NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Pelakor / Selingkuh / Saudara palsu / Cintapertama
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Licik dan Licik

Rombongan berhenti mendadak.

Sebuah isyarat kecil, membuat nyonya Adrian diseret menjauh dan dimasukkan paksa ke sebuah mobil minivan.

"Mama," teriak Intan dan berlari mencegah,

Sang bos kembali memberi isyarat, Intan pun di dorong masuk mobil dengan kasar.

"Apa-apaan ini?" Intan berontak.

Dua wanita beda generasi itu melawan, tapi tetap lah kalah tenaga dengan beberapa pria yang memaksanya.

"Mama, sebenarnya ada apa? Kok aku merasa kita sedang diculik," tatap Intan ke arah mamanya menuntut penjelasan.

"Aku juga nggak ngerti, kok malah begini," ujar nyonya Adrian menanggapi.

"Katanya proyek besar? Nggak jelas banget sih Mah. Tau gitu aku nggak mau ikutan tadi," gerutu Intan menyesal.

"Diam dulu. Mama pusing dengar ocehan kamu," omel nyonya Adrian.

Nyonya Adrian merayu pria yang duduk di depan nya.

"Tuan, bolehkah kami turun. Siang ini ada acara yang harus aku hadiri," nyonya Adrian teringat dengan acara sosialita nya. Dan siang ini adalah ajang pamer berlian yang dipesan custome dari nyonya Sentosa.

Tak ada jawaban, membuat nyonya Adrian kesal.

"Apa kalian tuli? Aku mau turun!" teriak nyonya Adrian di dekat telinga salah satu pria itu.

"Diam lah!" tatapan tajam didapati nyonya Adrian.

"Kalian ini benar-benar ya. Apa kalian nggak tahu siapa saya?" nyonya Adrian mengeluarkan jurus jitu, kesombongan wanita kaya.

"Nyonya. Kalau anda banyak bicara, kami tak segan untuk menyumpal mulut anda," tatapan mengintimidasi membuat nyonya Adrian sedikit keder.

"Aku hanya ingin bicara dengan tuan kalian. Tak lebih. Kalian bisa ku laporkan polisi karena tindakan penculikan," sahut nyonya Adrian.

Mobil minivan terus melaju, tak peduli nyonya Adrian dan Intan yang terus mengoceh.

"Kalian gila," kesal hati nyonya Adrian karena tak ada jawaban dari para pria yang ada di mobil itu.

.

Tring

Sebuah pesan masuk ke ponsel tuan Adrian. Senyuman smirk menghiasi wajah tuan Adrian.

"Akhirnya, kamu respon juga," celetuk tuan Adrian.

Adrian bersiap pergi, "Hari ini harus tuntas," gumamnya.

"Sepi sekali ni rumah, ke mana mereka berdua?" tuan Adrian mengamati sekeliling, tak mendapati sang istri dan putrinya.

"Kebetulan mereka tak ada, aku leluasa pergi," tuan Adrian jalan ke garasi.

Sebuah restoran mewah menjadi tujuannya.

"Ruang VIP delapan," seru tuan Adrian saat pelayan resto menyambutnya.

"Silahkan tuan, akan kami antar," tukas pelayan itu dengan sopan.

Tuan Adrian berjalan dengan tangan masuk ke kantong celana.

Pelayan itu mengetukkan pintu untuk tuan Adrian, "Masuk!" terdengar suara bariton dari dalam ruangan.

Tuan Adrian masuk ruangan VIP delapan dengan penuh keyakinan.

Sejenak tuan Adrian terkesima dengan pria setengah baya yang nampak gagah dan penuh wibawa sedang duduk menyilangkan kaki di depannya.

"Apa kabar? Lama tak jumpa?" sapa tuan Adrian sok ramah.

Tak ada jawaban, hanya isyarat mempersilahkan duduk yang didapati tuan Adrian.

"Hhhmmm baiklah. Kamu masih tetap dingin seperti dulu," tukas tuan Adrian dengan tawa lebar.

"Langsung saja!" suara bariton terdengar tegas dan lugas.

"Oke... Oke... Apa kamu tak ingin basa-basi denganku. Kita ini kawan lama bro," kata tuan Adrian.

"Kita tak seakrab itu untuk bicara hal tak penting," tukas nya serius.

"Hhhmmm baiklah," ujar tuan Adrian ikutan serius.

"Tapi sebelum aku kasih tau semua, aku butuh lima milyar sekarang," lanjut tuan Adrian, ikutan menyilangkan kaki di depan pria itu.

"Cih, masih saja sama. Licik," pria di depan tuan Adrian tersenyum sinis.

"Lima milyar itu kecil buatmu bro... Tak sebanding dengan informasi yang akan kuberikan," sahut tuan Adrian.

"Informasi bisa salah," tegas nya.

"Aku punya banyak bukti nya. Tenang saja," balas tuan Adrian.

"Serahkan bukti itu. Lima milyar menjadi milikmu,"

"Akan aku kasih jika kamu kasih uang muka," jawab tuan Adrian.

"Deal," tak ingin basa basi panjang, pria setengah baya itu beranjak dan pergi meninggalkan tuan Adrian yang tersenyum puas.

