mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 11 mencari perhatian
Tok tok tok....
Pintu kamar Bryan terdengar di ketuk dari luar, saat ini....
laki laki itu nampak tengah duduk di sofa sambil memangku sebuah lap top.
Perhatiannya penuh terarah pada lap top itu karena saat ia memang sedang bekerja.
Sejak kembali ke Indonesia dan memilih untuk tinggal di vila sang nenek,
Bryan belum pernah menginjakkan kakinya di kantor pusat YU GROUP CORPORATION.
Bryan lebih memilih memimpin perusahaan bagiannya melalui on line dan mempercayakan urusan kantor kepada Mario sang assistan dan Jefry juga Monika sang sekretaris.
Hampir dua bulan lebih sejak kembali, Bryan juga belum sekalipun menemui sang ayah apalagi pulang ke rumah di mana sang ayah tuan Nikolas saat ini tinggal bersama istri barunya dan anak tirinya.
" masuk saja....pintunya tidak d kunci " jawab Bryan dengan masih menatap layar lap topnya dengan serius.
Cklek...
Xyra masuk dengan membawa nampan berisi segelas kopi permintaan laki laki itu.
" permisi tuan muda...saya datang mengantar kopi permintaan anda "
ucap Xyra pelan, ia mati matian menahan takut di dalam hatinya.
Berada di dalam ruangan hanya berdua saja dengan laki laki berwajah dingin itu cukup membuat Xyra seperti tremor.
" bawa kemari dan letakkan di meja " jawab Bryan.
Xyra menurut, dengan langkah berat ia melangkah masuk ke dalam kamar dan kemudian meletakkan segelas kopi ke hadapan Bryan.
Xyra baru saja menegakkan tubuhnya kembali dan bersiap akan berlalu dari tempat itu,
Namun suara Bryan menghentikan niatnya.
" kau mau kemana ?! " tanya Bryan tanpa beralih dari layar segi empat di pangkuannya.
" ya..." Xyra tergagap.
" bersihkan kamarku dan ganti sepraiku "
Xyra belum menjawab pertanyaannya tapi Bryan telah lebih dulu memotong ucapannya dan kembali memberi perintah kepadanya.
" ta..tapi tuan...sa..saya..."
" lakukan saja apa yang aku perintahkan padamu, perkara nenek itu urusanku....
Ingat...
di sini bukan hanya nenek majikanmu tapi aku juga..." potong Bryan lagi dengan ketus.
Kali ini laki laki itu mengalihkan pandangannya dari layar lap topnya dan beralih kepada Xyra yang masih berdiri di hadapannya.
Saat itu ia tiba tiba saja merasakan dadanya berdesir.
" kenapa diam ?! tunggu apa lagi ?! Cepat ganti dan bersihkan kamarku.
Ambil sepreinya di sana "
ucap Bryan lagi dengan nada keras dan sempat membuat Xyra sedikit terjengkit kaget.
Jarinya menunjuk ke arah almari besar dan tinggi yang ada di salah satu sudut ruangan itu.
" i..i...iya tuan muda..." jawab Xyra tergagap. Segera ia melangkah ke arah almari yang di tunjuk Bryan barusan dan membukanya.
Matanya terbelalak ketika ia melihat isi almari besar dan tinggi itu yang hanya berisi perlengkapan kamar saja bisa sepenuh itu.
Apalagi saat ia melihat di mana letak barang yang ia cari.
Benda itu ada di bagian paling atas rak yang ada di dalam almari itu.
Xyra menghela nafas kala ia menyadari tingginya tak akan sampai untuk menjangkau seprai itu meski ia berjinjit sekalipun.
Xyra melirik sejenak ke belakang, tepatnya ke arah Bryan di sana.
Laki laki itu nampak cuek dan telah kembali kepada kesibukannya.
Xyra masih saja berdiri di depan almari raksaksa menurutnya itu.
Jujur ia bingung harus bagaimana mengambil seprai yang ia maksud.
Ingin memakai sesuatu untuk ia naiki agar ia bisa menjangkau apa yang ia inginkan ia tak berani,
Ia khawatir sang pemilik kamat tidak akan suka dan tersinggung jika salah satu barangnya di kamar ini ia injak injak.
Xyra masih terdiam dan tenggelam memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa menjangkau tempat seprai,
Tiba tiba ia merasakan sesuatu menempel pada punggungnya,
Aroma wangi segera menyapa indera penciumannya.
Jantung Xyra berdetak kencang seketika, reflek ia mendongak...
Dan seseorang yang berdiri dan menempel di belakangnya menunduk menatapnya.
Mata keduanya bertemu,
" kenapa kau pendek sekali ?! Kurang gizikah ?! " tanya Bryan yang tiba tiba telah berdiri di belakang Xyra.
Xyra yang masih terkejut, segera tersadar dan menggeser tubuhnya lebih ke depan agar punggungnya tak lagi menempel pada dada cucu majikannya itu.
Alhasil...tubuh depannya mentok pada almari yang terbuka.
" ma...af...." cicitnya pelan dengan menundukkan kepalanya.
" ckk....kau tak bisa menjangkau inikan ?! " tanya Bryan lagi sambil menunjuk tumpukan seprai yang tertata rapi di hadapannya sana.
Tinggi Bryan hampir mencapai 190 cm lebih, memang laki laki itu tinggi sekali.
Sementara Xyra...
Tingginya mungkin hanya 160 cm, itu juga mungkin kurang.
" i..iya...tuan muda " jawab Xyra kemudian sambil tergagap.
Posisi keduanya saat ini menurutnya sangatlah tidak pantas.
Ia ingin menghindar dan menggeser tubuhnya dari sana,
Tapi satu tangan Bryan menghalanginya karena ia yang memegang satu sisi almari itu.
Sehingga kini kesannya, ia sedang berada dalam pelukan laki laki itu.
Sungguh ia merasa risih dan tidak nyaman dengan kondisi dan posisi ini.
" menurutmu aku ganti seprai warna apa ?! " tanya Bryan tiba tiba.
Xyra mendongak menatap tumpukan seprai di atasnya dengan hati yang entah.
" biru muda mungkin ?! " jawab Xyra kemudian setelah menatap tumpukan seprai itu.
" tapi sepertinya aku suka hijau toska muda " jawab Bryan
Xyra terdiam sejenak,
" terserah tuan muda....saya hanya tinggal memasangnya saja " jawab Xyra kemudian. Bryan menundukkan kepalanya menatap Xyra.
Dan lagi lagi untuk sejenak mata keduanya kembali bertemu.
Saat itu,
Bryan merasakan adanya getaran aneh di sudut hatinya yang kian terasa jelas dan tak pernah ia rasakan sebelumnya.
Wajah itu....
wajah yang sedang ia tatap itu.... ia sangat suka menatapnya.
Suara itu....ia juga suka sekali mendengarnya.
Sementara Xyra,
Wanita itu dengan cepat memutus tauatan mata keduanya dengan melempar pandangannya ke tempat lain.
" kenapa ?! Kau marah aku tidak setuju dengan pilihanmu ?! " tanya Bryan masih dengan menatap Xyra yang tak lagi menatapnya.
" tidak tuan muda...pilihan anda terserah anda " jawab Xyra dengan tegas.
" ok...aku pilih pilihanmu....biru muda, ini...pasanglah..." ucap Bryan kemudian sambil menyerahkan seprai berwarna biru muda yang entah kapan sudah di tangannya kepada Xyra. Setelah itu ia melangkah kembali ke sofanya.
" baik..." jawab Xyra gugup bercampur takut.
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.