NovelToon NovelToon
Pelakor Tak Berdosa

Pelakor Tak Berdosa

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Poligami / Hamil di luar nikah / POV Pelakor / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:531.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reski Muchu Kissky

⚠️Novel ini hanya karya fiksi semata ⚠️

Kesuciannya direnggut secara paksa oleh pria tak di kenal dalam semak-semak sepulang sekolah.

Dirinya yang ketahuan berbadan dua tak di terima dalam lapisan masyarakat, hingga ia berhenti sekolah dan di usir dari kampung halamannya.

Kedua orang tuanya yang hanya buruh lepas pemetik teh, terpaksa menikahkannya dengan sang tuan tanah yang telah memiliki istri namun tak punya keturunan.

“Aku hanya mau anak mu, setelah kau melahirkan kau akan ku ceraikan.” ucap Arash sang tuan tanah pengendali masyarakat setempat.

Bagaimana kisah hidup Ruby Maryam selanjutnya?

Akankah ia bahagia? Atau justru menderita?

Instagram : @saya_muchu


Ikuti terus alur novel Pelakor Tak Berdosa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panas

Ruby yang ada di kamar terus di temani oleh Mirna. Setelah beberapa menit berlalu Ruby yang pingsan perlahan membuka matanya.

“Bi Mirna, tuan ada dimana?” Ruby berpikir kalau Arash masih bertengkar.

“Aku tidak tahu nyonya, tadi tuan hanya berpesan untuk menjaga nyonya,” terang Mirna.

Ruby yang takut Arash melukai orang lain atau terluka bangkit dari tidurnya.

“Aku harus mencari tuan.” Ruby yang akan turun dari ranjang di larang oleh Mirna.

“Jangan nyonya, nanti tuan marah, sekarang nyonya hanya di suruh istirahat.” Mirna takut dirinya kena imbas apabila Ruby keluar kamar.

“Tapi bi, nanti kalau laki-laki itu mati bagaimana? Tadi bibi enggak lihat sih, bagaimana tuan menghajarnya.” Ruby yang ingin tetap pergi turun dari ranjang.

“Nyonya, nanti tuan marah, jangan pergi ya, saya mohon.” Mirna terus mencegah Ruby pergi.

Namun Ruby yang tak mau mendengar dengan cepat membuka pintu kamarnya.

Ceklek!

Kriettt...

“Kau mau kemana?” ternyata Arash telah berdiri tepat di hadapannya.

Sontak Ruby menelan salivanya. Wajah Arash yang masih terlihat marah membuat Ruby takut.

“A-aku hanya...”

“Kembali ke ranjang!” pekik Arash.

Ruby pun balik kanan dan dengan cepat baik ke atas ranjang.

Mirna yang takut kena amuk berinisiatif untuk meminta maaf terlebih dahulu pada majikannya.

“Maafkan saya tuan, saya salah karena tak bisa menjaga nyonya dengan baik,” ucap Mirna.

“Lain kali kunci saja dia dalam kamar kalau tetap membangkang!” pekik Arash.

Mendengar suara sang tuan yang begitu menggelegar membuat Ruby dan Mirna jantungan.

“Baik tuan, saya mengerti.” Mirna menganggukkan kepalanya.

“Kau bisa istirahat sekarang.” Arash menyuruh Mirna untuk keluar dari kamar istrinya.

“Terimakasih banyak tuan.” Mirna dengan cepat keluar dari kamar Ruby

Kemudian Arash pun menutup pintu, setelah itu mendekat ke arah ke ranjang Ruby.

“Lihat wajah mu! Sudah penyok, malah tambah penyok! Sok mau jadi pahlawan lagi, pada hal kau tak perlu melakukan itu, hasilnya kau kenakan?!” Arash memarahi Ruby karena khawatir.

“Maafkan aku tuan, aku salah, aku hanya ingin melerai, karena bertengkar itu tidak baik,” ucap Ruby.

Arash diam sejenak, kemudian ia duduk di pinggir ranjang Ruby.

“Sakit enggak?” tanya Arash yang merasa kasihan pada istrinya.

“Enggak tuan.” ia yang biasa kena pukul, merasa biasa saja.

“Bohong banget sih!” Arash tak percaya dengan yang Ruby katakan.

