NovelToon NovelToon
Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai / Masuk ke dalam novel / Menjadi NPC / Fantasi Wanita
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Azalea Rhododendron

Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'

Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.

Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 : Mimpi Yang Nyata

....Happy Reading^^...

...💮...

Sudah malam sekali mereka menikmati malam yang ditaburi bulan dan bintang. Namun udara semakin dingin berhembus menyentuh kulit dan pakaian mereka.

"Sebaiknya kita masuk saja, udaranya semakin dingin. Terlebih udara dingin kurang bagus untuk kesehatan Azalea," ucap Daisy pada suaminya sambil menepuk sekali satu pundak Count Lorienfield.

Tapi Daisy langsung terkejut melihat putrinya telah tertidur. "Azalea telah tertidur?"

Count Alder pun tertawa kecil melihat bahwa Putrinya yang sedang dia gendong ini telah tidur. "Aku bahkan tidak tahu bahwa Azalea tidur, padahal anak ini ada dalam gendonganku." ucapnya sambil menatap istrinya dengan senyuman.

"Ya sudah kita bawa Azalea masuk," ucap Daisy Lorienfield, dia lalu menoleh ke arah Balkon kamar Putranya yang mana sudah pintunya tertutup rapat.

"Sepertinya Asher juga udah tidur karena Balkonnya sudah tertutup rapat,"

"Tidak juga," Alder menolak ucapan istrinya. Bukan karena ingin tidur Asher masuk ke dalam kamarnya.

"Lalu kenapa?" tanya istrinya tapi Alder hanya diam saja.

Tidak mungkin Alder menjawab bahwa di saat mereka semua tengah memandangi langit, Alder melihat ada seorang prajurit yang memberikan isyarat pada Asher untuk fokus padanya. Daisy dan Azalea tidak melihat prajurit itu, tapi dirinya melihat dan Asher pun memberikan kode untuk menyuruh prajurit itu masuk untuk menemuinya langsung.

"Tidak apa-apa, ayo kamu juga harus tidur!" perintahnya pada Istrinya dan tidak ada pilihan lain selain Daisy menuruti perkataannya.

Tidak mungkin Alder mengatakan hal itu pada Daisy.

Alder pun masuk masuk ke kamar Azalea, lalu diikuti Daisy yang langsung mengunci pintu Balkon Azalea. Dia juga menutup jendela yang tampaknya lupa ditutup oleh pelayan.

Alder berjalan ke tempat tidur Azalea, dia menurunkan putrinya ke kasur pelan-pelan.

Memperbaiki posisi tidur putrinya, memperbaiki posisi bantal dan menarik selimut untuk menyelimuti Azalea.

Lalu dia berdiri dan mendekati Daisy.

"Setelah sekian lama, akhirnya aku menggendong lagi dirinya. Padahal biasanya dia tidak mau aku gendong, karena dia bilang kalau dia sudah remaja bukan lagi anak kecil." ucap Alder membuat Daisy tertawa kecil dan menepuk punggung suaminya itu.

"Ya, akhirnya aku bisa menggendong anak itu lagi seperti dulu. Waktu dia kecil dan ketiduran saat sedang membaca di malam hari atau ketiduran saat menatap langit di Balkon," Daisy menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

"Ya, beberapa waktu yang lalu dia bersikeras agar kita menatapnya dan memperlakukannya seperti Nona pada umumnya. Tapi sayangnya kita tidak bisa melakukan itu, kita akan selalu tetap melihat dia sebagai putri kecil kita yang harus selalu kita jaga dan sayangi." ucap Daisy dengan mata berkaca-kaca. Dia sebenarnya sangat sedih begitu mendengar ucapan putrinya beberapa minggu yang lalu.

"Tolong perlakukan saya selayaknya Putri Keluarga Count seperti Mama di masa dulu, jangan perlakukan saya seperti anak kecil berusia sepuluh tahun karena sebentar lagi saya akan menginjak usia tujuh belas tahun!"

Alder pun memeluk istrinya yang matanya sudah berkaca-kaca.

"Ya, aku ingat apa yang dia ucapkan itu. Tapi mau dia berusia tujuh belas tahun atau dua puluh tujuh tahun sekalipun, aku akan tetap melihat dia sebagai putri kecilku yang baru berusia tujuh tahun."

"Benar," Daisy mengiyakan ucapan suaminya itu.

"Kalau begitu, mari kita tidur. Kamu juga harus segera beristirahat, Daisy sayang." Daisy tersenyum pada Alder lalu mereka bergandengan tangan dan berjalan keluar dari kamar Azalea.

...💮...

Sementara di Kamar tidur Count Muda, Asher Lorienfield.

Dia tengah duduk di meja kerjanya yang memang ada di dalam kamarnya. Pemuda bersurai merah muda pendek itu tengah membaca berkas-berkas yang memang ditunjukan padanya. Berkas-berkas penting yang baru saja disampaikan oleh para bawahannya.

Mata hijau bening Asher meneliti setiap huruf dan kalimat yang ada pada kertas tersebut.

Dia menutup mata untuk sejenak mengistirahatkan matanya yang sejak tadi dia paksa terbuka dan bekerja.

"Ini masalah yang cukup serius." pemuda tampan itu menghela nafas. Dia menoleh pada jam yang melekat di dinding kamarnya.

"Tapi sepertinya aku akan tidur dulu, mataku lelah sekali." lalu dia membereskan surat-surat dan berkas yang ada di mejanya. Dia lipat satu persatu dan merapikan dengan ditumpuk jadi satu. Lalu dimasukan ke salah satu lemari kerjanya.

...💮...

"Apakah dia baik-baik saja?" tanya Daisy pada penyembuh yang memeriksa keadaan Asher yang terbaring lemah di tempat tidurnya. Daisy dan Azalea menunggu hasilnya.

