NovelToon NovelToon
Kembali Ke Akhir Dunia

Kembali Ke Akhir Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Hari Kiamat / Ruang Ajaib
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Serigala Kecil

Gugur dalam sebuah pemberontakan tepat di hari pelantikannya sebagai jenderal, Ellenoir, mantan prajurit wanita hebat di dunia kuno, kembali ke dunia aslinya, dunia yang sudah hancur. Dengan membawa pedang dan tekad ia bergerak menumpas kejahatan dan zombie.

Sepupu dan tunangan yang selingkuh? Bunuh!
Paman dan Bibi yang licik? Bunuh!
Orang-orang serakah yang berniat jahat? Bunuh!

Meski perjalanan panjang dan berdarah menanti, Elle siap menghadapinya. Bersama orang-orang kepercayaannya, menaklukkan kota miskin yang terbuang, menciptakan sebuah kota aman yang akan menjadi cahaya dimasa depan. Menciptakan sebuah harapan ditengah-tengah keputusasaan.

Mampukah Elle menciptakan harapan ditengah kehancuran? Atau justru gugur dimakan kejinya akhir dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serigala Kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lawan dan Lenyapkan (3)

**

Setelah merasa lebih baik, dan mengambil perbekalan diruangan yang Elle tunjuk, kelimanya mulai menuruni anak tangga darurat menuju lantai 5. Dimana pusat penahanan orang-orang di komunitas ini, dan pusat yang dijadikan markas penyintas oleh sekelompok keamanan komunitas yang seharusnya menjaga malah merusak dan mencelakai berada.

Benar. Keamanan komunitas inilah yang memprakarsai semua kejahatan dikomunitas ini. Komunitas elit bagi para orang kaya, keamanan yang dipanggil tentu merupakan elit. Jadi, kebanyakan laki-laki dikomunitas yang biasanya dijaga tidak punya banyak kekuatan untuk melawan.

Yang mampu melawan bisa dihitung jari, sedangkan keamanan berpuluh-puluh adanya. Tentu saja sudah kalah dari awal. Yang tidak ingin benar-benar menyerah adalah orang yang langsung dihabisi oleh bajingan-bajingan ini.

Sebelumnya, beberapa dari mereka sering direndahkan. Saat kiamat tiba, tibalah juga bagi mereka untuk memanfaatkan kesempatan balas dendam, dan menguasai orang-orang kaya dikomunitas ini.

"Bersiap." Bisik Elle.

Berbeda dengan suasana ramai di lantai 6, lantai 5 tidak ada suara sama sekali. Keheningan malam terasa mencekam ditengah raungan zombie dari kejauhan.

Elle tersenyum kecil, ia berlari pelan dengan langkah yang ringan yang biasa ia gunakan di dunia kuno. Mendekati orang-orang yang menjaga dilantai 5 dan menyayat leher dari orang-orang ini dengan cepat. Tanpa sempat bereaksi, satu persatu terjatuh dengan pelan ke lantai karena ditahan oleh Luca yang mengikuti Elle. Hanya Luca yang mampu mengimbangi langkah cepat Elle.

"Kita harus cepat. Bau darah menarik mutan dan zombie. Kita juga harus cepat memindahkan para penyintas yang tersisa." Ucap Elle pada Luca yang langsung termenung.

"Tapi sepertinya terlalu lambat, darah dilantai atas sudah lebih banyak dan kemungkinan besar zombie serta mutan sudah dalam perjalanan kemari." Ucap Luca, mengungkapkan gagasannya.

"Kau benar. Darrion, Sam, paman Jergh dan Luca. Kalian masuk ke ruangan paling ujung disana. Disana tempat para penyintas ditempatkan, evakuasi satu persatu orang diam-diam,bawa ke lantai 3 dan cari tempat kosong untuk menghindari gelombang zombie dan mutan yang mungkin akan datang." Ucap Elle berbisik. Membuat keempat orang lain yang diperintahkan langsung mengangguk melaksanakan tugas.

Meninggalkan 4 orang ini yang sudah pergi, Elle kembali bergerak. Masuk ke dalam ruang dimana para petugas keamanan yang tersisa berada, termasuk ketua keamanannya.Elle tahu dari ingatan kehidupan sebelumnya. Meski ia yang paling terakhir diselamatkan, penyelamatnya membicarakan hal-hal ini, termasuk persediaan yang lebih banyak berada diruangan tersembunyi tempat ketuanya berdiam diri.

Sementara Elle mulai membunuh, 2 orang berhasil masuk dan membangunkan para penyintas yang tersisa sekitar 50 an orang termasuk orangtua dan anak-anak. Satu persatu, diarahkan untuk turun ke lantai tiga dan mencari tempat aman disana, dengan Sam dan Luca yang sudah lebih dulu turun untuk melihat ruangan kosong tanpa zombie dan aman untuk bersembunyi sementara waktu. Sekalian melenyapkan beberapa orang yang mungkin saja berpatroli di beberapa lantai bawah.