“Aku serius tuan, hehehe...” Ruby yang tertawa membuat Arash mengernyitkan dahinya.

Namun ia kembali mengingat, bagaimana Ruby di hukum masa beberapa hari yang lalu.

“Apa kau sering kena pukul?” Arash menjadi penasaran dengan kehidupan Ruby.

Ruby hanya tersenyum pada Arash, karena ia enggan menceritakan kelakuan Marisa padanya.

“Katakanlah, sejujurnya aku penasaran, dengan luka lebam yang ada di punggung mu,” ujar Arash.

“Darimana tuan tahu?” tanya Ruby dengan penasaran penuh.

“Saat kau di telanjangi oleh warga, itu mereka yang melakukan, atau orang lain?” Arash terus menyelidiki siapa yang melukai Ruby.

“Aku hanya jatuh ke batu yang ada di sungai tuan. Saat aku di hukum warga desa, tak ada yang begitu kasar melukai ku.” Ruby tetap tak mau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya.

“Pada hal sudah luka-luka, masih saja menyembunyikan kebenaran, bohong banget sih! Jelas bekas kayu.” Arash tahu betul jika Ruby menutupi segalanya padanya.

“Ku rasa tuan tak perlu tahu tentang masa lalu ku.” Ruby yang tak mau buka suara membuat Arash menghela napas panjang.

“Hufff!! Tapi ku dengar dari Raja, Marisa bukan ibu kandung mu, dan ibu mu yang sebenarnya meninggalkan mu, saat kau masih SD.” Arash mengatakan informasi yang ia dengar dari sang kepala desa.

Sontak Ruby yang telah memendam sakitnya sedari Devi mengunjunginya merasa sedih kembali.

Matanya pun mulai berkaca-kaca, ia yang takut ketahuan Menangis menundukkan kepalanya.

“Apa kau menangis?” Arash curiga dengan gelagat Ruby yang mencurigakan.

“Hiks... tuan apa-apaan sih?! Kenapa malah mengungkit masa lalu ku?”

Akhirnya Ruby memperlihatkan sisi rapuhnya pada Arash.

Arash yang sudah sering melihat Bunga menangis, merasa biasa saja dengan Ruby yang terisak di hadapannya.

“Maaf aku kalau sudah menyinggung perasaan mu, jangan menangis By, kasihan bayi mu, nanti malah ikut menangis lagi. Lupakan saja ibu mu itu, ku rasa dia sudah bahagia, makanya tak ingat kau.” kata-kata Arash yang tepat tanpa meleset sedikit pun membuat Ruby makin berduka.

“Tuan, tolong tinggalkan aku sendirian!! Hiks...” Ruby yang tak bisa menahan rasa sedih di hatinya membutuhkan waktu untuk sendiri.

“Baiklah.” sebelum pergi, Arash mengambil segelas air minum untuk Ruby.

“Apa ini?” tanya Ruby.

“Sebaiknya kau minum dulu, sebelum menghabiskan stok air mata mu,” ujar Arash.

“Oh iya, tuan benar juga.” kemudian Ruby menerim air minum yang di berikan Arash.

Gluk gluk gluk!

Ruby pun meminum air putih dalam gelas panjang tersebut sampai habis.

“Bagus! Teruskan tangisan mu, karena jujur saja, kau lebih cantik berderai air mata dari pada tertawa.” setelah mengatakan hal itu Arash keluar dari dalam kamar Ruby.

Ruby yang mendapat kata-kata demikian tercengang.

“Masa sih??” lalu Ruby menuju kaca meja riasnya.

“Tuan bohong banget sih!” Ruby tak percaya dengan yang di katakan Arash, sebabnya yang bengkak lebih mirip siluman dari pada bidadari.

🏵️

Arash yang telah berada di lift tersenyum mengingat wajah bingung Ruby.

Ting!

Saat Arash keluar dari dalam lift, ia pun bertemu dengan Mirna.

“Kau mau kemana?” tanya Arash, sebab jam kerja Mirna sudah habis saat itu.

“Saya mau menemani Nyonya tuan.” Mirna tak tega membiarkan Ruby tidur sendirian.

“Sudah, biarkan saja, lagi pula dia sudah mau jadi ibu, dia harus belajar mengurus diri sendiri, kau istirahat saja bi.” Arash yang tak ingin Mirna bekerja lebih melarangnya untuk menemani Ruby.