"Mudah sekali nego dengannya,' batin tuan Adrian.

Tuan Adrian pergi tanpa makan apapun yang terhidang di meja. Rasa lapar terganti dengan rasa puas karena lima milyar akan segera didapatkan.

Tak sengaja di depan, tuan Adrian berpapasan dengan Berlian.

Berlian dengan wajah sembab, karena kebanyakan menangis.

"Wah... Wah... Putriku ada di sini," sapa tuan Adrian menghampiri Berlian.

Berlian terhenyak, tapi segera menguasai keadaan.

"Iya tuan Adrian," Berlian menatap tuan Adrian.

Tuan Adrian mendekat.

"Apa kabar? Kaget ya dengan berita yang aku sampaikan tadi pagi?" bisik tuan Adrian.

Berlian diam.

"Siapkan saja uang yang aku minta, maka kamu akan segera tahu siapa ayah kandungmu," lanjut tuan Adrian Kusuma.

Berlian mengepalkan tangannya erat.

Tuan Adrian menjauh dari tempat Berlian berdiri seraya tersenyum lebar.

"Dua kubu akan kumanfaatkan semaksimal mungkin," gumam tuan Adrian. Hari ini tuan Adrian merasa puas sekali. Sekali mengayuh dayung dua tiga pulau terlampaui.

Dia berjalan ke arah mobilnya terparkir.

Pintu mobil terbuka, tuan Adrian hendak masuk. Sebuah cekalan kuat menghambat langkah tuan Adrian.

Tuan Adrian berbalik dan reflek memukul orang yang menghadang. Tapi pukulan itu hanya mengenai tempat kosong. Orang itu berhasil menghindar di waktu yang tepat.

"Siapa kalian?" teriak tuan Adrian berontak.

Empat orang pria muda dengan badan tegap memaksa tuan Adrian masuk ke sebuah mobil mewah.

Tuan Adrian berontak.

Salah satu pria memberikan sebuah suntikan ke tubuh tuan Adrian. Tak perlu waktu lama, tuan Adrian pingsan.

Mobil melaju tenang, kekerasan yang barusan terjadi sirna tanpa jejak.

.

"Masih di sini?" tanya Maura saat Berlian belum beranjak dari tempatnya berdiri.

Maura tadi pamit ke toilet dulu.

Berlian tergagap, sadar dari lamunan.

"Ayo, keburu penuh tempatnya," Maura menggandeng lengan Berlian.

Merasa ada yang aneh, Maura kembali bertanya.

"Ada apaan sih?" telisik nya

"Adrian Kusuma ada di sini," kata Berlian lirih

"Hah?" kaget Maura dengan ekor mata memindai sekeliling. Mencari orang yang dibicarakan oleh Berlian.

"Sudah pergi, barusan," ujar Berlian.

"Apa dia mengganggumu?" tanya Maura penuh kekhawatiran.

"Tidak. Dia hanya ingin menukar informasi tentang asal-usul ku dengan sejumlah uang," bilang Berlian.

"Manusia licik," umpat Maura.

Berlian tertawa, "Hidupku lucu sekali Maura,"

"Tiap orang punya takdir masing-masing. Dan kita tak bisa menolaknya," nasehat Maura.

Berlian membenarkan nya.

Tiba-tiba ada seorang pria muda nan tegap menghampiri meja Berlian dan Maura.

"Selamat siang Nona, tuan kami ingin mengundang anda," sapa nya dengan sopan.

"Bos anda? Anda salah orang tuan," kata Maura menimpali.

Merasa tak mengenal, Berlian dan Maura menolak.

Pria itu gigih bahkan memaksa Berlian dan Maura untuk mengikutinya.

"Hhhmmm baiklah. Kami ikut. Lumayan lah dapat makan gratis di resto semahal ini," gurau Maura. Berlian menyenggol lengan Maura, membuatnya terhuyung.

"Bos, kira-kira dong kalau mau menindas bawahan," canda Maura membuat Berlian tersenyum.

"Nah, gitu dong bos. Senyum itu berpahala," puas hati Maura melihat Berlian kembali tersenyum.

Mereka berdua mengikuti langkah pria muda yang menghampiri barusan.

.

.

1
Sunaryati
Lanjut agar tahu rasa orang - orang tiday tahu diri itu
Tania Luvia
lanjut thor😍
Dew666
☀️🪻
Tania Luvia
apa mereka ayah dan anak 🤭
Tania Luvia
bener-bener licik
Tania Luvia
keluarga ediaaann
Tania Luvia
semangat berlian💪
Tania Luvia
apakah tanda2 es balok meleleh 🤣
Dew666
☀️☀️🪻👍
Tania Luvia
like it
Tania Luvia
makin seru😄
Tania Luvia
jangan kalah sama Intan
Tania Luvia
Hawa bucin 😄
Yuningsih Nining
mau surprize'in apa si dom sama berlian?
Susie
kita tunggu kelanjutannya kakak
moenaelsa: ketemu maneh kakak 😍🤣
total 1 replies
Dew666
👄👄👄👄👄
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
partini
ayo selangkah di depan dong ber
Dew666
💐🔮
partini
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!