah disiapkan di depan gerbang utama. Menteri Xu, meski masih harus duduk di kursi roda, memaksa untuk mengantar putri dan menantunya sampai ke depan pintu.

​"Jaga dirimu baik-baik di Barat, Qinqin. Dan kau, Menantu Wu," Menteri Xu menatap Wu Lian dengan tatapan penuh arti, "jangan biarkan putriku ini merasa kedinginan lagi. Aku masih menunggu kabar baik soal cucuku."

​Wu Lian hanya bisa berdeham kental sambil membungkuk hormat. "Menteri Xu, saya akan mengingat pesan Anda."

​Qinqin memeluk ayahnya erat, lalu berbisik pada Bibi Sun yang sudah tampak jauh lebih segar. "Bibi, jaga Ayah. Kalau ada tikus lagi yang mencoba masuk, segera kirim merpati. Aku akan terbang ke sini dalam semalam."

​Setelah perpisahan yang penuh haru, rombongan itu pun berangkat. Perjalanan kembali ke Barat kali ini terasa sangat berbeda. Jika dulu Qinqin hanya duduk diam di dalam kereta dengan hati yang hancur, kini ia lebih sering berkuda di samping Wu Lian, menikmati angin yang menerpa rambut emasnya.

​Saat tengah hari, rombongan berhenti di sebuah penginapan kecil di perbatasan kota untuk beristirahat. Tempat itu cukup ramai oleh para pelancong dan pedagang lintas wilayah.

​Saat Qinqin sedang duduk di dekat jendela sambil menyesap teh, seorang pria muda berpakaian mewah dengan kipas di tangan mendekatinya. Pria itu tampak seperti anak bangsawan dari wilayah sekitar yang sedang mencari perhatian.

​"Nona yang cantik, jarang sekali melihat bunga seindah Anda di tempat terpencil seperti ini," ujar pria itu dengan senyum yang dipaksakan menawan. "Nama saya Liu Wei. Bolehkah saya tahu siapa nama pemilik rambut emas yang memukau ini?"

​Qinqin menaikkan sebelah alisnya. Sifat jenakanya muncul. "Oh, namaku? Namaku hanyalah debu di tengah jalan, Tuan Liu. Kenapa Anda repot-repot bertanya?"

​Liu Wei tertawa, merasa mendapatkan angin segar. "Debu yang sangat berharga, tentunya. Jika Nona berkenan, saya punya kereta yang lebih nyaman dan pengawalan yang lebih kuat untuk menemani perjalanan Anda. Perbatasan ini cukup berbahaya bagi wanita sendirian."

​Tiba-tiba, suasana di penginapan itu berubah menjadi dingin. Suara denting zirah yang berat terdengar mendekat.

​BRAK! Sebuah pedang besar dengan sarung hitamnya diletakkan dengan kasar di atas meja, tepat di antara Qinqin dan Liu Wei. Wu Lian berdiri di sana, auranya begitu gelap hingga beberapa pelanggan lain di penginapan itu langsung menunduk ketakutan.

​"Dia tidak sendirian," suara Wu Lian terdengar seperti es yang pecah. "Dan dia tidak butuh pengawalan dari pria yang bahkan tidak tahu cara memegang pedang dengan benar."

​Liu Wei menelan ludah, wajahnya mendadak pucat melihat lambang Jenderal Agung di jubah Wu Lian. "Ah... Tuan... saya tidak bermaksud... saya hanya ingin menawarkan bantuan."

​"Bantuanmu tidak dibutuhkan. Pergi sebelum aku menganggapmu sebagai mata-mata musuh," gertak Wu Lian tanpa ekspresi.

​Tanpa menunggu dua kali, pria bernama Liu Wei itu lari terbirit-birit meninggalkan penginapan.

​Qinqin menahan tawa sampai bahunya berguncang. Ia menatap Wu Lian yang masih berdiri dengan wajah ketat. "Wah, Mr. Jenderal... kau sangat menyeramkan ya kalau sedang menjaga harta kekaisaran."

​Wu Lian duduk di kursi yang ditinggalkan pria tadi, wajahnya masih terlihat sangat kesal. "Pria itu sangat mencurigakan. Aku hanya waspada."

​"Waspada atau cemburu, Jenderal Es?" goda Qinqin, wajahnya didekatkan ke arah Wu Lian. "Lihat, matamu sampai berkilat begitu. Padahal tadi aku baru saja mau bertanya apakah dia punya camilan enak di keretanya." ujar Qinqin dengan kerlingan nakal.

​"Camilan?" Wu Lian menatap Qinqin dengan tajam. "Jika kau lapar, katakan padaku. Jangan bicara dengan sembarang orang. Kau adalah istri seorang Jenderal, jaga martabatmu."

​"Dih, mulai lagi deh kaku nya," sahut Qinqin sambil mencubit lengan zirah Wu Lian. "Tapi aku suka kok kalau kau jadi galak begitu. Rasanya seperti punya pengawal pribadi yang sangat tampan."

​Wu Lian memalingkan wajahnya ke arah lain, tapi Qinqin bisa melihat dengan jelas bahwa daun telinga Jenderal Es itu berubah menjadi merah padam.