"Tubuhnya melemah akibat terkena bubuk beracun tersebut. Tapi saya akan memberikan resep obat untuk menguatkan tubuhnya,"

"Terima kasih."

"Seharusnya kita melarang Asher pergi ke Pelabuhan di hari itu."

Tempatnya tetap sama, namun pakaian dan orang-orangnya berbeda. Terlihat seorang wanita berpakaian serba putih seperti Bibi Edelweiss.

"Bagaimana Amelia? Bagaimana keadaan putraku?" tanya Daisy pada wanita tersebut.

"Keadaannya semakin buruk, tapi aku akan terus memberikan kekuatan penyembuhku untuknya. Dan aku akan tinggal di sini untuk rutin mengobatinya." keterangan Amelia membuat Daisy menangis sangat keras lalu dipeluk oleh Alder.

Sementara di belakang mereka, ada Azalea yang juga menangis dalam diam.

"Seandainya mendiang kak Edelweiss masih ada, Asher pasti bisa sembuh total. Tapi sayang sekali, beliau telah tiada akibat serangan Monster bersama para Biarawati lainnya saat dalam perjalanan menuju salah satu desa penduduk di Wilayah Utara."

"Iya, benar Amelia. Andaikan Bibi Edel yang memiliki kekuatan suci dan penyembuh yang sangat kuat masih hidup, kakak pasti bisa sembuh total."

Tempatnya tidak berubah, tapi di ruangannya itu hanya ada Asher yang sedang membaca dan menulis di meja kerja yang memang ada di ruangannya, lalu Azalea yang membawakan makanan. Dia terkejut melihat kakaknya yang justru berada di meja kerjanya bukan kasurnya.

"Kakak! Kenapa kakak ada di meja kerja? Kakak harusnya istirahat di kasur kakak," nasehat Azalea sambil meletakkan makanan dan minuman untuk Asher di meja dekat kasurnya, Asher hanya menatapnya sambil tersenyum.

"Mana bisa kakak istirahat di saat wilayah Lorienfield kesulitan seperti sekarang,"

"Kakak..."

Tempat masih di kamar Asher, namun kali ini Asher dalam keadaan tertidur dengan mata tertutup rapat. Wanita bernama Amelia memeriksa Asher.

Daisy menunggu dalam diam dengan tangan Alder di kedua pundaknya dan Azalea berdiri di belakang mereka.

Amelia pun bangkit dari kasur Asher, dia semula menunduk sebelum mengangkat kepalanya menatap pasangan Count dan Countess Lorienfield.

"Maaf, tapi dia telah tiada. Maafkan aku, Daisy." Amelia pun ikut meneteskan air mata setelah mengatakan bahwa putra dari Nyonya itu telah tiada sekaligus Tuan muda dan calon Count Lorienfield berikutnya.

Daisy lemas mendengar lalu dia ditarik Alder ke dalam pelukan sang suami. Sementara Azalea menutup wajahnya dengan kedua tangannya untuk menangis.

Tempat berubah di mana tempat yang terlihat adalah kamar tidur milih Countess Lorienfield. Terlihat Daisy Lorienfield tertidur lemah di kasurnya, dengan satu tangannya dipegang oleh kedua tangan besar sang suami. Di belakang Alder, berdiri putri mereka Azalea.

"Maafkan aku."

Tempat kembali berubah, kini terlihat sebuah ruang kerja yang besar dan terdapat foto-foto Count Lorienfield dari generasi ke generasi.

"Kamu akan Papa jadikan Countess muda Lorienfield!" perintah Alder Lorienfield yang duduk di kursi kerjanya, pada Putrinya Azalea yang berdiri di depannya.

"Tapi Pa-"

"Tidak ada tapi-tapian! Ini demi keberlangsungan wilayah Lorienfield!"

Tempat pun kembali berubah, kini terlihat sebuah Taman besar dan Indah namun terdapat kaca di sekelilingnya.

Apa ini Taman Kaca Istana? Atau aku tersesat?

Namun Azalea Lorienfield berhenti berjalan karena melihat kedua orang yang tampaknya sedang berdiri berhadapan.

"Maaf!" Azalea seperti tertangkap basah sedang memergoki sepasang pemuda dan gadis yang sedang bertemu, mungkin secara diam-diam.

Namun mata hijau bening Azalea bertabrakan dengan mata biru langit cerah milik pemuda bersurai kuning keemasan tersebut.

Azalea benar-benar mengagumi betapa tampannya pemuda tersebut.

'Tampan.'

Tempat pun kembali berubah.

"Aku mencintaimu, Azalea Lorienfield!"

"Tapi yang mulia! Saya merasa tidak pantas! Saya tidak bisa menginginkan matahari yang sangat tinggi untuk saya karena saya tidak bisa menggapainya atau bahkan memilikinya!"

"Aku tidak peduli! Jika kamu berkata tidak bisa bersama matahari ini karena terlalu tinggi, maka matahari ini yang akan merendah untukmu."

Azalea membuka matanya dan pagi sudah menyapanya.

Cip...cip...cip.

Mimpi itu terasa sangat nyata bagi Azalea.

...💮...

...Bersambung....

...Thanks For Reading My Story^^...

...Dipublikasikan pada tanggal 25 Januari 2026....

1
Alishe
masi kaku dia wkwk menanti gebrakannya deh😘
Azalea Rhododendron: oke siap^^
total 1 replies
Alishe
w demen nih kluarga bucin bontot gini🤣🤣🤣
Azalea Rhododendron: iya, nantikan terus keluarga cemara ini ya^^
total 1 replies
Alishe
mampirrr
Azalea Rhododendron: Terima kasih sudah menyempatkan ke cerita ini😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!