"Aku tidak bisa berjalan, tinggalkan saja aku." Ucap seorang laki-laki tua dengan raut sedih yang tertahan. Meski ia ingin, tapi dengan kakinya yang sudah setengah disayat benar-benar tidak mampu berjalan menuruni tangga dengan cepat. Meski komunitas telah dibersihkan oleh sekelompok keamanan, dan perjalanan menuju lantai 3 aman, ia merasa tidak ingin menahan orang lain karena dirinya.

"Kakek, aku tidak mau pergi tanpa kamu." Ucap seorang remaja perempuan dengan mata basah.

"Shaya, dengarkan kakek. Pergilah, jangan tunda mereka. Kau harus cepat pergi sebelum orang-orang jahat ini sadar kalian melarikan diri." Ucapnya dengan sedih.

Darrion dan Paman Jergh saling berpandangan, menghela nafas. "Aku akan menggendongmu, cepatlah, kita harus segera pergi." Ucap Darrion memutuskan.

Roaarrgh Roaargh Roaarghhh

"Sial, berapa banyak yang datang?" Umpat Darrion dengan panik, lebih cepat menuruni tangga ketika raungan zombie mulai terdengar berisik sekali.

"Tuan muda, masih ada satu tangga yang harus dilewati, sepertinya kita tidak akan bisa sampai ke lantai tiga." Ucap Paman Jergh menggeleng panik.

Gemuruh Gemuruh

Darrion dan Paman Jergh saling menatap. Lantai terasa semakin bergetar, raungan terdengar lebih keras dan menyeramkan. Mata keduanya saling melotot, rasa panik datang.

"Cepat, cepat, cari ruangan kosong!" Ucap Darrion, membuat Paman Jergh maju, berlari mencoba membuka satu persatu pintu rumah komunitas di lantai 4. Pintu pertama sampai ketiga terkunci. Baru kemudian dipintu ke 6 pintu terbuka.

"Tuan muda! Disini, cepat!" Teriak Paman Jergh membuka pintu dan Darrion yang menggendong seorang kakek, diikuti remaja perempuan bernama Shaya. Terakhir paman Jergh masuk bertepatan dengan zombie yang melihatnya. Meraung dengan bersemangat.

Paman Jergh ketakutan, tapi ia tetap efisien menutup pintu tepat waktu lalu mendorong meja untuk menahan pintu agar lebih kuat. Shaya juga tidak diam, ia dengan cepat mengikuti teladan paman Jergh, mendorong sofa ke pintu.

Selesai. Zombie sempat menggedor pintu tapi bau darah lebih menarik. Jadi gemuruh kaki zombie dan raungannya berangsur-angsur berkurang ketika rumah yang ditempati terlewati. Membuat semuanya menghela nafas lega. Kakek Shaya juga sudah didudukkan di sofa, dan tiga orang lainnya duduk dilantai menenangkan diri.

"Paman, kakakku? Bukankah dia masih dilantai 5?! Oh tidak! Paman...." Pekik Darrion dengan nada panik, matanya memerah, ia ketakutan.

Disisi lain, Elle yang sudah tahu akan kedatangan zombie-zombie ini dengan santai membuka setiap pintu rumah yang diisi oleh setiap beberapa kelompok keamanan. Dengan darah yang sengaja ia cipratkan dipintunya.

Senyum tersungging dibibir Elle, dengan tatapan tajam dan gelap, ia mendengus dingin tidak peduli akan nasib orang-orang ini. Kemudian ia mengeluarkan kemampuan khususnya ke atap lantai lima dan duduk dengan kaki menggelantung diatas sulur tanaman merambat tersebut.

"ARGH!"

"Lari! Lari!

"Serangan zombie!"

"Tolong! Tolong!"

"Tolongggg!"

Jeritan orang terdengar menyenangkan ditelinga Elle. Ia tersenyum lebar, menikmati jeritan kesakitan mereka. Dalam hati terdalam, ia jelas merasa lega meski belum sepenuhnya lega karena ketua kelompok bajingan ini mungkin masih bisa selamat dengan kemampuan khusus kecepatan yang ia miliki.

Selain kecepatan, ada juga yang membangkitkan kemampuan khusus air dan beberapa fisik yang ditingkatkan dipihak mereka. Tapi tidak cukup berguna, mereka tetap menang dari para penyintas komunitas karena pengalaman selama menjadi keamanan. Jika berhadapan dengan orang yang lebih baik kemampuan khususnya, jelas akan kalah telak.

Seraya menunggu jeritan hilang dan zombie kenyang memakan orang-orang jahat ini, Elle juga tidak tinggal diam. Dengan pedang yang dipegang erat oleh sulur-sulurnya, Elle mengarahkan pedangnya menebas beberapa zombie sekaligus.

Untuk mengurangi jumlah zombie yang datang ke komunitas ini, cara ini cukup efisien, jadi Elle menambah 2 pedang lagi agar lebih cepat berkurang jumlahnya. Kekuatannya saat ini hanya bisa sampai tahap ini, itulah kenapa pedang yang dikeluarkan terbatas.

**

1
azka aldric Pratama
hadir 😁
Windy Hapsarini
lanjut Thor 🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!