Kau pasti sudah baper sama aku kan, Jenderal Es. Hmm, kalau begitu, aku ingin lihat, apa kau akan membelaku ketika dimarahi Mertua Galak itu.Batin Qinqin. Awas saja sampai mengecewakan ekspetasiku.

***

​Perjalanan berlanjut hingga beberapa hari kemudian. Seperti biasa, perjalanan pulang terasa lebih cepat. Bandit yang biasa muncul sudah dibereskan oleh pengawal bayangan milik Wu Lian. Mereka beberapa kali pindah penginapan sesuai dengan tujuan.

Sampai akhir nya, rombongan mereka tiba di gerbang kediaman Jenderal Wu di Barat.

Bangunan besar yang dingin itu kini berdiri tegak di depan mata Qinqin.

Saat mereka tiba, matahari tepat di puncak kepala.

​Langkah kaki Qinqin terhenti sejenak di depan pintu utama. Ingatan tentang setahun penderitaan, cucian yang menumpuk, dan makian ibu mertuanya kembali terbayang jelas. Ibu mertua nya itu selalu memperlakukan Qinqin layak nya pelayan. Namun kali ini, ia tidak menundukkan kepala. Ia berdiri tegak, dengan tangan yang menggenggam erat hulu belati peraknya.

​Pintu besar itu terbuka. Di tengah aula, Nyonya Besar Wu sudah berdiri dengan wajah angkuh, memegang tongkat kayu cendananya. Di sampingnya, beberapa pelayan sudah menyiapkan tumpukan pakaian kotor dan ember kayu, persis seperti sambutan yang biasa Qinqin terima dulu.

​"Akhirnya kau pulang, menantu tidak tahu untung," suara Nyonya Besar Wu menggema dingin. "Lepas jubah mewahmu itu, dan segera ke belakang. Cucian sudah menumpuk setinggi gunung karena kau terlalu lama keluyuran di Timur."

​Wu Lian yang berjalan di belakang Qinqin seketika berhenti. Matanya menatap tumpukan ember itu, lalu beralih ke wajah Qinqin yang kini justru tersenyum tipis.

​Qinqin tidak bergerak sedikit pun. Ia menoleh ke arah Wu Lian, lalu kembali menatap ibu mertuanya. "Maaf, Nyonya Besar. Tapi sepertinya ada yang salah dengan pendengaranmu. Aku pulang ke sini bukan sebagai pelayan, tapi sebagai nyonya di rumah ini."

​Nyonya Besar Wu terbelalak, wajahnya memerah karena marah. "Lancang! Wu Lian, lihat istrimu ini! Berikan dia pelajaran!"

​Wu Lian melangkah maju, melewati Qinqin. Suasana mendadak menjadi sangat tegang. Para pelayan menahan napas, menunggu hukuman apa yang akan dijatuhkan sang Jenderal pada istrinya yang berani membangkang.

​Wu Lian berhenti tepat di depan ibunya, lalu ia melakukan sesuatu yang membuat semua orang di aula itu terperanjat.

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih❤️

1
Ai
bagus Qinqin aku suka kecerdasan yg dibalut kelicikan.. pintar itu namanya 🤣
Ai
ayo Qinqin belanja yg banyak kuras hbs uang suamimu🤣
Ai
jenderal dingin akhirnya mencair juga🤣
Mineaa
waaahhh......mertua dajal.....
semoga tuh rencana mertua gagal total.....
😡
ANWi: amin...
total 1 replies
sahabat pena
di apapun tuh mak nya?
ANWi: diapain yaa...
total 1 replies
sasa adzka
di kasih pedang ya thor, biar si ibu mingkem itu mulut🤣🤣🤣🤣
aku menunggu kelanjutan nya thor😍😍
ANWi: pengen nya sih gitu....
total 1 replies
Mineaa
itu si ibu di apain sama jendral es ya.....😁
sasa adzka
aku suka gaya nya Qin Qin... lebih Badas lagi thor MC nya.. lagian kan zaman kuno.. yg hebat d segani... yg lemah mati.. hukum rimba main d sini... bebas Qinqin😍😍😍
semangat up trus thor😍
sasa adzka
eh ada ruang gak neh atau dimensi..
sasa adzka
ninggalin jejak aku...
bar bar gak ya ne MC nya.. suka kali klo dia bisa war😂😂😂😂
azka aldric Pratama
hadir
sahabat pena
waduh Ibu tiri nya kabur ya? siapa yg nolongin? lanjut kak
Ai
jenderal masih gengsi mengakui perasaannya pada Qinqin
Ai
bagus sesuai karakter Qinqin yg sembarangan 🤣
ANWi: wkww bener kak~❤️
total 1 replies
Nurhayati Nurhayati
lanjut thor seruu 🤣
ANWi: siap kak ~❤️
total 1 replies
Ai
suami istri yg kompak🤣🤣🤣
ANWi: hehe bener bgt kak
total 1 replies
Ai
udah gak sabar liat Qinqin ketemu ibu tirinya.. seru ini pasti
Ai
Qinqin mantap.. hajar ibu tirimu qin
sahabat pena
kerjasama yg baik dgn jendral. seperti nya jendral sdh luluh nih. sama istri nya🤣🤣🤣🤣lanjut kak
ANWi: siap kak...❤️
total 1 replies
Mineaa
kereeeeennn.....💪
ANWi: makasi sudah rate 5 kak mineaa~
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!