“Baik tuan.” karena tak mendapat izin, Mirna mengurungkan niatnya.

Kemudian Arash pun meninggalkan Mirna menuju kamarnya.

Sesampainya Arash ke kamar, ia melihat Bunga yang masih tertidur lelap.

Arash yang merasa risih pada istrinya memilih tidur di atas sofa.

Pagi harinya, saat Bunga membuka matanya, ia pun melihat Arash duduk di atas sofa seraya membaca buku.

“Mas, kau sudah bangun?” sapa Bunga yang lupa apa yang ia lakukan semalam.

“Sudah bangun?” Arash menutup buku yang ia baca.

Bunga yang baru ingat kalau dirinya ada di kafe tadi malam, merasa aneh dengan posisinya yang kini ada di kamar.

“Mas, semalam siapa yang mengantar ku pulang?”

“Pertanyaan bangus.” Arash pun bangkit dari duduknya.

“Maksudnya gimana mas?” Bunga merasa bingung.

“Yang mengantar mu adalah mantan pacar mu, tapi... aku jadi ragu, jangan-jangan kalian sudah kembali bersama lagi, hum!” Arash tertawa getir.

“Mas, kau bilang apa sih?!” Bunga yang lupa segalanya tak terima dengan tuduhan yang di berikan Arash padanya.

“Frans, aku melihat mu dengannya berciuman di depan pintu masuk, apa kau waras!!!!” Arash berteriak pada Bunga.

“Tidak mungkin! Aku tak...” ketika Bunga ingin mengelak lagi, ia pun mengingat saat ia mengajak Frans bercinta.

“Apa? Kenapa kau diam?” tatapan mengintimidasi dari Arash membuat Bunga jantungan.

...Bersambung......

1
υɐnɾɐnɥ🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
pastinya Arash juga suka dengan gadis yang muda 🤣🤣
υɐnɾɐnɥ🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
awas aja ya Arash jatuh hati kepada Ruby 👊🏻👊🏻
υɐnɾɐnɥ🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
lama² Kesal sama kepseknya ihh.. kok tidak membela muridnya yang menjadi korban asusila 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Evy
Dikira tidak sampai diperkosa Thor...kok begitu sih..
Evy
Jahatnya..gak punya hati..
Evy
Teman teman yang menyesatkan...
Evy
Aku curiga adiknya Arash yg telah memperkosa Ruby....
Evy
kerja diperkebunan Tuan Arash kok gajinya miris banget.Ayah dan ibu Ruby bekerja tapi untuk beli minyak goreng juga tidak mampu.jangan2 orang kepercayaan nya itu korupsi gaji karyawan ya...
Evy
Ibu tirinya kejam banget ya... kenapa sampai tidak diberikan makanan.kasihan...
Ainisha_Shanti
dari awal cik Aini curiga kalau Alvin adalah ayah biologi janin yang d kandung Ruby
Ainisha_Shanti
Astaghfirullah... mulut bu guru ni rasa nak je cik Aini cilikan 😡😡😡.
Ainisha_Shanti
Astaghfirullah... ini buk guru pendidik ka bu guru pem'provokasi? seorang pendidik tak akan pernah mengeluarkan kata2 kesat walau sesalah apa pun muridnya. bu guru akhlak less juga namanya ni😡😡😡
Ainisha_Shanti
bu marisa ada planing jahat ke pada ruby?
Ainisha_Shanti
malangnya nasib mu ruby. sudah jatuh, tertimpa tangga pula
Ainisha_Shanti
Yaa Allah... semoga d luar sana tak ada yang mengalami nasib seperti apa yang ruby alam, semoga hanya ada di dalam novel sahaja. sudah miskin, di dera ibu tiri, dan di nodai lagi. betul2 malang hidupnya.
Ainisha_Shanti
Astagjfirullahalazim... nak membunuh pula rasanya si iblis jantan ni😡😡😡
Puspa Trimulyani
ini seperti jaman apa ya .... sepertinya....semacam desa tertinggal atau apa ya....
Puspa Trimulyani
siapa sebenarnya dia?
Puspa Trimulyani
ibu tiri lucknut 😡
Puspa Trimulyani
mendiang ibumu? berarti ibunya sdh meninggal??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!